NovelToon NovelToon
Olaf & Cyntaf

Olaf & Cyntaf

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus / Cinta Seiring Waktu / Romantis
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

"Orang lama menang karena sejarah, tapi orang baru menang karena masa depan."

Azeant Apolo-valerio kehilangan cintanya, namun menemukan kembali harga dirinya. Kata "Putus" dari Claudia Astor seharusnya menjadi akhir, namun bagi pewaris tunggal keluarga Valerio ini, itu hanyalah sebuah awal dari pembebasan.

Apolo adalah pria yang hidup dalam presisi rumus teknik, namun ia gagal menghitung variabel ego seorang wanita yang hanya haus akan validasi.

Segalanya berubah saat sebuah notifikasi dari aplikasi kencan masuk, membawa nama Veronica Brooklyn.
Gadis itu adalah anomali; dia tidak memuja ketampanan Apolo, malah menantangnya dengan kejujuran yang Brutal.

Veronica hadir bukan untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan Claudia, melainkan untuk menciptakan standar baru yang tak pernah Azeant Apolo-valerio bayangkan sebelumnya.

Apolo belajar bahwa terkadang, orang yang datang paling akhir adalah satu-satunya yang layak menjadi yang pertama.

🦋
Selamat Membaca 🌷

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#1

Udara musim semi di New York seharusnya terasa hangat, namun bagi Azeant Apolo-Valerio, angin yang berhembus di parkiran Universitas New York sore itu terasa sedingin es.

Di hadapannya, Claudia Astor berdiri dengan napas memburu dan mata yang menyala karena amarah.

"Kita putus!" Suara Claudia melengking, memantul di antara deretan mobil mewah yang terparkir rapi.

Apolo menghela napas panjang, memijat pangkal hidungnya yang mancung.

"Putus? Apa lagi kali ini, Clau?"

"Kau tanya kenapa? Lihat dirimu!" Claudia menunjuk dada Apolo dengan telunjuknya yang terawat.

"Kau selalu sibuk dengan laptopmu, kau selalu sibuk dengan proyekmu! Kau tahu hari ini tanggal berapa? Dua belas, Apolo! Ini hari jadian kita yang ketiga bulan!"

"Aku tahu, Clau. Aku benar-benar minta maaf. Proyek Teknik Elektro-ku sedang di tahap krusial. Aku harus menyelesaikan simulasi sirkuit itu sebelum tenggat waktu atau—"

"Atau apa? Kau lebih mencintai kabel-kabel itu daripada aku?" potong Claudia sinis. "Kau pria paling membosankan yang pernah kutemui. Wajah tampanmu sama sekali tidak berguna kalau kau hanya punya waktu untuk monitor komputer. Jangan cari aku lagi!"

Tanpa menunggu balasan, Claudia berbalik, melangkah pergi dengan tumit sepatunya yang berbunyi tuk-tuk-tuk di atas aspal, meninggalkan Apolo yang terpaku sendirian.

Lelaki Setia di Mata Sahabat

"Kalau dia mau putus, putusin aja, Bro!" Elian merangkul bahu Apolo, mengejutkannya dari lamunan pahit.

Di belakang Elian, Dorian dan Sander mendekat dengan seringai di wajah mereka.

Ketiga sahabatnya itu rupanya telah menonton drama picisan tersebut dari kejauhan.

"Aset sempurna Valerio, wajah sempurna, kenapa juga harus setia?" Dorian menggelengkan kepala, merapikan rambutnya yang bergaya undercut.

"Dunia ini luas, Pol. Gadis-gadis di fakultas seni bahkan rela mengantre hanya untuk melihatmu tersenyum."

Sander menimpali dengan nada jahil, "Kalian kan tahu, sahabat kita ini paling setia. Dia mungkin masih betah di ranjang Claudia, makanya susah lepas."

Apolo menatap Sander dengan tajam. "Ranjang? Itu tidak benar. Kau tahu aku tidak seperti itu."

Memang benar, bagi Apolo, kesetiaan bukan soal gairah semata. Dia teringat pesan Mommy-nya, Florence, yang selalu menekankan bahwa seorang pria sejati tidak akan pernah menyakiti hati wanita.

Daddy-nya, Alvaro Bautista Valerio, juga akan sangat murka jika mendengar putranya memperlakukan wanita seperti mainan.

"Bukan karena terlalu cinta," gumam Apolo pelan. "Aku hanya ingin mencoba serius. Aku tidak suka menyakiti orang."

"Gila! Kau serius, tapi diputuskan di tempat parkir hanya karena lupa tanggal," ejek Sander sambil merogoh saku celana Apolo.

Sebelum Apolo sempat protes, Sander sudah merebut ponselnya. "Sini ponselmu. Kau harus melupakan Claudia."

"Eh, apa yang kau lakukan?"

"Aku mendownload aplikasi kencan yang lagi tren. SoulBound. Aku sudah mendaftarkanmu. Kau butuh teman bicara, bukan kabel tembaga," ujar Sander lincah mengutak-atik layar.

"Nggak, aku nggak butuh aplikasi itu!" seru Apolo, namun Sander sudah memberikan ponsel itu kembali dengan kedipan mata.

Tiba-tiba, Gavin datang bergabung. "Ada apa ini? Eh, Dorian, bagaimana permainan ranjang kekasih modelmu itu?"

Dorian mengangkat bahu santai. "Lumayan, tapi tidak ada getaran di hatiku. Kosong."

Elian kembali merangkul Apolo, kali ini dengan nada yang lebih serius. "Pol, kami hanya ingin kau mendapatkan gadis yang benar-benar mencintaimu. Yang mengerti duniamu. Jangan yang hanya karena masalah sepele langsung minta putus. Hubungan itu butuh komitmen, bukan sekadar perayaan tanggal setiap bulan."

Apolo hanya terdiam, menatap layar ponselnya yang kini memiliki ikon baru berbentuk hati berwarna gradasi ungu.

Sesampainya di mansion mewah keluarga Valerio yang terletak di kawasan elit, Apolo disambut oleh aroma melati.

Florence, ibunya, sedang menyiram bunga di halaman depan dengan anggun.

"Sudah pulang, Sayang?" tanya Florence lembut.

"Sudah, Mom," jawab Apolo, berusaha menyembunyikan gurat lelah di wajahnya.

Saat ia melangkah masuk ke lobi utama yang berlantaikan marmer, adiknya, Ketie Valerio yang baru berusia 17 tahun, muncul dari arah tangga.

"Sudah pulang, Kak?" tanya Ketie riang.

Apolo tersenyum tipis dan mencium pucuk kepala adiknya. "Kau akan kemana? Rapi sekali."

"Aku akan ke perpustakaan pusat, ada riset untuk tugas sekolah," jawab Ketie sebelum berpamitan.

Apolo naik ke kamarnya yang luas. Ia langsung mandi, membiarkan air hangat meluruhkan kepenatan hari itu.

Jika biasanya sore seperti ini ia akan menghabiskan waktu berjam-jam menelepon Claudia untuk mendengarkan keluh kesahnya, kini suasana kamarnya hening.

Ia merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur king size.

Matanya tertuju pada ponsel di atas nakas. Kata-kata Sander kembali terngiang. Dengan ragu, ia meraih ponsel itu dan membuka aplikasi SoulBound.

"Si gila Sander benar-benar melakukannya," gumam Apolo saat melihat profilnya. Sander memasang foto siluet Apolo dari belakang—berdiri di depan jendela lab teknik dengan cahaya remang-remang yang menonjolkan bahu lebarnya.

Namanya tertera sederhana: Azeant.

Ada belasan notifikasi pesan masuk. Kebanyakan berisi pujian standar atau ajakan bertemu yang membosankan. Namun, ada satu pesan yang mencuri perhatiannya.

Akun itu bernama "V". Foto profilnya hanya siluet seekor kucing hitam yang duduk di pinggir jendela.

V: Hi! Aku "V"... kau Azeant??

V: Aku tahu kau jelek! Makanya kau tidak punya foto yang memperlihatkan wajahmu.

Apolo mendengus. Rasa kesalnya pada Claudia entah kenapa beralih menjadi tantangan untuk membalas pesan gadis asing ini.

Azeant: YA, kau juga pasti jelek. Kau memasang foto kucing.

Azeant: Kau ingin berkencan?

Jawaban dari "V" datang begitu cepat, seolah ia memang sedang menunggu.

V: Tidak. Aku ingin bercinta.

Apolo tersedak ludahnya sendiri. Ia terbatuk-batuk, matanya membelalak menatap layar ponsel.

Gila, ini pasti akun bot atau orang iseng, pikirnya. Namun, ada sesuatu yang memicu adrenalinnya—sesuatu yang berbeda dari sikap manja Claudia yang menuntut.

Azeant: Langsung ke intinya, ya? Namamu hanya V?

V: Iya. Panggil saja aku V. Nama adalah label, Azeant. Aku lebih suka rasa.

​Malam di New York tidak pernah benar-benar sunyi. Deru mesin kendaraan di kejauhan dan lampu-lampu neon yang memantul di kaca jendela kamar Apolo menciptakan atmosfer yang ganjil. Azeant Apolo-Valerio masih berbaring di tempat tidurnya, menatap langit-langit kamar yang tinggi, sementara ponselnya terasa panas di genggaman.

​Pesan terakhir dari "V" masih terpampang di layar. Aku ingin bercinta.

​Apolo membuang napas kasar. "Gila. Ini benar-benar gila," gumamnya pada kesunyian kamar.

Sebagai putra dari Alvaro Bautista Valerio, dia dibesarkan dengan etiket yang kaku tentang bagaimana memperlakukan seorang wanita. Baginya, kedekatan fisik adalah puncak dari sebuah komitmen, bukan sebuah pembuka percakapan dengan orang asing.

​Namun, ada sesuatu yang memicu rasa penasarannya. Claudia baru saja memutuskannya beberapa jam lalu di parkiran universitas dengan alasan dia "membosankan."

Dan sekarang, seorang gadis misterius muncul dengan tawaran yang paling tidak membosankan sekaligus paling berisiko yang pernah dia terima.

​Ia mengetik dengan ragu.

​Azeant: Kirim fotomu.

​Jawaban muncul hampir seketika.

​V: Tidak, aku hanya ingin bercinta tanpa harus mengenalmu dan melihat wajahmu. Apa kau mau? Jika tidak, aku akan mencari yang lain.

​Jantung Apolo berdegup kencang. Ada rasa tersinggung sekaligus tertantang. Mencari yang lain? Dia baru saja kehilangan kekasihnya, dan kini harga dirinya sebagai pria kembali diuji oleh anonim di balik layar.

​"Dia benar-benar gadis yang gila," bisik Apolo. Ia bangkit dari tempat tidur, berjalan menuju jendela besar yang menghadap ke taman mansion. Ia berpikir sejenak.

Jika dia menolak, dia akan kembali menjadi Apolo yang "kaku" dan "membosankan" seperti kata Claudia. Tapi jika dia menerima... ini di luar kendalinya.

​Azeant: Baiklah, kita bertemu di mana?

​Balasan dari V membuat kening Apolo berkerut dalam.

​V: Kau yang harus menyiapkan tempatnya. Tempat yang gelap dan kita tidak perlu melihat satu sama lain.

​"Dasar aneh," batin Apolo. Ia membayangkan skenario film noir atau thriller psikologis. Mengapa ada orang yang ingin melakukan hal sedalam itu tanpa identitas? Tanpa wajah?

​Azeant: Kau percaya padaku? Ini pertama kalinya aku bertemu gadis yang begitu nekat. Langsung ingin bercinta?

​Ada jeda beberapa menit sebelum balasan muncul.

​V: Mungkin.

​Apolo terdiam. Kata "mungkin" itu terasa berat, seolah ada luka yang disembunyikan di balik ketikan singkat tersebut.

Sebagai pria yang lebih suka membangun hubungan yang stabil, Apolo mencoba menawarkan jalan tengah.

​Azeant: Kenapa kita tidak mencoba menjadi kekasih saja? Kita bisa mulai dengan kopi.

​Jawaban V kali ini terasa tajam, menusuk langsung ke inti.

​V: Aku hanya ingin bercinta, aku benci suatu hubungan.

​Apolo membaca pesan itu berulang kali. Kalimat itu bukan sekadar penolakan, tapi sebuah pernyataan perang terhadap perasaan. Ia teringat bagaimana Claudia selalu menuntut perayaan setiap tanggal dua belas, menuntut waktu, dan menuntut perhatian lebih dari yang bisa ia berikan di tengah kesibukannya sebagai mahasiswa Teknik Elektro.

Gadis ini, V, menawarkan kebalikannya: tidak ada tuntutan, tidak ada komitmen, hanya kehadiran fisik yang tersembunyi dalam kegelapan.

​Azeant: Apa aku harus membayarmu?

​Pesan itu terkirim sebelum Apolo sempat memikirkannya. Ia merasa bodoh begitu tombol kirim ditekan.

​V: Aku bukan gadis panggilan.

​Apolo memijat pelipisnya. "Sial, aku salah bicara."

​Azeant: Maaf. Aku tidak bermaksud menghinamu. Baiklah, aku akan mengirimkan alamat apartemen pribadiku nanti.

V: Ok.

​Hanya itu. "Ok." Apolo melempar ponselnya ke atas kasur. Benar-benar gila.

Dia baru saja mengundang seorang asing ke apartemen pribadinya untuk sebuah pertemuan yang melanggar semua prinsip hidup yang diajarkan Mommy Florence padanya.

1
Xiao Ling Yi
Dia itu perwakilan perempuan paling nyebelin sedunia
Ros 🍂: hihi🤭
total 1 replies
ren_iren
semangatt kak nulisnya, ceritamu selalu tak tunggu 🤗
Ros 🍂: ma'aciww ya kak. author tunggu masukannya 🫶
total 1 replies
Wifasha
kok gk da,ngulang lg nih bca nya dri awal
Ros 🍂: Maaf ya kak 🫶 cerita nya sudah direvisi, Dan mulai dari awal lagi. dan dengan cerita yang berbeda 🙏🏼🥰
total 1 replies
❥␠⃝ ͭ🍁YW💋🆂🆄🅼🅰🆁🅽🅸👻ᴸᴷ
Bagus lh, ngaku sendiri 🤣🤣🤣
Ros 🍂: Reader silent Silent 🤣🤣🤭
total 3 replies
❥␠⃝ ͭ🍁YW💋🆂🆄🅼🅰🆁🅽🅸👻ᴸᴷ
B.... ehhh ini aja, Ade, lebih manis, Pemain 🤣🤣🤣
❥␠⃝ ͭ🍁YW💋🆂🆄🅼🅰🆁🅽🅸👻ᴸᴷ: Logan, 2 kali kena Karma ya, De 🤣🤣🤣
total 2 replies
❥␠⃝ ͭ🍁YW💋🆂🆄🅼🅰🆁🅽🅸👻ᴸᴷ
wkwkwk menang di 'card' juga sih 🤣🤣🤣
❥␠⃝ ͭ🍁YW💋🆂🆄🅼🅰🆁🅽🅸👻ᴸᴷ: 'Black', yg keluar, auto kalah smua y, De, temen² Apolo itu 🤣🤣🤣
total 2 replies
❥␠⃝ ͭ🍁YW💋🆂🆄🅼🅰🆁🅽🅸👻ᴸᴷ
Kiwww Kiwww Visual di lempar ke 'Arena' ini 🤣🤣🤣
❥␠⃝ ͭ🍁YW💋🆂🆄🅼🅰🆁🅽🅸👻ᴸᴷ: Hi hi Fav ya, De 🤣🤭🥳
total 2 replies
❥␠⃝ ͭ🍁YW💋🆂🆄🅼🅰🆁🅽🅸👻ᴸᴷ
Ht², jgn sampe hangus 🤣🤣🤣
❥␠⃝ ͭ🍁YW💋🆂🆄🅼🅰🆁🅽🅸👻ᴸᴷ: Hi hi 🤣🤣🤣
total 4 replies
❥␠⃝ ͭ🍁YW💋🆂🆄🅼🅰🆁🅽🅸👻ᴸᴷ
Biasaa, cwo msh kudu dgetok martil dulu baru sadar-sesadarny 🤦🤦🤦
Ros 🍂: Mari kita getok Bersama Kak 🤭🤣🤣🫣
total 1 replies
❥␠⃝ ͭ🍁YW💋🆂🆄🅼🅰🆁🅽🅸👻ᴸᴷ
Awas y, jgn nyesel udh putusin Apolo
Ros 🍂: iyaa kak 🫶🥰
total 3 replies
ren_iren
selalu menyukai debaran tulisan yg kau ciptakan kak.... serasa diriku masuk ke ceritanya liat adegan2 mereka yg malu2 meowwww... 😂🤣
Ros 🍂: ma'aciww ya kak 🫶😍 semoga suka cerita nya🥰
total 1 replies
ren_iren
gasssss bacaa bacaaa....... 🤗
ren_iren: always kak 🤗
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!