NovelToon NovelToon
Kualitas Mantan

Kualitas Mantan

Status: tamat
Genre:Beda Usia / Pelakor / Selingkuh / Persahabatan / Tamat
Popularitas:531.3k
Nilai: 5
Nama Author: Sopaatta

Arlena dan Dominus telah menikah lebih dari enam tahun. Tahun-tahun penuh kerja keras dan perjuangan untuk membangun usaha yang dirintis bersama. Ketika sudah berada di puncak kesuksesan dan memiliki segalanya, mereka menyadari ada yang belum dimiliki, yaitu seorang anak.

Walau anak bukan prioritas dan tidak mengurangi kadar cinta, mereka mulai merencanakan punya anak untuk melengkapi kebahagian. Mereka mulai memeriksakan kesehatan tubuh dan alat reproduksi ke dokter ahli yang terkenal. Berbagai cara medis ditempuh, hingga proses bayi tabung.

Namun ketika proses berhasil positif, Dominus berubah pikiran atas kesepakatan mereka. Dia menolak dan tidak menerima calon bayi yang dikandung Arlena.

》Apa yang terjadi dengan Arlena dan calon bayinya?

》Ikuti kisahnya di Novel ini: "Kualitas Mantan."

Karya ini didedikasikan untuk yang selalu mendukungku berkarya. Tetaplah sehat dan bahagia di mana pun berada. ❤️ U 🤗

Selamat Membaca
❤️🙏🏻💚

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sopaatta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1. Arlena - Dominus

...~°Happy Reading°~...

Arlena merasa wanita paling bahagia dalam penerbangan dari New York ke Jakarta. Dia hampir memiliki semua yang didambakan oleh seorang wanita dewasa. Suami yang mencintai, rumah dan mobil mewah, juga bisnis yang sukses. Kini dilengkapi dengan calon bayi yang sedang dikandung lebih dari 4 (empat) minggu.

Hatinya bertaburan bunga indah dan wangi semenjak dinyatakan proses bayi tabung yang dijalaninya berhasil positif. Dia telah menyusun rencana untuk menyampaikan hasil bayi tabung yang dijalaninya berbulan-bulan di New York secara langsung kepada suaminya.

Oleh sebab itu, hatinya meluap dengan rasa bahagia sambil memandang keluar jendela pesawat. Dia tidak sabar bertemu dengan Dominus, suami tercinta untuk membagi kebahagiaannya.

Dia berulang kali mengelus perutnya dan menghabiskan semua menu first class yang disajikan pramugari demi bayi yang sedang dikandung.

~*

Setelah pesawat mendarat dan melewati imigrasi, Arlena segera menelpon Dominus untuk mengetahui posisinya dan memberitahukan bahwa dia sudah mendarat.

"Dom, sudah di mana?"

"Di parkiran."

"Aku lagi tunggu bagasi."

"Ok. Kalau sudah mau keluar, call."

"Ok. See you."

Arlena makin tidak sabar bertemu Dominus untuk menyalurkan luapan kebahagian yang terus datang beruntun bagai gelombang. Perasaan hangat dan indah yang dirasakan tidak bisa dilukiskan.

Hal itu membuat dia tidak sabar menunggu bagasi. Dia terus membayangkan kebahagiaan Dominus setelah mengetahui rencana mereka berhasil. Mereka akan jadi orang tua bagi bayi yang diperkirakan akan lahir 30 minggu lagi.

Arlena sengaja menyembunyikan kehamilannya yang hampir memasuki usia 5 (lima) minggu dari Dominus. Dia mau memberikan surprise dengan beritahukan secara langsung, agar sama-sama bisa merasakan kebahagiaan sebagai calon Mama dan Papa. Oleh sebab itu, sebelum terbang dari New York, dia hanya mengatakan mau pulang ke Jakarta, karena sudah sangat rindu pada Dominus, suami tercinta.

Setelah mengambil bagasi, Arlena berjalan keluar menuju tempat di mana Dominus sudah menunggu. Aura kebahagiaan terpancar jelas di wajah cantik, lembut di usianya yang sudah kepala 3 (tiga). Semua orang yang dilewati memandangnya dan tanpa sengaja ikut tersenyum melihat senyum kebahagiaan di wajahnya.

Dari jauh Arlena melihat mobil sedan mewah milik Dominus sudah menunggu. 'Dom datang jemput sendiri?' Arlena membatin, karena melihat bagasi mobil sudah dibuka dan sopir tidak turun.

Arlena makin mempercepat langkahnya, sebab dia yakin Dominus jemput sendiri, tanpa sopir. Suasana hati yang beria-ria, bahagia membuat dia tidak mau menunggu lama. Dia memasukan koper ke bagasi, lalu menuju pintu depan.

Sambil tersenyum senang, Arlena membuka pintu mobil lalu masuk dan duduk di samping Dominus. "Sudah lama menunggu?" Tanya Arlena sambil memakai sabuk pengaman.

"Ngga juga. Belum lama tiba." Jawab Dominus singkat, lalu menjalankan mobil

"Oh, syukur. Tadi agak lama di Imigrasi." Arlena menjelaskan tanpa ditanya. Dia mau memeluk Dominus, tapi tidak jadi, karena mobil sudah dijalankan. Sehingga tangan dan tubuhnya tertahan, diam dan mematung.

Arlena hanya bisa melihat samping wajah Dominus yang sudah fokus ke depan, tanpa menanggapi reaksinya yang mau memeluk. Seketika Arlena merasa aura berbeda dalam mobil. Tidak ada sambutan hangat dengan pelukan atau ciuman tipis yang biasa mereka lakukan setelah lama tidak bertemu.

Arlena melihat ke depan dan kembali melirik ke arah Dominus yang hanya diam menatap lurus ke depan, padahal bandara tidak terlalu sibuk. Arlena merasa heran, atas sikap dingin Dominus. Seakan cuaca dingin di Amerika terbawa ke dalam mobil.

Dia makin heran saat menyadari, Dominus tidak turun dari mobil seperti biasanya dan memeluknya dengan sayang. Padahal kondisi tempat jemputan sepi, sehingga memungkinkan Dominus lakukan itu. Apa lagi sudah tiga bulan lebih mereka tidak bertemu. Perasaan kangen yang menggunung tidak ditunjukan oleh Dominus, hanya dirinya.

Arlena bersabar untuk tidak bertanya dan tidak mempersoalkan perubahan sikap Dominus, agar tidak merusak suasana hati mereka. Dia berharap, surprise yang sudah disiapkan akan membuat Dominus bahagia. Oleh sebab itu, semua perubahan Dominus dia simpan dalam hati.

'Dia pasti mengira proses bayi tabung tidak berhasil lagi. Tunggu saja sampai rumah.' Arlena membatin untuk menyemangati dan menenangkan hatinya.

Dia terus berdoa dalam hati dan berharap agar mereka bisa cepat tiba di rumah. Dia menjaga perasaan bahagianya, agar tidak mempengaruhi janin yang sedang tumbuh dan bisa menularkan kebahagiaannya kepada Dominus.

"Kerjaan lancar?" Arlena tidak tahan untuk terus berdiam diri, seakan mereka tidak saling kenal. Dia berusaha melakukan percakapan untuk mengusir kebekuan di antara mereka dengan bertanya tentang pekerjaan. Sebab rasa bosan tiba-tiba menjalar dan melengkapi rasa dingin dalam mobil.

"Lancar..." Jawaban singkat Dominus membuat Arlena kembali meliriknya. Arlena harus mencari topik pembicaraan agar mereka tidak seperti orang asing dalam mobil.

Arlena terus menjaga suasana hati tetap happy dengan memikirkan kehadiran calon bayi sambil melihat keluar jendela. Dia yakin, Dominus akan kembali hangat dan penuh cinta mendengar kabar bahagia yang akan dia sampaikan.

Setelah melewati jalanan yang padat merayap, mobil Dominus memasuki perumahan mewah di bilangan Jakarta Selatan. 'Welcome home.' Arlena membatin saat melihat pintu gerbang terbuka otomatis lalu mobil masuk ke halaman rumah yang luas dan asri.

Para pelayan dan sopir yang sudah keluar menunggu, segera mendekati mobil saat Dominus berhenti di depan rumah. "Rapikan. Saya cape'." Dominus berkata kepada sopir yang mendekat. "Siap, Pak." Sopir dengan sigap dan hormat masuk ke mobil, lalu menyapa Arlena yang sedang melepaskan sabuk pengaman.

Sikap Dominus yang dingin dan ketus kepada sopir membuat Arlena menautkan alis. 'Mungkin dia kecewa karena berpikir usaha untuk punya bayi tidak berhasil lagi.' Arlena coba berpikir positif.

"Pak, biarkan mobil begini dulu. Tolong buka bagasi untuk turunkan bagasi saya." Arlena berkata kepada sopir lalu turun dari mobil. Dia heran melihat Dominus sudah menghilang, tanpa menunggunya.

"Tari, tolong ambil semua itu, lalu letakan di kamar, ya." Arlena meminta kepala pelayan yang mendekatinya. "Baik, Bu." Tari menunduk sopan lalu mendekati sopir yang sedang menurunkan bagasi.

Setelah berada dalam rumah, Arlena tidak melihat Dominus di ruang keluarga, tempat mereka suka duduk bercengkrama sambil menonton film atau berita. Dia coba menghalau rasa heran dengan beristirahat sebelum makan malam. Agar dia bisa segar saat memberitahukan kabar bahagia kepada Dominus.

Arlena langsung menuju kamar untuk mencari Dominus. Namun ketika tiba di kamar, dia heran melihat Dominus sedang berbaring di atas tempat tidur sambil telpon dan tertawa senang. Suatu pemandangan yang bertolak belakang saat mereka berada dalam mobil.

Tidak terlihat wajah capek seperti yang dikatakan kepada sopir. "Kau sudah mandi?" Arlena bertanya, sebab melihat Dominus sudah duduk bersandar di atas tempat tidur, padahal mereka baru tiba dari luar.

Dominus sangat tidak menyukai kalau tiba dari luar rumah, lalu naik ke tempat tidur sebelum membersihkan badan atau mandi. 'Satu lagi kebiasaannya berubah.' Arlena membatin.

...~*~...

...~▪︎○♡○▪︎~...

1
ImaFatima Latief
mantap cerita x
🍁💃Katrin📙📖📚❣️: waaah.. 🤭 👍🏻❣️Makasih dukungannya Kak. Sehat & bahagia selalu di mana pun berada 🙏😍🤗
total 1 replies
sweetpurple
wow
anton prasetya
luar biasa
🍁💃Katrin📙📖📚❣️: Waaaah... 🤭👍🏻❤️ Makasih dukungannya Kak. Smg selalu sehat & bahagia di mana pun berada. 🙏😍🤗
total 1 replies
YuWie
Luar biasa
🍁💃Katrin📙📖📚❣️: Waaah 🤭👍🏻❤️ Makasih dukungannya, Kak. Smg sehat & bahagia di mana pun berada. 🙏😍🤗
total 1 replies
Lili Inggrid
bagus
🍁💃Katrin📙📖📚❣️: Waaah, 🤭👍🏻❤️ makasih dukungannya Kak. smg sehat & bahagia di mana pun berada.🙏😍🤗
total 1 replies
Si Topik
Good banget cerita nya kak ☺️
diawal aku agak sulit memahami percakapan dan kalimatnya
tapi semakin dibaca sampai ber-chapter2, baru deh nemu feel nyaa hehe 😁

makasih juga yg telah menulis cerita nya ya kak.. sehat selalu dan tetap semangat 😁🙏
🍁💃Katrin📙📖📚❣️: Waaaah.. Makasih 4 all Kak. sehat, sukses & bahagia selalu 🙏😍❤️🤗
total 1 replies
Si Topik
dia memang terobsesi menjadi orkay jalur instan tanpa mau berusaha.. isi kepala nya hanya Flexang flexing flexang flexing... kelak obsesi nya itu yg akan menghancurkan nya 🙂
𝓹𝓮𝓷𝓪𝓹𝓲𝓪𝓷𝓸𝓱: Halo kak baca juga di novel ku 𝘼𝙙𝙯𝙖𝙙𝙞𝙣𝙖 𝙞𝙨𝙩𝙧𝙞 𝙨𝙖𝙣𝙜 𝙜𝙪𝙨 𝙧𝙖𝙝𝙖𝙨𝙞𝙖 atau klik akun profilku ya. trmksh🙏☺
total 1 replies
Si Topik
awas tensi tinggi, keseringan naik darah 🤣🤣🤣
Si Topik
percakapan Momsky Arlena dengan Pak Arya percakapan berkelas bisnis.. ente ga bisa masuk ke dalam tu sirkel, soalnya otak ente minus, ga akan mampu 😂
Si Topik
defenisi rezeki memang tidak pernah salah alamat.. akan kembali ke pemiliknya masing-masing asal ikhlas
tidak seperti yg onoh, doyan mencuri rezeki, hasilnya ga berkah :-V 🤣
Si Topik
Tetapi tetap waspada juga euyy :"-v
pasalnya ini 50:50 jugaa
permintaan si Mr. Bule ini kalau kata ku misterius banget, walau surat perjanjian nya menguntungkan Arlena

tapi kalau beneran Daddy biologis nya Ardian, gaspol ae moms wkwk 🤣🤣
Si Topik
memang mencurigakan sih tingkah laku Mr. Bule ini :"-v
jadi ga salah mommy Arlena waspada
semoga niat nya baik dan ngasih suatu suprise ^^ 🤣
Si Topik
wow!?? jangan-jangan..!!??? 🤭😁😁
Si Topik
makjleb.. nyesssss, menusuk jantung hati si Domi otak minus :-v 🤣🤣🤣
Si Topik
No! jangan sama kan kondisi Mommy Arlena dg ente 🤣
Mommy Arlena lebih cerdas bagaimana cara memanfaatkan aset bersama itu
ga kayak ente, tau nya cuma jual2 doang :-v
Si Topik
ketika diruangan pertemuan

Domi otak minus : lho!?? a-a-anda!?? kenapa bisa jadi tim pengacara Arlen?

Pak Amarta : Suprise madafaka 🙂😈

🤣🤣🤣🤣
Si Topik
yg ada di otak nya flexinh flexang flexing flexang 🙂
sikon lagi runyam, bukan nya bantu mikir solusi.. malah nambah masalah :-v
Si Topik
kasian ama Bayi nya 🥲
Si Topik
Yoi, ada baiknya juga konsul sama dokter mana yg disarankan mana yang enggak^^
Si Topik
waahhh ultah nya besok bareng ama Uncle Yoel 😁😁😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!