Hidup Bang Jack berubah drastis setelah memasang aplikasi asing. Ia mendadak memiliki kekuatan fisik luar biasa dan akses misi rahasia negara.
Jack harus melawan jaringan mafia yang berkolusi dengan penguasa. Bukti dikumpulkan, kejahatan diungkap, dan pelaku diamankan.
Mampukah ia mengantarkan keadilan agar selamat sampai di tujuan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Na-Hyun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ancaman Telepon
Laras senapan mesin yang panjang itu teracung tepat ke arah dahi Bang Jack. Jari pelatuk sudah ditekuk, siap melepaskan hujan peluru kapan saja.
"Kalian benar-benar nekat. Melakukan pembunuhan di jalan raya begini."
"Kamu sudah terlalu banyak ikut campur bocah. Mati saja, dan jangan melawan!"
Dorr! Dorr! Dorr!
Tembakan meletus keras memecah keheningan malam. Namun Bang Jack sudah mengantisipasinya. Ia menekan tombol pertahanan di stang motor.
Sebuah perisai energi transparan muncul seketika melindungi tubuhnya.
Tring! Tring! Tring!
Semua peluru memantul dan berjatuhan ke aspal tak berdaya.
"Apa ini? Gila! Kenapa peluru tidak tembus?" teriak penembak itu panik.
"Giliranku!"
Bang Jack memutar gas penuh dan menabrak bumper depan mobil sedan itu.
Brak!
Mobil mahal itu terpental mundur beberapa meter dan penyok. Penembak dan supirnya terlempar keluar karena hantaman keras tadi.
Bang Jack turun dari motor dan berjalan mendekati mereka yang meringis kesakitan.
"Siapa yang menyuruh kalian? Jawab atau Aku hancurkan tulang-tulang kalian!"
"Kami... kami hanya disuruh! Kami tidak tahu nama bosnya!"
"Omong kosong! Kalian pasti tahu setidaknya panggilannya!"
"Mereka memanggilnya Tuan Hitam! Dia yang memegang kendali semua!"
"Tuan Hitam? Baiklah. Itu cukup buat Aku cari tahu."
Bang Jack melumpuhkan kedua orang itu dengan satu pukulan ringan di leher. Mereka langsung pingsan tak sadarkan diri.
"Biarkan polisi yang mengurus kalian nanti. Aku tidak punya waktu."
Bang Jack kembali naik ke atas motor dan melaju kencang menuju rumahnya. Pikirannya kalut memikirkan ancaman terhadap ibunya. Ia harus cepat sampai. Sesampainya di rumah, suasana terlihat tenang dan lampu ruang tamu menyala redup.
Ia melihat sekeliling dengan hati-hati menggunakan indra penglihatan yang ditingkatkan. Tidak ada orang asing. Tidak ada jejak kaki mencurigakan.
Aman.
"Ibu... Ibu ada di rumah?" panggilnya pelan sambil membuka pintu.
Seorang wanita paruh baya keluar dari kamar dengan wajah khawatir.
"Jack? Kamu baru pulang nak? Kenapa wajahmu pucat begitu?"
"Tidak apa-apa Bu. Jack cuma kecapekan saja habis narik seharian."
Bang Jack memeluk ibunya erat-erat. Rasanya lega bisa melihat ibu selamat.
"Jangan khawatirkan Ibu nak. Ibu baik-baik saja di rumah. Kamu hati-hati di luar."
"Iya Bu. Sekarang Ibu tidur saja ya. Jack mau mandi sebentar terus istirahat."
Ia membantu ibunya kembali ke kamar dan memastikan pintu terkunci rapat. Setelah yakin aman, Bang Jack duduk di teras rumah untuk menenangkan pikiran.
Tiba-tiba ponselnya bergetar lagi. Panggilan masuk dari nomor tidak dikenal.
Sama persis dengan nomor yang menelepon tadi sore.
"Halo?"
"Bagus. Kamu masih hidup. Ternyata Kamu lebih tangguh dari dugaan kami."
"Kamu Tuan Hitam kan? Jangan main kucing-kucingan lagi! Tunjukkan wajahmu!"
"Sabar anak muda. Aku tidak suka orang yang terlalu emosional.
"Apa maumu sebenarnya? Uang? Jabatan? Atau kekuasaan?"
"Aku mau Kamu berhenti. Hentikan semua penyelidikan dan lupakan soal makanan sekolah."
"Dan sebagai imbalannya? Kamu biarkan aku dan ibuku hidup tenang?"
"Tepat sekali. Kamu dapat uang banyak, kami dapat kelancaran bisnis. Sama-sama untung, kan."
"Gila! Kalian mencuri hak anak-anak demi perut sendiri! Aku tidak akan pernah setuju!"
"Jangan bodoh Bang Jack. Kamu pikir Kamu bisa melawan seluruh sistem sendirian?"
"Aku punya kekuatan dan Aku punya kebenaran di pihak Aku!"
"Kekuatan bisa dibeli. Kebenaran bisa diputar-putar balikkan sesuai keinginan kami."
"Dengar baik-baik peringatan terakhirku. Besok pagi hapus semua data dan berhenti. Kalau tidak... besok malam Kamu akan menguburkan ibumu sendiri dengan tanganmu."
"JANGAN PERNAH KAAMU SENTUH IBUKU! AKU BUNUH KALIAN DULU SEBELUM ITU TERJADI!"
"Kita lihat saja siapa yang membunuh duluan. Ingat kata-kataku Bang Jack. Pilihan ada di tanganmu."
Telepon dimatikan. Bang Jack mengepalkan tangannya kuat-kuat hingga arinya memutih. Amarahnya memuncak tak tertahankan. Musuhnya benar-benar tidak punya hati nurani.
"Sistem! Beri aku kekuatan lebih! Aku butuh kekuatan untuk melindungi orang yang aku sayangi!"
[DETEKSI EMOSI LUAR BIASA. SYARAT TERCAPAI.]
[SKILL BARU AKTIF: KECEPATAN KILAT LEVEL 1.]
[KEMAMPUAN: BERGERAK LEBIH CEPAT DARI MATA MANUSIA BIASA.]
"Bagus! Kecepatan! Itu yang aku butuhkan sekarang!"
Tiba-tiba dari arah belakang rumah terdengar suara kaca pecah dan teriakan histeris.
"Aaaa! Jangan! Tolong!"
Itu suara ibunya! Suara ketakutan.
"IBUUUU!!!"
Bang Jack melompat masuk lewat jendela dengan kecepatan yang tidak masuk akal. Di dalam kamar, ia melihat tiga orang bertopeng sedang menahan mulut ibunya.
Salah satu dari mereka mengacungkan pisau tajam tepat di leher wanita malang itu. "Berhenti! Kalau satu rambut ibuku rontok, aku pastikan kalian mati!"
Bang Jack melangkah maju dengan mata memancarkan amarah yang tak terbendung. Tiga orang bertopeng itu mundur selangkah, namun pisau di leher ibunya makin menekan.
"Mundur Kamu! Jangan mendekat atau wanita tua ini akan kami tikam sekarang!"
"Lepaskan ibuku! Urusan kita selesaikan berdua! Jangan libatkan orang tak bersalah!"
"Perintah bos jelas. Bawa ibu atau bunuh anaknya. Pilih salah satu!"
"Dasar pengecut! Kalian cuma berani menekan orang lemah!"
Bang Jack mengamati gerak-gerik musuh. Ia butuh celah untuk bergerak cepat.
[SKILL KECEPATAN KILAT SIAP DIGUNAKAN. AKTIFKAN SEKARANG?]
"AKTIFKAN SEKARANG SISTEM!"
Seketika pandangan Bang Jack berubah menjadi lambat gerak. Waktu terasa melambat drastis. Dalam sekejap mata, Bang Jack sudah berpindah posisi tepat di belakang para penculik.
"Apa? Orang itu hilang kemana?"
"Dari mana datangnya?!"
Bugh! Bugh! Bugh!
Tiga pukulan cepat mendarat di tengkuk mereka bertiga secara bersamaan.
Pisau terlepas dari tangan dan mereka ambruk tak sadarkan diri seketika.
"IBU!!"
Bang Jack segera memeluk ibunya yang gemetar ketakutan.
"Nak... itu tadi siapa? Kenapa mereka mau menangkap Ibu?"
"Ibu tenang ya. Mereka orang jahat yang mau mengganggu kita. Sudah aman sekarang."
"Kamu... Kamu bergerak sangat cepat tadi nak. Ibu tidak melihat gerakanmu sama sekali."
"Itu rahasia, Ibu. Jack sudah punya kekuatan untuk melindungi keluarga kita."
Bang Jack segera mengunci semua pintu dan jendela rumah. Ia memeriksa sekeliling sekali lagi.
"Ibu, besok pagi Ibu harus pergi ke rumah saudara di luar kota ya."
"Kenapa nak?"
"Untuk sementara waktu saja Bu. Sampai Jack membereskan semua masalah ini."
"Baiklah nak. Ibu percaya padamu. Hati-hati ya di luar."
Bang Jack membaringkan ibunya dan memastikan ia tidur dengan tenang.
Setelah situasi aman, Bang Jack keluar ke halaman depan untuk mengecek tunggangannya.
Namun apa yang dilihatnya membuat darahnya mendidih kembali. Motor super canggih miliknya kini tergeletak di tanah dengan kondisi hancur lebur.
Bodi penyok parah, kaca spion pecah, dan ban-bannya sudah kempis semua.
"SIAPA YANG MELAKUKAN INI?! JAHANAM!!"
Bang Jack memukul tanah keras dengan penuh emosi. Motor itu bukan sekadar kendaraan. Itu hasil upgrade sistem dan teman setianya dalam bertarung.
Tiba-tiba sebuah pesan suara masuk ke ponselnya. Suara tawa terdengar sangat mengejek.
"Hahaha! Bagaimana rasanya mainan barumu rusak Bang Jack?"
"Kamu?! Kamu yang suruh mereka menyerang rumah dan merusak motorku?!"
"Aku cuma mengingatkan. Kamu bisa lari cepat, tapi tungganganmu tidak."
"Jadi ini balasannya karena Kamu menolak tawaran damai tadi. Kamu benar-benar iblis tak berhati! Apa salahku hah?!"
"Dengar ini. Besok pagi ada pengiriman besar-besaran makanan busuk ke sekolah-sekolah. Kalau Kamu berani menggagalkannya, kali ini bukan motormu yang hancur. Tapi rumah mu akan rata dengan tanah bersama ibumu di dalamnya!"
"JANGAN ANCAM IBUKU! AKU AKAN MENCARI KALIAN!!!!"
Telepon dimatikan. Bang Jack mengepalkan tangannya hingga kukunya menancap ke daging.
Ia memandang motornya yang rusak berat dengan tatapan tajam. "Tenang kawan. Kamu tidak akan mati sia-sia. Aku akan perbaiki jadi lebih kuat."
[DETEKSI KERUSAKAN BERAT. SYARAT UPGRADE ULANG TERCAPAI.]
[BUTUH WAKTU 8 JAM UNTUK REGENERASI DAN TRANSFORMASI BARU.]
[DURASI BISA DIPENDEK DENGAN MENGGUNAKAN POIN REPUTASI.]
"Gunakan semua poin yang aku punya! Aku butuh kendaraan besok pagi!"
[POIN DIGUNAKAN. WAKTU DIATUR ULANG. PROSES DIMULAI.]
Cahaya biru terang kembali menyelimuti tubuh motor yang rusak itu.
Logam-logam penyok perlahan kembali mulus dan menyatu dengan sendirinya. Bang Jack tidak berani tidur. Ia berjaga semalaman di depan rumah sambil memantau proses.
Menjelang subuh, cahaya itu meredup perlahan. Motor kini terlihat berbeda dari sebelumnya. Desainnya makin garang, bodi terbuat dari material hitam pekat yang memantulkan cahaya.
Suara mesin terdengar halus namun menggetarkan hati. Lebih kencang dari sebelumnya.
"Wow! Luar biasa! Kamu makin cantik dan kuat kawan!"
Bang Jack menyalakan mesin. Getarannya terasa sangat powerful dan stabil.
[SPESIFIKASI BARU: KECEPATAN MAKSIMAL 400 KM/JAM.]
[SENJATA INTEGRASI: ROKET PEMBURU DAN PELINDUNG MAKSIMUM.]
Bang Jack memakai jaket hitamnya dan memasang helm. Ia siap menunggu di jalan raya.
Tepat saat matahari mulai terbit, sebuah konvoi besar terlihat dari kejauhan. Lima truk kontainer beriringan dikawal mobil-mobil hitam pengawal.
Itu targetnya.
Makanan busuk yang akan disebar ke sekolah-sekolah.
"Mari kita mulai permainan ini."
Tiba-tiba dari radio komunikasi terdengar suara serak milik komandan konvoi.
"Perhatian semua. Musuh terdeteksi di depan. Siapkan senjata. Hancurkan dia!"