Aretha memilih hidup menderita bersama suaminya. padahal Kemewahan disediakan oleh orangtuanya. Namun Suaminya berselingkuh karena tekanan dari mertuanya. Apakah Aretha bisa mempertahankan rumah tangganya??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dijodohkan
Menjadi seorang dokter adalah cita - citanya sejak kecil. Padahal orangtuanya menginginkannya melanjutkan usaha keluarga yang sudah dirintis dari nol. Aretha Karsa adalah nama perusahaan yang dibangun oleh Josep Lopez dan Wulan istrinya. Dan sampai sekarang perusahaan itu berkembang dengan pesat dalam bidang properti dan food and beverage berkembang pesat.
"Selamat malam ma, pa??"
"Hai putri cantik papa. Ayo makan???"
"Terima kasih pa."
Aretha baru saja pulang kerja sebagai dokter residen. Sekarang Aretha sedang mengambil spesialis dokter bedah saraf dan pembuluh.
"Mukanya kelelahan baget sayang, ayo makan mama masak makanan kesukaan kamu loh."
"Terima kasih ma. Iya hari ini pasien Tea banyak ma."
"Dari dulu papa mau Tea itu jadi bos di usaha perusahaan kita. Malah memilih menjadi dokter."
"Papa, Tea kan ngak suka ngurus usaha. Tea suka uangnya aja. Kan papa tahu??"
"Iya sayang. Kamu itu satu - satunya anak papa dan mama, apa pun yang papa dan mama lakukan hanya untuk kebahagiaan kamu sayang."
Aretha langsung menghampiri papa dan mamanya di beri pekukan dan ciuman.
Aretha Lopez sekarang lagi dekat dengan rekan dokternya Andreas Jatmiko. Sejak mereka kuliah pada fakultas kedokteran. Berbedanya Andreas dibesarkan pada keluarga sederhana, papanya hanya seorang pegawai negeri sedangkan mamanya adalah seorang ibu rumah tangga.
Sebagai anak yang berprestasi, Andreas dimudahkan oleh Tuhan kuliahnya sampai sekarang dia bisa menjadi dokter residen. Bantuan pemda dan beasiswa dia peroleh. Sebagai anak pertama keluarga Jatmiko dia menjadi contoh bagi adiknya.
Aretha dan Andreas dikenal sebagai couple goals di kampus. Bagaimana Andreas meluluhkan hati seorang Aretha Lopez ini. Akhirnya di tingkat ke tiga, hati seorang perempuan berdarah Spanyol ini luluh. Opanya Aretha adalah laki - laki Spanyol yang menikah dengan omanya yang orang Indonesia. Bukan hanya itu mamanya adalah keturunan China Bandung. Sudah bisa di bayangkan bagaimana seorang Andreas Jatmiko tidak jatuh cinta kepadanya.
Aretha sebenarnya tidak begitu suka dengan Andreas, karena dia di kenal sebagai playboy. Meskipun bukan anak orang kaya, namun Andreas memiliki raut wajah yang ganteng. Perkenalan Aretha dan Andreas bermula dari seringnya mereka bertemu di cafe sahabat mereka bernama Yuda.
Yuda Darmawan inilah yang menjodohkan mereka. Yuda dan Andreas teman sekolah namin dia memilih menjadi pengusaha cafe di bandingkan kuliah, secara materi, Yuda lahir dari keluarga yang kaya raya. Sama seperti Aretha namun dia tidak suka bergantung pada kekayaan orangtuanya. Sekarang dia sukses. Punya Cafe bangunan cafe sendiri dan punya karyawan, bisa di katakan bos.
"Lama sekali kamu dan Tea ngak kesini??"
"Tea sibuk bro."
"Kamu ngak sibuk. Bukan kah kalian berdua sama - sama mengambil spesialisnya."
"Iya, kami beda spesialisnya. Aku penyakit dalam, dia bedah saraf dan pembulu. Lebih kompleks."
"Kamu ngak bisa, ambil spesialis itu."
"Bukan ngak bisa otakku, uangku yang ngak bisa."
"Apapun yang kamu pilih, bagiku kamu dokter yang hebat."
"Aku mau melamar Aretha???"
"Maksud kamu bro???"
"Aku mau menikah dengannya."
"Kamu aja belum dekat sama orangtuanya, bagaimana bisa. Pacaran kalian kan masih sembunyi - sembunyi."
"Aku tidak sengaja, mendengar pembicaraan papanya Tea dengan dokter senior pembimbingku, beliau mau menjodohkan Tea."
"Emang Tea sudah ngomong sama kamu??"
"Belum sih."
"Jangan parno."
Apa yang di dengarkan Andreas saat itu ternyata benar. Dan diluar ekspetasi Andreas, bahwa laki - laki yang di jodohkan orangtuanya Aretha adalah Yuda Darmawan. Orangtua Yuda dan Aretha adalah teman. Dan sama - sama seorang pengusaha.
Malam itu Aretha dan Yuda tidak tahu, bahwa makan malam di sebuah restoran adalah rencana orangtua mereka untuk menjodohkan Yuda dan Aretha.
"Hai Yud???"
"Hallo Tea."
"Kalian berdua saling kenal??"
"Iya."
"Bagus dong Pak Josep setidaknya kita tidak perlu usaha untuk mempersatukan mereka."
"Iya, ya pak Darmawan."
"Pa, ngak boleh gitu dong. Ini melangggar hak asasi aku. Harusnya papa tanya dulu sama Tea."
"Kalau ditanyai, Tea selalu bilang tidak bisa kan?? Selalu banyak alasankan??"
"Pa, Yuda itu sudah punya pacar, dan Tea juga mencintai orang lain."
Yuda tentu saja kaget, dan dia hanya senyum - senyum saja. Karena dia selama ini memang belum punya pacar, belum ada yang kecantol dihati. Sedangkan Tea dia tahu bahwa Andreas sahabatnya adalah pacarnya. Dan tentu saja masih di rahasiakan.
"Kalau sudah ada kenalkan kepada papa."
"Iya nanti. Tea kan masih fokus sama sekolah Tea."
"Harus yang jelas orangnya dan tidak kurang ajar."
"Iya sayang, mama mau kamu cari orang yang baik dan jelas pekerjaannya. Kamu itu anak perempuan satu - satunya mama dan papa."
"Iya ma, iya pa."
"Om Darmawan, Tea mohon maaf ya. Pasti ini rencana papa ya."
"Rencana om juga."
"Kalau kalian sudah ada pilihannya masing - masing yang segerahkan beri tahu orangtua kalian. Ingat itu Yuda."
"Siap pak." Aretha hanya tersenyum.
Selesai makan malam, Yuda langsung kembali ke Cafenya, disana ada Andreas yang sedang nongkrong sambil mengerjakan tugas.
"Sendiri lagi???"
"Iya, Tea lagi makan malam bersama keluarganya."
"Benar hanya makan malam??"
"Kamu..... bertemu dengan Tea dan tahu sesuatu??"
"Coba kamu tanya Tea??"
Andreas langsung menghubungi pacarnya. Dan dari komunikasi mereka Andreas tahu bahwa dia di jodohkan dengan Yuda. Namun semua sudah di jelaskan kepada kekasihnya sehingga Andreas tidak curiga.
"Oke sayang, tidur yang nyenyak ya."
"Iya. Kamu dimana??"
"Di cafenya Yuda."
"Jangan berkelahi ya sayang."
"Ngak, palingan lehernya lecet dikit."
"Sayang......."
"Bercanda sayangku."
Andreas langsung datang merangkul sahabatnya itu. Namun rangkulan itu seperti, mencekik.
"Bro...jangan main kasar. Banyak saksinya disini."
"Beraninya kamu."
"Salah kamu, kenapa senang pacaran sembunyi - sembunyi. Kalau laki - laki datangi orangtuanya. Untung Aku, kalau laki - laki lain. Sudah pasti di terima. Atau kalau aku tidak kenal kamu pasti......"
"Pasti apa......"
"Bro, Tea itu princes sempurna. Laki - laki siapa yang tidak mau sama dia."
"Terima kasih ya, kamu sudah menolak perjodohan itu."
"Bro aku ngak nolak. Tea sendiri yang ngomong. Malah bilang aku sudah punya pacar lagi. Padahal kamu tahu aku ini jomlo." Andreas tertawa.
"Pacar kamu itu buat kerjaan baru saja. Sampai orangtuaku menanyakan terus menerus. Dan hubungan kalian tidak ada kemajuan. Sori bro, aku nikahi Tea." Pukulan Andreas mendarat di pundak sahabatnya itu.
Pulang dari cafenya Yuda, Andreas tidak bisa tidur nyenyak. Di kamarnya dia hanya bolak - balik. Tempat tidurnya dan mondar mandir kamar kecilnya itu. Rencananya sudah bulat, harus membicarakan hal ini dengan Tea kekasihnya. Kalau tidak dia bisa kehilangan orang yang dia cintai.
"Sayang, besok kita bertemu ya. Ada yang mau aku omongi sama kamu. Penting sayang. Ketemu di kafe yudas ya."
Pesan itu dikirim kepada Aretha Lopez pacarnya. Pesannya masuk, namun belum di baca oleh Tea kekasihnya. Karena Tea pasti sudah tidur.