NovelToon NovelToon
Selamat Tinggal Orang Yg Kusayang

Selamat Tinggal Orang Yg Kusayang

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Penyesalan Suami / Dunia Masa Depan
Popularitas:785
Nilai: 5
Nama Author: Arsih Mom

"Bukan berarti apa yang dekat dengan kita adalah yang terbaik, bisa jadi kebaikan itu ada jauh dari kita ataupun tidak terlihat"
Aku pergi karena sangat menyayangi kalian, suatu saat nanti jika masih ada kesempatan aku akan menjemput kalian.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arsih Mom, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Terlahir Bukan Karena Kemauanku

Tangisan nyaring seorang bayi perempuan pagi itu membuat kegaduhan warga desa Jadi mulia.

..."Owek...owek...owek... "...

..."Cepat , cepat panggil Bidan untuk menolong ibunya!"...

Teriakan yg saling bersahutan karena panik melihat begitu banyaknya darah yang keluar dari wanita yang dengan gigih dan penuh perjuangan melahirkan bayinya itu.

..."Santika mengalami pendarahan hebat Pak, kalau kita tidak segera bertindak bisa jadi nyawanya tak tertolong lagi!"...

Kalimat yang membuat semakin panik dan membuyarkan pikiran Santana, membuatnya tidak berfikir panjang dan meminta Bidan untuk membawanya ke rumah sakit di kota.

Dengan modal nekat tanpa memikirkan biaya Santana membopong istrinya yang masih berlumuran darah itu.

(Tidak....aku harus menyelamatkan Santika) tatapan mata yang berkaca dari Santana saat memandang istrinya yang tidak sadarkan diri bersandar di pangkuannya.

Tiba di rumah sakit kota, Santana dengan ditemani Bidan desa itu menuju ruang UGD.

..."Dokter, selamatkan istri saya!"...

dengan paniknya Santana memohon pada Dokter yang berada di ruang UGD untuk segera menolong istrinya.

..."Baik Pak, tolong tunggulah di luar dulu agar tidak mengganggu pekerjaan kami."...

Masih dengan wajah panik bercampur sedih Santana hanya bisa duduk di teras depan UGD sambil meratapi nasib yang selama ini tidak pernah berpihak padanya.

(Kenapa Engkau tidak berhenti mengujiku Ya Allah, kenapa harus aku?)

Hati Santana terus berkecamuk seakan protes pada Sang Pencipta karena nasib yang Dia alami tidak sebaik saudara-saudaranya.

Orang yang berlalu lalang di rumah sakit itu terlihat sibuk dengan urusannya masing-masing. Tampang dan kondisi Santana sama sekali tidak memicu orang untuk bersimpati padanya.

Meskipun demikian Santana terus berkomat-kamit berdoa untuk keselamatan istrinya.

Hampir dua jam lamanya Santika mendapat penanganan dari team medis di ruang UGD.

..."Bagaimana istri saya Dokter?"...

Sambil berlari kecil Santana menghampiri Dokter yang menangani istrinya.

Wajah Dokter jaga UGD yang terlihat lelah dan lesu itu membuat Santana semakin takut.

..."Pak, Anda harus siap dengan apa yang akan terjadi nanti pada istrinya."...

Semakin ketakutan lagi, Santana menarik baju Dokter jaga. Sambil gemetaran Dia mengeluarkan ucapannya, kalimat yang begitu terasa berat baginya.

..."Apa istri saya tidak bisa tertolong Dok?"...

Melihat kondisi Santana, Dokter jaga mengajaknya untuk masuk ke ruang Dokter.

Terlihat dari luar begitu seriusnya wajah Santana saat mendapatkan arahan dan informasi dari Dokter jaga tentang kondisi istrinya.

Satu jam kemudian Santana keluar dari ruang Dokter dengan tubuh yang lemas dan tanpa harapan lagi. Langkah kakinya yang semakin menjauh dari ruang UGD berjalan lambat menuju ruang ICU.

..."Dari mana aku bisa mendapatkan uang sebanyak itu untuk biaya pengobatan mu Santika? Hiks...hiks..."...

Air mata Santana tak terbendung lagi dan saling berlomba jatuh membasahi pipinya.

Lagi-lagi Dia hanya bisa meratapi nasib yang hidupnya terasa berat setelah Dia memutuskan untuk meninggalkan rumah dan hidup bersama Santika.

Ditengah kesedihannya, datanglah Bidan desa yang ikut menolongnya tadi.

..."Pak, pulanglah dulu biarkan istri Anda istirahat dan ditangani pihak rumah sakit."...

Santana memandang Bidan desa dengan wajah memelasnya.

..."Saya mau di sini menemani istri saya Bu."...

..."Kalau Bapak tetap di sini, bagaimana dengan anak perempuan Bapak? Dia juga butuh Bapak di rumah."...

Seakan mengabaikan ucapan Bidan dan masih terhanyut dengan kesedihannya, Santana masih saja tetap tidak mau meninggalkan istri tercintanya yang terbaring masih tak sadarkan diri di ruang ICU.

..."Saya tidak mau anak itu, berikan pada orang saja, saya masih ingin hidup bersama Santika."...

tanpa ragu dan dengan penuh keyakinan Santana secara langsung menolak kelahiran bayi perempuannya yang baru saja lahir.

Wajah penuh dengan tanda tanya menyelimuti Bu Bidan.

..."Apa kamu sadar dengan ucapan mu Pak?"...

Tetap dengan keputusannya, Santana menegaskan kembali ke Bu Bidan kalau Dia benar-benar tidak mau menerima anak kandungnya sendiri. 

Tidak mau menambah suasana menjadi semakin runyam, Bu Bidan dengan langkah ragu meninggalkan Santana yang masih sibuk dengan tatapan kosong nya.

(lebih baik kutinggalkan Dia sendiri dulu, kalau besok sudah terlihat tenang akan kucoba mengajaknya bicara kembali)

Karena memang Dokter melarang pasien untuk dikunjungi, Santana hanya bisa menunggunya di luar. Suara protes cacing dalam perutnya pun sama sekali tidak Dia hiraukan. Wajahnya yang terlihat berantakan dan kumal itu, sedikit memancing perhatian seorang pria tua yang sedang menunggu istrinya sakit.

..."Nak, siapa yang sakit?"...

Awalnya Santana sangat malas untuk menjawab pertanyaan pria tua itu. Dia hanya diam dan mengalihkan pandangannya ke arah lain.

Melihat tingkah Santana, pria tua itu tidak pantang menyerah. Dia semakin mendekat dan duduk di sampingnya.

..."Aku sangat tahu apa yang kamu rasakan saat ini, karena aku juga pernah merasakan hal yang sama."...

Mendengar ucapan itu Santana menjadi goyah dan mulai beralih pandangan pada pria tua itu.

..."Apa maksud Bapak, apa istri Bapak juga berada di dalam sana?"...

Dengan sedikit gemetar Santana menunjukan jarinya ke arah ruang ICU.

..."Ya... Dia sudah berada di dalam sana untuk waktu yang cukup lama"...

Sebaliknya pria tua itu berdiri dan berjalan menjauh dari Santana. Santana hanya bisa memandang kepergian pria tua itu tanpa bisa berkata-kata lagi.

(apa yang terjadi dengan Dia dan apakah deritanya melebihiku?)

Setelah kepergian pria tua itu Santana menjadi sedikit lega meskipun ada banyak pertanyaan yang bernaung di kepalanya.

Tidak terasa waktu berjalan dengan cepatnya. Santana yang ingin beranjak ke kamar kecil dengan langkah pelan Dia mencari toilet. Dalam perjalanan nya Dia melewati mushola yang sudah banyak orang keluar karena sudah selesai menunaikan sholat Isya. Dia tahu dan sadar bahwasanya hari itu Dia banyak meninggalkan waktu untuk ibadahnya. Yang biasanya Dia enggan untuk meninggalkan sholat tapi hari itu entah setan mana yang merasukinya hingga Dia sama sekali lupa dengan Penciptanya.

Langkah pelannya terhenti saat Dia mau melangkahkan kakinya ke toilet dekat mushola. Pandangannya tertuju pada sosok pria tua yang duduk bersimpuh dengan khusyuk menengadahkan tangannya sambil meneteskan air mata.

(Bukannya Dia pria yang tadi, apa kira-kira doa yang dimintanya?)

Keberadaan Santana di tempat itu ternyata menarik perhatian seseorang yang biasa membersihkan mushola itu.

..."Kenapa Mas, siapa yang kamu lihat?"...

Keseriusan Santana dikejutkan dengan suara yang terdengar asing ditelinganya. Dia hanya mengarahkan pandangannya ke arah pria tua yang masih bersimpuh di dalam mushola.

..."Oh... Dia, ya... setiap manusia itu pasti mempunyai ujian yang berbeda Mas. Namanya Darmawan, Dia sudah tinggal di Rumah Sakit ini kurang lebih tiga bulanan. Ujiannya cukup berat Mas, seandainya pun itu saya, belum tentu bisa sekuat dan setabah Dia."...

Seperti terhipnotis dengan cerita penjaga mushola, Santana sama sekali tidak memalingkan pandangannya dari sosok pria yang bernama Darmawan. Hingga tak terdengar lagi cerita itu, Santana baru sadar kalau Dia ternyata masih berdiri sendirian di samping mushola.

(kemana pria tadi, kenapa cepat sekali menghilang)

Tidak sia-sia Santana berdiri lama di dekat mushola, Dia perlahan masuk ke tempat wudlu dan ingin menebus waktu ibadahnya yang sudah Dia tinggalkan pada hari itu.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!