Sebuah kisah menarik....☺☺👍👍
Rajab Ambarawa tidak bisa melupakan masa lalu yang ia cintai yaitu Sofia yang sudah tiada meninggalkan nya. dua tahun berlalu kehidupan Rajab harus berjalan lanjut yaitu menikah dengan Luna seorang model terkenal di kotanya. Keinginan Oma yang harus Rajab turuti.
Kemudian sang adik Sofia kembali ke keluarga nya dimana dirinya akan membalas kan dendam kematian kakaknya yang sudah tiada. tindakan Vendra mendekati Luna Calon istri Rajab untuk mencari tahu kebenaran yang ada untuk minta keadilan.
Pertemuan mereka akan memulai hal menarik saling selisih antara saudara dan pertemanan saling salah paham terutama pada Vendra, Elisa dan Kasih tiga wanita memiliki sifat Antagonis merebutkan keinginan dari Rajab dan Luna...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon as2357zzjdj, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 10 BERSIAPAN
Hari ini adalah waktu nya untuk berjalan rencana, tampaknya Vendra sudah siap untuk melakukan rencana, terlihat cantik dengan pakaian gaun indah melihat di cermin kaca yang besar itu. Hanya wajah nya belum di makeup saat ini. Vendra menunggu kedatangan dokter Sita untuk make up pin wajah nya.
Di ruangan terlihat Denis duduk di sofa sembari main ponsel nya melihat - lihat di layar ponsel melihat para wanita yang cantik dan sexy di setiap foto di instagram.
Ting
Nong
suara bel berbunyi Denis langsung beranjak melangkah jalan ke pintu.
klak
Denis tari pintu membuka dengan berlahan dan____
"Hei!! " sapa Sita senyum sumringah pada Denis, terlihat cantik dan sexy walaupun seorang dokter dengan pakaian gaun indah bercorak berkelip - kelip, rambut panjang tubuh sepunggung ujung rambut terikal. Buah bibir merah merona sangat mengoda.
"Wahh! cantik nya! ". Jawab Denis senyum lebar dengan ekpresi lebay, aroma wangi tercium oleh Denis
Sita melangkah masuk setelah di sambut oleh Denis dengan baik. ia melangkah sembari melihat sekeliling tempat hotel.
Denis mengikuti dari belakang sambil memperhatikan tubuh sita dengan tatapan genit.
Tampaknya Vendra dari tadi memperhatikan Denis dengan tatapan tajam di balik pintu kamar, Denis tidak menyadari kalau Vendra memperhatikan nya dari jauh, dengan mengerikan seakan-akan ingin membunuh nya.
Senyum genit terlihat jelas di wajah Denis yang semakin tergoda dengan tampil an Sita begitu cantik.
"ha! ha! ha!". Denis kesakitan saat telinga nya di putar oleh Vendra yang tiba-tiba saja datang dari belakang nya. " Aduh! sakit ". Ucap Denis pada Vendra sembari menyentuh telinga yang sudah memerah sakit.
Sita yang mendengar keluh Denis berbalik senyum
" makanya jangan genit jadi cowok! kurang ajar sekali, mentang-mentang di depan lebih segar, tidak ada malunya! ". Ujar Vendra memarahi Denis yang suka genit dan memperhatikan perempuan yang tidak sopan.
" ihh! apa-apaan sih, mata! iya mataku! terserah mau lihat nya bagaimana! Lagian jangan salahkan ku, yang salah para cewek kenapa harus sexy dan cantik! ". Denis merasa dirinya tidak salah, baginya sesuatu yang ia suka tidak pernah terabaikan apalagi soal Perempuan yang cantik, itu adalah kebahagiaan nya yang dia inginkan.
Senyum manis Sita melihat Vendra. " sudah! Denis memang seperti itu, aku sudah terbiasa! ". Ucap Sita tersenyum, melihat tampil an Vendra membuat sita penasaran.
" Tuh! dengar! dia aja paham! ". Jawab Denis melirik ke arah Sita seakan-akan dirinya terbebas dari tuduhan. " kenali ini Sita, yang kemarin aku cerita in". Denis memperkenalkan teman dekat nya yaitu Sita. Sita mengeluarkan tangan pada Vendra
Vendra pun berjabat tangan dan saling mengenal satu sama lain. "Vendra". Ucap nya
" Sita". Balasnya sembari melepaskan jabat tangan
"jadi gini Sita, ini teman ku, Vendra ingin make up tapi tidak bisa make up tau lah sendiri lihat nya kayak gimana, cewek tomboy! ". Bisik Denis ke arah Sita menyinggung Vendra.
" apa kau bilang! ". Ucap Vendra merasa tersindir oleh Denis.
senyum manis Sita dirinya paham apa yang harus di lakukan.
merias di alis dengan lembut Sita yang lagi memoles wajah vendra di kamar, kini mereka berdua duduk di kursi di dalam kamar, sudah lama Sita tidak make up pin seseorang saat dirinya usia remaja, ia terlalu sibuk di rumah sakit sampai lupa dirinya pernah make up pada seseorang. Sita memoles di bibir Vendra dengan berwarna merah muda, cocok untuk Vendra dengan wajah apa adanya di diri Vendra.
"ok, selesai! coba lihat di cermin". Minta Sita pada Vendra. Vendra pun berbalik berputar kursi nya ke arah cermin kaca di sisi kiri nya.
" wah! kamu hebat! ". Jawab Vendra merasa senang dengan hasil Sita yang sudah make up pin dirinya.
Tampaknya Denis begitu sibuk dengan membuka bungkus an kotak yang dirinya sedang duduk di sofa.
" Denis! ". Sahut Sita pada Denis. saat lagi sibuk membuka bungkus Denis menoleh dan melihat mereka berdua, namun teralihkan ke arah Vendra yang begitu cantik membuat Denis tak berkedip melihat nya." gimana? ". Tanya Sita pada Denis
" cantik". Senyum Denis yang tak menyangka bahwa teman lama nya yang awalnya bertampilan tomboy kini berubah drastis menjadi wanita cantik.
"yang aku minta sudah ada? " Sita menanyakan pada Denis. tapi seperti nya Denis masih melongo melihat wajah Vendra yang tidak di sangka-sangka. "Denis!! HEI!! ". Sentak sita karena tidak di hiraukan ucapan nya.
Denis pun tersadar dan berkata____." oh! iya ada. nih! ". Denis memberikan sepatu hak tinggi pada Sita sembari beranjak berdiri.
Sita mengambil sepatu hak tinggi dari tangan Denis.
" nah.. kamu pakai ini". Ucap Sita memberikan pada Vendra. Tampaknya Vendra merasa tidak yakin dan ragu-ragu. "kenapa? ". tanya Sita bingung
" ehh!! aku enggak bisa pakai sepatu hak tinggi ". jawabnya merasa tidak suka
" Hahahahahaha! Gimana mau hadir di acara itu! sedangkan kamu sendiri aja tidak bisa pakai sepatu hak tinggi". Ledek Denis me ngetawain Vendra sebegitu senang nya.
"hemmm!! sini! ". Kesel Vendra sembari ambil sepatu hak tinggi dari tangan Sita dengan kesel dan bete, dirinya selalu di ledek sama Denis ia merasa tersindir.
Kemudian Vendra mencoba melatih untuk bisa jalan dengan benar pakai sepatu hak tinggi di bantu oleh Sita, berkali-kali ia terus jatuh dan terkilir, hingga Denis terus ketawa ngakak tak berhenti me ngetawain Venera sebegitu senang nya. Vendra terus jatuh tapi tak akan menyerah terus mencoba, jatuh lagi bangkit lagi. Lama kemudian akhirnya berlahan melangkah dengan anggun di bantu oleh Sita sepertinya sudah mulai bisa.
tampaknya Denis berhenti ketawa ia merasa kagum dengan keteguhan Vendra. ia tidak menyangka teman nya cukup gigih tak menyerah. Denis merasa bangga memiliki teman seperti Vendra.
*****
Di rumah Rajab___
Jas hitam tubuh gagah terpang-pang sangat keren di tampilan Rajab yang berwajah tegas dan kaku, dengan sepatu jin berkulit coklat dan jam tangan di pergelangan tangan berwarna perak mengkilap sangat mewah. Ia melangkah jalan keluar kamar di wajah pipi Rajab sedikit ada kumis berok dengan kedua alis tebalnya. Rajab melangkah turun dari anak tangga
Terlihat Oma dan ibunya, Rajab sedang menunggu di ruangan tamu dengan pakaian gaun indah yang mereka pakai. malam ini mereka akan pergi bersama ke acara ulang tahun nya Luna di rumah nya.
Rajab melangkah menghampiri mereka berdua.
"Rajab! dimana Kasih, kenapa dia tidak ikut? ". Tanya wilda pada anaknya yang sedang melangkah mendekat
" Kasih tidak mau ikut! dia mau bersama teman-temannya! ". Jawab Rajab pada ibunya.
" Biarkan lah anak itu, kalau pun di ajak bikin masalah yang ada". Balas Oma dengan menatap mata kesel, seperti nya Oma masih marah dan kesel terhadap cucunya sendiri yaitu Kasih semenjak di ledekin.
kini mereka bertiga pun melangkah pergi dari dalam rumah.