NovelToon NovelToon
Lentera Abadi Di Makam Bintang

Lentera Abadi Di Makam Bintang

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Action / Sistem
Popularitas:7.5k
Nilai: 5
Nama Author: Yuzuki chan

​Xing Shenyuan, pangeran kesembilan Dinasti Bintang Agung, dikhianati oleh saudaranya sendiri. Tulang Surgawi miliknya dicabut, basis kultivasinya dihancurkan, dan dia dibuang ke Makam Leluhur yang terlarang untuk menjadi pelayan nisan seumur hidup. Di tengah keputusasaan, sebuah suara kuno bergema di jiwanya. Dengan sistem "Masuk Log" (Sign-In), setiap inci tanah pemakaman menjadi gudang harta karun ilahi.
​"Masuk Log di Makam Kaisar Pertama, hadiah: Tubuh Kekacauan Primordial!"
"Masuk Log di Gundukan Pedang Dewa, hadiah: Niat Pedang Penghancur Cakrawala!"
​Sepuluh ribu tahun berlalu dalam sekejap mata. Dunia luar telah berganti zaman, kekaisaran runtuh, dan dewa-dewa baru bermunculan , ketika musuh dari langit mencoba mengusik ketenangan makam leluhur nya, xing shenyuan bangkit dari debu hanya satu jentikan jari untuk meratakan seluruh galaksi

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuzuki chan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 1 sisa kehidupan di atas nisan

Angin dingin menderu di antara pilar-pilar batu yang telah retak dimakan usia. Kabut abu-abu menyelimuti wilayah seluas ribuan mil yang dikenal sebagai Makam Bintang Agung. Di sini, ribuan pahlawan, kaisar, dan jenderal dikuburkan dalam keheningan yang mencekam. Tidak ada kicauan burung, tidak ada aroma bunga; hanya bau tanah basah dan sisa-sisa energi kematian yang pekat.

Di depan sebuah gubuk tua yang hampir roboh, seorang pemuda duduk bersila. Namanya adalah Xing Shenyuan. Wajahnya pucat, kulitnya hampir transparan, dan napasnya terdengar berat seperti mesin tua yang rusak. Jubah pangeran yang dulu megah kini hanya menyisakan kain kasar berwarna kelabu yang kotor oleh debu nisan.

Punggungnya terasa perih luar biasa. Di sana, sebuah luka besar yang belum sepenuhnya menutup menjadi saksi bisu kekejaman keluarganya. Tulang Surgawi—sumber kekuatan yang hanya muncul sekali dalam sejuta tahun—telah dicabut paksa dari tubuhnya oleh kakaknya sendiri, Xing Wudao.

"Dunia ini hanya menghargai pemenang," bisik Shenyuan dengan suara serak. Matanya menatap langit yang tertutup awan hitam. "Seorang pangeran jenius yang kehilangan tulangnya tidak lebih berharga daripada anjing liar."

Seharusnya dia sudah mati. Akan tetapi, para tetua kekaisaran memutuskan bahwa membunuhnya terlalu baik. Mereka ingin menjadikannya contoh bagi siapa pun yang berani menentang arus kekuasaan. Menjadi penjaga makam leluhur adalah hukuman yang lebih buruk daripada kematian; itu adalah pengasingan jiwa di tengah kesunyian abadi.

Tiba-tiba, sebuah suara dingin dan mekanis beresonansi tepat di pusat kesadarannya.

[Ding! Lokasi terdeteksi: Makam Leluhur Bintang Agung. Apakah Anda ingin Masuk Log?]

Shenyuan tertegun. Matanya membelalak mencari sumber suara tersebut. Tidak ada siapa pun di sekitarnya kecuali deretan nisan yang membisu. Dia berpikir apakah rasa sakit ini akhirnya membuatnya gila. Meskipun demikian, dorongan kuat dalam benaknya memaksanya untuk merespons.

"Masuk... Log," gumamnya ragu.

[Ding! Selamat! Masuk Log pertama berhasil. Anda mendapatkan: Tubuh Kekacauan Primordial!]

Seketika, seluruh atmosfer di pemakaman itu berubah. Energi kematian yang biasanya menekan paru-parunya kini berputar liar, membentuk pusaran raksasa tepat di atas kepalanya. Langit yang gelap seolah terbelah oleh cahaya keemasan yang turun langsung menyelimuti tubuh Shenyuan.

Rasa sakit yang sebelumnya melumpuhkan berganti dengan sensasi panas yang membakar. Di dalam tubuhnya, pembuluh darah yang hancur mulai tersambung kembali. Sumsum tulangnya yang kosong kini terisi oleh substansi berwarna perak yang memancarkan aura kuno. Luka di punggungnya menutup seketika, menumbuhkan jaringan baru yang jauh lebih kuat dari baja ilahi.

Boom!

Ledakan energi tak kasat mata menyapu area sejauh sepuluh mil, namun anehnya, tidak ada satu pun batu nisan yang bergeser. Energi itu hanya berfokus pada rekonstruksi eksistensi Xing Shenyuan.

Shenyuan merasa setiap pori-porinya menghisap energi alam dengan rakus. Tingkat kultivasi yang telah hilang mulai merangkak naik.

Ranah Pemurnian Kulit...

Ranah Penguatan Otot...

Ranah Transformasi Organ...

Hanya dalam hitungan detik, dia kembali ke puncak kekuatannya sebelum cacat, bahkan melampauinya.

"Ini... apakah ini keajaiban?" Shenyuan mengepalkan tangannya. Dia bisa merasakan kekuatan murni mengalir di nadinya. Tubuh Kekacauan Primordial adalah fisik legendaris yang dikatakan mampu menelan seluruh energi di semesta. Baginya sekarang, energi kematian di makam ini bukanlah racun, melainkan nutrisi paling murni.

Di tengah transisinya, sebuah bayangan muncul dari balik kabut. Itu adalah seorang wanita dengan pakaian zirah ringan berwarna perak. Wajahnya cantik namun dingin seperti es abadi, dengan sebilah pedang tergantung di pinggangnya. Dia adalah Gu Qingcheng, komandan pengawal makam yang ditugaskan untuk mengawasi Shenyuan.

Qingcheng menghentikan langkahnya, matanya menyipit menatap gubuk Shenyuan. Dia merasakan getaran energi yang aneh beberapa saat lalu, namun sekarang semuanya tampak tenang kembali.

"Xing Shenyuan," panggilnya dengan suara datar. "Waktunya mengambil jatah makanan mingguanmu. Jangan mati terlalu cepat, atau aku harus repot-repot menggali lubang untukmu."

Shenyuan menarik napas dalam-dalam, menyembunyikan semua perubahan auranya dengan kemampuan kontrol insting dari tubuh barunya. Dia berdiri perlahan, menatap wanita itu tanpa rasa takut yang biasanya dia tunjukkan.

"Terima kasih atas perhatianmu, Komandan Gu," jawab Shenyuan tenang.

Gu Qingcheng sedikit terkejut melihat tatapan mata Shenyuan. Ada sesuatu yang berbeda—sesuatu yang sangat dalam dan tak terduga di balik mata pemuda yang seharusnya sudah hancur itu. Akan tetapi, dia segera membuang pikiran itu. Baginya, seseorang yang tulang surgawinya telah dicabut tidak akan pernah bisa bangkit lagi.

"Besok adalah hari peringatan seratus tahun Kaisar Pertama," kata Qingcheng sambil meletakkan keranjang kecil berisi makanan di atas batu. "Akan ada banyak bangsawan yang datang. Tetaplah di dalam gubukmu. Jika kau mempermalukan dinasti dengan wajah pecundangmu itu, kepalamu akan benar-benar lepas."

Qingcheng berbalik dan pergi, sosoknya menghilang ditelan kabut.

Shenyuan menatap punggungnya, lalu beralih ke nisan raksasa di pusat makam yang menjulang tinggi seperti gunung. Itu adalah makam Kaisar Pertama, pendiri Dinasti Bintang Agung.

"Masuk log pertama saja sudah memberiku fisik tertinggi," pikir Shenyuan dengan seringai tipis. "Besok, di depan makam Kaisar Pertama... harta seperti apa yang akan aku dapatkan?"

Malam itu, di bawah perlindungan kegelapan, Xing Shenyuan tidak tidur. Dia mulai bermeditasi, membiarkan Tubuh Kekacauan Primordial menyatu sepenuhnya dengan jiwanya. Dunia mungkin mengira dia telah tamat, namun kenyataannya, legenda baru baru saja dimulai dari tempat pemakaman ini.

Kesunyian di Makam Bintang Agung tetap terjaga, namun kali ini, kesunyian itu menyimpan badai yang mampu menjungkirbalikkan seluruh langit dan bumi. Shenyuan tahu, jalannya masih panjang,

1
Seorang Penulis✍️
Tess
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!