Apakah tidak ada pilihan lain?
kenapa sakalinya bertransmigrasi malah ke tubuh Antagonis,lucu sekali.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon okolele, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 18
Lima putaran mengelilingi lapangan benar-benar menguras tenaga. Begitu langkah terakhirnya berhenti, ia langsung menjatuhkan diri di atas hamparan rumput tanpa memedulikan rok seragamnya yang sedikit kusut.
Banson menyerahkan air mineral pada Malika yang langsung di sambut baik oleh sang empu.
Langsung saja membuka botol air mineral lalu meneguknya hingga tandas.
Ia mengusap sudut bibirnya dengan punggung tangan.
Butiran peluh mengalir dari pelipis, melewati garis rahang hingga membasahi lehernya. Beberapa bagian seragam putih yang dikenakannya pun mulai menempel di kulit akibat keringat.
Nafasnya masih ngos-ngosan, ia berusaha menetralkan rasa lelah itu, dengan menarik dan membuang nafas.
Setelah merasa nafasnya mulai stabil, Malika langsung berdiri.
"Udah, sekarang bisa balik ke kelas, biasakan setelah ini tidak lagi telat!. "
"Ok."
Malika hanya menunjukan acungan jempol pada Banson.
"Gue balik. "
Setelah menuturkan kalimat itu Malika langsung pergi meninggalkan Banson sendirian.
Banson menoleh menatap punggung Malika yang telah menjauh.
Tiada yang tahu apa yang tengah ia pikirkan, ditatapnya lamat-lamat sosok itu sampai tubuh itu tak terjangkau pandangannya lagi.
_____________
Malika berhenti di depan pintu kelas.
"Permisi, Bu."
Guru yang sedang menjelaskan materi menoleh.
"Silakan masuk."
"Terima kasih, Bu."
Setelah mendapat persetujuan dari guru yang tengah mengajar itu Malika langsung saja memasuki ruangan.
Saat Malika berjalan menuju mejanya dan Aira, pandanganya tak sengaja berlabuh pada Soren yang kini juga tengah memandang padanya dengan sorot mata yang tak Malika pahami maksudnya.
Buru-buru Malika mengalihkan pandanganya, dan berjalan sampai di bangkunya.
Malika duduk di bangkunya dan lansung di hujami pertanyaan menuntut dari Aira.
"Lo telat banget jir, udah jam segini. Udah banyak ketinggalan mata pelajaran. "
"Ya mau gimana lagi?. " Timpal Malika sembari mengedikan bahu.
Pelajaran terus berlanjut, Aira tak bertanya lagi, gadis itu sudah fokus pada pelajaran yang guru mereka berikan di depan sana.
Malika menatap tepat pada papan tulis di depan, tapi pikiranya sudah melalang buana memekirkan yang lain.
Ia teringat pada kejadian sore kemare yang membuatnya sampai tidak bisa tidur, di mana Soren yang tiba-tiba saja Menciumnya.
Malika sibuk memikirkan cara agar tidak perlu berinteraksi dengan satu orang.
Soren.
Malika tidak tau sejak kapan?, kenapa semuanya jauh dari skenario yang sudah ia rancang.
Kenapa plot ceritanya berbeda, memikirkan itu membuat Malika frustasi. Lama ia melamun sampai bahunya di guncang seseorang.
"Mal, lo oke?. "
Lama terdiam sampai akhirnya Malika menjawab "Gue baik-baik aja, emangnya kenapa?. "
"Lo dari tadi ngelamun Mal, gue takut lo kerasukan roh halus. "
"Sialan lo. "
"Makanya jangan ngelamun. "
"Siapan yang ngelamun, gue tuh lagi mikir soal di depan. " Malika berkilah sembari menunjuk tapat pada papan tulis
"Iya deh gue percaya. "Sahut Aira sembari memutar bola matanya malas.
Setelah keduanya terlibat perdebatan tadi keduanya kembali fokus pada pikiran masing-masing.
Malika menumpu tanganya di dagu kembali melamun.
'Apa gue pepet aja ya, karena kayanya soren sama Banson yang notabenya heremnya Rara gak jahat-jahat amat sama gue, malahan mereka kaya.....Gue bingung,gak tau mau deskripsiin kaya apa.'
'Tapi untuk saat ini gue kayanya harus tetap ngehindar dari Soren, gue gak bisa tebak gimana dia nanti dan yang terlebih penting gue malu. '
Malika menegakan punggung nya lalu menghembuskan nafas berat.
Kenapa semua terasa sulit.
Malika cuma mau menikmati harta mereka kalo seumpamanya mereka berhasil Malika taklukan lihat aja nanti.
Opsinya sekarang adalah menaklukan mereka,dan Malika akan buat orang yang selalu mengiriminya kado atau pesan misterius itu akan ia ungkapan identitasnya.
Malika bertekad ia tidak akan menghindari mereka, malahan akan dia manfaatkan mereka agar ia tetap bertahan di dunia ini.
Tak akan ia biarkan cerita di mana Malika di bunuh oleh mereka menjadi bagian dari ceritanya.
Dia tak mau lagi mati dengan tragis, dan tak mau lagi hal itu terulang kembali.
________
This for u🌺.