NovelToon NovelToon
Melintasi Waktu Untuk Membalaskan Dendam

Melintasi Waktu Untuk Membalaskan Dendam

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Sistem / Transmigrasi
Popularitas:116.1k
Nilai: 5
Nama Author: Delia Ata

Pamela Anderson, ketua Mafia yang di hianati oleh adik tiri dan suaminyanya, ia dibunuh dengan keji bersama anak yang dikandungnya.

Tapi anehnya, setelah jasadnya dimakamkan, ia hidup kembali dalam tubuh seorang gadis gemuk bernasib malang.

Gadis itu seperti dirinya, dihianati saudara tiri dan tunangannya. Gadis itu tewas tenggalm disungai, sebab tunangannya lebih memilih menyelamatkan selingkuhannya.

"Beristirahatlah dalam damai Song Aran, aku akan membuat mereka menyesal karena sudah membautmu menderita."

Janji Pamela Anderson setelah ia mendapatkan harta karun berupa liontin giok yang didalamnya terdapat ruang dimensi.

Cerita ini cuma karangan fiksi semata. Lokasinya bukan negara tertentu, cuma khayalan penggabungan saja.

Jika ada yang kurang pas, harap dimaklumi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Delia Ata, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

33

"Kakak...!" seru Song Aran, melepaskan tangannya yang digandeng sang suami, berlari kecil menghampiri Qing Bao.

"Jangan berlari, nanti kau jatuh..!" tegur Qing Bao menyambut.

Xiao Jian menatap telapak tangannya yang baru saja dilepaskan oleh sang istri, mendesis kesepian tak rela.

Kedua saudara kandung itu memiliki hubungan yang begitu baik. Padahal baru bertemu kemarin, tapi bertingkah seolah telah berpisah untuk waktu yang lama.

Meski sedikit cemburu, Xiao Jian sangat senang karena banyak menyayangi istrinya.

"Masing-masing satu, aku juga sudah menambahkan sedikit gula." Aran menunjuk tabung bambu didalam keranjang.

"Ini panekuk panggang, makan jika nanti beristirahat." sambung Aran.

Dengan langkah lebar nan gagah, Xiao Jian dan Song Qing Bao, menuju ke hutan gunung belakang desa.

Sementara Song Aran, gegas kembali kerumah keluarga Xiao.

Dipintu masuk halaman, Aran melihat ipar perempuan ketiga, Li Chao, sedang bersibuk dikebun sayur.

"Chao niang, kenapa hanya kau yang bekerja..? Dimana Zhaoi niang..?"

"Zhaoi niang pergi bersama ibu mertua membeli daging untuk Jinbao." jawab Li Chao tanpa mengehentikan pekerjaannya.

"Hanya membeli daging sampai dua orang dewasa harus pergi bersama dan meninggalmu bekerja sendirian. Choi niang, kau terlalu rajin."

Memasak, rutinitas wajib yang harus dikerjakan oleh tiga menantu perempuan. Tapi selain itu, ada banyak tugas rumah tangga yang perlu diurus, semua itu diserahkan pada Li Chao.

"Zhaoi niang bilang takut ibu mertua kelelahan menjaga Jinbao, oleh sebab itu dia ikut pergi untuk membantu." balas Li Chao menghela nafas.

Song Aran mendekat, ia turut membantu merawat kebun sayuran.

"Chao niang, siapa yang menjaga anak-anak..?"

"Daya'er..!"

"Aku memang baru menikah dengan keluarga ini, jadi belum tahu banyak tradisi serta aturannya. Tapi sejak awal tinggal, suamiku dan suamimu melakukan sebagian besar pekerjaan diladang. Urusan rumah kau yang selesaikan."

"Zhaoi niang dan keluarganya melakukan pekerjaan cuma sedikit, tapi mendapatkan keuntungan paling banyak. Jinbao makan dengan semangkuk puding telur hampir setiap hari. Bukankah itu terlalu tidak adil..? anak-anak perlu tumbuh, dan Sanya yang paling muda dari kesemua cucu."

Sembari bekerja, Song Aran terus menyiramkan bensin kebara dengan perlahan.

"Seperti hari ini, ketika suamiku pergi berburu, aku hanya mendapat semangkuk bubur encer. Meski aku sudah rewel tetap saja diabaikan. Tapi ketika Jinbao ingin makan daging, ibu mertua langsung pergi membelinya.”

“Dia bahkan menyuruh suamiku untuk berburu burung pegar karena mau membuatkan sup bagi Jinbao. Kenapa dia begitu pilih kasih.?”

“Itu karena Jinbao satu-satunya cucu laki-laki.” Li Chao menghela napas “Ini semua salahku sebab tidak melahirkan seorang putra."

Tak lama, kedua wanita itu melihat ibu mertua mereka pulang menenteng daging.

Wang Zhaoi menggendong Jinbao yang memegang seuntai manisan buah hawthorn.

Wang Zhaoi menurunkan Jinbao di depan pintu.

Daya, Erya, dan Sanya berlari keluar.

Daya dan Erya, yang sedikit lebih tua tidak berani meminta. Tapi air liur mereka menetes saat melihat tanghulu ditangan Jinbao.

Namun Sanya si bocah balita, jelas tidak bisa menahan godaan.

Bocah perempuan itu terhuyung-huyung menghampiri Jinbao, mengulurkan tangan menunjuk tanghulu sambil berteriak dengan suara cadel yang khas.

"Kakak, permen..!"

Bang

Jinbao mendorong Sanya hingga terjengkang keras menghantam tanah, lalu menginjak tangan balita itu.

"Dasar bocah tak berguna, beraninya mau mencuri manisanku..!"

"Wua...!"

Sanya menangis kejer, memegangi tangannya yang terluka.

Erya ingin membantu Sanya berdiri, tapi melihat ekspresi garang Jinbao, dia tidak berani mendekat.

"Kenapa kau menangis..?" teriak Wang Lian.

"Nenek, dia mau mencuri manisanku."

Mata Wang Lian kontan saja melotot bak barongan, menatap garang cucu yang terkapar ditanah.

"Dasar tak berguna..? beraninya kau mencuri dirumahku. Bocah kurang ajar sepertimu memang harus dipukul." pekik Wang Lian.

Dasar iblis, bukannya membantu cucunya yang terluka, malah dibiarkan dan dimarahi.

Melihat pemandangan ini, darah Li Chao mendidih, dadanya naik turun tak beraturan, nafasnya memburu kasar.

Li Chao bergegas lari ke pintu.

"Sanya..!" Li Chao mendorong Jinbao, mengangkat tubuh Sanya dari tanah, lalu memeriksanya.

"Ibu, sakit..!" Sanya menangis lebih keras ketika melihat ibunya.

Li Chao tahu si ibu mertua tidak menyukai kedua putrinya, tapi tidak seharusnya membiarkan Jinbao menginjak-injak Sanya.

Bagaimana kalau balita itu mati..?

Siapa yang tahu akan masa depan, walau anak lelaki adalah penerus marga keluarga, tapi bukan berarti perempuan itu tidak berguna.

Kenapa tak bisa adil dalam bersikap.

"Nenek, dia mendorongku..!" Jinbao bangkit, menangis kencang lalu menyerang Li Chao.

Jika Song Aran tidak datang tepat waktu untuk menopang Li Chao, wanita itu pasti sudah jatuh terjengkang bersama Sanya.

"Nenek, mereka menindasku. Ayo pukul..!" Jinbao meronta, berteriak saat Song Aran mengangkatnya.

"Beraninya kalian menindas cucu kesayanganku..?" Wang Lian kembali tersulut amarah, berteriak menuding Aran dan Li Chao.

Sementara Wang Zhaoi, diam anteng memegangi Jinbao.

"Ibu, Jinbao memukul Sanya duluan..!" Li Chao meledak, ia sudah tidak tahan lagi.

Anaknya diinjak-injak tapi masih saja disalahkan.

Lin Chao makin murka ketika melihat tangan putri bungsunya berdarah, air mata mengalir deras dipipinya.

"Sanya masih kecil, kenapa harus ditendang dan diinjak-injak. Kalau aku tidak datang, tubuh Sanya bisa saja hancur."

"Siapa yang menyuruhnya menjadi pencuri..? bahkan jika dia mati pun, itu memang pantas didapatkannya." hardik Wang Lian.

"Ibu, kalau mencuri itu diam-diam, tidak didepan orang seterbuka ini." Aran yang sudah gemas dengan mulut dan sikap Wang Lian, akhirnya angkat bicara.

"Sanya cuma menunjuk manisan ditangan Jinbao, atas dasar apa itu bisa dibilang mencuri..?"

"Kau, beraninya kau bicara kasar padaku..?"

"Kasar dari mananya..?" tanya santai Aran.

"Kalau kasar itu aku memaki ibu, contohnya begini." Aran berkancah pinggang, mendelik, lalu mengacungkan jari tepat diwajah Wang Lian.

"Kau wanita tua tak berguna, sialan, dasar jalang biadab." teriak Aran garang.

Aran kembali merubah mimik wajah dan nada suaranya, mengabaikan Wang Zhaoi, Li Chao, Jinbao dan Wang Lian, yang melongo melotot.

"Itu baru namanya kasar bu..!"

Wajah Wang Lian pias. Wanita itu cuma bisa menahan geram, menunjuk bergetar Aran dengan graham mengerat, sebelum berbalik pergi membawa Jinbao yang kembali tantrum.

"Daya, ayo pulang..!" Wang Zhaoi juga menggendong putrinya masuk tanpa ada meminta maaf.

Song Aran menghela nafas pedih, hatinya mencelos sakit. Sungguh pemandangan ini amat sangat menyesakkan.

Meski ia seorang mafia, sering membunuh dan menyiksa orang. Tapi semua mangsanya adalah orang jahat. Hatinya tak bisa melihat ketidak adilan seperti ini.

"Haruskah aku memakai cara bar-bar, menculik nenek tua itu lalu melemparnya kesarang buaya." batin Aran geram.

Erya berlari mendekat dengan ekspresi sedih "Ibu, adikku pasti sangat kesakitan. Kenapa kita selalu dianiaya..?"

Li Chao termangu, matanya dipenuhi bara kebencian saat melihat ibu mertua dan Jinbao yang sudah masuk ke dalam.

Song Aran mendesis, melihat tangan Sanya berdarah dengan banyak kerikil tertanam didalamnya.

"Chao niang, kita obati luka Sanya dulu."

"Baik..!" Li Chao menatap Song Aran sedih "apa kalau aku memiliki seorang putra, keluargaku akan diperlakukan dengan baik..?"

"Belum tentu..! kalau anak laki-laki itu amat berharga baginya, lalu kenapa dia membenci suamiku..?"

Li Chao mengatupkan bibirnya rapat. Hatinya tercubit, netranya memanas. Benar juga apa yang dikata saudari ipar pertamanya itu.

"Siapa yang bisa menebak masa depan. Sekarang Jinbao diperlakukan seperti telur emas, tapi menjadi apa dan memperlakukan neneknya bagaimana jika dia dewasa, apa sudah bisa dipastikan..?"

Li Chao menatap Aran dengan sinaran rumit.

Aran tersenyum lembut "siapa tahu Erya dan Sanya yang lebih makmur hidupnya dimasa depan, membawa nama keluarga tersohor, semua bisa terjadi. Jangan meremehkan perempuan, apa lagi kita sendiri adalah seorang perempuan."

Li Chao dengan hati-hati mengeluarkan serpihan kerikil yang menancap dikulit putrinya dengan jarum sulam yang dipanaskan terlebih dulu.

Setelah dibersihkan, diberi obat, lalu dibalut dengan potongan kain bajunya, Li Chao memeluk erat Sanya yang terisak sesak.

1
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
wajah Xiao Jian kok belum disembuhkan sama Aran, kan ada air spiritual nya
Datu Zahra
Laosan ini aslinya baik, tapi terlalu takut dan pasrah sama ibunya
Fauziah Daud
lanjuttt
Sribundanya Gifran
lanjut
chataleya
wah jangan2 anak tuan besar tuh
Memyr 67
𝖽𝖾𝗁. 𝗐𝖺𝗇𝗀 𝗁𝗎𝖺. 𝗌𝖾𝗄𝖺𝗅𝗂 𝗅𝖺𝗀𝗂, 𝖺𝖽𝖺 𝗍𝗒𝗉𝗈 𝗇𝖺𝗆𝖺 𝗍𝗈𝗄𝗈𝗁𝗇𝗒𝖺, 𝖺𝗄𝗎 𝖻𝖺𝖻𝖺𝗒
Memyr 67
𝗅𝖺? 𝖺𝖽𝖺 𝗅𝖺𝗀𝗂 𝗇𝖺𝗆𝖺 𝖺𝗇𝖾𝗁
Memyr 67
𝗍𝖺𝗆𝖻𝖺𝗁 𝖻𝖺𝗇𝗒𝖺𝗄 𝗍𝗈𝗄𝗈𝗁 𝗍𝗈𝗄𝗈𝗁 𝗇𝗀𝗀𝖺𝗄 𝗃𝖾𝗅𝖺𝗌. 𝗄𝖺𝗅𝖺𝗎 𝖾𝗉𝗂𝗌𝗈𝖽𝖾 𝖾𝗉𝗂𝗌𝗈𝖽𝖾 𝖻𝖾𝗋𝗂𝗄𝗎𝗍𝗇𝗒𝖺 𝗆𝖺𝗌𝗂𝗁 𝗄𝖾𝗅𝗎𝖺𝗋 𝗇𝖺𝗆𝖺 𝗇𝖺𝗆𝖺 𝗍𝗈𝗄𝗈𝗁 𝖺𝗇𝖾𝗁 𝖻𝗂𝗇 𝖺𝗃𝖺𝗂𝖻, 𝖺𝗄𝗎 𝖻𝖺𝖻𝖺𝗒
Memyr 67
𝗅𝖺? 𝗂𝗍𝗎 𝗂𝗌𝗍𝗋𝗂 𝗃𝖾𝗅𝗆𝖺𝖺𝗇 𝗂𝖻𝗅𝗂𝗌 𝗒𝗀 𝗌𝖾𝗅𝖺𝗅𝗎 𝖽𝗂𝖻𝖾𝗅𝖺 𝗑𝗂𝖺𝗈 𝗁𝖾𝗇𝗀. 𝖽𝖺𝗌𝖺𝗋 𝗌𝗎𝖺𝗆𝗂 𝗀𝗈𝖻𝗅𝗈𝗀
Memyr 67
𝗂𝗌𝗍𝗋𝗂 𝖻𝖾𝗋𝗆𝗎𝗅𝗎𝗍 𝗍𝖺𝗃𝖺𝗆, 𝗌𝗈𝗆𝖻𝗈𝗇𝗀 𝗉𝖾𝗅𝗂𝗍, 𝖽𝗂𝖻𝖾𝗅𝖺 𝗍𝖾𝗋𝗎𝗌 𝗌𝖺𝗆𝖺 𝗑𝗂𝖺𝗈 𝗁𝖾𝗇𝗀. 𝖺𝗉𝖺 𝗌𝗂𝗁 𝗒𝗀 𝖽𝗂𝗅𝗂𝗁𝖺𝗍 𝗑𝗂𝖺𝗈 𝗁𝖾𝗇𝗀 𝖽𝖺𝗋𝗂 𝗂𝖻𝗅𝗂𝗌 𝖻𝖾𝗍𝗂𝗇𝖺 𝗌𝖾𝗉𝖾𝗋𝗍𝗂 𝗂𝗌𝗍𝗋𝗂𝗇𝗒𝖺?
Memyr 67
𝗃𝖺𝖽𝗂 𝗄𝗈𝖼𝖺𝗄 𝗀𝗂𝗇𝗂 𝖼𝖾𝗋𝗂𝗍𝖺𝗇𝗒𝖺
Andira Rahmawati
thorr knp blm up...dr kemarin kutunggu2 ..
Memyr 67
𝗒𝖺𝖺𝗁, 𝗆𝖾𝗇𝖺𝗇𝗍𝗎 𝗄𝖾𝗅𝗎𝖺𝗋𝗀𝖺 𝗑𝗂𝖺𝗈 𝗆𝖺𝗌𝗎𝗄 𝗅𝗂𝗇𝗀𝗄𝖺𝗋𝖺𝗇 𝗇𝖾𝗋𝖺𝗄𝖺, 𝗆𝖾𝗇𝗂𝗄𝖺𝗁𝗂 𝗉𝗎𝗍𝗋𝖺 𝗉𝗎𝗍𝗋𝖺 𝖽𝖺𝗋𝗂 𝗐𝖺𝗇𝗀 𝗅𝗂𝗇 𝗒𝗀 𝗍𝖺𝗆𝖺𝗄 𝗌𝖾𝗋𝖺𝗄𝖺𝗁 𝖽𝖺𝗇 𝗌𝗎𝗉𝖾𝗋 𝗉𝖾𝗅𝗂𝗍
Memyr 67
𝗁𝖺𝖽𝗈𝗈𝗁. 𝗄𝖾𝗅𝗎𝖺𝗋𝗀𝖺 𝗑𝗂𝖺𝗈 𝗂𝗇𝗂, 𝗉𝗎𝗇𝗒𝖺 𝗄𝖾𝗉𝖺𝗅𝖺 𝗄𝖾𝗅𝗎𝖺𝗋𝗀𝖺 𝗌𝖾𝖻𝗈𝖽𝗈𝗁 𝗑𝗂𝖺𝗈 𝗁𝖾𝗇𝗀
Memyr 67
𝖺𝗉𝖾𝗌 𝖻𝖾𝗇𝖾𝗋 𝗌𝗈𝗇𝗀 𝖽𝖺𝗎𝗁𝗈𝗇𝗀. 𝗆𝖾𝗇𝗂𝗄𝖺𝗁𝗂 𝗐𝖺𝗇𝗂𝗍𝖺 𝗒𝗀 𝗁𝖺𝗇𝗒𝖺 𝗂𝗇𝗀𝗂𝗇 𝗌𝖾𝗆𝗎𝖺 𝗁𝖺𝗋𝗍𝖺 𝗌𝗈𝗇𝗀 𝖽𝖺𝗎𝗁𝗈𝗇𝗀 𝖻𝗎𝖺𝗍 𝖺𝗇𝖺𝗄 𝖺𝗇𝖺𝗄 𝗄𝖺𝗇𝖽𝗎𝗇𝗀𝗇𝗒𝖺 𝖽𝖺𝗇 𝗍𝗂𝖽𝖺𝗄 𝗆𝖾𝗇𝗒𝗂𝗌𝖺𝗄𝖺𝗇 𝗌𝖾𝖽𝗂𝗄𝗂𝗍𝗉𝗎𝗇 𝖻𝗎𝖺𝗍 𝖺𝗇𝖺𝗄 𝖺𝗇𝖺𝗄 𝗄𝖺𝗇𝖽𝗎𝗇𝗀 𝗌𝗈𝗇𝗀 𝖽𝖺𝗎𝗁𝗈𝗇𝗀.
Memyr 67
𝗌𝗂𝖺𝗉𝖺 𝗇𝗂? 𝖽𝖺𝖽𝖺𝗄 𝖽𝖺𝖽𝖺𝗄 𝖺𝖽𝖺 𝗊𝗂𝗇𝗀 𝗌𝗁𝖺𝗇?
Memyr 67
𝗆𝖾𝗆𝖺𝗇𝗀 𝗌𝗎𝖽𝖺𝗁 𝗉𝖾𝗋𝗇𝖺𝗁 𝗄𝖾 𝗀𝗎𝖺 𝗁𝗂𝗋𝖺 𝗒𝖺? 𝗅𝗂𝖺𝗍 𝗌𝗍𝖺𝗅𝖺𝗄𝗍𝗂𝗍 𝗒𝗀 𝗍𝖺𝗃𝖺𝗆?
Memyr 67
𝖺𝗒𝖺𝗁 𝗑𝗂𝖺𝗈 𝗃𝗂𝖺𝗇 𝗇𝗀𝖺𝗉𝖺𝗂𝗇 𝖺𝗃𝖺? 𝖺𝗇𝖺𝗄𝗇𝗒𝖺 𝗒𝗀 𝗆𝖾𝗇𝗀𝗁𝖺𝗌𝗂𝗅𝗄𝖺𝗇 𝗎𝖺𝗇𝗀 𝖽𝖾𝗇𝗀𝖺𝗇 𝗆𝖾𝗇𝗃𝗎𝖺𝗅 𝗁𝖾𝗐𝖺𝗇 𝖻𝗎𝗋𝗎𝖺𝗇, 𝗍𝖺𝗉𝗂 𝖺𝗇𝖺𝗄𝗇𝗒𝖺, 𝗑𝗂𝖺𝗈 𝗃𝗂𝖺𝗇, 𝗒𝗀 𝗉𝖺𝗅𝗂𝗇𝗀 𝗆𝗂𝗌𝗄𝗂𝗇? 𝗍𝗎 𝗎𝖺𝗇𝗀 𝖻𝖺𝗇𝗒𝖺𝗄 𝖽𝖺𝗋𝗂 𝗆𝖾𝗇𝗃𝗎𝖺𝗅 𝗁𝖾𝗐𝖺𝗇 𝗄𝖾 𝗆𝖺𝗇𝖺? 𝖻𝖾𝗀𝗈 𝗇𝗂 𝖺𝗒𝖺𝗁𝗇𝗒𝖺.
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
dari awal praduga itu ternyata benar, kalo Xiao Jian bukan anak kandung mereka
miss blue 💙💙💙
curga lian keturunan pedagang chen. 🤔🤔🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!