NovelToon NovelToon
Bayu Dan Aplikasi Toko Ajaib

Bayu Dan Aplikasi Toko Ajaib

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:24.6k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Bayu Alexander adalah seorang karyawan rendahan yang sedang berada di titik terendah hidupnya setelah difitnah dan gajinya dipotong semena-mena oleh atasannya. Nasib miskinnya berbalik seratus delapan puluh derajat ketika ia memindai sebuah barcode misterius di halte bus yang diam-diam menginstal Aplikasi Toko Ajaib di ponselnya.

Berbekal sisa saldo lima puluh ribu rupiah, Bayu memanfaatkan fitur diskon kilat aplikasi tersebut untuk membeli kacamata ajaib penilai barang antik, yang menjadi batu loncatan pertamanya meraup ratusan juta rupiah dari pasar loak.

Dari seorang budak korporat yang diinjak-injak, Bayu perlahan membangun kerajaan bisnisnya sendiri, menggunakan item-item tak masuk akal dari sistem untuk menghancurkan karir musuh-musuhnya, mendominasi pasar saham, hingga menumpas mafia kejam yang mencoba mengusiknya, semuanya ia lakukan dalam diam sebagai miliarder baru Jakarta yang rahasianya tidak akan pernah terbongkar.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21

Bayu tidak panik. Tangannya masih berada di dalam saku jaket, memegang ponselnya. Ia telah membuka aplikasi Toko Ajaib dan menekan satu barang yang sudah ia incar sejak siang tadi.

Pembelian Berhasil: Bom Asap Ilusi Optik. Harga: 100 Koin Sistem.

Sebuah bola logam seukuran bola golf muncul di dalam saku Bayu. Ia menggenggamnya erat.

"Kalian pikir kalian ini seekor serigala?" tanya Bayu pelan.

"Habisi dia!" teriak Anton memberi perintah.

Dua orang preman paling depan langsung menerjang maju, mengayunkan pipa besi ke arah kepala dan lutut Bayu secara bersamaan.

Di detik yang sama, Bayu menarik tangannya dari saku dan membanting bola logam itu ke tanah dengan keras.

Prang. Byaaaar.

Bukan ledakan api yang keluar, melainkan semburan asap hitam pekat yang meledak dan menyebar dengan kecepatan tidak wajar. Dalam radius dua puluh meter, gang itu seketika tertutup kabut segelap malam. Asap itu tidak membuat batuk, namun menyerap semua cahaya lampu mobil dan lampu jalan, membuat pandangan menjadi gelap gulita.

"Asap sialan! Hati-hati, jangan sampai salah pukul temen sendiri!" teriak Anton panik, mencoba mengibas-ngibaskan tangannya.

Asap itu bukan kabut biasa. Itu adalah ilusi optik dari sistem. Bagi para preman, dunia menjadi hitam pekat. Namun bagi Bayu sebagai pengguna, asap itu sepenuhnya transparan. Ia bisa melihat setiap pergerakan musuhnya dengan sangat jelas, seolah mereka sedang berdiri di bawah terik matahari.

Bayu menunduk, menghindari ayunan pipa besi pertama yang meleset ke udara kosong. Ia melangkah maju, memutar tubuhnya di luar jangkauan pandangan musuh, dan menghantamkan sikunya tepat ke pelipis preman tersebut.

Bugh.

Preman itu tumbang tanpa suara.

Preman kedua yang kebingungan mencoba menebaskan parangnya secara acak. Bayu menahan pergelangan tangan preman itu, memelintirnya hingga parang terjatuh, lalu memberikan tendangan lutut keras ke arah tulang rusuk.

Krek.

Terdengar suara tulang patah yang mengerikan. Preman itu menjerit kesakitan sebelum Bayu membungkamnya dengan pukulan telapak tangan ke tengkuk.

"Di mana dia?! Gue nggak bisa lihat apa-apa!" teriak salah satu preman dari arah belakang mobil.

"Dia di sebelah kiri! Gue denger suara langkah!"

Mereka mulai memukul udara kosong dengan membabi buta. Bayu bergerak seperti hantu sungguhan. Ilmu bela diri militer tingkat lanjutnya tidak hanya mengajarkan cara memukul, tapi juga cara bergerak tanpa suara. Langkah kakinya seringan kapas.

Bugh. Brak. Akh.

Suara hantaman, tubuh yang ambruk, dan erangan kesakitan terdengar bergantian dari balik kabut hitam tersebut. Anton hanya bisa berputar-putar di tempat, mengayunkan pisaunya dengan liar sambil berkeringat dingin. Setiap kali ia mendengar anak buahnya menjerit, nyalinya semakin menciut.

Ini bukan perkelahian jalanan. Ini adalah pembantaian sepihak di ruang tertutup.

Hanya butuh waktu tiga menit. Sepuluh anak buah Anton yang garang kini tergeletak di aspal dalam kondisi mengenaskan. Ada yang rahangnya bergeser, ada yang lututnya patah, dan ada yang pingsan dengan mata mendelik. Tidak ada satu pun dari mereka yang berhasil menyentuh ujung baju Bayu.

Asap hitam itu perlahan memudar dan menghilang ditiup angin malam, seolah tidak pernah ada.

Anton Bison berdiri gemetar. Napasnya memburu. Ia menatap sekelilingnya. Sepuluh orang terbaiknya telah rata dengan tanah. Dan di tengah-tengah mereka, Bayu Alexander berdiri tegak, kedua tangannya kembali masuk ke dalam saku jaket, seolah ia baru saja selesai jalan-jalan sore.

"Sihir... lo pakai ilmu hitam apa tadi, hah?!" teriak Anton histeris. Ia menggenggam pisaunya dengan kedua tangan, mengarahkannya ke depan.

"Terlalu banyak makan kecubung sepertinya lo, Ton. Gue cuma lebih siap dari kalian," jawab Bayu dingin. Ia berjalan perlahan mendekati Anton. "Gue kasih lo satu kesempatan terakhir buat lari."

Anton menggeram marah. Keputusasaannya mengambil alih. Ia menerjang maju dengan kecepatan penuh, menusukkan pisau berburunya langsung ke dada Bayu.

Bayu tidak mundur. Ia sedikit memiringkan tubuhnya, membiarkan mata pisau itu lewat beberapa milimeter dari jaketnya. Tangan kirinya bergerak secepat kilat, mencengkeram pergelangan tangan Anton dengan kekuatan penjepit besi.

Anton meronta, tapi cengkeraman Bayu tidak tergoyahkan.

Bayu mengangkat kaki kanannya dan menendang tepat di sisi luar lutut kiri Anton dengan tenaga maksimal.

Kraaaak.

Suara patahan tulang besar menggema memekakkan telinga. Kaki kiri Anton melengkung ke arah yang tidak wajar.

Anton menjerit melolong, suara yang dipenuhi rasa sakit yang belum pernah ia rasakan seumur hidupnya. Cengkeraman tangannya pada pisau terlepas. Ia ambruk ke aspal, memegangi kakinya yang kini hancur, menangis layaknya anak kecil.

Bayu berjongkok di sebelah wajah Anton yang penuh air mata dan keringat. Ia menepuk pipi preman besar itu pelan.

"Gue udah bilang, kalau lo datang lagi, lo bakal cacat seumur hidup. Lutut lo hancur total. Lo nggak akan pernah bisa jalan normal lagi."

Anton hanya bisa merintih, menatap Bayu dengan tatapan ketakutan yang absolut.

"Sekarang, dengar baik-baik," Bayu mendekatkan wajahnya. Suaranya sedingin es. "Telepon bos Baskoro tersayang lo itu. Kasih tahu dia, kalau dia berani nyentuh satu aja rambut karyawan gue, atau coba-coba ngirim orang ke apartemen gue, gue nggak akan nyerang anak buahnya lagi. Gue bakal datang langsung ke kamar tidurnya. Paham?"

Anton mengangguk cepat, air matanya bercampur dengan ingus.

Bayu berdiri. Ia mengambil ponsel milik Anton yang terjatuh, melemparkannya ke pangkuan preman itu, lalu berbalik dan berjalan pergi meninggalkan gang berdarah tersebut.

Langkahnya mantap, membelah malam Jakarta.

Pesan kematian sudah tersampaikan. Mulai besok, mafia tanah paling ditakuti di kota ini akan tahu bahwa mereka tidak sedang berhadapan dengan pengusaha, melainkan dengan malaikat maut.

1
ラマSkuy
/Proud/
ラマSkuy
nah MC begini yang gua demen 👍
ラマSkuy
wah apakah bukan hanya Bayu yang punya sistem jadi selain MC ada lagi yang punya sistem. tapi unik juga ya biasanya sistemnya itu menyatu dengan jiwa MC tapi ini dihpnya MC
ラマSkuy
nice 👍
Ironside
Bagus Kak /Smile/, btw mana Insectnya /Curse//Curse//Curse/
Mamat Stone
😍
Mamat Stone
🤩
Mamat Stone
👻🤣👻
Mamat Stone
🤣👻🤣
Mamat Stone
😍
Mamat Stone
/Drool/
Mamat Stone
/Casual/
Mamat Stone
/CoolGuy/
ラマSkuy
waw/Sly/
Mamat Stone
/Casual/
Mamat Stone
/CoolGuy/
Mamat Stone
terserah anda Thor /Ok//Good/
Mamat Stone
pasti salah kaprah 🤣👻
Mamat Stone
😍
Mamat Stone
🤩
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!