Akibat tuntutan menikah dari kedua orangtuanya, Yorinka memilih jalan pintas dengan cara menghabiskan malam panas dengan seorang pria misterius.
Yorinka berpikir dengan dirinya hamil, maka kedua orangtuanya tidak akan menyinggung soal pernikahan lagi. Tetapi yang ada Yorinka malah di usir karena hamil tanpa adanya seorang kekasih atau calon suami, pada akhirnya Yorinka memilih untuk hidup berdua dengan bayi yang dikandungnya.
Tetapi pria yang menghabiskan malam panas dengannya tiba-tiba datang ke apartemennya dan menuduhnya telah membawa milik pria itu, lebih parah lagi pria itu adalah seorang Mafia dari klan Cyrillus.
Cyrillus, adalah salah satu klan mafia terbesar saat ini dan tentunya semua tunduk padanya, apa jadinya Yorinka mengandung dari anak dari seorang mafia kejam.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riri-can, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ide Gila Yorinka
Disebuah kelab malam dengan banyaknya orang berjoget dan penuh sesak cukup membuat seseorang bisa melupakan pikirannya sejenak. Dentuman bas musik EDM terasa sampai ke hulu hati, tapi bagi Yorinka, suara bising itu adalah musik latar yang sempurna untuk rencana gilanya.
Orang tuanya sudah gila. Target menikah sebelum usia dua puluh lima tahun terus ditujukan padanya seperti alarm subuh yang merusak suasana hati di pagi hari. Daripada pusing mencari pria yang mau berkomitmen dan ujung-ujungnya kemungkinan besar mengecewakan, Yorinka mengambil keputusan paling tidak masuk akal dalam hidupnya, yaitu mencari "pendonor" sperma secara acak, hamil, dan buat orang tuanya bungkam. Sederhana, kan?.
Di pojok bar yang remang-remang, matanya tertuju pada seorang pria. Pria itu duduk sendirian, memutar-mutar gelas berisi wiski mahal. Setelan jasnya hitam legam, potongan rambutnya rapi, dan aura di sekitarnya begitu pekat, dingin, sekaligus sangat memikat.
Yorinka dengan sifat cerianya yang tanpa rem langsung melangkah mendekat.
"Hei, tampan. Minum sendirian aja nih?" sapa Yorinka langsung mendudukkan diri di kursi kosong sebelah pria itu
Pria itu menoleh sedikit, matanya yang setajam elang menatap Yorinka dari atas sampai bawah. Dingin sekali, sampai-sampai Yorinka merasa merinding. Tapi, Yorinka bukan tipe wanita yang gampang mundur.
"Kamu salah tempat kalau cuma mau cari teman mengobrol" suara pria itu berat dan serak, terdengar sangat seksi di telinga Yorinka
"Siapa bilang aku cuma mau ngobrol?" Yorinka tersenyum lebar sambil menopang dagunya dengan kedua tangan
"Aku butuh kamu malam ini dan aku tipe orang yang langsung pada intinya" Yorinka menatap pria itu dengan tatapan berharap
Pria misterius itu menaikkan satu alisnya, tampak sedikit tertarik dengan keberanian frontal wanita di sampingnya.
"Oh ya? Dan apa intinya?" tanya cuek
Yorinka mendekatkan wajahnya, membisikkan sesuatu yang membuat pria itu sempat tertegun sesaat, sebelum sebuah senyuman tipis yang terlihat berbahaya namun mematikan terukir di bibirnya.
Malam itu pun terjadi, di dalam kamar hotel mewah yang dipesan pria itu, semuanya terasa seperti mimpi yang intens. Pria itu tidak banyak bicara, namun sentuhannya begitu posesif, seolah-olah dia terbiasa menguasai segala hal. Setelah semuanya selesai, di saat pria itu masih mandi, Yorinka langsung memakai pakaiannya dan kabur begitu saja. Dia tidak butuh nama dan tidak butuh nomor telepon pria itu juga. Yang dia butuhkan hanya sperma pria itu saja.
Tiga Bulan Kemudian.
Yorinka menatap dua garis merah di alat tes kehamilan dengan senyum kemenangan yang luar biasa lebar. Yorinka memang sengaja menunggu beberapa bulan untuk mendapatkan hasil yang maksimal dan jelas.
"Yes! Berhasil!" pekiknya girang di dalam kamar mandi apartemennya
Rencananya berjalan sangat mulus tanpa hambatan, saat dia memamerkan hasil itu kepada orang tuanya, mereka sangat syok setengah mati, dan tuntutan "kapan nikah" langsung berubah menjadi Yorinka diusir dari rumah. Yorinka merasa hidupnya begitu prihatin, padahal mereka yang menginginkan Yorinka memberikan cucu, tetapi setelah diberikan cucu malah Yorinka di usir dari rumah. Sebenernya apa yang diinginkan kedua orangtuanya itu?.
Pada akhirnya Yorinka memilih untuk tetap mempertahankan kandungannya, dia bisa membesarkan anak ini sendiri dengan tabungannya yang sedikit itu. Yorinka bisa mencari pekerjaan tambahan untuk bayinya nanti, sepertinya itu cukup bagus.
Namun, ketenangan Yorinka tidak bertahan lama. Sore itu, Yorinka baru saja pulang dari supermarket mini yang tidak jauh dari apartemen kecilnya. Begitu dia membuka pintu unit apartemennya, langkah kakinya langsung terhenti. Jantungnya serasa copot.
Di ruang tamunya yang sempit, duduk seorang pria berbadan tegap mengenakan setelan jas hitam menatap tajam Yorinka, dibelakang pria itu juga terdapat dua pria berbadan besar dan tegap dengan ear-piece menempel di telinga mereka. Pria yang menatap Yorinka dengan tajam duduk dengan santai di sofa murah milik Yorinka, pria itu adalah pria misterius di kelab malam yang dia rayu untuk menghabiskan malam panas dengannya.
"Hai, Yorinka" sapa pria itu suaranya berat dan mengintimidasi
"K-kamu... kok bisa ada di sini?! Dan dari mana kamu tahu namaku?!" Yorinka refleks memeluk kantong belanjanya sambil melangkah mundur mendekati pintu
Pria itu berdiri berjalan mendekati Yorinka, postur tubuhnya yang tinggi besar langsung mendominasi ruangan. Dia berjalan mendekati Yorinka dengan langkah pelan yang konstan, seperti predator yang sedang memojokkan mangsanya.
"Menemukanmu itu hal yang terlalu mudah untukku" kata pria itu berat
Pria itu berhenti tepat satu langkah di depan Yorinka. Aroma parfum kayunya yang mahal langsung menyeruak, memicu memori malam itu di otak Yorinka.
"Dan kurasa, kamu membawa sesuatu yang merupakan milikku" bisiknya
Matanya turun menatap tepat ke arah perut Yorinka yang masih rata.Yorinka menelan ludah, sifat frontal nya mendadak tersendat oleh rasa ngeri, tapi dia mencoba tetap tegap dan berani.
"Enak saja!" Yorinka mendorong pria itu untuk memberikan celah nafas untuknya
"Ini anakku! Aku yang mengandungnya!" ucapnya memeluk erat perutnya
"Tanpa saham dariku, kamu tidak akan punya apa-apa di dalam sana, sayang" pria itu terkekeh sinis
Pria itu mengulurkan tangannya, dengan lembut namun tegas menyentuh dagu Yorinka, memaksanya menatap mata elang itu.
"Namaku Zeus, dan kamu baru saja mengandung anak dari calon ketua sindikat Cyrillus" bisiknya meniup wajah Yorinka
Yorinka terbatuk-batuk beberapa kali karena aroma dari mulut pria itu cukup mengganggu penciuman Yorinka, berani sekali pria di depannya meniupkan nafas bau rokoknya. Tetapi tunggu dulu? Cyrillus? Mendengar nama itu, leher Yorinka terasa kering. Itu adalah nama keluarga mafia paling ditakuti yang sering dirumorkan di berita-berita kriminal televisi dan media sosial. Pria di depannya ini bukan sekadar cowok tampan di bar, dia adalah monster dunia bawah tanah.
"Mafia?" gumannya Yorinka dengan mata melebar
"Secara teknis, ya" jawab Zeus santai
Zeus berkata santai seolah profesinya hanya seorang pegawai kantoran biasa.
"Aturan di keluargaku sangat ketat, tidak boleh ada darah daging Cyrillus yang lahir di luar pengawasan. Jadi, pilihannya cuma dua, kamu ikut denganku secara sukarela atau aku membawa anak itu setelah dia lahir dan melenyapkan mu saat itu juga" bisiknya tajam
Yorinka mengedipkan matanya berulang kali. Ancaman pembunuhan itu terdengar sangat nyata, tapi sifat dasarnya yang agak 'gesrek' malah merespons dengan cara yang tidak biasa. Bukannya menangis ketakutan, dia malah menghela napas panjang.
"Aduh... Mas Mafia, pelan-pelan dong kalau ngancem. Bumil nggak boleh stres tau!" ketus Yorinka sambil menepis pelan tangan Zeus dari dagunya
Yorinka berjalan melewati Zeus, menaruh kantong belanjanya di meja kecil.
"Lagian, kalau aku ikut kamu, emang kamu mau tanggung jawab lahir batin? Orang tuaku mengusirku karena aku hamil tau! Kalau kamu mau, nikahin aku saja" omel nya sambil duduk dengan santai
Zeus sempat tertegun dan anak buahnya di belakang bahkan saling lirik, heran melihat ada wanita yang berani mengomeli bos mereka setelah diancam mati.
Zeus berbalik dan menatap Yorinka dengan tatapan yang sulit diartikan. Ada kilatan geli di matanya melihat tingkah Yorinka.
"Menikah? Kalau itu yang kamu mau supaya posisimu legal di mata hukum dan keluargamu, aku tidak keberatan. Kamu akan jadi istriku, dan anak itu akan punya nama Cyrillus" ucapnya santai
Yorinka menatap Zeus dari atas sampai bawah. Menikah dengan bos mafia tampan dan kaya raya demi menyelamatkan mukanya di depan orang tua? Kedengarannya seperti plot novel klise, tapi ini nyata.
"Oke, sepakat!" kata Yorinka ceria
Hal itu tentunya membuat Zeus kembali menaikkan alisnya. Unik sekali wanita di depannya, Zeus jadi sedikit tertarik.
"Tapi ada syaratnya. Jangan bawa urusan tembak-tembakan atau mutilasi ke depan rumah kita nanti, aku nggak mau anakku denger suara bising!" celoteh Yorinka cemberut
Zeus tidak bisa menahan senyum tipisnya lagi. Wanita di depannya ini benar-benar unik. Di saat orang lain gemetar ketakutan setengah mati mendengar namanya, Yorinka justru mengkhawatirkan pendengaran bayinya.
"Deal" jawab Zeus cepat
"Segera kemasi barang-barangmu karena kita pergi sekarang." ucapnya lagi
Yorinka tersenyum lebar dan mulai melangkah ke kamarnya. Rencana awalnya memang melenceng jauh dari yang tadinya cuma mau jadi single parent mandiri, malah berakhir jadi istri seorang bos mafia misterius. Namun, bagi Yorinka yang selalu menyukai tantangan, petualangan barunya ini tampaknya akan jauh dari kata membosankan.
Lagipula sepertinya menikah dengan seorang mafia cukup menarik seperti di film-film atau novel yang dia baca belakangan ini, Yorinka ingin sekali merasakan posisi sebagai istri seorang mafia.
🔪🔪🔪
Yorinka ada-ada saja ya guys, orang mah tidak pengen berurusan dengan mafia, tapi Yorinka malah penasaran.😅😂
Silahkan tinggalkan jejak kalian ya, author butuh dukungan dari kalian.
gak perlu jujur sama yang lain
menguras waktumu az Zeus
padahal sebanarnya dia lah musuh yang sebenarnya