NovelToon NovelToon
SISTEM OJOL PEMBASMI KORUPSI

SISTEM OJOL PEMBASMI KORUPSI

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Action / Penyelamat
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Na-Hyun

Hidup Bang Jack berubah drastis setelah memasang aplikasi asing. Ia mendadak memiliki kekuatan fisik luar biasa dan akses misi rahasia negara.

Jack harus melawan jaringan mafia yang berkolusi dengan penguasa. Bukti dikumpulkan, kejahatan diungkap, dan pelaku diamankan.

Mampukah ia mengantarkan keadilan agar selamat sampai di tujuan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Na-Hyun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Satu Pukulan Jatuh!

Pria gagah itu melangkah maju sambil memainkan golok besar di tangannya dengan lihai. Wajahnya penuh bekas luka pertarungan yang menandakan ia bukan orang sembarangan.

"Aku Jono, penguasa pasar dan wilayah ini. Siapa pun yang lewat wajib bayar upeti."

"Aku tidak peduli siapa namamu. Yang jelas kalian melindungi kejahatan dan merugikan negara."

"Negara? Omong kosong! Di sini aku adalah penguasanya!" teriak Jono. Ia mengangkat goloknya tinggi-tinggi siap mengayunkan tebasan maut ke arah Bang Jack. "Matilah kamu! Jangan harap bisa keluar dari sini hidup-hidup!"

Dug!

Sebelum golok sempat turun, sebuah tinju kosong melesat sangat cepat menghantam dada Jono. Pukulan itu terdengar sangat keras dan memekakkan telinga.

Jono terbelalak kaget. Matanya membesar dan mulutnya terbuka lebar. Golok besar yang ia pegang terlepas dan jatuh ke tanah.

"kamu ... pukulannya ... sakit," gumamnya pelan sebelum tubuhnya ambruk ke depan.

Brak!

Pria yang ditakuti banyak orang itu tumbang tak berdaya hanya dengan satu serangan. Seluruh preman yang melihat kejadian itu pun terdiam kaku dan gemetar ketakutan. Mereka tidak percaya bos mereka yang terkenal kejam bisa kalah begitu mudahnya.

"Apa yang baru saja terjadi? Bos Jono tumbang cuma dengan satu pukulan?"

"Gila! Ini bukan manusia biasa! Dia iblis!"

"Lari kawan! Kita lawan dia pasti mati semua!"

Beberapa orang mulai berbalik badan dan lari tunggang langgang menyelamatkan diri. Namun Bang Jack tidak membiarkan mereka pergi begitu saja. Ia butuh informasi.

"Berhenti semua! Siapa yang lari, nasibnya akan sama seperti bos kalian!" teriak Bang Jack.

Suaranya yang keras dan berwibawa membuat semua orang terpaku di tempat. Mereka berhenti dan berlutut gemetar takut kena marah lagi.

"Maafkan kami Tuan! Kami hanya disuruh! Kami tidak tahu apa-apa!"

"Tenang. Aku tidak mau menyakiti orang yang mau bekerja sama. Jawab pertanyaanku."

"Apa saja Tuan! Tanya saja! Kami akan jawab jujur!"

"Siapa yang memberi perintah untuk menukar makanan bagus dengan yang busuk?"

"Itu perintah dari atasan kami di kantor pusat. Nama Pak Rudi, manajer operasional."

"Dan siapa yang melindungi mereka agar tidak pernah diganggu aparat?"

"Ada ... ada orang besar yang backing mereka. Kami tidak berani sebut namanya."

"Katakan! Atau Aku paksa!" ancam Bang Jack sambil melangkah maju.

"Baik! Baik! Namanya Pak Bagyo! Dia pejabat tinggi dinas!"

Bang Jack mengerutkan kening mendengar nama itu. Ternyata oknum berada di dalam sistem itu.

"Jadi mereka bersekongkol dengan pejabat negara. Penipuan tingkat tinggi."

"Benar Tuan. Uang hasil curian dibagi rata di antara mereka berdua."

"Dimana Aku bisa menemukan Pak Rudi dan Pak Bagyo sekarang?"

"Mereka ada di restoran mewah di pusat kota. Sedang berpesta pora dengan uang hasil korupsi."

"Bagus. Terima kasih informasinya. Sekarang kalian boleh pergi."

"Ma... makasih Tuan! Kami janji tidak akan berbuat jahat lagi!"

Mereka semua lari terbirit-birit meninggalkan lokasi kejadian dengan cepat.

Bang Jack mendekati tubuh Jono yang masih pingsan dan menendang pelan kakinya. "Bangun! Jangan pura-pura mati di sini!"

Jono terbangun kaget dan langsung merangkak mundur ketakutan melihat wajah Bang Jack.

"Jangan bunuh Aku! Aku mau tobat! Aku tidak jadi preman lagi!"

"Tenang. Aku tidak bunuh kamu. Tapi kamu harus bantu Aku satu hal."

"Apa Tuan? Apa saja asal jangan pukul lagi. Tulangku rasanya remuk semua."

"Bawa Aku ke tempat Pak Rudi dan Pak Bagyo sekarang juga. Tunjukkan wajah mereka."

"Siap! Siap! Aku antar sekarang juga! Ikut mobil Aku!"

Bang Jack naik ke dalam mobil mewah milik Jono. Mereka berangkat menuju pusat kota.

Di tengah perjalanan, ponsel Bang Jack berdering. Panggilan masuk dari Herman.

"Halo Bang Jack. Laporan datang. kamu benar-benar hebat mengalahkan seluruh pasukan mereka."

"Biasa saja Pak. Tapi Aku dapat info penting. Ada pejabat dinas yang terlibat langsung."

"Siapa namanya? Sebutkan padaku sekarang!"

Suara Herman terdengar sangat serius dan tegas di seberang telepon. Bang Jack menjawab tanpa ragu sedikitpun. Informasi ini sangat krusial.

"Namanya Pak Bagyo, pejabat tinggi di dinas terkait. Dia backing up semua operasi ilegal itu. Dan ada Pak Rudi, manajer operasional perusahaan yang langsung memerintahkan penukaran barang."

"Argh! Benar dugaanku! Kedua orang itu memang tikus berdasi!" umpat Herman kesal.

"Jadi Bapak sudah lama curiga pada mereka? Kenapa tidak ditangkap saja?"

"Masalahnya mereka sangat licik. Selalu bersih dari bukti fisik. Kami butuh saksi mata dan bukti transaksi."

"Tenang Pak. Aku sudah punya rekaman video saat mereka menukar makanan di gudang."

"Bagus sekali! Itu nilai sangat tinggi. Teruskan pengawasanmu ke arah mereka berdua."

"Aku sedang dalam perjalanan menuju tempat mereka berpesta sekarang Pak."

"Hati-hati Bang Jack. Mereka punya banyak pengawal dan koneksi kuat. Jangan gegabah."

"Siap Pak. Aku tidak akan bertindak gegabah sebelum mendapatkan bukti kuat."

Panggilan telepon diputus. Bang Jack melihat ke arah Jono yang menyetir dengan gemetar.

"Kamu dengar itu? Jangan berani-berani bohong atau nasibmu sama buruknya dengan mereka."

"Tidak Tuan! Aku jujur semua. Di restoran itu mereka memang sering makan enak."

"Bagus. Bawa aku masuk dan kenalkan aku sebagai orang baru yang mau diajak kerja sama."

"Maksud Tuan? Kita mau menyamar?"

"Betul. Kita mau lihat langsung wajah-wajah penipu itu dari dekat."

Mobil akhirnya berhenti di depan sebuah restoran mewah bernuansa klasik dan elegan. Bang Jack turun dan memperbaiki penampilannya agar terlihat lebih rapi dan berwibawa.

Mereka berjalan masuk dan langsung menuju ruang VIP di lantai dua. Di sebuah meja besar, terlihat dua pria tengah bersantap dengan lahap dan santai.

Satu orang memakai kemeja batik mahal dan dasi, tampak gagah seperti pejabat tinggi. Orang satunya lagi memakai jas mahal dengan jam tangan berlian di pergelangan tangan.

"Itu dia Pak Bagyo dan Pak Rudi," bisik Jono pelan.

Bang Jack mengangguk pelan lalu berjalan mendekat dengan langkah tenang.

"Selamat makan Tuan Tuan. Maaf mengganggu waktu santai kalian."

Kedua pria itu menghentikan aktivitasnya dan menatap Bang Jack dengan tatapan bingung.

"Eh Jono. Siapa ini? Kenapa bawa orang asing ke sini?" tanya Pak Bagyo ketus.

"Ini Tuan Jack. Dia ... dia investor baru yang berminat masuk ke bisnis kita, Pak."

"Oh? Investor baru? Baguslah. Semakin banyak orang semakin besar keuntungan kita."

Pak Rudi tersenyum lebar lalu menunjuk kursi kosong di hadapannya. "Duduklah Tuan Jack. Mau pesan apa? Makanan di sini luar biasa enaknya."

"Terima kasih. Aku tidak lapar. Aku hanya ingin bicara soal bisnis makanan sekolah."

Wajah kedua pejabat itu langsung berubah tegang mendengar topik yang dibawa Bang Jack.

"Oh? Tuan tahu dari mana soal itu? Bisnis itu cukup rumit dan berisiko tinggi lho."

"Justru karena berisiko, untungnya besar kan? Aku dengar kalian bisa dapat miliaran hanya dengan menukar kardus."

Suasana di meja makan itu langsung berubah menjadi sangat hening dan mencekam. Pak Bagyo meletakkan sendok dan garpunya perlahan dengan wajah yang mulai memerah.

"Tuan Jack sepertinya kamu tahu banyak hal. Apa maksud kedatanganmu sebenarnya?"

"Maksudku sederhana. Aku mau bagian dari hasil curian kalian. Atau Aku lapor ke polisi."

"Wah, berani sekali kamu mengancam kami! kamu tahu siapa kami ini?" bentak Pak Rudi.

"Aku tidak peduli siapa kalian. Hari ini kalian harus bayar utang kalian pada negara dan pada rakyat!"

"Jono! Tangkap orang gila ini! Apa yang kamu tunggu?" teriak Pak Bagyo.

Namun Jono justru mundur ke belakang dan menggelengkan kepala kuat-kuat.

"Maaf Pak. Aku sudah tidak mau ikut-ikutan lagi. Tuan Jack terlalu kuat buat Aku lawan."

"Pengkhianat! Kalian berdua akan menyesal telah menentang kekuasaan kami!"

Pak Bagyo menekan tombol rahasia di bawah meja. Tiba-tiba pintu ruangan terbuka lebar. Masuklah lima orang pria bertubuh kekar mengenakan setelan jas hitam dan kacamata hitam. Mereka adalah bodyguard profesional yang siap membunuh kapan saja.

"Tuan?" tanya salah satu bodyguard dengan suara datar.

"Bunuh mereka berdua sekarang juga! Hancurkan tubuhnya sampai tidak bisa dikenali!"

1
Fajar Fathur rizky
cepat bongkar kebusukan musuhnya thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!