NovelToon NovelToon
ASI Untuk CEO

ASI Untuk CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Nikahmuda / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:6.5k
Nilai: 5
Nama Author: Fitria callista

Menjadi pengasuh CEO yang berpura pura menjadi anak berumur 7 tahun?
CEO bernama Halton Felix berumur 25 tahun, tubuh tinggi kekar dan juga berisi.

Menceritakan kehidupan yang sungguh pahit yang di jalani seorang perempuan polos yang bernama Qiandra Januar Putri. Dia berstatus pelajar kelas 2 di sekolah SMA Negeri yang ada di kota nya.
Dia seorang gadis yang cantik, baik dan juga ramah. Dia adalah anak yatim piatu, yang di tinggal orang tua nya sejak dia duduk di bangku kelas 6 SD.
Setiap hari dia berjualan donat di sekolah untuk menghidupi kehidupan dirinya dan juga adik kandungnya.
Di sekolah Qiandra adalah korban perundungan. Karena semua orang membenci dirinya akibat kemiskinan yang dia jalani.
Qiandra juga disukai Rio Dewandaru tuan muda yang terkenal akan kekayaan dan juga ketampanannya di sekolah.
Alih alih melindungi orang yang dia cintai, tuan muda yang terkenal akan kecerdasannya malah menjadi orang pertama yang ...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitria callista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13.

Sekarang Qiandra duduk di atas kasur, dia mendengar kan arahan Julia dengan sangat baik.

"Apakah kamu mengerti? Apa yang saya kata kan?" Tanya Julia sembari menaik kan satu alis nya.

"Saya mengerti nyonya," Ucap Qiandra dengan nada seperti orang menahan takut.

"Panggil saya mommy, karena sekarang itu kamu menantu saya, bukan pembantu saya." Ucap Julia dengan nada yang ter dengar begitu ketus ke pada menantu nya.

"Maaf kan saya .. Mon - mommy, mungkin karena saya biasa nya memanggil nama ibu saya dengan sebutan ibu, jadi saya merasa sedikit aneh," ucap Qiandra dengan nada suara yang terdengar begitu polos dan juga jujur.

"Oke, saya maaf kan. Hidup saya dan juga anak saya begitu teratur dan juga disiplin, saya harap kamu mengingat dengan baik, waktu waktu yang sudah saya tentu kan tadi. Waktu nya anak saya Felix menyusu, waktu Felix untuk mandi, dan waktu Felix untuk di ajak bicara atau pun di bacakan sebuah cerita.

Semua itu sangat lah berguna untuk merangsang sensor motorik dari otak anak saya, yang sekarang mengalami kelumpuhan di dalam otak nya," Ucap Julia seketika mengubah wajah nya menjadi sendu.

"Saya ber janji Nyo ... eh bukan maksud nya mommy saya akan menaga dan menyayangi tuan Felix segenap jiwa dan juga raga saya," Ucap Qiandra dengan seulas senyum yang sangat tulus.

"Hah," Julia memutar bola mata nya dengan jengah, lalu menghembus kan nafas dengan kasar. Dia tidak mau membuang waktu lebih lama lagi, untuk sesuatu yang menurut nya sesuatu hal yang tidak begitu penting.

"Iya ... iya terserah kamu saja mau manggil suami mu dengan panggilan seperti apa? Saya juga tidak akan pernah mempermasalahkan nya lagi. Sekarang buka kembali baju mu itu!" Ucapan Julia bak sambaran petir di siang bolong bagi Qiandra, tiba tiba pipi Qiandra memerah seperti tomat masak, tentu saja dia sangatlah malu.

Tapi Qiandra teringat dengan ucapan Julia, yang tidak segan segan menghukum orang yang tidak patuh dengan nya, apa lagi? tadi Qiandra mendengar, jika Julia tak segan memotong gaji karyawan nya sebesar 40 persen.

'Jika aku tidak menurut dengan apa yang nyonya Julia kata kan, dia akan memotong gaji atau bayaran yang aku terima sebesar 40 persen. Astaga 40 persen dari 100 juta, berarti jika aku tidak menurut dia akan memotong sebesar 40 juta rupiah,' Batin Qiandra dengan membulat kan mata nya.

Melihat menantu nya yang mematung, dan memasang wajah kaget. Julia yang sudah membuka separuh mulut nya, untuk ber bicara lagi. Akhir nya mengurung kan. kala menantu nya itu, sudah menjawab apa yang dia ucap kan.

"Ba - baik mommy, saya kan membuka baju saya,!" Ucap Qiandra dengan suara ter bata bata, bahkan wajah Qiandra nampak terlihat seperti orang yang habis bertemu dengan hantu.

Qiandra buru buru melepas baju yang dia kenakan. Kini Qiandra juga tampak akan melepas beha yang di gunakan.

"Gak perlu di lepas, lihat lah, beha yang kamu kenakan sudah basah. Karena air asi yang kamu prosuksi terlihat sudah mrembes keluar." Ucap Julia guna mencegah menantu nya itu, agar tidak melepas beha yang dia kenakan.

"Oh, baik mommy," ucap Qiandra.

"Lalu kamu rebahan di sebelah putra ku, kamu miring ke arah kanan," ucap Julia mengarah kan Qiandra.

Qiandra sendiri hanya mengangguk patuh, dia menurut saja, apa yang ibu mertua nya itu kata kan.

Qiandra lalu rebahan di samping suami nya. Tak sengajak tubuh Qiandra menyenggol tubuh suami nya. Ada getaran aneh yang Qiandra rasa kan. Saat dia bersentuhan fisik dengan suami nya.

"Sekarang buka beha bagian kanan mu," ucap Julia masih mengarah kan menantu nya.

"Baik mommy." Qiandra lalu membuka bagian kanan beha nya, dia teringat saat tetangga nya yang baru melahir kan, menyusui anak nya. Hanya salah satu beha yang di buka saat tetangga nya itu, akan menyusui anak nya.

Setelah salah satu cup penutup beha yang di kenakan Qiandra di buka, air asi pun keluar mengucur dengan deras nya.

Wajah Qiandra sendiri, saat ini sangat sulit untuk di deskripsi kan. Karena selain merah padam karena menahan malu. Qiandra juga takjub dengan kemajuan teknologi.

Dia heran, padahal dia tidak hamil.  Tapi dia bisa mengeluarkan asi.

Mata Qiandra membulat sempurna, kala tangan Julia menutup puting asi milik nya, dengan jari.

"Kalau mengucur deras begini, harus nya kamu tutup dulu dengan tangan mu. Saya akan memposisikan anak saya, apa kah dia merespon puting mu itu atau tidak." Ucap Julia dengan wajah yang sangat sulit untuk di arti kan.

"Maaf nyonya, eh .." ucap Qiandra dengan wajah tidak enak.

Julia pun melirik tajam ke arah menantu nya, " maaf mommy." Ucap Qiandra sembari melihat ke arah puting milik nya. Lalu dia menutup air asi yang terus mengucur dengan jari nya.

Bukan tanpa sebab Julia tidak mau di panggil nyonya oleh Qiandra. Karena Julia memang ingin menjadi kan Qiandra menantu yang seutuh nya. Tapi itu hanya harapan. Tetap saja Julia menyerah kan segala sesuatu nya pada tuhan dan juga anak nya.

Julia pun dengan kekuatan ekstra memiringkan tubuh anak nya yang tinggi dan juga gagah itu, Felix bukan orang yang kurus. Tubuh nya tinggi gagah dengan otot bis pax yang terlihat sexy, jadi ibarat kata. Walau pun tubuh Felix tidak terlihat gemuk. Tapi tubuh nya begitu berat. Selain makan banyak banyak, Felix juga suka olah raga di tempat gym.

"Padahal 24 jam lebih gak makan, tubuh kamu masih berat banget!" Gumam Julia dengan suara yang sangat pelan, sembari menyeka keringat yang bercucuran di pelipis nya.

Kali ini, Julia benar benar mengeluarkan, banyak sekali energi.

Karena selain harus berbicara ber ulang ulang, agar menantu nya yang Lola ini mengerti. Dia harus masih olahraga dengan menggeser tubuh bongsor milik anak nya. Karena posisi tadi kurang pas untuk seorang anak yang ingin menyusui ibu nya.

Dengan perjuangan yang ekstra, akhir nya Julia pun sudah mendapat kan posisi yang pas untuk anak nya. Agar anak nya itu bisa menyusu langsung.

"Ini kalau Felix tidak bisa merespon atau tidak bisa menyedot puting mu untuk meminum asi. Nanti kamu harus memompa ASI mu itu dengan alat yang ada di meja, tenang saya akan mengajari mu! Tapi saya tidak akan memberi kan tambahan gaji, walau pun kamu harus bekerja ekstra, dengan meminum kan asi mu itu lewat pipet kecil ini." Ucap Julia ngos ngosan sembari memperlihat kan sebuah pipet kecil di tangan nya.

"Setiap setengah jam, kamu harus meminum kan 2 pipet berisi asi ke anak saya." Ucap Julia lagi.

Tapi jujur jika di suruh memilih, Qiandra memilih memberi kan asi lewat pipet setiap setengah jam, walaupun sekolah nya menjadi taruhan nya. Karena dia akan malu dan merasa tidak nyaman. Padahal belum di susu kan aja asi nya dia merasa begitu malu. Apa lagi?

1
Nurul Mentari
lanjut thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!