NovelToon NovelToon
Rahasia Di Balik Pernikahan Palsu Kita

Rahasia Di Balik Pernikahan Palsu Kita

Status: tamat
Genre:Nikah Kontrak / Penyelamat / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Candra Arista

Pernikahan tanpa cinta adalah impian Alya, atau setidaknya itu yang dia pikirkan. Namun, apa yang akan terjadi jika suaminya menyimpan rahasia tentang dirinya sejak awal? Alya tidak terduga bahwa suaminya, Raka Pratama, adalah seorang yang dingin, berkuasa, dan tidak terlalu terbuka. Mereka menikah dengan kontrak, tapi dengan satu syarat yang tidak biasa: jangan pernah jatuh cinta. Apakah Alya dapat memenuhi syarat itu, ataukah cinta akan menghancurkan kontrak pernikahan mereka?
Ketika kebohongan berlangsung terus-menerus, batas antara apa yang palsu dan apa yang nyata mulai kabur. Alya harus menghadapi keputusan sulit: mempertahankan kebohongan yang telah ia jalankan atau meninggalkan pria yang telah berhasil memenangkan hatinya. Pernikahan ini tampaknya telah terjadwal dengan baik, tetapi ada satu hal yang tidak termasuk dalam kontrak: perasaan yang sebenarnya. Sekarang, Alya harus memilih antara kebenaran dan kebahagiaan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Candra Arista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16 – Hampir Terlalu Jauh

Jantung Alya berdetak sangat kencang.

Kalimat Raka barusan masih terngiang jelas.

“…akhir-akhir ini kamu mulai sering membuat saya lupa tentang perjanjian kita.”

Alya membeku di tempat.

Pergelangan tangannya masih digenggam pria itu, terasa hangat dan erat, membuat pikirannya makin kalut.

Ia tidak tahu mana yang lebih berbahaya—

Kalimat Raka…

Atau fakta bahwa dirinya sangat ingin mendengarnya lagi.

“Alya.”

Suara pria itu sangat rendah sekarang.

Dan Alya sadar, kalau ia menoleh sekarang, situasinya mungkin akan berubah menjadi sesuatu yang tidak bisa mereka ubah kembali.

Namun perlahan—

Ia tetap menoleh.

Dan kesalahan terbesar malam itu adalah melihat tatapan Raka dari jarak sedekat ini.

Tidak dingin.

Tidak datar.

Tatapan itu terlalu fokus.

Terlalu nyata.

“Apakah kamu sadar apa yang baru kamu katakan?” tanya Alya pelan.

Raka tidak langsung menjawab.

Tatapannya turun sebentar ke bibir Alya sebelum kembali ke matanya.

Gerakan kecil itu pun sudah cukup membuat napas Alya tersendat.

“Saya sadar.”

Jawaban tenang itu justru membuat suasana makin genting.

Karena berarti—

Raka tidak asal bicara.

“Aku pikir…” Alya mencoba menahan kegugupannya, “kita sepakat untuk menjaga jarak.”

“Kita juga sepakat untuk berpura-pura.”

Nada suara Raka rendah dan tenang.

“Tapi akhir-akhir ini, saya tidak yakin mana yang pura-pura.”

Kalimat itu mengena tepat ke dada Alya.

Dan untuk beberapa detik—

Ia benar-benar kehilangan kemampuan berpikir.

Pria ini terlalu jujur malam ini.

Terlalu dekat.

Dan Alya mulai takut dengan perasaannya sendiri.

“Raka…”

Namanya keluar pelan dari bibir Alya.

Pertama kalinya tanpa sapaan formal.

Dan sesuatu di mata Raka langsung berubah.

Lebih dalam.

Lebih gelap.

Pegangan di pergelangan tangan Alya perlahan melemah, tapi pria itu tidak benar-benar melepaskannya.

Seolah memberi kesempatan pada Alya untuk pergi kalau memang ingin.

Namun masalahnya—

Alya tidak bergerak.

Hening memenuhi dapur besar itu.

Hanya suara detak jam dinding yang terdengar samar di kejauhan.

Dan entah siapa yang bergerak lebih dulu—

Raka melangkah mendekat.

Satu langkah kecil saja.

Namun cukup membuat jarak mereka hampir tidak ada.

Napas Alya langsung tertahan.

“Aku rasa…” gumam Alya gugup, “ini ide buruk.”

“Mungkin.”

“Tapi kamu tetap melakukannya.”

Tatapan Raka tidak berpindah sedikit pun.

“Kamu juga tidak menghentikan saya.”

Kalimat itu membuat jantung Alya nyaris berhenti.

Karena itu benar.

Ia bisa saja menarik tangannya.

Bisa saja pergi sejak tadi.

Tapi ia tidak melakukannya.

Dan itu berarti sesuatu yang bahkan belum berani ia akui pada dirinya sendiri.

Perlahan, tangan Raka terangkat menyentuh sisi wajah Alya.

Lembut.

Sangat lembut.

Seolah pria itu takut membuatnya menjauh.

“Alya.”

Nada suara itu hampir seperti bisikan sekarang.

Dan Alya tahu—

Mereka sudah terlalu jauh dari sekadar pasangan kontrak.

Tatapan mereka terkunci.

Jarak mereka tinggal hanya beberapa sentimeter.

Alya bahkan bisa merasakan napas Raka.

Dan untuk sesaat—

Ia benar-benar berpikir pria itu akan menciumnya.

Jantungnya berdetak tak beraturan.

Tubuhnya menegang.

Namun anehnya—

Ia tidak ingin mundur.

Ponsel Raka tiba-tiba berdering nyaring.

Keduanya langsung tersentak.

Seolah baru tersadar dari sesuatu.

Raka menutup mata sejenak sambil mengembuskan napas perlahan dengan frustrasi.

Sementara Alya lekas mundur satu langkah dengan wajah memerah.

“Aku… aku harus tidur.”

Kalimat itu keluar terlalu cepat.

Terlalu panik.

Namun Alya tidak peduli.

Karena kalau tetap di sana beberapa detik lagi, ia benar-benar takut sesuatu akan terjadi.

Dan yang paling buruk—

Ia tidak yakin akan menolaknya.

Raka melirik layar ponselnya sebentar.

Tatapannya langsung berubah dingin lagi.

Vanessa.

Alya melihat perubahan ekspresi itu.

Dan entah kenapa, rasa hangat yang tadi memenuhi dadanya langsung sedikit memudar.

“Telepon penting?” tanyanya pelan.

Raka mematikan panggilan itu tanpa mengangkatnya.

“Tidak.”

Namun beberapa detik kemudian, ponselnya berdering lagi.

Dan lagi.

Dan lagi.

Alya memaksakan senyum kecil.

“Kamu sebaiknya angkat.”

Tatapan Raka kembali padanya.

Seolah pria itu tahu suasana tadi sudah hancur.

Dan mungkin memang itu yang membuat ekspresinya terlihat sedikit kesal sekarang.

“Saya akan menyelesaikannya cepat.”

Alya mengangguk kecil.

Lalu tanpa menunggu lagi, ia segera keluar dari dapur.

Namun semakin jauh langkahnya—

Semakin kacau pikirannya.

---

Begitu masuk kamar, Alya langsung menutup pintu lalu bersandar lemas di baliknya.

Dadanya terengah-engah.

“Astaga…”

Ia menutup wajah dengan kedua tangan.

Apa yang hampir terjadi tadi?

Dan kenapa dirinya sama sekali tidak berusaha menghentikannya?

Alya berjalan mondar-mandir di kamar sambil mengacak rambut frustrasi.

Ini buruk.

Sangat buruk.

Karena perasaan yang mulai tumbuh di antara mereka sudah tidak terlihat seperti pura-pura lagi.

Dan Alya takut.

Takut kalau semua ini hanya sementara.

Takut kalau pada akhirnya ia yang akan jatuh sendirian.

Ia duduk perlahan di tepi kasur sambil memeluk lutut.

Lalu tanpa sadar—

Bayangan Vanessa muncul di kepalanya.

Wanita cantik.

Elegan.

Sempurna untuk dunia Raka.

Berbeda jauh dengan dirinya.

Dan tiba-tiba saja—

Rasa percaya diri Alya mulai berkurang sedikit demi sedikit.

---

Sementara itu, di lantai bawah, Raka berdiri sendirian di balkon belakang kediaman sambil menerima panggilan dengan wajah dingin.

“Apa maumu?” tanyanya datar.

Suara Vanessa terdengar santai dari seberang.

“Kamu lama sekali mengangkat telepon.”

“Saya sibuk.”

“Hm.” Vanessa tertawa kecil. “Dengan istrimu?”

Tatapan Raka langsung mengeras.

“Jangan mulai.”

“Aku cuma penasaran.” Nada wanita itu terdengar ringan. “Kamu benar-benar berubah.”

“Saya tidak berubah.”

“Kamu bahkan tidak pernah membiarkan perempuan tinggal di rumahmu terlalu lama.”

Hening sesaat.

Lalu Vanessa melanjutkan dengan suara lebih pelan—

“Tapi sekarang kamu terdengar seperti pria yang mulai jatuh cinta.”

Rahangan Raka langsung mengeras.

“Cukup.”

“Jadi aku benar?”

“Saya tidak punya waktu untuk permainanmu.”

Vanessa tertawa kecil lagi.

Namun kali ini terdengar lebih tajam.

“Hati-hati, Raka.”

Tatapan pria itu berubah dingin.

“Maksudmu?”

“Kalau kamu benar-benar mulai menyukai wanita itu…” jeda singkat, “…maka dia akan jadi kelemahan terbesarmu.”

Sambungan telepon terputus.

Namun kata-kata itu tertinggal jelas di kepala Raka.

Pria itu berdiri diam beberapa detik di tengah udara malam.

Lalu perlahan menoleh ke arah lantai atas—

Ke arah kamar Alya.

Dan untuk pertama kalinya sejak bertahun-tahun—

Raka mulai merasa takut pada sesuatu.

Bukan pada bisnis.

Bukan pada musuh.

Tapi pada kemungkinan kehilangan seseorang yang perlahan mulai berarti baginya.

1
Mtch🍃
Tiba tibaaa bngt
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!