NovelToon NovelToon
Sovereign Asura

Sovereign Asura

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Akademi Sihir / Epik Petualangan
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Ilfar Aksara

‎"Aku akan menanggung semua kebencian di dunia ini sendirian."

‎Kalimat itu lahir saat dadamu ditembus cahaya.
‎Duniaku runtuh seketika tanpa suara,
‎Meninggalkan kepal tangan yang mengutuk semesta.

‎Kau adalah detak jantung dari raga yang pincang,
‎Satu-satunya alasan bagi sepasang kaki untuk pulang.
‎Kini, kau terbujur kaku di bawah langit yang menghitam,
‎Membuat seluruh kenyataan ini tak lagi berarti untuk dipandang.

‎Dunia yang membiarkanmu mati adalah dunia yang salah,
‎Maka biarlah sejarah kukoyak hingga menyerah.

‎Aku akan membangun surga di atas puing yang bersimbah,
‎Tempat di mana bayangmu tak akan pernah lagi berdarah.

‎Dunia sihir ini tidak akan bisa dihancurkan hanya dengan kegelapan yang ada di dalamnya. Sebelum mencapai tahap kedua di mana dunia terbebas dari siklus kebencian, seseorang harus menjadi target bagi dunia.

‎"Seseorang harus memikul semua rasa sakit dan dendam itu sendirian, dan akulah orangnya."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ilfar Aksara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 18 - Pangeran Dan Tuan Putri

‎‎Zodiak, merupakan organisasi misterius yang menurut Dewan Sihir memiliki anggota berjumlah 12 orang.

‎Tujuan Zodiak belum diketahui secara pasti, tetapi seminggu yang lalu tiga anggota Zodiak menyerang Kekaisaran Suci Lumina dan menghancurkan markas cabang Dewan Sihir disana.

‎"Menurut laporan yang aku terima, mereka berhasil mencuri Rune Aether. Sihir kuno yang telah dilarang dan dijaga, namun berhasil dicuri oleh organisasi ini..." Eldrin memberitahu kemungkinan besar Zodiak akan mengincar Rune Sihir Kuno yang tersebar dibelahan dunia ini termasuk yang ada di Kerajaan Slyph.

‎"Earthborn, Flameheart dan Slyph, masing-masing memiliki Rune Sihir Kuno dan Monster Roh Astral. Aku tidak tahu apa tujuan mereka, tetapi aku yakin kejadian yang terjadi di kerajaan ini memiliki hubungan dengan Organisasi Seven Deadly Sins dan Zodiak." Eldrin menjelaskan.

‎Situasi yang terjadi di Kerajaan Slyph memang sudah tidak bisa dihentikan lagi, karena sudah sangat lama kecemburuan sosial dan diskriminasi terjadi disini, jauh sebelum Eldrin Slyvaris menjadi seorang Raja.

‎Eldrin memimpin dengan cara yang berbeda dari mendiang Ayahnya, ia ingin menghadapi semua orang dengan tangan terbuka dan tidak membeda-bedakan darimana mereka berasal.

‎Namun benih kebencian itu telah terlalu lama dibiarkan, Raja Eldrin harus membersihkan sisa-sisa kesalahan mendiang Ayahnya dan berjuang menghadapi kekacauan yang akan segera terjadi.

‎Pertemuan pun ditutup dengan rencana Raja Eldrin yang akan mengajak diskusi Pemimpin Dark Elf dan Pemimpin Wood Elf, demi menjaga kedamaian di tanah elf yang suci ini.

‎___

‎Bersamaan dengan pertemuan yang sedang terjadi, Ashura bersama Yuna berjalan mengelilingi Pulau Emberwind untuk menghilangkan penat.

‎"Ashura, aku dengar kau memiliki kemampuan unsur es bukan? Siapa yang mengajarimu membuka gerbang aliran sihir ditubuhmu?" Yuna bertanya sambil menikmati pemandangan pulau.

‎Ashura mengingat mendiang Kakaknya, seingatnya sosok Fuyumi lah yang telah mengajarinya sihir selama ini. Namun jauh sebelum itu, Ayahnya lah yang telah memaksa Ashura untuk membuka mana dan melepaskan kekuatannya.

‎"Mendiang Kakak perempuanku... Dia lah yang mengajariku." Ashura menjawab dan sedikit tersenyum hangat.

‎Melihat itu Yuna sedikit tertegun, ekspresi Ashura tidak buruk juga dan jika dilihat Ashura sama sekali tidak memperhatikan penampilannya, namun tetap terlihat tampan untuk anak seusianya.

‎"Ashura ikut aku!" ujar Yuna menarik tangan Ashura menuju tempat keberadaan Serlin.

‎Sesampainya disana, Yuna memberitahu Serlin untuk memangkas rambut Ashura dan memperbaiki penampilannya.

‎"Hah? Kau ingin aku melakukan itu? Yang benar saja, Yuna. Aku sedang sibuk tahu!" Serlin tentu menolak karena ia sedang menikmati Kue Bola Madu.

‎"Mengganggu saja! Aku bisa saja melakukan itu jika kalian berdua membelikanku Kue Bola Madu!" ujar Serlin kepada Yuna dan Ashura.

‎Ashura menolak karena dirinya memang tidak meminta hal tersebut.

‎"Aku pergi, lagian aku tidak meminta hal itu," ujar Ashura tetapi rambutnya ditarik oleh Yuna.

‎Yuna sangat memaksa disini dan ia mengiyakan kemauan Serlin, tanpa persetujuan Ashura.

‎"Baik, Kakak Serlin! Aku akan pergi membeli Kue Bola Madu!"

‎Setelah mengatakan itu Yuna pergi meninggalkan Ashura dan Serlin. Menyadari dirinya tidak bisa lepas dari Yuna, Ashura pun tidak dapat berbuat banyak dan hanya bisa pasrah.

‎Serlin tertawa lepas melihat ekspresi Ashura.

‎"Sini, Ashura. Biar aku merapikan rambutmu dan aku akan memperlihatkan kepada semua orang jika dirimu adalah seorang pangeran," ujar Serlin sedikit bercanda.

‎"Kak Serlin, jangan katakan hal itu. Aku bukanlah seorang pangeran. Namaku Ashura Kai. Tidak kurang dan tidak lebih." Ashura berkata dengan ekspresi sedih.

‎"Hei, ada apa dengan ekspresimu itu? Tersenyum lah Ashura, dunia ini terlalu menyedihkan jika kau tidak menikmati kehidupan," ucap Serlin kepada Ashura.

‎Ashura hanya diam dan tidak mengatakan sepatah katapun. Serlin pun mulai bekerja dengan cekatan. Ia memotong poni depan Ashura yang menghalangi pandangan, menyisirnya rapi, lalu merapikan bagian samping dan belakang.

‎"Kau memakai jaket yang cukup besar Ashura... Sebaiknya kau menggantinya." Serlin berdiri dan berniat membeli pakaian untuk Ashura, tetapi Ashura menghentikan Serlin.

‎"Jaket ini sangat berharga untukku! Aku tidak perlu yang lain!" Ashura memberitahu Serlin.

‎Serlin memperhatikan Ashura dan ia rasa telah cukup karena Ashura terlihat lebih rapi dibandingkan sebelumnya.

‎"Baiklah. Ngomong-ngomong, setelah ini kau harus lebih siap Ashura karena tugas Nightmare bukanlah seperti penyihir pada umumnya dan kau tidak akan menikmati masa-masa seperti di akademi." Serlin duduk disamping Ashura dan memberitahu.

‎Ashura mengerti maksud ucapan Serlin dan menganggukkan kepalanya. Melihat itu Serlin menahan diri untuk tidak memeluk Ashura.

‎"Sial, dia menggemaskan!"

‎Tak lama Yuna membawa sejumlah Kue Bola Madu dan memberikannya kepada Serlin.

‎"Sebaiknya kau menepati janjimu, Kakak Serlin!" ujar Yuna antusias.

‎Serlin pun menunjuk Ashura yang sedang mengamati laut didekat tebing, seketika ekspresi Yuna menjadi begitu antusias dibandingkan sebelumnya.

‎Melihat Ashura yang tampak kesepian ditengah keramaian itu, membuatnya terkesan sulit untuk didekati. Garis rahangnya yang tegas dan tatapan sayu menatap laut itu membuat Yuna menutup mulutnya untuk tidak berteriak histeris.

‎"Sempurna! Ashura terlalu tampan!"

‎Melihat sikap Yuna seperti itu, Serlin ingin menegur tetapi gadis itu mengurungkan niatnya saat melihat dua anak yang sebaya dengan Ashura berlari kearahnya.

‎"Kakak tunggu! Ayahanda menyuruh kita untuk kembali!" teriak seorang gadis kecil yang mengejar kakak laki-lakinya berlari.

‎"Kejar aku, Elara! Menunggu Ayahanda sangat membosankan tahu! Bukankah lebih kita bermain!" ujar anak laki-laki yang tidak lain adalah Pangeran Kerajaan Slyph bernama Liorael Slyvaris.

‎Melihat sikap kakaknya yang tidak peduli, gadis kecil bernama Elara Slyvaris mendengus kesal dan mengalihkan pandangannya kearah laut. Disana Elara melihat sosok Ashura dan memperhatikannya cukup dalam.

‎"Siapa dia?" ujar Elara yang langsung berlari menuju Ashura.

‎Melihat Elara kembali mengejar, Liorael pun berlari. Liorael mengira adek kecilnya itu hendak mengejarnya, tetapi Elara justru berlari ke arah Ashura dan menyapa anak itu.

‎"Hei, aku Elara. Nama kamu siapa?" Elara mengulurkan tangannya mengajak Ashura berkenalan.

‎Ashura terdiam saat lamunannya dibuyarkan Elara. Sosok Tuan Putri Kerajaan Slyph berdiri didepannya dan mengajaknya bersalaman.

‎Ashura memperhatikan Elara yang terlihat anggun dan menawan untuk anak usianya. Gadis kecil  yang baru menginjak 11 tahun itu memancarkan pesona alami yang memikat.

‎Telinga runcing khas bangsanya mengintip malu-malu di balik rambut perak berkilau yang dikuncir dua. Sepasang matanya yang bulat besar berwarna ungu lavender selalu berkedip penuh rasa ingin tahu menatap dirinya.

‎"Aku... Ashura..."

‎Ashura pun mengulurkan tangannya, tak jauh dari sana Serlin dan Yuna tertawa cekikikan melihat Ashura.

‎"Sial, Ashura sangat menggemaskan! Dia adalah adikku!" Serlin berkata kepada Yuna dan dibalas sengit oleh Yuna.

‎"Tidak ada yang perlu diperdebatkan! Ashura adalah adikku!"

‎Sore itu Ashura bertemu dengan dua orang paling penting di kerajaan ini, dan Ashura sendiri tidak mengetahui identitas keduanya sampai diberitahu oleh Serlin dan Yuna.

1
Green Nord 1927
Wani!!!
Bontang FC
Lanjut Wal 💪
Jakarta Stay High
enjooooooy 👍
Republik Orange
hiks hiks
The Horizon
jincurikiii
Maung Bandung
Inget Narutooo
Cimol
Lanjuttt
Alia Chans
keren✍️
Indialys Emberwind: Kakak juga keren👋
total 1 replies
Protocetus
Min bagus cover yang kmrn 🥲
Indialys Emberwind: Disuruh ganti Thor sama pihak Noveltoon 🤣
total 1 replies
Haikal Blues
Lanjuttt💪
Ahmad Qoyum
🔥🔥🔥
Ahmad Qoyum
pelan-pelan, jangan hancurkan masa depan sikecil
Protocetus
Let's go Thor!
Indialys Emberwind: Siap Thor
total 1 replies
Endri Ningtyas
lanjut💪
Haikal Blues
Cool
Haikal Blues
gokillll
Goat: super gokil
total 1 replies
Ahmad Qoyum
Jangan koit dulu thor, ada anak istri yang harus di nafkahi
Ahmad Qoyum
Gas thor
Indialys Emberwind: Gracias por leer, amigo, Decul🤣
total 1 replies
Ahmad Qoyum
💪💪💪
Endri Ningtyas
novelny sihir tpi inget anime sedih/Sob/
Indialys Emberwind: Enjoy reading, Kakak. Semoga suka ya hehe🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!