NovelToon NovelToon
Petualangan Bintang ( Han Le)

Petualangan Bintang ( Han Le)

Status: sedang berlangsung
Genre:Epik Petualangan / Budidaya dan Peningkatan / Ilmu Kanuragan
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: bang deni

karena Ayahnya tewas di tangan Arya saat melakukan Pemberontakan Nirmala pergi ke negeri Bharat, guna belajar ilmu kanuragan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bang deni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pulau Bangau

Arya hidup dengan tenang di Pulau Bangau, dari Andini ia mendapat seorang anak lelaki yang tampan dan pintar Bintang Arya.

Dari rahim Andini, ia mendapatkan seorang putra, Bintang Arya, berwajah manis dan gesit, ketampanannya sudah mulai terlihat walau masih kecil

Dari Puti, ia mendapatkan seorang anak perempuan Dara Kirana, yang berjarak dua tahun dari Bintang, dan dari Sekar Arum, ia juga mendapatkan anak perempuan di beri nama Dyah Rembulan, karena wajahnya bundar bercahaya seperti rembulan

Walau mereka hidup di pulau mereka tak pernah kekurangan, pulau itu sangat subur semua yang di tanamnya pasti tumbuh ikan mereka tinggal memancing dengan perahu kecil , belum lagi Raja Dewa Brata, selalu mengirimkan bahan makanan dan juga mengirimkan prajurit untuk menjaga cucunya

Pagi itu seperti biasa mereka berlatih di tepi pantai.

" bintang kuda kuda ku belum benar, turunkan sedikit pantatmu agar kaki menjadi lebih kokoh" tegur Arya saat melihat kuda kuda Bintang sedikit salah

" he he he, kak Bintang di marahi" Dyah Rembulan yang menonton Bintang berlatih tertawa

" itu bukan di marahi adikku, tapi di ajari supaya gerakannya benar" Dara Kirana yang duduk di dekatnya memberitahu pada adiknya.

Arya melatih silat setiap pagi dan sore, malam hari nya ia mengajarkan berlatih tenaga dalam dan juga pengobatan. Bintang sering memilih goa tersembunyi yang mereka temukan di bukit tepi pantai, karena hawa di sana lebih murni

Siang itu setelah mereka berlatih, mereka berkumpul di ruang utama

" suamiku, kita sudah beberapa tahun berada disini, apakah aku boleh ke daratan Utama" ucapnya pelan

" iya suamiku, anak anak ingin melihat kakek nya, " sahut Sekar Arum

Arya terdiam, lalu tersenyum,

" baiklah, kalian bisa pergi ke kerajaan Bintang, namun Bintang sedang masa baik mengumpulkan tenaga dalam, ia tak bisa ikut, jadi kalian akan di kawal oleh prajurit" sahut Arya

" kami mengerti " sahut Puti dan Sekar Arum bareng,mereka juga tahu usia 10 sampai 12 tahun, usia paling bagus untuk membangun dasar tenaga dalam.

" bunda Puti, bunda Sekar, nanti aku akan menyusul jika latihan ku sudah selesai " Bintang yang mendengar itu berkata sambil mengusap rambut kedua adiknya

" kami juga hanya sebentar, paling hanya beberapa bulan berada di sana" ucap Sekar Arum.

Keesokan harinya dengan sebuah kapal yang biasa di pakai mengantar bahan Makanan Puti dan Sekar Arum berangkat menuju kerajaan Bintang yang berada di daratan Utama.

Setelah mereka berangkat Arya dan andini kembali melatih Bintang, dalam usia dua belas tahun Bintang sudah menguasai jurus jurus pedang dan jurus tangan kosong yang di kuasai oleh kedua orang tuanya.

Ilmu langkah Ajaib juga ia telah kuasai hanya saja kecepatannya menyesuaikan dengan tingkat tenaga dalamnya.

Hiaaat

Wush

" Bagus, langkah ajaib dan jurus Tapak sakitimu semakin baik Bintang," seru Arya yang melihat kemajuan anaknya, tenaga dalam yang di miliki oleh Bintang pun melebihi anak usianya yang telah berlatih lebih dari lima tahun,

" toeeeeeeet"

Baru saja Bintang hendak menjawab, satu suara kerang terdengar

" ayah ada kapal mendekat" seru Bintang, karena dari lautan lepas terlihat satu kapal besar mendekat dengan bendera lambang Api

"Prajurit Siaga!" teriak Arya karena merasa hatinya gelisah

para prajurit segera menghunus senjata dan berdiri di tepi pantai

" Bintang, kau sembunyilah di goa" ucap Arya pada Bintang

" tapi ayah aku ingin membantu jika mereka berniat jahat " seru Bintang dengan berani

" anakku turuti ucapan Ayahmu, jangan keluar apapun yang terjadi" tegur Andini

" baik Ibu" dengan langkah lesu ia melangkah menuju ke goa yang tak jauh dari tepi pantai itu.

tak lama kapal itu mendekat, dan menurunkan beberapa kapal kecil.

saat mendekat kini terlihat di perahu itu beberapa orang tua dengan penampilan pendeta dengan topi kuning, dan satu dengan seragam kerajaan

" Dalai lama!?" gumam Arya saat melihat pendeta itu.

tak lama mereka mendarat, Arya mendekat dan bertanya

" maaf siapa kalian, dan ada perlu apa kalian datang kemari?" tanya Arya sopan, bagaimana pun mereka tamu dan ia tuan rumah, sebelum mengetahui niat mereka datang, ia harus menjadi tuan rumah yang baik.

" kau Arya!?, aku panglima Kalingga dari kerajaan Tibet, Ratu Nirmala menyuruhku membunuhmu!" seru Panglima itu sombong

" aku lobsyang Gyatso dari Dalai lama di Tibet, Pedang Pelangi milikmu adalah pusaka kuil kami yang hilang ratusan tahun yang lalu" seru Pendeta yang paling tua.

" pusaka pedang Pelangi milikku, dan tak ada hubungan dengan kuil Tibet" seru Arya Tegas ia lalu menatap Panglima Kalingga

" kau bisa membunuhku jika kau mampu" dengus Arya, ia mengeluarkan pedang emas miliknya, sedangkan Andini mengeluarkan sepasang pedang pendek

" aku akan mengambil nyawamu!" seru Kalingga, ia memerintahkan para Dalai lama mengatasi Para prajurit dan ia sendiri melesat dengan kecepatan tinggi

Wussh

wuuut

Plaaak

Buuum

Arya menyongsong dengan jurus Tapak Saktinya, alhasil ledakan keras terdengar saat dua kekuatan besar itu beradu

" tenagamu besar juga Arya, tapi aku tak akan menyerah," ucap Kalingga ia mengambil gada yang di pegang oleh salah satu pendeta Dalai lama

" rasakan ini"

" gada penghancur gunung" teriak Kalingga, gada besarnya meluncur dengan kekuatan besar, Arya mengempos tenaga dalamnya dan mengalirkan pada pedang emasnya

Weeng

Pedang emas itu bersinar indah

Wuuut

Traaaang

Traaang

Suara Denting beradu pedang dan Gada terdengar memenuhi pesisir itu.

Hiaaaat

Wuuut

Plaaak

Bugh

Aaaargh

Panglima Kalingga menjerit kesakitan saat Arya mengubah serangannya dengan jurus Tapak Sakti yang di padukan dengan Langkah Ajaib

Kalingga terpental dan muntah darah,

Wuut

Plak

Aaargh

Braaak

Saat Arya akan menghabisi Kalingga Satu pendeta menghalangi namun kekuatan Arya masih di atasnya ia terpental setelah menangkis Serangan Arya

" seraaang!" para prajurit yang melihat pendeta Dalai lama membantu segera meyerang,

" jangan!" teriak Arya kaget, karena ia tahu kekuatan pendeta Dalai lama itu sangat besar, mereka bukan lawannya,

Wuut

Booom

Aaargh

namun seruan Arya terlambat

Dua pendeta dengan satu kebutan jubah lengannya menyerang para prajurit, para prajurit itu terpental dan menjerit saat di hantam oleh gelombang tenaga dalam pendeta Dalai lama

" kau pendeta mengapa hatimu telengas sekali!" seru Arya geram, karena ia melihat mereka semua terluka dalam

" itu karena mereka saja yang tak tahu diri, anai anai ingin menerjang api!" dengus lobsyang Gyatso

" kalian iblis berjubah pendeta!" geram Andini

" kurang ajar, jaga mulutmu!" bentak Lobsyang Gyatso marah

" kau hadapi aku!" Arya maju dengan mata memerah

" baik aku akan memaksamu menyerahkan pusaka PedaNg Pelangi " lobsyang Gyatso menyanggupi tantangan Arya keduanya berhadapan , debu berputar dengan kencang di antara keduanya

1
Dania
semangat tor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!