Menceritakan Kayla Eleody Seorang gadis kaya raya dengan kehidupan glamour sempurna, gadis pemberani ini tiba tiba saja bertukar jiwa dengan Zara seorang gadis miskin yang menjadi korban bully di sekolah, mampukan Kayla hidup dalam raga Zara dengan segala kesulitannya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yourbee Lebah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 9 : Kecelakaan
"Lo Zara kan?" Tanyanya tanpa basa basi.
Kayla membeku, ia tak mampu membuka suaranya, terlihat dari raut wajahnya Zara terlihat marah.
"Kay ada apa?" Nessy dan Alisha yang baru datang langsung berada di masing masing sisi Kayla.
"Lo siapa?" Tanya nessy tak suka.
Alisha pun terlihat geram melihat gelagat angkuh adik kelasnya itu.
"Jelas mereka gak kenal siapa gue! anjing lah!" Kayla membatin
"Lo berdua gak usah ikut campur! gue mau bicara sama dia" Zara menarik Kayla, namun kedua temannya itu menahan tubuh Kayla.
"Wait! lo pikir lo siapa?! gila nih anak!" Maki Alisha tak Terima.
"Lo mau apasih? lo gak tau Kayla siapa hah?!" Nessy menambahi.
"Lo berdua diem, kalian gak tau apa apa!" Zara menyulut tak Terima.
"Berani banget lo!"
"Lo ngomong dong! jangan diem aja!" Zara menggoyang kedua lengan Kayla dengan kasar meminta reaksi gadis tersebut.
"Temen temen biarin aku ngomong sama dia bentar" Kayla membuka suara.
"Lo yakin? lo kenal sama dia?" Alisha menimpal.
Kayla mengangguk beberapa kali untuk meyakinkan kedua temannya itu.
"Kalo lo macem macem! gue bakalan laporin ke pak harris!" Ancam nessy.
"Terserah!" Zara menarik tangan kayla pergi.
"Aneh gak sih?" Tanya nessy berbisik.
"Iya, gue gak pernah kenal sama tuh bocah tapi Kayla kok kaya ketakutan gitu?" Kata Alisha.
"Mereka ada hubungan apasih?" Nessy bertanya penasaran
...****************...
"Zara Zara! mau kemana?" Kayla bertanya saat gadis itu menarik tangannya menuju ke belakang sekolah.
"Lo manggil gue apa? Zara?! gue Kayla!" ia menyulut marah.
"Aku tau kamu gak Terima, tapi kamu ada di tubuh aku sekarang" Balasnya.
Zara menggeram marah, ia merasa sangat tak Terima harus bertukar kehidupan dengan gadis didepannya ini.
"Aku minta maaf, ini bukan kemauan aku" Cicitnya pelan.
"Enak kan hidup jadi orang kaya? gue gimana?!" Teriaknya.
"Kamu tenangin diri kamu, ini juga bukan kemauan aku"
"Gimana gue bisa tenang saat semuanya berubah, gue gak mau jadi orang miskin, balikin semuanya!"
"Aku juga gak tau, aku juga kangen ibu aku" Kayla tampak berkaca kaca saat menyebut nama sang ibu
Kedua gadis dengan nasib yang sangat berbanding terbalik itu sama sama menguras emosi untuk mengungkapkan perasaaan dan kekesalan masing masing
"Kita cari cara Kayla, aku gak berniat ngambil kesempatan saat ada di tubuh kamu, aku juga pengen banget balik ke kehidupan aku" Bohongnya.
Zara mulai terlihat tenang saat Kayla berbicara, setidaknya ia merasa memiliki harapan untuk kembali ke tubuh aslinya.
"Kita pikirin caranya sama sama, kamu tenang aja ya?" Katanya.
"Oke! gue pegang kata kata lo! selama kita bertukar peran lo gak berhak ngelakuin apapun tanpa izin gue! lo paham?!" Tanyanya
Kayla mengangguk, "Aku cuma mau satu, jangan sakitin ibu, jangan marahin dia" Pintanya.
"Gue gak sejahat itu buat marah marah ke orang tua, lagian dia ngerawat gue dengan baik, kalo cuma itu yang lo mau gue Terima" Jawabnya.
"Syukurlah"
"Aku cuma mau sekolah dengan baik, aku harap kamu mengerti" Ujar Kayla.
"Ada masalah apa lo di sekolah ini?" Tanya Zara tanpa basa basi.
Gadis itu menunduk, ia takut dan tak berbicara lagi.
"Gak ada" Balasnya.
"Terus, luka luka yang ada dibadan lo ini, kenapa?" Tanya Zara.
"Aku cuma mau kamu sekolah yang baik, aku bakalan mikirin cara gimana kita bisa bertukar kembali, jangan sulitkan ibukku, jangan melawan orang kaya" Kata kayla.
"Siapa yang lo maksud orang kaya, gue juga kaya!" Ujar Zara tak terima.
Kayla tiba tiba berlinang air mata, apa yang sebenarnya dipikirkan gadis ini, mengapa ia menangis?
"Apa yang lo sembunyiin?"
Ia menggeleng pelan, enggan memberi tahu.
"Susah ngomong sama orang miskin!" Sarkas Zara.
"Aku kembali ke kelas dulu" Pamit Kayla.
"Wait!" Zara menahan tangannya.
"K-kenapa?" Tanyanya.
"Kayanya gue tau gimana caranya supaya jiwa kita bisa ketuker kaya dulu" Katanya.
Kayla melepas pegangan tangan Zara, gadis itu terlihat menghindari nya.
"Kenapa?" Tanya Zara tak suka.
"A-aku belum siap" Balasnya.
"Apa maksud lo belum siap? lo gila ya?"
"Maaf kay tapi aku belum siap" Kayla berlari kecil menjauhi zara yang masih berdiri di tempatnya.
"Zara!" Panggilnya berteriak.
Ia mengejar gadis itu, berlari mengikuti kemana arah Kayla pergi.
"Zara! Lo bilang bakalan cari cara biar kita bisa bertukar lagi, jadi lo bohong!?" Ia memegang tangan Kayla dan menahannya kembali.
"Gak sekarang, aku belum siap!" Kayla kembali menghempaskan tangannya, gadis itu berlari menyebrang jalan raya.
Tin Tin...
"AWAS!"
Brakkk....
Zara terperosok jatuh pada lututnya saat tubuh Kayla tertabrak mobil dan terpental beberapa meter.
...****************...
"Saya liatnya dia gak noleh kanan kiri pas nyebrang" Ucap saksi mata yang memberi kesaksian.
Zara duduk di bangku tunggu rumah sakit dengan tatapan kosong, sementara gurunya mendengar kesaksian seorang warga sekitar atas kecelakaan yang terjadi dengan Kayla
"Makasih banyak pak informasi nya" Ucap guru wanita tersebut
"Zara? Saya sudah panggil orang tua kamu, walaupun kamu tidak di saksikan sebagai penyebab kecelakaan Kayla tapi setidaknya kamu harus memiliki alasan kenapa kayla berlari ke tengah jalan" Kata guru tersebut.
"Kenapa sih lo selalu buat gue dalam masalah zara!" Kayla membatin marah.
"Zara!" Sita berlari menghampiri nya.
Wanita setengah tua itu berderai air mata dan menghampiri nya.
"Apa yang kamu lakukan ha?" Isak sita kuat.
"Zara menjadi saksi kecelakaan yang terjadi pada Kayla ibu, mungkin dia tau kenapa Kayla berlari ke tengah jalan dan tertabrak mobil" Ungkap sang guru.
Sita semakin terisak tangis, ia merasa putrinya berada dalam masalah besar.
"Kenapa nak kenapa?!" Sita menggoyangkan tubuh putrinya yang tampak lemas.
"Bu Rima?" Panggil Harris.
"Bapak selamat siang" Sapanya.
"Bagaimana keadaan anak saya?" Tanya Harris khawatir.
Zara berdiri saat melihat kedatangan Harris.
"Papi ini Kayla papi" Batinnya.
Ia berlinang air mata saat melihat pria berusia 40 tahunan itu, sakit sekali mengingat bahwa ayahnya tak akan pernah mengenali dirinya sekarang.
"Kayla sedang di operasi pak, ada pendarahan di kepala" Ungkap rima.
Harris meremat rambutnya kuat, ia terlihat sangat frustasi mendengar kabar ini.
"Papi" Gumam Zara pelan.
"Ehm ini Zara, dia yang menyaksikan kecelakaan itu terjadi, Zara melihat Kayla berlari keluar sekolah dan ditabrak mobil di tengah jalan" Ungkap rima.
Harris beralih pada zara dan Sita, sepasang ibu dan anak itu berdiri berdampingan.
"Maafkan anak Saya pak! Saya yakin ini bukan salah dia" Sita berlutut, lagi dan lagi.
Sementara di samping nya Zara berdiri, menatap Harris penuh harap, tak lama setelahnya gadis itu berhambur memeluk Harris tanpa sebuah izin.
"P-papi" Isaknya.