NovelToon NovelToon
Kaisar: Menguasai Takhta Dengan Darah

Kaisar: Menguasai Takhta Dengan Darah

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Balas Dendam / Perperangan
Popularitas:7k
Nilai: 5
Nama Author: ikyar

Dikhianati oleh orang-orang yang paling ia percaya, sang kaisar kehilangan segalanya—takhta, kekuasaan, bahkan nyawanya sendiri.
Namun kematian bukanlah akhir.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ikyar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 32

Saat itulah, Yang Chen berjalan mendekat.

Bunyi langkah kaki Yang Chen yang tenang menarik perhatian.

Yang Chen berhenti tepat di samping Lin Feng. Yang Chen tidak menoleh pada Lin Feng. Yang Chen menatap lurus ke arah Master Liu.

"Master Liu," panggil Yang Chen dengan suara datar.

Master Liu mendongak. Mata kecil Master Liu melebar saat mengenali wajah Yang Chen (meskipun penampilan Yang Chen sudah berubah drastis menjadi rapi, Master Liu tidak akan pernah melupakan mata tajam orang yang memberinya resep Cairan Tempering legendaris kemarin).

"Tuan... Tuan Chen!" seru Master Liu. Wajah Master Liu cerah seketika, seolah melihat penyelamat. Master Liu bahkan mengabaikan Lin Feng dan langsung membungkuk hormat pada Yang Chen. "Anda datang! Silakan, silakan masuk ke ruang belakang! Tetua Gu sudah menunggu Anda sejak pagi!"

Respon antusias Master Liu membuat Lin Feng terdiam.

Lin Feng menoleh, menatap Yang Chen dengan tatapan menghina. Lin Feng melihat pakaian Yang Chen—bahan bagus, tapi tidak ada lambang klan. Hanya orang kaya baru.

"Hei," panggil Lin Feng, mengarahkan kipas lipatnya ke wajah Yang Chen. "Siapa kau? Kau tidak lihat aku sedang bicara? Berani memotong pembicaraan Tuan Muda Lin?"

Yang Chen perlahan menoleh. Tatapan Yang Chen turun ke kipas yang menunjuk hidungnya, lalu naik ke mata Lin Feng.

"Kipas itu..." kata Yang Chen pelan. "...kalau kau tidak menyingkirkannya dari wajahku dalam hitungan tiga, aku akan mematahkannya. Bersama dengan jari-jarimu."

Hening.

Pelanggan lain di toko itu menahan napas. Para pelayan toko membeku.

Lin Feng ternganga. Tidak ada orang di kota ini yang berani mengancamnya secara terbuka.

"Kau... kau cari mati!" wajah Lin Feng memerah. "Pengawal! Patahkan kaki orang udik ini dan lempar dia keluar!"

Dua pengawal di belakang Lin Feng langsung bergerak maju. Aura Tingkat 4 mereka meledak, menekan Yang Chen.

"Berhenti!" teriak Master Liu histeris. Master Liu melompat naik ke atas meja konter, merentangkan tangannya melindungi Yang Chen.

Tindakan Master Liu mengejutkan semua orang. Seorang Alkemis terhormat memanjat meja seperti monyet demi melindungi seorang pemuda tak dikenal?

"Tuan Muda Lin!" bentak Master Liu, wajahnya serius. "Jika Anda menyentuh sehelai rambut Tuan Chen di dalam toko ini... saya bersumpah atas nama Paviliun Seribu Herbal, kami akan memutus pasokan obat ke Klan Lin selamanya! Termasuk pasokan untuk Ayah Anda!"

Ancaman itu jauh lebih mengerikan daripada ancaman Lin Feng tadi. Memutus pasokan obat bagi sebuah klan bela diri sama saja dengan hukuman mati lambat.

Lin Feng tertegun. "Apa... Apa maksudmu, Liu Tua? Kau membela orang asing ini daripada aku? Siapa dia sebenarnya?!"

Master Liu turun dari meja, merapikan jubahnya, lalu berdiri di samping Yang Chen dengan sikap hormat seorang bawahan.

"Beliau adalah Tamu VVIP," kata Master Liu tegas. "Statusnya setara dengan Tetua Gu. Lebih tinggi dari Anda, Tuan Muda Lin."

Wajah Lin Feng berubah warna dari merah menjadi ungu, lalu pucat. Status setara Tetua Gu? Tetua Gu adalah tokoh yang disegani bahkan oleh Kepala Klan Lin.

Lin Feng menatap Yang Chen dengan tatapan penuh kebencian dan rasa penasaran. Siapa pemuda ini? Apakah dia anak haram Gubernur Provinsi? Atau murid rahasia sekte besar?

Yang Chen tidak mempedulikan kebingungan Lin Feng. Yang Chen menatap Master Liu.

"Aku tidak punya waktu untuk drama anak-anak," kata Yang Chen dingin. "Bawa aku ke Tetua Gu. Dan siapkan pesanan bahanku."

"Baik! Segera, Tuan!" Master Liu memberi isyarat tangan. "Mari, lewat sini."

Yang Chen mulai berjalan mengikuti Master Liu menuju pintu ruang belakang.

Saat Yang Chen melewati Lin Feng yang masih terpaku, Yang Chen berhenti sejenak.

Yang Chen tidak menoleh, tapi Yang Chen berbisik cukup keras untuk didengar Lin Feng.

"Ginseng Merah itu..." kata Yang Chen. "...energinya terlalu panas untuk teknik kultivasi air milik Klan Lin. Jika kau memakannya sebelum ujian, kau tidak akan menjadi kuat. Kau akan mimisan di atas arena dan mempermalukan leluhurmu."

Setelah mengucapkan kalimat itu, Yang Chen melenggang pergi, menghilang di balik tirai ruang belakang.

Lin Feng berdiri mematung di tengah toko. Tangannya gemetar memegang kipas.

"Dia... dia tahu teknik kultivasi klanku?" batin Lin Feng terguncang. Teknik Sungai Mengalir milik Klan Lin adalah rahasia. Bagaimana orang asing itu bisa tahu hanya dengan melihatnya sekilas?

Rasa malu karena dihina bercampur dengan rasa takut akan pengetahuan misterius Yang Chen membuat nyali Lin Feng ciut.

"Ayo pergi," desis Lin Feng pada pengawalnya. "Kita cari obat di tempat lain."

Lin Feng keluar dari toko dengan langkah cepat, tidak lagi sombong seperti saat masuk tadi.

Sementara itu, di ruang belakang yang sunyi.

Yang Chen duduk di kursi empuk. Master Liu menuangkan teh dengan tangan gemetar.

"Maafkan kejadian tadi, Tuan Chen," kata Master Liu. "Tuan Muda Lin memang manja."

"Lupakan," kata Yang Chen. "Mana barangku?"

Master Liu segera mengambil sebuah kotak kayu hitam dari lemari besi.

Master Liu meletakkannya di depan Yang Chen dan membukanya.

Di dalamnya, tidak ada Inti Monster (karena stok baru belum datang). Tapi ada tumpukan koin emas yang rapi.

"Penjualan Cairan Tempering gelombang pertama di pasar gelap tadi malam sukses besar," lapor Master Liu dengan mata berbinar. "Kami menjual 50 botol percobaan. Semuanya ludes dalam satu jam dengan harga 20 emas per botol. Total omzet 1000 emas."

Master Liu mendorong tumpukan koin itu ke arah Yang Chen.

"Sesuai kontrak 10% keuntungan bersih... ini bagian Anda, Tuan Chen. Seratus Keping Emas."

Seratus emas. Dalam satu malam.

Ini adalah jumlah uang yang bisa membuat seorang prajurit pensiun dini. Dan ini baru permulaan.

Yang Chen menatap tumpukan emas itu tanpa ekspresi berlebihan. Yang Chen mengambil satu koin, memutarnya di jari.

"Uang adalah alat," kata Yang Chen. "Master Liu, aku tidak akan membawa emas ini pulang. Aku ingin menukarnya dengan bahan."

"Bahan apa, Tuan?"

"Aku butuh bahan untuk membuat Pil Pelenyap Batas (Limit Breaking Pill) versi racun," kata Yang Chen, matanya berkilat tajam. "Aku akan menembus Tingkat 4 malam ini. Dan aku butuh metode yang ekstrem."

Yang Chen menyebutkan daftar bahan beracun: Bunga Janda Berdarah, Bubuk Kalajengking Pasir, dan Getah Pohon Hantu.

Master Liu merinding mendengar daftar itu. "Itu... itu bahan racun mematikan, Tuan! Untuk apa?"

"Untuk membunuh kelemahan," jawab Yang Chen singkat. "Siapkan sekarang."

Ujian Sekte tinggal satu bulan lagi. Yang Chen tidak berniat hanya 'lulus'. Yang Chen berniat menghancurkan panggung ujian itu dan menginjak-injak semua 'jenius' sombong seperti Lin Feng di bawah kakinya.

Persiapan perang dimulai sekarang.

1
saniscara patriawuha.
sikattttt sudahhhhhh...
saniscara patriawuha.
serapppppp kabehhhhh
saniscara patriawuha.
bantaiiii sudahhhhh.....
saniscara patriawuha.
gasssss polllll jangan ada yg di tahan tahan,,, loshkeunnnn...
saniscara patriawuha.
gassssss deuiij manggg chennnn....
Bambang Slamet
luar biasa mantab menarik
saniscara patriawuha.
sikatttttt dannn cabik cabikkk....
saniscara patriawuha.
lanjuttttkannnn manggg otorrrr
saniscara patriawuha.
lanjottttt keunnnnn...
saniscara patriawuha.
gassdddd polllll...
Jojo Shua
👍💪
Jojo Shua
🔥👍
Jojo Shua
🔥
saniscara patriawuha.
mantapppppp mang yangggg....
Jojo Shua
🔥
saniscara patriawuha.
gasssdd deuiiiii manggg yanggggg....
Jojo Shua
🔥
saniscara patriawuha.
gasssdd polll manggg chennn
saniscara patriawuha.
mantapllppp......
Jojo Shua
🔥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!