NovelToon NovelToon
Suami Dadakanku Penjual Bakso Bakar

Suami Dadakanku Penjual Bakso Bakar

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Perjodohan / CEO
Popularitas:5.9k
Nilai: 5
Nama Author: Anjay22

Arumi tidak pernah menyangka hidupnya akan berakhir sebagai "jaminan" utang. Dipaksa menikah dengan seorang rentenir tua yang kejam demi melunasi hutang keluarganya, Arumi nekat melakukan aksi gila .
Dalam keputusasaan di tengah taman kota matanya tertuju pada sosok pria tampan yang sedang sibuk mengipasi tusukan bakso. Tanpa pikir panjang, Arumi menarik tangan Elang, sang penjual bakso bakar, dan mengakuinya sebagai calon suami di hadapan Ayahnya
Siapa sangka, Elang yang terlihat sederhana dengan apron hitamnya itu menyanggupi tantangan Arumi. Namun, di balik aroma asap arang dan bumbu kacang, ada rahasia besar yang disimpan Elang. Apakah pernikahan Dadakan ini akan membawa kebahagian ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anjay22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Buah simalakama

"Arumi,Baru pulang ?" pak Pak Rahmat  dengan wajah tersenyum menyambut kedatangan Arumi,Arumi mengerutkan dahinya,sudah beberapa tahun ini ayahnya tidak pernah memberikan senyuman semanis itu,kebih tepatnya semenjak ibu tirinya masuk kerumah mereka .

"Iya ,yah,lembur,"

"kamu pasti kamu capek ?"

"Iya, capek banget badanku gerah ."

"kalau begitu kamu mandilah terlebih dahulu,terus temui ayah di ruang tamu ,ayah ingin membicarakan sesuatu."

Arumi semakin heran ,ada apa ayahnya,tidak biasanya ia bersikap seperti itu.tanpa memusingkan hal itu Arumi segera mandi dan berganti pakaian dan menemui Ayahnya.

"Ada apa yah,tumben ayah mau berbicara padaku,"

"Ada,sesuatu yang ingin aku bicarakan." Arumi semakin mengerutkan dahinya

"Arumi,kamu tahu sendiri,keluarga kita sekarang sedang terlilit hutang."

"Ya aku tahu ,bahkan aku juga yang sudah membatu membayar hutang kalian."jawab Arumi dengan suara agak keras.

"Arumi,kamu jangan berkata begitu ,kami berhutang juga demi kamu,demi keluarga kita."sahut ibu tiri Arumi,yang saat ini sedang duduk disamping suaminya,ayah Arumi.

"Demi aku? Apa nggak salah,Bukan hutang itu untuk kamu dan juga Anak kesayangan kamu itu,Demi untuk menutupi gaya Hidup kalian." jawab Arumi dengan kata agak keras dan tatapan sinis kearah ibu tirinya.

"Cukup Arumi,kamu tidak boleh berkata demikian,pada ibumu."

"Dia bukan ibuku yah,Ibuku sudah lama meninggal."

"Cukup Arumi!! Jaga bicara kamu !"

plakk!"

Suara tinggi Ayahnya Dan tangannya mendarat di pipi halus Arumi.

"Ayah,kenapa kamu menamparku,apa salahku?" Arumi matanya berkaca kaca dan tangannya menegang pipinya yang terasa panas akibat tamparan Ayahnya .

"Karena kamu tidak sopan sama orang tua,Biar bagaimana pun dia itu ibu kamu sekarang."

"Ayah sekarang berubah." Arumi segera beranjak dari tempat duduknya hendak menuju kamarnya.

"Kamu mau kemana?"

"kekamar."

"Ya,sudah kalau kamu mau kekamar,kamu jangan kemana,Karena Juragan Dirga mau datang."

"Apa hubungannya denganku?"  suara Arumi terdengar lebih dingin.

"Dia akan melamar,dan menikahi kamu."

Arumi sangat terkejut." Kenapa harus aku? Aku nggak mau." jawab Arumi dengan tegas.

"Karena ini jalan satu satunya,agar hutang kita lunas."

"Jadi ayah mengorbankan aku hanya untuk membayar hutang?"

"Terpaksa,karena ayah tidak ada jalan lain,aku nggak mau kalau tiap hari para penagih hutang datang kerumah kita,jadi jalan satu satunya kamu menikah dengan juragan Dirga."

"Nggak aku nggak mau."

"Arumi,mau nggak mau kamu harus menikah dengan Juragan Dirga malam ini juga!" suara sang ayah, Pak Rahmat, menggelegar di ruang tamu yang pengap itu.

Arumi tersentak, dunianya seolah runtuh seketika. "Apa, Yah? Menikah dengan Juragan Dirga?,Aku nggak mau."

Arumi menatap ayahnya dengan pandangan memelas.Juragan Dirga adalah tuan tanah sekaligus rentenir paling ditakuti di daerah mereka.Semua orang tahu hartanya berlimpah,namun didapat dengan cara yang kotor dan tidak halal.

"Kamu harus mau ! Nanti malam dia akan datang bersama keluarganya ke sini untuk meresmikan semuanya," tegas ayahnya tanpa ada keraguan sedikit pun.

"Ayah tega?" suara Arumi bergetar menahan tangis."Ayah tahu sendiri dia orangnya kasar, suka main perempuan, berjudi, dan mabuk-mabukan. Dia lintah darat, Yah! Apa Ayah masih tega menyerahkan masa depanku pada orang seperti itu?"

Arumi tidak habis pikir, bagaimana mungkin ayah kandungnya sendiri berniat menghancurkan hidupnya demi lelaki yang jauh dari kata baik.

"Sudahlah, Arumi! Turuti saja apa kata ayahmu!" timpal ibu tirinya, Lastri, dengan nada sinis. Ia sengaja mengompori suasana agar suaminya semakin terus memaksa Arumi.

"Iya, Arumi. Turuti saja. Toh Juragan Dirga  itu kaya raya, hartanya tidak akan habis tujuh turunan!" sahut Rani kakak tirinya, sambil melirik kukunya yang baru saja diwarnai.

"Diam kamu, Ran ! Kalau dia memang sehebat itu, kenapa tidak kamu saja yang menikah dengannya?" balas Arumi tajam.

Hubungan Arumi dengan keluarga tirinya memang tidak pernah akur. Sejak mereka datang, Arumi kehilangan kasih sayang ayahnya, dan tak lama kemudian, ibunya meninggal dalam kesedihan.

"Apa? Menikah dengannya?" Rani  tertawa mengejek. "Ogah! Pacarku jauh lebih tajir dan berkelas dibanding rentenir itu.Jadi, cuma kamu yang pantas untuk dia!"

Rani  memang sedang menjalin hubungan dengan direktur di perusahaan tempat Arumi bekerja. Itulah sebabnya di kantor pun Rani  selalu merundung dan berusaha menjatuhkan posisi Arumi.

"Benar kata Rani kamu itu memang paling cocok dengan Juragan Dirga ," tambah Lastri lagi, memanaskan telinga suaminya.

Pak Rahmad  hanya diam melihat anak kandungnya disudutkan. Sejak menikah lagi, hatinya seolah membatu. Ia lebih sering bersikap kasar dan ringan tangan kepada Arumi, terutama jika istri dan anak tirinya mulai mengadu domba. Bahkan, gaji Arumi setiap bulan pun sering dirampas paksa.

"Sudah! Jangan ribut lagi!" bentak Pak Rahmat. "Arumi, keputusanku sudah bulat. Malam ini kamu menikah!"

"Tidak, Yah! Untuk kali ini, aku tidak akan menuruti keinginanmu!" Arumi berdiri dengan sisa keberaniannya.

PLAK! PLAK!

Tamparan keras  kembali mendarat di pipi Arumi hingga ia tersungkur ke lantai. Sudut bibirnya pecah dan mengeluarkan darah. Lastri dan Rani  yang melihat itu justru tersenyum puas.

"Kenapa Ayah terus menamparku?" tanya Arumi dengan napas memburu karena amarah dan rasa sakit.

"Karena kamu sudah berani membantahku!" teriak Pak Rahmat dengan mata berkilat.

"Apa salah jika aku menolak dijual?" Arumi terisak, hatinya lebih perih dibanding pipinya.

"Ayah menjualku demi modal usaha,kan? Aku ini anak kandung Ayah!"

"Setidaknya kalau kamu menikah dengannya, kamu hidup mewah!" bela ayahnya dengan alasan yang tidak masuk akal.

Arumi bersimpuh di kaki ayahnya, mencoba memohon belas kasihan. "Nia mohon, Yah ... jangan nikahkan aku dengan dia. Beri aku kesempatan untuk mencari kebahagiaanku sendiri. Aku janji tidak akan menyusahkan Ayah lagi."

Pak Rahmad menatap anaknya sejenak, lalu menarik napas panjang. "Baiklah. Aku beri kamu dua pilihan."

Arumi mendongak, ada secercah harapan di matanya.

"Pilihan pertama, kamu ikuti mauku menikah dengan Juragan Dirga, dan tetap tinggal di sini, dan masih kuanggap anak. Atau pilihan kedua ..." Pak Rahmat menjeda kalimatnya dengan dingin. "... kamu menikah dengan lelaki pilihanmu sendiri malam ini juga, pergi dari rumah ini, dan jangan pernah anggap aku ayahmu lagi!"

Arumi tertegun. Keduanya adalah pilihan yang mustahil. Dari mana ia bisa menemukan calon suami dalam waktu beberapa jam?

"Pilihlah! Aku tunggu keputusanmu jam delapan malam nanti. Ingat, jangan coba-coba kabur! Jika kamu lari, aku akan memburumu ke mana pun dan memberimu pelajaran yang tidak akan pernah kamu lupakan seumur hidup!"

Pak Rahmad melangkah pergi meninggalkan Arumi yang  terduduk di atas lantai. Sementara itu, Lastri dan Rani menatapnya dengan pandangan kemenangan, seolah sudah tak sabar melihat Arumi menderita

"Rasain ,makanya jangan membantah ,Nikah aja dengan juragan Dirga ." Rani berbicara dengan tatapan menjatuhkan sebelum meninggalkan Arumi yang masih terduduk lemas dilantai dengan berlinang air mata.

1
Neng Saripah
lama2 istrimu bisa curiga kamu belanja sebanyak itu ,lang 🤭
MayAyunda: he .he. .Iya kak
total 1 replies
Dwiwinarni
suatu saat nanti gilang akan membahagiakan arumi, sabar ya arumi sapa tahu gilang anak horang kaya😃
MayAyunda: he he
total 3 replies
Dwiwinarni
Arumi tidak sudi menikah sama juragan dirga, mending hidup jadi gembel dijalanan.. Elang bersedia menikah sama arumi...
Dwiwinarni
Bagus arumi jangan mau menikah juragan dirga sibandot tua itu🤭
Dwiwinarni
Elang hanya penjual bakso tusuk bakar, dihina abis2an...
Dwiwinarni
bagus itu baru pria gentmen elang...
Dwiwinarni
Kasian arumi yg jadi korbannya menikah sama bandot tua botak🤣🤭
MayAyunda: iya kak😄😄
total 1 replies
Rosmenti Sitanggang
lanjut thor💪💪
MayAyunda: terimkasih
total 1 replies
Dwiwinarni
Ini mah kebalik cewek ngelamar cowok🤣dasar arumi belum kenal dah berani ngelamar😃
MayAyunda: he he 😁
total 1 replies
Nanik Arifin
semoga pernikahan kalian samawa & langgeng. baik tinggal dikontrakan petak maupun di mansion
MayAyunda: aamiin
total 1 replies
Nanik Arifin
tenang Arumi, suamimu ceo, pemilik perusahaan t4 kamu kerja
MayAyunda: iya kak .he.he
total 1 replies
Nanik Arifin
puas"in senyumnya Bu Lastri, krn setelah kepergian Arumi, gaya hidupmu & anakmu minta dilunasi. klo tak ada uang, ya udah bayar aj putrimu atau dirimu sendiri. lumayan kan, jadi istri Tuan Dirga yg kaya...😜
MayAyunda: .he .He ..betul itu kak😁
total 1 replies
Nanik Arifin
enak aj suruh Arumi yg membuat hutang lunas, kan yg pakai uangnya kalian? suruh aj tuh Rina nikah sama juragan Dirga, lagian pacarnya yg direktur blm tentu mau nikahi juga kan ? y ogahlah punya istri + mertua benalu
Nanik Arifin: masama. semangat thor
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!