NovelToon NovelToon
Realita Menikah

Realita Menikah

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Nikahmuda / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: Cattygril

Menikah muda terdengar indah di mata banyak orang—tentang cinta, perhatian, dan hidup bahagia bersama pasangan. Namun, bagi Elvara Naomi Wijaya, kenyataannya jauh berbeda. Setelah resmi menjadi istri Arsen Rafael Mahardika, pria dingin dan ambisius yang sangat ia cintai, Elvara mulai menyadari bahwa pernikahan bukan hanya soal rasa cinta.

Di balik rumah mewah dan status sebagai pasangan sempurna, mereka perlahan terjebak dalam kesalahpahaman, ego, luka batin, dan rahasia yang tidak pernah terungkap sebelumnya. Arsen yang sulit mengekspresikan perasaan membuat Elvara merasa sendirian di dalam hubungan mereka sendiri.

Saat masalah demi masalah datang menghancurkan ketenangan rumah tangga mereka, Elvara harus memilih—bertahan demi cinta yang masih ia perjuangkan, atau melepaskan semuanya sebelum dirinya hancur lebih dalam.

Karena terkadang, realita menikah tidak seindah janji di hari akad.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cattygril, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10 (Terlalu Sibuk untuk Menyadari)

...HAPPY READING...

...🧸💕...

Keesokan paginya, Kael Sebastian Pranata bangun dengan satu tujuan yang terus memenuhi pikirannya sejak semalam, Ia harus menemui Elvara Apa pun caranya. Setelah melihat sendiri Arsen makan malam diam-diam dengan Vivian dan pertengkaran yang terjadi di restoran, Kael merasa tidak bisa terus diam. Elvara berhak mengetahui kenyataannya. Setidaknya, itulah yang menurutnya benar.

Pukul sembilan pagi.

Kael sudah berada di depan Elvéra Atelier.

Namun saat ia masuk ke dalam butik, Nayla langsung menyambutnya.

"Nyari Kak El?"

Kael mengangguk. "Dia ada?"

Nayla menggeleng. "Dari pagi udah keluar."

"Kemana?"

"Ada klien wedding yang minta fitting di hotel."

Kael menghela napas pelan. "Kalau gitu aku tunggu."

Namun satu jam berlalu, Lalu dua jam.

Elvara tetap belum kembali.

… 

Menjelang siang.

Kael akhirnya mencoba menghubungi Elvara, Namun panggilannya tidak diangkat. Tak lama kemudian, sebuah pesan masuk.

Elvara: "Maaf Kael, lagi sibuk banget. Ada apa?"

Kael menatap layar ponselnya cukup lama, Jariknya terasa gatal untuk langsung menceritakan semuanya. Namun ia tahu hal seperti ini tidak pantas disampaikan lewat pesan.

Kael: "Aku perlu ketemu kamu. Penting."

Beberapa menit kemudian balasan datang. Elvara: "Hari ini susah banget. Jadwalku penuh sampai malam."

Kael mengusap wajahnya kasar.

Seolah semesta memang tidak memberinya kesempatan.

Sementara itu...

Di sisi lain kota, Elvara benar-benar tidak sempat memegang ponselnya.

Sejak pagi ia berpindah dari satu klien ke klien lain, Ada pengukuran gaun pengantin.

Revisi desain, pemilihan kain.

Dan rapat kecil dengan vendor dekorasi yang bekerja sama dengan butiknya.

"Bu El, klien berikutnya sudah datang."

"Baik, lima menit lagi."

Elvara tersenyum profesional sambil membuka map desain baru, Ia sama sekali tidak tahu bahwa semalam Arsen dan Kael hampir berkelahi karena dirinya, dan ia juga tidak tahu bahwa Kael sedang berusaha keras mencarinya sejak pagi.

Pikirannya saat ini hanya fokus pada pekerjaan, Karena semakin sibuk dirinya— Semakin sedikit waktu untuk memikirkan masalah rumah tangganya.

Namun tanpa disadari Elvara...

Di saat ia bekerja keras mempertahankan hidup dan pernikahannya, rahasia besar yang disembunyikan Arsen perlahan mulai mendekati titik di mana semuanya tidak akan bisa disembunyikan lagi.

Sore itu, Elvara baru saja menyelesaikan fitting terakhirnya, Ia menghela napas lega sambil meregangkan bahunya yang pegal.

"Alhamdulillah, selesai juga," gumamnya pelan. Nayla yang sedang memeriksa jadwal langsung tertawa kecil.

"Kak El, hari ini rekor sih. Dari pagi sampai sore nggak berhenti."

Elvara ikut tersenyum. "Musim nikahan."

Namun belum sempat ia duduk lebih lama, salah satu pegawai butik tiba-tiba menghampirinya.

"Kak El."

"Hm?"

"Ada yang nunggu di luar."

Elvara mengernyit bingung. "Klien lagi?"

Pegawai itu menggeleng. "Bukan."

Elvara berjalan menuju pintu butik.

Dan begitu keluar...

Langkahnya langsung terhenti, Karena sebuah mobil hitam yang sangat dikenalnya terparkir tepat di depan butik. Arsen bersandar santai di samping mobil sambil menunggu.

"Arsen?"

Pria itu langsung menoleh.

Ada sedikit kelegaan yang tidak sempat ia sembunyikan saat melihat Elvara baik-baik saja.

"Udah selesai?"

Elvara tampak terkejut. "Tumben jemput aku."

Biasanya mereka pulang sendiri-sendiri karena sama-sama sibuk.

Arsen berjalan mendekat. "Aku kebetulan selesai lebih cepat."

Itu bohong.

Sejak siang tadi pikirannya terus tidak tenang. Bukan karena pekerjaan, Melainkan karena Kael. Arsen tahu Kael melihat dirinya bersama Vivian semalam.

Dan ia juga tahu pria itu cukup peduli pada Elvara, terlalu peduli. Karena itulah sejak tadi Arsen beberapa kali mengecek ponselnya, khawatir Kael sudah menemui Elvara dan membongkar semuanya.

"Kamu kenapa?" tanya Elvara heran.

"Nggak kenapa-kenapa."

"Kamu kelihatan tegang."

Arsen tersenyum tipis. "Cuma capek." 

Elvara mengangguk pelan, tidak curiga sedikitpun. Sementara itu, di dalam saku jasnya, ponsel Arsen bergetar.

Satu pesan masuk: Dari Kael.

Arsen langsung menegang, Namun ia tetap mempertahankan ekspresi datarnya di depan Elvara. Saat wanita itu menoleh sebentar ke arah butik, Arsen diam-diam melirik layar ponselnya.

Pesan itu singkat. Kael: "Kita perlu bicara."

Rahang Arsen langsung mengeras, Karena ia tahu— Pesan itu bukan tentang pekerjaan.

Arsen langsung mematikan layar ponselnya begitu melihat Elvara kembali menoleh ke arahnya.

"Siapa?" tanya Elvara penasaran.

Arsen memasukkan ponselnya ke saku jas.

"Ah, klien."

Ia berbohong dengan tenang. "Aku anter pulang kamu dulu ya. Ada meeting dadakan."

"Oh..." Elvara mengangguk kecil. "Oke. Tapi kamu udah makan?"

Pertanyaan sederhana itu kembali membuat Arsen merasa tidak nyaman.

Karena beberapa jam lalu ia justru makan malam bersama Vivian. "Sudah kok."

Elvara tersenyum tipis. "Kamu nggak papa aku pulang telat nanti malam?"

"Nggak papa." Elvara menggeleng. "Tapi kamu hati-hati nanti kalau pulang malam."

Tatapan Arsen sempat melembut sesaat. "Iya."

Lalu ia membuka pintu mobil untuk Elvara. "Yaudah, masuk."

Elvara terkekeh kecil. "Terima kasih."

Setelah memastikan istrinya masuk dengan nyaman, Arsen menutup pintu mobil dan berjalan ke kursi pengemudi. Sepanjang perjalanan pulang, Elvara terlihat cukup lelah. Beberapa kali wanita itu menguap pelan sambil melihat pemandangan di luar jendela.

Sedangkan Arsen...

Pikirannya sama sekali tidak berada di dalam mobil itu, Pesan Kael terus terbayang di kepalanya: "Kita perlu bicara."

Arsen tahu betul apa yang ingin dibicarakan pria itu, dan itu membuatnya semakin gelisah. Tak lama kemudian, mereka tiba di apartemen.

"Aku masuk dulu ya," ucap Elvara sambil melepas sabuk pengamannya.

Arsen mengangguk. "Istirahat yang cukup."

"Kamu juga."

Elvara sempat tersenyum sebelum turun dari mobil. Arsen memperhatikan sampai wanita itu benar-benar masuk ke dalam gedung, Barulah setelah sosok Elvara menghilang dari pandangan, ekspresinya berubah serius. Ia langsung mengambil ponselnya.

Membuka pesan dari Kael, Lalu mengetik balasan singkat. Arsen: "Di mana?"

Tak sampai satu menit kemudian, balasan masuk. Kael: "Rooftop Hotel Arkantha. Sekarang."

Arsen menatap layar ponselnya beberapa detik. Ia tahu pertemuan ini tidak akan berjalan baik, Namun cepat atau lambat— Ia memang harus menghadapi Kael.

Bersambung….. 

1
Cattygril
okee
mba mawar34
oh noo gw pikir bakalan sama kael
Cattygril: haha, tidak kk
total 1 replies
mba mawar34
Next💪😍
mba mawar34
ceritanya bgus, dan oke di baca
Cattygril: terimakasih☺
total 1 replies
mba mawar34
semangat thir💪😍
Cattygril: iya dongg👌☺
total 1 replies
cynth
Everyone biggest nightmare.
Cattygril: heee☺
total 1 replies
Amelia
Next😍
Amelia
iya Thor gak papa, semangat trus update ya💪😍
Cattygril: terimakasih yaa😭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!