NovelToon NovelToon
Iblis Penelan Langit

Iblis Penelan Langit

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Fantasi Timur / Fantasi
Popularitas:5.3k
Nilai: 5
Nama Author: By Magus

Gu Sheng adalah matahari tercerah di Kota Azure, jenius dengan Tulang Dewa yang ditakdirkan menjadi penguasa langit. Namun, di malam ulang tahunnya, matahari itu dipadamkan oleh pengkhianatan yang paling keji. Tunangan yang sangat ia cintai, Mu Ruoxue, merobek dadanya dan mencuri Tulang Dewa-nya untuk diberikan kepada kekasih gelapnya, Lin Tian.

Dibuang ke jurang maut dengan Dantian hancur dan jalur energi terputus, Gu Sheng seharusnya mati. Namun, darahnya membangkitkan Cincin Iblis Penelan Langit, sebuah warisan kuno yang telah tertidur selama sepuluh ribu tahun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon By Magus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kelahiran Kembali dalam Lautan Darah

Episode 35

Lembah di jantung Hutan Binatang Buas Azure itu kini telah berubah menjadi sebuah kawah kematian yang sunyi. Kabut merah yang tadinya pekat perlahan lahan mulai mendingin, menyisakan uap hitam yang berbau belerang dan besi. Di pusat lembah, kolam darah raksasa yang telah menjadi legenda kebanggaan Sekte Pemurni Darah selama puluhan tahun kini telah benar-benar kering. Tidak ada setetes pun cairan merah yang tersisa di sana. Yang tertinggal hanyalah dasar kolam yang terbuat dari batu granit hitam yang kini retak-retak hebat, dipenuhi oleh tumpukan debu putih yang merupakan sisa-sisa dari ribuan tulang belulang yang telah dihisap energinya sampai habis.

Di tengah-tengah kehancuran itu, Gu Sheng masih berlutut dengan satu kaki. Tubuhnya tidak lagi terlihat seperti manusia biasa. Seluruh kulitnya kini berwarna ungu gelap yang berkilau, dengan urat-urat emas yang merambat di sepanjang lengan, leher, hingga ke pelipis matanya. Garis-garis emas itu adalah manifestasi dari esensi Tulang Dewa yang sedang dipaksa menyatu dengan Qi Penelan Langit yang hitam pekat. Pertempuran energi di dalam tubuhnya baru saja mencapai gencatan senjata yang mematikan, menciptakan sebuah kekuatan baru yang lebih murni dan lebih menghancurkan.

“Dug... Dug... Dug...”

Detak jantung Gu Sheng berbunyi begitu keras, frekuensinya begitu rendah hingga getarannya merambat melalui lantai batu dan mengguncang genangan air kecil di kejauhan. Setiap kali jantungnya berdenyut, sebuah gelombang tekanan spiritual keluar dari pori-porinya, membuat debu-debu di sekelilingnya terhempas ke udara sebelum akhirnya jatuh kembali karena tekanan gravitasi yang tidak normal.

Di dalam batinnya, Gu Sheng sedang menatap Lautan Ruh (Spirit Sea) miliknya sendiri. Jika sebelumnya Spirit Sea nya hanya seluas danau kecil, kini ia telah meluas menjadi samudra yang tak bertepi. Cairan energi di dalamnya tidak lagi berwarna hitam, melainkan ungu tua yang kental, bergejolak dengan kekuatan yang mampu merobek ruang dan waktu. Energi ini terasa sangat berat, seolah-olah setiap tetesnya memiliki berat satu kuintal.

“Luar biasa... kau benar-benar melakukannya, bocah,” suara Kaisar Iblis bergema dengan nada yang dipenuhi oleh rasa takjub yang murni. “Menelan kolam darah esensi praktisi Spirit Sea tingkat tinggi dan menyatukannya dengan sisa esensi Tulang Dewa... kau telah melakukan sesuatu yang dilarang oleh hukum langit. Tubuhmu sekarang bukan lagi sekadar Raga Iblis, melainkan telah berevolusi menjadi Raga Iblis Bintang Abadi. Kau tidak akan lagi merasakan kelelahan fana, dan setiap seranganmu akan membawa berat dari kehampaan itu sendiri.”

Gu Sheng menarik napas panjang, sebuah tarikan napas yang seolah olah menyedot seluruh sisa oksigen di lembah itu. Ia perlahan lahan membuka matanya. Pupil matanya kini benar-benar ungu sepenuhnya, tanpa ada warna putih yang tersisa. Cahaya ungu yang memancar dari matanya begitu tajam hingga mampu menembus kabut malam yang paling pekat sekalipun.

Ia mencoba menggerakkan jari jarinya. Setiap gerakan kecil menghasilkan suara mendesis di udara, seolah olah ruang di sekitarnya sedang tergores oleh kehadirannya. Rasa sakit yang tadi melumpuhkan kini telah berubah menjadi sensasi kekuatan yang meluap luap, sebuah euforia gelap yang membuatnya merasa seolah olah ia adalah penguasa tunggal di dunia ini.

"Spirit Sea... tingkat kedelapan," bisik Gu Sheng. Suaranya kini terdengar sangat berat dan berwibawa, setiap katanya membawa getaran energi yang mampu membuat praktisi tingkat rendah berlutut hanya karena mendengarnya.

Ia berdiri perlahan. Kepompong energi ungu yang tadinya membungkus tubuhnya pecah menjadi ribuan serpihan cahaya yang tajam, menghilang ke dalam udara malam. Gu Sheng menatap telapak tangannya sendiri. Ia bisa merasakan energi kehidupan yang luar biasa mengalir di pembuluh darahnya berkat Gerbang Ketiga (Sheng Men). Luka-luka kecil akibat pertempuran tadi telah hilang tanpa bekas, bahkan pakaian hitamnya yang robek-robek seolah olah ikut terpengaruh oleh auranya yang padat.

Gu Sheng menoleh ke arah pinggiran kawah. Di sana, para murid Sekte Pemurni Darah yang masih hidup tampak seperti patung batu yang ketakutan. Beberapa dari mereka mencoba merangkak mundur, namun kaki mereka terlalu lemas untuk bergerak. Mereka telah melihat pemimpin mereka, Elder Crimson, hancur menjadi abu di depan mata mereka. Bagi mereka, Gu Sheng bukan lagi seorang manusia; dia adalah bencana berjalan yang dikirim oleh neraka.

"Kalian..." suara Gu Sheng bergema, membuat para murid itu tersentak kaget. "Siapa yang bertanggung jawab atas penyimpanan harta di tempat ini?"

Tidak ada yang menjawab. Mereka semua terlalu takut bahkan untuk sekadar membuka mulut.

Gu Sheng mendengus dingin. Ia menjentikkan jarinya, dan seberkas cahaya ungu melesat secepat kilat, menembus bahu salah satu murid yang mencoba melarikan diri.

"AAAGGGHHH!" Murid itu terjatuh, namun luka di bahunya tidak mengeluarkan darah. Energi ungu Gu Sheng telah membakar lukanya secara instan dan mulai menghisap Qi nya secara perlahan.

"Aku tidak suka mengulang pertanyaanku," ucap Gu Sheng sambil berjalan mendekat. Setiap langkah kakinya meninggalkan jejak kaki yang membara di atas batu.

"Di... di bawah kuil tua itu, Tuan Muda!" murid yang terluka itu akhirnya berteriak sambil menangis. "Ada lorong rahasia di bawah patung Dewa Darah! Tolong... tolong lepaskan saya! Saya hanya murid rendahan!"

Gu Sheng tidak mempedulikan permohonan itu. Ia melambaikan tangannya, dan energi ungu yang menancap di bahu murid itu kembali ke tubuhnya, membawa serta seluruh sisa kultivasi sang murid. Murid itu pingsan seketika, namun Gu Sheng membiarkannya hidup, ia butuh seseorang untuk menyebarkan ketakutan akan namanya.

"Tuan Muda!"

Qing Er berlari mendekat. Langkah kakinya jauh lebih cepat sekarang, meninggalkan jejak panas Phoenix di tanah yang ia injak. Ia berhenti tepat di depan Gu Sheng, terengah engah. Matanya yang jernih menatap Gu Sheng dengan campuran rasa kagum dan sedikit kecemasan.

"Tuan Muda... Aura Anda... Anda benar-benar sudah menembus tingkat kedelapan?" tanya Qing Er, suaranya sedikit gemetar karena tekanan aura Gu Sheng yang tidak sengaja bocor.

Gu Sheng meletakkan tangannya di bahu Qing Er. Seketika, aura yang menekan itu mereda, diserap kembali ke dalam tubuhnya secara sempurna. "Iya. Tapi ini baru permulaan, Qing Er. Kekuatan tanpa sumber daya adalah kekuatan yang tidak bisa bertahan lama. Sekte ini telah merampok ribuan orang selama bertahun tahun. Sekarang, saatnya bagi mereka untuk menyumbangkan semua itu kepadaku."

Gu Sheng menatap Qing Er, menyadari bahwa gadis itu juga telah mengalami kemajuan yang pesat. "Bagaimana denganmu? Apakah kau sudah bisa mengendalikan api itu?"

Qing Er mengangguk mantap. Ia menunjukkan telapak tangannya, dan sebuah bola api emas kecil muncul di sana, memancarkan panas yang sangat murni. "Berkat bimbingan Anda dan Neidan laba-laba tadi, Qing Er merasa jauh lebih kuat. Saya merasa... seolah-olah saya bisa merasakan detak jantung hutan ini."

"Bagus. Pertahankan kesadaran itu," ucap Gu Sheng. "Sekarang, ikuti aku. Kita akan menjarah jantung dari tempat ini."

Mereka berjalan menuju kuil tua yang berdiri di tengah lembah. Kuil itu terbuat dari kayu jati merah yang sudah mulai membusuk, dihiasi dengan ukiran-ukiran tengkorak dan simbol-simbol pemujaan darah yang menjijikkan. Saat Gu Sheng mendekati pintu kuil, sebuah formasi pelindung berwarna merah darah tiba-tiba muncul, mencoba menghalangi jalannya.

Zzzzzzzttttt!

Percikan api merah meledak saat Gu Sheng menyentuh formasi itu.

"Penghalang tingkat menengah?" Gu Sheng menyeringai kejam. Ia tidak menggunakan teknik yang rumit. Ia hanya mengepalkan tinjunya dan mengalirkan Qi ungu ke dalamnya.

BUMMMMMM!

Hanya dengan satu pukulan fisik murni, formasi pelindung yang seharusnya mampu menahan serangan praktisi Spirit Sea tingkat puncak itu hancur berantakan seperti kaca yang dipukul palu besi. Pintu kuil itu hancur menjadi debu, memberikan jalan masuk yang lebar bagi sang Iblis.

Di dalam kuil, suasananya sangat lembap dan berbau amis. Di tengah aula utama, berdiri sebuah patung batu raksasa yang menggambarkan sesosok makhluk mengerikan dengan delapan tangan yang memegang cawan darah. Itulah Dewa Darah, simbol pemujaan sekte sesat ini.

Gu Sheng berjalan menuju patung itu. Melalui penglihatan spiritualnya, ia bisa melihat bahwa di bawah lantai patung ini terdapat ruang hampa yang sangat luas.

"Qing Er, mundur sedikit," perintah Gu Sheng.

Ia meraih pedang Penebas Dosa di punggungnya. Kali ini, ia tidak mengeluarkannya, melainkan hanya menghantamkan pangkal sarung pedangnya ke lantai batu di depan patung.

KRAK!

Lantai batu itu runtuh, menyingkap sebuah tangga spiral yang menuju ke kedalaman bumi. Aroma energi spiritual yang sangat padat, aroma ribuan batu energi tingkat tinggi langsung menyembur keluar dari lubang tersebut, bercampur dengan udara dingin bawah tanah.

"Banyak sekali..." gumam Qing Er, matanya membelalak melihat cahaya kerlap-kerlip dari bawah sana.

“Hahaha! Bocah, ini adalah pesta yang sesungguhnya!” kaisar iblis tertawa terbahak-bahak. “Aku bisa merasakan setidaknya ada sepuluh ribu batu energi tingkat tinggi dan ratusan tanaman obat langka di bawah sana. Cepatlah masuk! Jika kau menelan semuanya, pondasi mu di tingkat kedelapan akan menjadi tak tergoyahkan!”

Gu Sheng melangkah masuk ke dalam lorong gelap itu dengan langkah yang tenang. Di dalam kegelapan lorong, mata ungunya bersinar seperti lentera maut yang akan memandu jalan menuju penjarahan harta yang akan mengubah sejarah wilayah ini.

Langkah kaki mereka bergema di dinding-dinding lorong batu, semakin dalam mereka masuk, semakin kuat tekanan energi yang mereka rasakan. Bagi orang lain, ini mungkin tempat yang menakutkan, namun bagi Gu Sheng, ini adalah gudang makanan yang akan membawanya satu langkah lebih dekat menuju kehancuran Sekte Pedang Langit.

Setiap jengkal lorong ini akan dicatat dalam sejarah sebagai jalur di mana sang Iblis Penelan Langit mulai membangun kekayaannya di atas penderitaan para pengkhianat dan sekte sesat. Perjalanan di bawah tanah ini baru saja dimulai, dan harta yang mereka temukan akan jauh lebih besar dari apa yang mereka bayangkan.

1
Fajar Fathur rizky
cepat bantai sekte pedang langit dengan cara paling kejam thor bikin leluhur sekte itu memohon ampunan bunuh dia aja jangan libatkan sektenya bikin mcnya tidak peduli bantai sekte itu serap kultivasi mereka naikin ranah kultivasi habis itu bantai klan lin dan klan zhou
M Agus Salim: terima kasih untuk masukannya, semua masih proses hehe 😅
total 1 replies
Fajar Fathur rizky
bantai keluarganya zhou rou bikin mereka semua mengutuk zhou rou karena menganggu mcnya
M Agus Salim: terima kasih untuk masukannya, semua masih dalam proses ia Hehe 😅
total 1 replies
Fajar Fathur rizky
cepat robek musuhnya thor bantai klan zhao
M Agus Salim: terima kasih untuk masukannya, semua masih dalam proses ia Hehe 😅
total 1 replies
Fajar Fathur rizky
cepat naikin ranah kultivasi mcnya sampai puncak habis itu bantai lintian dan zhaoru bikin zhaoru dan lintian memohon jangan libatkan keluarganya bikin mcnya tidak perduli thor
M Agus Salim: terima kasih untuk masukannya, semua masih proses hehe 😅🙏
total 1 replies
Fajar Fathur rizky
bikin mcnya kejam bantai lin tian beserta keluarganya bikin mcnya memasukkan pil itu ke dalam tubuh lintian bikin lintian tidak bisa bereinkarnasi bikin mcnya memakan lintian
M Agus Salim: terima kasih untuk masukannya 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!