Yuexin, seorang gadis dari dunia modern yang di abaikan okeh keluarga kandung nya demi sang anak angkat, ia harus mengalami nasib sial. Dirinya mati karena sengaja di dorong oleh saudara angkat nya, bukan nya mati jiwa nya terlempar ke zaman kuno dan masuk ke dalam tubuh seorang gadis miskin yang tidak memiliki keluarga.
lanjut bac yuk ...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Uyuuun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
prolog
Yuexin gadis itu bersemangat merawat tanaman obat yang sengaja di tanam oleh mendiang nenek nya. Gadis itu tampak sangat ramah dan ceria meskipun ia sering di abaikan oleh keluarganya. Gadis itu mau melakukan apa saja agar keluarganya menyayanginya namun semua yang ia lakukan selalu salah di mata mereka.
"Berhenti melakukan yang tidak penting, lebih baik kau masak sana " ucap mama kandung Yuexin dengan ketus.
Saudara angkat nya menampilkan raut wajah mengejek bahkan bermanja - manja dengan mama kandung Yuexin.
"Mama aku ingin makan sup " rengek saudara angkat Yuexin.
"Cepat buatkan sup untuk adik mu ! ".
Yuexin mencuci kedua tangan nya yang kotor karena tanah, ia membuatkan sup untuk anak angkat kesayangan keluarganya.
"Andai saja nenek masih hidup dan andai aku memiliki keluarga yang menyayangiku " gumam nya sambil menghela nafas.
"Yuexin cepatlah ! apakah membuat sup harus begitu lama ! " teriak mama Yuexin.
Setelah matang Yuexin tidak di biarkan untuk makan bersama mereka, ia pun pergi untuk mengganti pakaian di kamar nya.
"Hahaha Yuexin, Yuexin, selamanya kau akan menjadi pelayan ku " ejek sang anak angkat.
"Kau ! " tunjuk Yuexin dengan marah.
"Kenapa ? kau mau marah ? semua yang aku katakan benar kan, orang tua itu lebih sayang aku dari pada kau putri kandung nya. kenapa kau tidak pergi menyusul nenek mu ? "
"Apa maksudmu ? " tanya Yuexin dengan geram.
"Lebih baik kau menyusul nenek mu dan pergi dari pandangan kami untuk selamanya " lanjut anak angkat berbisik. Kemudian tanpa bicara apa - apa anak angkat itu mendorong Yuexin dari tangga hingga membuat Yuexin kehilangan kesadaran.
Gelang yang di pakai Yuexin bersinar memancarkan cahaya terang berwarna putih.
...****************...
Di dunia lain seorang gadis dengan pakaian lusuh tersadar dari pingsan nya, matanya menatap ke sekeliling hutan yang di tumbuhi oleh pohon pohon besar dan juga bambu. Gadis itu memegang kepala nya yang terasa sakit akibat ingatan asing yang muncul dalam ingatan nya.
"Aku bertransmigrasi ? " gumam nya.
Yuexin gadis kecil yang bahkan warga sama sekali tidak melirik keberadaan nya, gadis itu tumbuh tanpa kedua orang tua. Kedua orang tuanya sudah tiada dan ia tidak memiliki siapa pun di dunia itu.
Kruuukk.
"Sial pantas saja dia mati, entah sudah berapa hari tubuh ini tidak di beri makan " gumam nya.
Tanpa sadar mata nya menangkap ke arah gelang giok peninggalan nenek nya.
"Gelang ini mengikuti ku ke zaman ini, apa jangan - jangan gelang ini ajaib ? Aku harus mencobanya ". Yuexin memejamkan matanya dan memusatkan pikiran nya ke dalam ruang dimensi seperti yang pernah ia baca dari buku novel.
Seketika tempat yang ia pijak pun berubah, di dalam ruangan itu terdapat kolam air yang air nya sangat jernih dan terdapat beberapa makanan serta bibit sayuran dan buah-buahan di dalam nya.
Yuexin yang merasa lapar pun meminum air dari kolam, di tepian kolam terdapat tulisan MATA AIR SURGA. Setelah meminum air tersebut tubuh nya terasa jauh lebih baik, air dari mata air surga mampu menyembuhkan berbagai penyakit dan juga menambah tenaga. Yuexin memakan buah apel sampai ia merasa kenyang.
Yuexin keluar dari ruang dimensi kemudian ia lanjut menelusuri hutan, mengingat dari ingatan yang di berikan pemilik asli, saat ini ia berada di desa Daxia. Desa Daxia saat ini sedang mengalami kesulitan akibat gagal panen karena kemarau yang berkepanjangan.
Semua masyarakat di desa Daxia hanya mengandalkan sumberdaya hutan untuk mereka konsumsi, apa saja mereka makan demi bertahan hidup. Yuexin berjalan - jalan hingga tanpa sengaja ia melihat ada beberapa tanaman obat seperti ginseng dan juga jamur Lingzhi yang terkenal sangat berharga.
Yuexin membudidayakan tanaman obat itu di dalam ruang dimensi miliknya bahkan ia menyiram nya dengan mata air surgawi. Waktu di dalam ruang dimensi berbeda dengan di dunia luar satu jam di dunia luar sama dengan satu hari di ruang dimensi.
Yuexin mengambil beberapa tanaman obat dan juga satu buah ginseng yang ia letakkan ke dalam bakul keranjang miliknya. Mata tajam Yuexin menatap ke arah dua ekor kelinci gemuk, namun ia tidak tahu harus dengan apa mengambil kelinci - kelinci itu.
"Aku sudah berjalan jauh tapi aku tetap tidak menemukan apa pun untuk di makan selain sayuran liar ini " keluh seorang pria remaja yang sedikit lebih tua di banding Yuexin.
Yuexin memiliki ide agar kelinci itu bisa ia dapatkan dengan mudah. Yuexin berjalan mendekati pemuda itu.
"Hallo kakak " ucap Yuexin.
Pemuda itu menatap Yuexin dari atas hingga ke ujung kaki Yuexin seakan menilai.
"Disana ada dua ekor kelinci, aku tidak bisa menangkap nya sendiri ayo kita tangkap bersama "ajak Yuexin sambil menunjuk ke arah kelinci itu berada.
Mata pemuda itu berbinar ia pun menyiapkan beberapa alat perangkap untuk menangkap kelinci itu, setelah beberapa perjuangan akhirnya mereka mendapatkan kelinci itu.
"Kau pilih mau kelinci yang mana " ucap pemuda itu.
"Emm aku memilih yang betina, sepertinya kelinci betina ini hamil aku bisa memeliharanya " balas Yuexin.
"Kau mau memelihara kelinci ini ? Kau yang benar saja, saat ini desa kita sedang mengalami krisis pangan dan kau ingin memelihara kelinci ini sedangkan kau saja kurus seperti tidak pernah makan " ucap pemuda itu membuat Yuexin merasa tersentil.
"Ngomong - ngomong siapa nama kau ? "tanya pemuda itu kepada Yuexin.
"Yuexin, kalau kau ? "tanya Yuexin bergantian.
"Namaku Li Xiaoshun " jawab pria itu.
Pria itu bersiap untuk keluar dari hutan dan Yuexin yang tidak tahu jalan keluar pun mengikuti pria itu, Yuexin sendiri bingung ingin tinggal dimana karen ia sendiri tidak memiliki tempat tinggal.
"Hei kenapa kau mengikuti ku terus menerus " tanya Xiaoshun dengan alis yang terangkat.
"Itu ... Sebenarnya aku tidak memiliki tinggal apakah aku boleh ikut tinggal bersama kau ? Aku bisa melakukan apa saja bahkan aku bersedia membayar tempat tinggal tapi aku hutang dulu ".
"Aku tidak yakin membawa mu ke keluarga ku ".
"Ayolah tolong aku sampai aku mendapatkan tempat tinggal, aku hanya sebatang kara dan orang tua ku sudah tiada " ucap Yuexin membuat Xiaoshun merasa iba.
Sesampainya di rumah Xiaoshun, ayah dan ibu Xiaoshun menatap putra mereka dengan penuh tanda tanya karena kehadiran Yuexin.
"Aku bisa jelasin, dia Yuexin, aku bertemu dengan nya saat sedang mencari makanan di hutan. Dia sebatang kara dan dia berniat tinggal disini, dia bilang dia bisa melakukan apa saja " ucap Xiaoshun membuat kedua orang tua nya diam sambil mengamati Yuexin.
"Emm paman dan bibi maaf kalau merepotkan sekali, kalau kalian tidak bersedia juga tidak papa aku bisa mengerti. Maaf karena aku terlalu lancang untuk ikut Xiaoshun ".
"Kau bisa tinggal disini nak " ucap Chang sao ibu Xiaoshun.
tp lw badan nduth gx bisa tuh😁😁😁