NovelToon NovelToon
Realita Menikah

Realita Menikah

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Nikahmuda / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: Cattygril

Menikah muda terdengar indah di mata banyak orang—tentang cinta, perhatian, dan hidup bahagia bersama pasangan. Namun, bagi Elvara Naomi Wijaya, kenyataannya jauh berbeda. Setelah resmi menjadi istri Arsen Rafael Mahardika, pria dingin dan ambisius yang sangat ia cintai, Elvara mulai menyadari bahwa pernikahan bukan hanya soal rasa cinta.

Di balik rumah mewah dan status sebagai pasangan sempurna, mereka perlahan terjebak dalam kesalahpahaman, ego, luka batin, dan rahasia yang tidak pernah terungkap sebelumnya. Arsen yang sulit mengekspresikan perasaan membuat Elvara merasa sendirian di dalam hubungan mereka sendiri.

Saat masalah demi masalah datang menghancurkan ketenangan rumah tangga mereka, Elvara harus memilih—bertahan demi cinta yang masih ia perjuangkan, atau melepaskan semuanya sebelum dirinya hancur lebih dalam.

Karena terkadang, realita menikah tidak seindah janji di hari akad.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cattygril, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 03 (Retakan di meja sarapan)

...HAPPY READING...

...🧸💕...

Pagi itu, suasana apartemen terasa jauh lebih dingin dari biasanya tidak ada sapaan hangat, tidak ada percakapan kecil seperti hari-hari sebelumnya. Hanya suara dentingan sendok dan garpu yang sesekali terdengar di meja makan.

Elvara Naomi Wijaya duduk diam sambil menunduk menatap sarapannya yang nyaris tidak disentuh sama sekali. Matanya masih sedikit bengkak karena menangis semalaman.

Sementara di seberangnya, Arsen Rafael Mahardika terlihat sibuk membaca laporan di tablet seperti biasa. Seolah pertengkaran besar mereka tadi malam tidak pernah terjadi, dan itu justru membuat hati Elvara terasa semakin sakit.

“Aku berangkat lebih pagi hari ini,” ucap Arsen akhirnya tanpa menatap istrinya.

Elvara hanya mengangguk pelan, tidak ada tenaga untuk berbicara.

Namun beberapa detik kemudian—

Bzzzttt.

Ponsel Arsen yang tergeletak di meja tiba-tiba bergetar, Tatapan Elvara refleks langsung tertuju ke layar yang menyala. Nama itu lagi, Vivian dadanya langsung terasa sesak. Arsen yang sadar Elvara melihat itu langsung mengambil ponselnya cepat, Namun semuanya sudah terlambat. Elvara sudah membaca isi pesan singkat yang muncul di layar: Aku tunggu kamu malam ini.

Sunyi.

Suasana di meja makan mendadak terasa semakin menyesakkan, Elvara menggenggam sendoknya erat sampai jemarinya memutih.

Sementara Arsen terlihat menghela napas pelan sebelum akhirnya mematikan layar ponselnya. “Itu urusan kerja,” ucapnya singkat.

Elvara tertawa kecil pelan, Namun tawanya terdengar jauh lebih menyakitkan daripada tangisan. “Kalimat itu lagi.”

“Capek tahu nggak sih?” potong Elvara lirih sambil menahan air matanya. “Aku capek terus disuruh percaya sama sesuatu yang bahkan kamu sendiri nggak pernah jelasin.”

Arsen langsung menatapnya, tatapan pria itu mulai berubah dingin. “Kamu sekarang jadi curiga sama semua hal?”

“Aku cuma takut kehilangan suami aku.” Jawaban itu membuat Arsen sedikit terdiam.

Namun sebelum suasana berubah semakin buruk, ponsel Arsen kembali bergetar, Nama Vivian muncul lagi di layar.

Dan kali ini…

Elvara memilih berdiri dari kursinya. “Aku udah nggak nafsu makan.”

“Elvara.” Wanita itu berhenti melangkah, tetapi tidak menoleh.

“Kalau memang dia sepenting itu buat kamu…” bisiknya pelan dengan suara yang mulai bergetar, “harusnya dari dulu kamu nikah sama dia aja.” Setelah mengatakan itu, Elvara langsung berjalan pergi meninggalkan ruang makan.

Sementara Arsen hanya bisa diam sambil menatap punggung istrinya yang perlahan menjauh, untuk pertama kalinya. Ia mulai merasa rumah yang selama ini selalu terasa tenang itu perlahan berubah menjadi tempat yang asing.

Arsen mengusap wajahnya kasar setelah Elvara pergi meninggalkan ruang makan, dadanya terasa sesak. Namun seperti biasa, pria itu memilih menekan semua emosinya dalam diam.

Ia mengambil jasnya lalu berjalan keluar apartemen tanpa sempat mengejar Elvara, Sepanjang perjalanan menuju perusahaan, pikirannya terus dipenuhi wajah istrinya tadi: Mata merah, suara bergetar, dan kalimat terakhir yang terus terngiang di kepalanya: Harusnya dari dulu kamu nikah sama dia aja.

Arsen mengepalkan tangannya kuat di atas stir mobil. “Sial…” gumamnya pelan.

Beberapa saat kemudian, mobil hitam miliknya berhenti di depan gedung perusahaan Mahardika Group yang menjulang tinggi.

Para karyawan langsung menunduk hormat saat Arsen memasuki lobby utama, aura dingin dan tegas pria itu selalu membuat siapa pun segan mendekat. Namun hari ini suasana hati Arsen jelas lebih buruk dari biasanya, bahkan asistennya sendiri memilih diam selama mengikuti langkah cepat sang direktur menuju ruang kerja.

“Jadwal meeting saya pagi ini cancel semua yang nggak penting,” ucap Arsen dingin.

“Baik, Pak.”

Brak.

Pintu ruang kerja terbuka, Namun langkah Arsen langsung terhenti. Seseorang sudah duduk santai di sofa ruang kerjanya sambil memainkan ponsel, Vivian. Wanita itu mengangkat wajahnya perlahan lalu tersenyum tipis saat melihat Arsen datang.

“Lama banget,” ucapnya santai.

Tatapan Arsen langsung berubah dingin. “Siapa yang nyuruh kamu masuk ke sini?”

Vivian berdiri perlahan dengan senyum yang masih terpasang di wajah cantiknya. “Aku cuma mau ketemu partner bisnis lama aku.”

“Kita bisa bahas kerjaan lewat meeting resmi.”

“Masih sekaku dulu ya.”

Arsen langsung melempar map ke atas meja dengan kasar sebelum berjalan mendekat. “Aku udah bilang jangan hubungi aku sembarangan.”

Vivian tidak terlihat takut sedikit pun. Sebaliknya, wanita itu justru tersenyum kecil sambil menatap Arsen lekat-lekat.

“Kenapa?” tanyanya pelan. “Istri kamu mulai curiga?” Rahang Arsen langsung mengeras.

“Itu bukan urusan kamu.” Vivian terkekeh pelan lalu berjalan mendekat beberapa langkah.

“Arsen…” suaranya melembut. “Kamu masih marah soal masa lalu?”

Tatapan pria itu langsung berubah tajam. “Masa lalu kita udah selesai.”

“Benarkah?”

Sunyi, Vivian menatap Arsen beberapa detik sebelum akhirnya tersenyum tipis penuh arti. “Kalau memang selesai… kenapa kamu masih kelihatan terganggu tiap lihat aku?”

Tatapan Arsen berubah semakin dingin. Namun di balik ekspresi datarnya, ucapan Vivian barusan tanpa sadar menariknya kembali ke masa yang paling ingin ia lupakan, Beberapa tahun lalu.

Saat semuanya masih jauh lebih sederhana. Dulu, Vivian adalah wanita pertama yang berhasil membuat Arsen Rafael Mahardika jatuh cinta begitu dalam, Wanita itu selalu datang membawa keramaian dalam hidup Arsen yang monoton, Vivian cerewet, suka tertawa, dan selalu memaksa Arsen menikmati hal-hal kecil yang sebelumnya tidak pernah ia pedulikan.

“Arsen! Cepetan dikit jalannya!”

“Iya.”

“Kamu terlalu kaku tahu nggak sih?”

Vivian akan tertawa sambil menarik tangannya paksa, dan anehnya… Arsen yang terkenal dingin selalu membiarkan itu terjadi. Untuk pertama kalinya dalam hidupnya, ia benar-benar membuka hati untuk seseorang, Ia bahkan pernah berpikir akan menikahi Vivian.

Sampai hari itu datang, Hari yang sampai sekarang masih membekas jelas di ingatannya. Hujan turun deras malam itu saat Arsen menunggu Vivian di apartemennya selama berjam-jam, Namun wanita itu datang dengan wajah dingin yang belum pernah ia lihat sebelumnya.

“Aku mau putus.” Kalimat itu keluar begitu saja.

Tanpa penjelasan, tanpa alasan jelas. Arsen yang biasanya tenang bahkan sampai kehilangan kendali malam itu. “Apa maksud kamu?”

Vivian menghindari tatapannya. “Aku capek.”

“Capek apa?”

“Kita udahan aja.” Arsen masih ingat jelas bagaimana dirinya mencoba menahan Vivian saat wanita itu pergi.

Untuk pertama kalinya dalam hidupnya… ia memohon seseorang agar tetap tinggal.

Namun Vivian tetap pergi, dan beberapa hari setelah itu, Arsen baru tahu wanita tersebut meninggalkan Indonesia untuk tinggal di luar negeri.

Tanpa kabar, tanpa penjelasan. Vivian benar-benar menghilang dari hidupnya begitu saja, Masa itu menjadi salah satu titik terburuk dalam hidup Arsen. Ia berubah semakin dingin, Semakin sulit percaya pada orang lain.

Sampai akhirnya…

Ia bertemu Elvara, Wanita yang perlahan mengisi kekosongan yang ditinggalkan Vivian tanpa memaksa masuk.

Dan sekarang…

Setelah bertahun-tahun menghilang, Vivian kembali muncul semaunya seolah tidak pernah meninggalkan luka apa pun di masa lalu.

Arsen tersadar dari lamunannya saat suara Vivian kembali terdengar. “Kamu masih belum bisa lupain aku ya?”

Tatapan Arsen langsung berubah tajam “Jangan terlalu percaya diri.”

Vivian tersenyum kecil. “Tapi kamu kelihatan marah.”

“Aku cuma nggak suka orang datang sesuka hati setelah menghancurkan semuanya.” Senyum Vivian perlahan memudar.

Untuk pertama kalinya, suasana di antara mereka terasa benar-benar dingin. “Arsen…” suara Vivian melemah sedikit. “Dulu aku pergi karena ada alasan.”

“Dan sampai sekarang kamu nggak pernah jelasin.”

“Kalau aku jelasin… semuanya bakal berubah.”

Arsen tertawa kecil tanpa emosi. “Lucu.” membuat Vivian terdiam.

“Aku dulu nunggu penjelasan itu.” Tatapan Arsen menusuk tajam ke arahnya. “Tapi sekarang? Aku udah nggak peduli.”

Vivian menatap Arsen cukup lama setelah mendengar jawaban dingin itu, tatapannya perlahan berubah sendu. Untuk pertama kalinya sejak datang ke ruangan itu, wanita tersebut terlihat kehilangan keberanian.

“Aku minta maaf.” Suasana langsung hening.

Arsen mengernyit tipis seolah tidak percaya mendengar kalimat itu keluar dari mulut Vivian.

“Aku tahu aku salah,” lanjut Vivian pelan. “Aku tahu aku ninggalin kamu dengan cara paling buruk.”

Arsen tertawa kecil hambar sambil memalingkan wajah. “Sekarang baru nyesel?”

“Aku nggak pernah sehari pun nggak nyesel.” Kalimat itu membuat Arsen diam sesaat.

Vivian menunduk pelan sebelum kembali bicara dengan suara lirih. “Waktu itu aku pergi karena keadaan keluarga aku berantakan. Papa aku sakit, perusahaan keluarga hampir bangkrut, dan aku dipaksa tinggal di luar negeri.” Matanya mulai berkaca-kaca. “Aku takut kalau aku tetap sama kamu… aku cuma bakal jadi beban.”

“Jadi solusi kamu ninggalin aku tanpa penjelasan?” Vivian langsung terdiam.

“Aku dulu nyari kamu sampai ke mana-mana,” lanjut Arsen dengan suara rendah namun penuh emosi tertahan. “Aku bahkan mikir kalau semua yang kita jalanin cuma permainan buat kamu.”

“Bukan begitu…”

“Tapi kamu bikin aku ngerasa kayak orang bodoh.” Vivian menggigit bibirnya pelan menahan tangis.

“Aku pikir pergi adalah pilihan terbaik.”

“Dan sekarang?” Tatapan Arsen menusuk tajam. “Setelah bertahun-tahun hilang, kamu datang lagi buat apa?”

Vivian menatap Arsen lekat-lekat. “Aku pengen kembali.”

Jantung Arsen seolah berhenti beberapa detik. “Aku masih cinta sama kamu, Arsen.”

Sunyi.

Ruangan terasa semakin sesak, Vivian melangkah mendekat perlahan.

“Aku tahu aku nggak punya hak buat minta apa-apa lagi…” suaranya mulai bergetar. “Tapi kalau masih ada sedikit aja perasaan kamu buat aku… kita bisa mulai lagi dari awal.”

Tatapan Arsen langsung berubah gelap, Karena bagian paling menyebalkan dari semua ini adalah— Ia belum sepenuhnya lupa. Setelah semua luka yang Vivian tinggalkan… masih ada sisa rasa di dalam dirinya, dan itu membuat Arsen membenci dirinya sendiri. Namun beberapa detik kemudian, pria itu langsung mundur satu langkah menjauh.

“Aku udah menikah.” Vivian terlihat terpukul mendengar itu.

“Arsen…”

“Aku nggak akan ninggalin istri aku.”

Jawaban itu terdengar tegas, Namun rahang Arsen mengeras kuat seolah ia sendiri sedang menahan sesuatu dalam dirinya. Vivian menatapnya lama sebelum akhirnya tersenyum pahit.

“Tapi kamu nggak kelihatan bahagia.”

Kalimat itu langsung membuat suasana kembali menegang, tatapan Arsen berubah dingin lagi.

“Jangan ikut campur rumah tangga aku.” 

Vivian tertawa kecil getir sambil menghapus air matanya. “Ternyata…” bisiknya pelan, “setelah semua yang aku lakukan… aku tetap terlambat ya?”

Bersambung….. 

1
Aquarius1276 Nonamolek
tidak bertele²...bahasa yg mudah dimengerti
Aquarius1276 Nonamolek
kapan thor season 2 nya ...plus judul nya donk😍
Cattygril
okee
mba mawar34
oh noo gw pikir bakalan sama kael
Cattygril: haha, tidak kk
total 1 replies
mba mawar34
Next💪😍
mba mawar34
ceritanya bgus, dan oke di baca
Cattygril: terimakasih☺
total 1 replies
mba mawar34
semangat thir💪😍
Cattygril: iya dongg👌☺
total 1 replies
cynth
Everyone biggest nightmare.
Cattygril: heee☺
total 1 replies
Amelia
Next😍
Amelia
iya Thor gak papa, semangat trus update ya💪😍
Cattygril: terimakasih yaa😭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!