NovelToon NovelToon
SATU ATAP DI BARAK MILITER

SATU ATAP DI BARAK MILITER

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Perjodohan / Balas Dendam
Popularitas:16k
Nilai: 5
Nama Author: Dunia Seleb

Ghazali Atharrazka adalah perwujudan dari presisi dan kedinginan yang sempurna. Sebagai Kapten termuda dengan rekam jejak tanpa celah, hidupnya diatur oleh jam dinding dan hukum militer yang kaku. Baginya, kesalahan adalah aib dan kecerobohan adalah gangguan yang harus dimusnahkan. Dia adalah pria dengan tatapan sedingin es yang mampu membungkam satu batalion hanya dengan satu kata.

Lalu hadir seorang bernama Keyra Azzahra

Seorang mahasiswi tingkat akhir yang hidupnya adalah definisi dari kata chaos, Sebuah insiden memaksa mereka tinggal di bawah atap yang sama di lingkungan barak. Di antara derap sepatu laras dan aroma mesiu, mampukah si mahasiswi perusuh mencairkan hati sang Kapten yang membeku? Ataukah markas ini akan meledak karena ulah Keyra yang selalu di luar kendali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dunia Seleb, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

GERBANG UTAMA

Matahari pagi di pangkalan militer itu terasa lebih terik dari biasanya. Di lapangan aspal yang luas, ratusan prajurit berdiri seperti deretan patung perunggu tak bergerak, tak bersuara. Di depan mereka, Kapten Ghazali Atharrazka berdiri tegap. Seragam lorengnya telihat begitu kaku, seolah-olah besi yang ditempa. Jam tangan taktisnya menunjukkan pukul 07.59.50.

Ghazali adalah definisi hukum yang hidup. Baginya, dunia ini hitam atau putih. Tidak ada abu-abu, apalagi warna-warna ceria yang tidak perlu.

"Kapten, mahasiswa magang sudah berbaris," lapor Bastian dengan sikap hormat yang sempurna.

Ghazali tidak menoleh. Matanya yang tajam seperti elang terus menatap lurus ke depan. "Hitung jumlahnya. Jika ada yang kurang satu detik saja dari pukul delapan, coret namanya. Militer tidak melayani keterlambatan."

Pukul 07.59.58.

Cring!

Bunyi gantungan kunci boneka yang beradu dengan napas yang tersenggal memecah kesunyian gerbang utama. Keyra Azzahra berlari sekuat tenaga. Rambut kuncir kudanya berayun kacau, almamater kuningnya tersampir tak rapi di bahu, dan map plastiknya dipeluk erat seolah itu adalah nyawanya.

"Minggir, minggir! Darurat nasional!" seru Keyra, hampir menabrak tiang gerbang.

Tepat saat jarum jam menyentuh angka 08.00, Keyra melompat melewati garis batas gerbang. Namun, tali sepatunya yang terlepas menjadi pemicu bencana. Kaki kanannya tersangkut, tubuhnya terhuyung ke depan.

Sret!

Map plastiknya terbuka. Puluhan kertas beterbangan ke udara, menari-nari ditiup angin pagi yang kencang. Keyra jatuh tersungkur, lututnya mencium aspal panas.

Kertas yang berhamburan dan melayang jatuh tepat di atas sepatu boots hitam milik Ghazali yang mengilap sempurna.

Hening yang mencekam menyelimuti lapangan. Ziva, yang berada di barisan mahasiswa, menutup mulutnya dengan telapak tangan, matanya membelalak horor.

Ghazali menunduk. Ia menatap kertas di atas sepatunya sejenak, lalu perlahan mengangkat kepalanya. Tatapannya yang sedingin es bertemu dengan mata bulat Keyra yang penuh kepanikan.

Keyra meringis, mencoba bangkit sambil memegangi lututnya yang lecet. "Lapor... Kapten. Saya... saya sudah masuk sebelum jam delapan, kan?" tanya Keyra dengan suara pelan, mencoba memberikan senyum yang dipaksakan.

Ghazali melangkah maju. Bayangan tubuhnya yang tinggi besar menutupi tubuh mungil Keyra. Ia membungkuk sedikit, mengambil kertas di atas sepatunya dengan dua jari, seolah benda itu adalah virus berbahaya.

"Keyra Azzahra," ucap Ghazali. "Kamu menganggap markas ini adalah taman bermain?"

"Bukan, Kapten! Tadi itu cuma... kecelakaan kecil. Gravitasi sedang tidak berpihak padaku," bantah Keyra, mencoba membela diri dengan logika anehnya.

Ghazali menegakkan tubuhnya kembali. Ia menatap Keyra dengan pandangan merendahkan. "Di sini, kecerobohan adalah bentuk awal dari pengkhianatan terhadap tugas. Kamu datang dengan penampilan seperti pengungsi dan membawa 'sampah' ke hadapan saya."

Ghazali menoleh ke arah Yudha yang berdiri tak jauh dari sana. "Bawa dia ke pos depan. Hukum dia push-up lima puluh kali. Pastikan dia merapikan setiap lembar kertas ini sampai tidak ada satu debu pun yang tertinggal di aspal saya."

"Apa?! Lima puluh kali?!" Keyra melotot, jiwa bar-barnya meledak. "Kapten, ini pelanggaran hak asasi mahasiswi! Saya ini magang untuk belajar, bukan untuk jadi atlet olimpiade!"

Ghazali berhenti melangkah. Ia berbalik perlahan, menatap Keyra dengan tatapan yang seolah bisa menembus jantung. "Jika kamu tidak sanggup," ucap Ghazali dingin, "pintu gerbang masih terbuka lebar. Pulanglah, dan jangan pernah muncul lagi di radar saya, Nona Keyra."

Keyra terdiam. Ia mengepalkan tangannya kuat-kuat. Ia butuh nilai ini untuk kelulusannya, tapi pria di depannya ini benar-benar minta ampun kaku-nya.

"Baik!" seru Keyra lantang, menantang mata Ghazali. "Akan saya lakukan! Tapi jangan menyesal kalau nanti Kapten Kulkas ini merindukan keributan yang saya buat!"

Ghazali sedikit menyipitkan matanya. Kapten Kulkas?

Keyra memunguti kertas-kertasnya dengan kasar, lalu berjalan menghentak menuju pos depan tanpa menoleh lagi.

Bastian yang berdiri di samping Ghazali berbisik pelan sambil menahan senyum. "Ghaz, sepertinya hidupmu yang membosankan itu baru saja kedatangan badai cantik."

Ghazali hanya terdiam, namun matanya tak lepas dari punggung Keyra yang menjauh. Di dalam hatinya, sebuah ketertarikan aneh mulai muncul sesuatu yang seharusnya tidak boleh ada dalam protokol militernya.

1
Murni Asih
Ghazali... aku sebel sama kamu..!
Rika Pulungan
up
Murni Asih
tenang keyra.... saya temenin...saya jg sakit ati kamu di gituin sm kapten Ghazali ,
Murni Asih
biar cuma buat melindungi keyra atau kenyataan tp aku sebel bgt sm kapten Ghazali yg kaya gini...
Murni Asih
keyra tau klo sarah benci sm keyra
Murni Asih
keyra udh pasrah...
Murni Asih
lanjut ka
Murni Asih
pengorbanan kapten Ghazali dan Dokter Keyra
Murni Asih
minta maaf kapten Ghazali
Murni Asih
semoga otor melindungi kalian ber empat. 😭😭😭❤️❤️❤️
Murni Asih
msh perang aja.... 😭
Herfan Wahyudi
ceritanya sangat bagus...lanjut lagi ya kak🙏
Murni Asih
sampe di part ini , otor seneng bgt bikin orang jedak-jeduk....
Murni Asih
jgn smpe chip nya ketemu sm mereka
Murni Asih
lagi dan lagi lindungi mereka ber 4 ya kaka.... 💪
Murni Asih
Ghazali....
keyra...
Bastian...
yudha....
kamu dimana....
Murni Asih
pinta ku selalu , tolong lindungi mereka ber 4 ya author
Rika Pulungan
crazy up
Murni Asih
baru bangun tidur , lngsng deg²an... author...tolong lindungi mereka ber 4
Murni Asih
ish... sempet² nya ngegombal dulu.....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!