NovelToon NovelToon
Return Apocalypse Zombie

Return Apocalypse Zombie

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Time Travel / Hari Kiamat
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Alu feed

Rian seorang pemuda yang bertahan hidup di kiamat zombie di khianati oleh temannya yang selalu dia percayai , ketika tiba-tiba dia kembali ke masalalu.

dengan kekuatan dan pengetahuan dari masa depan ,aku ,akan membalas perlakuan semuanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alu feed, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MENJARAH MALL CIBINONG

Rian berbalik ke arah teman-temannya setelah transaksi dengan pedagang dimensi itu selesai.

Tangannya menggenggam sebilah belati besi dengan ukiran runik yang berpendar redup. Ia melangkah mendekati Nadia, kakak dari salah satu rekannya.

"Ambillah ini, Nadia. Kamu belum kebagian senjata, bukan?" ucap Rian sambil tersenyum tipis. Sebuah pemandangan yang cukup langka.

Budi yang berdiri di samping Nadia langsung menyenggol lengan kakaknya dengan antusias.

"Ambil saja, Kak. Rian ini orangnya baik, dia adalah ketua gang kami di sekolah dulu," sahutnya meyakinkan.

Mendengar penuturan itu, Nadia tidak lagi ragu. Ia mengulurkan tangan dan menerima belati pemberian dari Rian.

"Terima kasih," ucap Nadia pelan, merasa sedikit lebih tenang setelah memegang senjata itu.

Rian hanya mengangguk singkat. Ia segera memberi isyarat agar kelompok kecil mereka kembali bergerak.

Mereka berjalan beriringan keluar dari zona aman, meninggalkan kedamaian semu yang ada di dalam pasar.

Kini, mereka berlima berdiri tepat di depan bangunan mal yang menjulang angkuh di hadapan mereka.

Pemandangan di luar Safe Zone benar-benar berbanding terbalik. Angin malam berembus membawa aroma karat dan debu yang pekat.

Dari balik pintu kaca mal yang sudah pecah berantakan, samar-samar terdengar suara geraman rendah yang mencekam.

"Rian, apa kita benar-benar harus masuk ke dalam sana?" bisik Ridho sambil meraba gagang Pisau senjata di pinggangnya.

Rian menatap lurus ke arah lobi mal yang gelap gulita tanpa rasa takut sedikit pun.

Sebagai seorang regressor, dia tahu betul bahwa di dalam mal ini tersimpan pasokan medis dan logistik berharga sebelum faksi-faksi besar datang menjarahnya.

"Kita butuh obat-obatan dan tambahan ransum jika ingin bertahan sampai ke Depok," jawab Rian dingin.

Ia membalikkan badan, menatap satu per satu anggota kelompoknya dengan pandangan tajam yang menusuk.

"Begitu menginjakkan kaki di dalam, jangan pernah ragu. Di dunia baru ini, keraguan akan langsung dibayar dengan nyawa kalian sendiri."

Nadia yang mendengar itu langsung mengeratkan genggamannya pada belati runik pemberian Rian. Atmosfer di sekitar pemuda itu membuatnya sadar bahwa dunia lama memang sudah berakhir.

"Bersiap. Kita masuk sekarang," perintah Rian singkat.

Rian melangkah paling depan, memimpin mereka menembus kegelapan mal yang siap menelan siapa saja yang lengah.

....

Rian dan temannya langsung memasuki mallnya.

Di balik kegelapan yang hebat, sebuah mata merah bersinar terang dari sudut lobi. Itu adalah zombie dari orang yang berada di mall sebelumnya, yang kini telah bermutasi menjadi monster pencabut nyawa.

Sret!

Mengeluarkan sebuah pisau dari pinggangnya, Rian menggenggamnya dengan erat. Tanpa ragu sedikit pun, dia berlari cepat dan menebas zombie di dalamnya sebelum makhluk itu sempat menerjang.

Darah hitam pekat langsung menyembur, membasahi lantai marmer mall yang berdebu.

Ridho sebagai kakak pertamanya Rian, tentu tidak ingin malu melihat adiknya bertarung sendirian melawan zombie. Gengsi sebagai kakak tertua membakar semangatnya.

"Jangan remehkan kami!" seru Ridho lantang.

Ia juga maju menerobos kegelapan, di ikuti dengan teman-temannya di belakang yang sudah tidak lagi dicekam ketakutan.

Indah mengeluarkan pedang esnya.

Udara di sekitarnya seketika mendingin secara ekstrem.

Dengan gerakan anggun namun mematikan, dia menebas lalu membekukan zombienya hingga menjadi patung es yang retak-retak.

Nadia juga menebas lehernya zombie dengan tidak segan.

Belati runik pemberian Rian di tangannya berputar cepat, mengeksekusi target dengan akurasi yang mengejutkan untuk ukuran orang yang baru pertama kali bertarung.

Sementara itu, Rahma mengeluarkan pedang elemen tumbuhan lalu menjerat zombie disekitaran.

Akar-akar berduri hijau dan berduri tajam mendadak mencuat dari celah lantai, mengunci pergerakan gerombolan monster itu hingga tak berkutik.

Budi mengeluarkan pedang apinya. Bilah senjatanya langsung berkobar hebat, menerangi lobi mall yang gelap gulita.

"Bakar kalian semua!" pekik Budi sambil mengayunkan pedangnya, menebas sisa-sisa zombie hingga hangus menjadi abu.

Dalam waktu singkat, lobi lantai satu mall yang tadinya mencekam langsung bersih dari ancaman.

Rian menyeka sisa darah di pisaunya, lalu menoleh ke arah teman-temannya. Senyum tipis kembali terkembang di wajahnya melihat potensi tempur kelompok kecil ini yang ternyata jauh di atas ekspektasinya.

1
Yofu
pendek banget babnya
Alu feed: tapi bagusan di panjangin apa nggak kak , kasih aku saran 😁
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!