NovelToon NovelToon
MY POSSESSIVE LOVE

MY POSSESSIVE LOVE

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:5.8M
Nilai: 4.9
Nama Author: Irma Marmaningrum

"Gue mau nyari calon laki dah... Kalo kaya gini terus pacaran sama ini nggak boleh, sama itu juga nggak boleh.. Mamah tuh mau yang gimana sih?"

_MARSHA ADELIA_

"Seberapa jauh kamu pergi, aku bakal tetap milikin kamu, cantik".

_ALFAN WIJAYA_

Kisah mereka dimulai saat marsha sudah merasa lelah dengan kisah cintanya yang selalu nggak dapat restu dari mamanya. Sampai suatu kejadian mempertemukan marsha dan Alfan yang cuek tp ternyata sangat posesif.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irma Marmaningrum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hari Pertama

"Marshaaaa! Cepetan tuh babang gojek dah nungguin," teriak Mama tiap pagi yg seperti alunan musik rok bagi gue.

"Iya mah, bentar nih tinggal ngambil tas doang ribet banget dah ah."

Marsha Adelia anak kedua dari tiga bersodara dan anak satu-satunya perempuan dari keluarga Rahadian. Gadis itu memiliki seorang kakak laki-laki yang sudah menikah dan bekerja sebagai manager di perusahaannya sendiri, dan si bontot masih sekolah di SMU TUNAS BANGSA kelas 11.

Hari ini hari pertama Marsha masuk kuliah di universitas swasta di kotanya. Setelah seminggu dikuras jiwa dan raga buat ospek dengan segala aturan dan kegialaan yang gadis itu alami.

"Mah,Pah, Shasha berangkat dulu ya," ucap Marsha sambil cium tangan dan cipika-cipiki pada sang mamah yang lagi asyik nyiapin kopi buat papah.

"Sarapan dulu, Sha," ucap Papah sambil asyik baca berita online di tab nya.

"Udah telat Pah. Lagian babang gojeknya juga udah nungguin kasian, Pah." Marsha sambil berlari keluar.

"Ayo bang cepetan! Takut telat ini," ucap Marsha sambil memakai helm ijo.

"Yaelah Neng, Abang mah udah nungguin dari tadi," ucap Babang gojek sambil nyengir.

Tepat jam 8 Marsha sampai di kampus merah yang sudah rada sepi karna sudah mulai masuk kelas. Gadis itu terus berlari mencari kelas bahasa yang berada di ujung lorong kampus merah ini.

"Dasar bodoh ngapain pake acara begadang cuma buat liatin medsos si dia sih, telat kan gue," gumam Marsha sambil terus berlari dan mengecek tas takut ada yang ketinggalan.

Tiba-tiba

Bruuk...!

"Aduuuuh! Kalo jalan tuh pake mata," umpat Marsha sambil menahan sakit karna pinggang gadis itu dengan santainya mencium lantai.

"Jalan tuh pake kaki, Neng," timpal suara bariton yang nggak tau siapa malah liatin Marsha yang kesakitan bukannya nolongin. Pria itu terus memperhatikan Marsha sambil senyum-senyum.

"Terserah ... ah," ucap Marsha sambil berlalu karena yakin kalau dosen sudah mulai cuap-cuap di depan kelas.

"Menarik," gumam cowok bariton itu.

Tepat di depan pintu kelas Marsha menarik nafas dalam biar tenang. Masa iya hari pertama udah telat, pikirnya.

Tok Tok Tok

Marsha mengetuk pintu dengan sedikit gemetar, apalagi pinggangnya masih sakit.

"Masuk!" Suara serak namun berwibawa terdengar dari dalam kelas.

Marsha membuka pintu kelas dan berucap, "Selamat pagi Pak! Maaf saya terlambat." Marsha terus menunduk dan memegang erat tasnya.

"Saya tahu kamu terlambat, tapi untuk hari pertama saya masih kasih kelonggaran, silakan duduk!"

"Terimakasih Pak." Gadis berambut panjang itu langsung berjalan masuk mencari tempat duduk yang kosong. Semua mata memandang ke arahnya. Ada yang sinis, ada yang senyum-senyum, ada juga yang nggak liat.

"Hai, Aku Sita," ucap cewek berkacamata dan berambut panjang.

"Hai, Marsha," jawab Marsha dengan menarik ujung bibirnya.

Kelas pun berlangsung dengan lancar.

Di kelas Administrasi tingkat 3

"Lucu juga ya cewek tadi," ucap Alfan sambil memutar bolpoin ditangannya.

"Ngapa woi? Ngomong sendiri," teriak Jaka sambil nepok pundak Alfan.

"Set dah ngagetin lu," sewot Alfan .

"Lagian ngomong kok sama bolpoin, Situ sehat," lanjut Jaka.

"Dih, ganggu lu, Jek."

Alfan Wijaya cowok tinggi sekitar 180cm, rahang kokoh, wajah tampan dengan kulit sawo matang yang terliaht exsotis. Dia anak dari keluarga Wijaya pengusaha terkenal di kota Ss ini. Anaknya cuek, muka lempeng, tapi humoris kalo bareng temen-temennya yang pada gesrek juga.

Tepat pukul 12 siang, kelas mereka bubar dan semua mahasiswa dan mahasiswi berburu ke kantin untuk mengisi perut mereka yang mulai keroncongan termasuk Marsha yang hari itu nggak sarapan gara-gara telat bangun.

Marsha bergabung dengan Sita, Ayu, Resa, Diki dan Arga. Mereka semua teman baru Marsha di kampus merah ini.

"Kalian mau pesen apa, biar gue pesenin sekalian," ucap Arga sambil berdiri.

"Gue mie ayam sama es jeruk," ucap Sita dan Ayu.

"Lo, Sha mau apa?" tanya Arga.

"Bakso aja, jangan pake lama," ucap gue sambil terkekeh.

"Terus lo berdua mau apa?" ucap Arga pada Diki dan Resa yang masih anteng sama gadgetnya.

"Samain aja sama Marsha," ucap keduanya.

"Sama nggak pake lama juga ya, Bang," imbuh Resa sambil terkekeh.

Arga berlalu sambil mengerlingkan matanya dengan kesal.

Beberapa menit kemudian pesanan mereka datang. Mereka pun melahap semua hidangan yang mereka pesan sambil sesekali bercanda dengan riang.

Di sudut kantin ada mata tajam yang terus mengawasi gerakan mereka terutama Marsha. Alfan, ya dia yang sedang memperhatikan Marsha dengan tajam dan senyuman di bibirnya.

Dia merasa terhibur dengan tingkah lucu Marsha yang kadang terlihat kekanakan. Jek, Rendi, Devan, saling pandang dan menatap penuh tanya dengan tingkah Alfan yang nggak seperti biasanya.

"Ngapa tuh bocah ya..?" tanya Rendi yang hanya mendapatkan gedikan bahu dari kedua temannya.

"Ok. Gue cabut duluan ya," ucap Alfan tiba-tiba yang ditanggapi melongo dengan ketiga temannya.

Ternyata Marsha and the geng sudah bubar juga dan Alfan berniat buat kenalan sama Marsha yang membuat dia penasaran seharian ini.

Sedangkan di lain tempat, Marsha masih tetep asyik bercanda dengan teman-teman barunya yang memang rada konyol.

"Sumpah ya hari pertama gue sial banget udah kesiangan, ditubruk orang sampe ngejengkang pula," celoteh marsha sambil mengusap usap pinggangnya yang memang masih agak sakit.

"Syukurin hahhaha. Untung dosennya lagi bae noh," sambar Diki sambil terus tertawa.

"Jahad banget dah ah." Marsha menggerutu.

Sementara Sita, Resa, sama Arga cuman mesem2 nahan tawa mereka yang akan meledak.

Pokoknya mereka melewati hari pertama dengan sangat mulus dan lancar kecuali Marsha tentunya yang dapet bonus sakit pinggang.

Waktu pulang pun tiba. Sekarang Marsha sudah ada temen yang searah jalan pulang, maka mereka memutuskan buat naik angkot. Marsha pulang bareng Sita dan Diki sedangkan Arga dan Resa mereka membawa kendaraan masing-masing. Di angkot pun Diki tetep bikin rusuh dengan banyolan-banyolan konyol yang bahkan ada ibu2 yang sampe ngakak ngedengerin ocehan tuh mulut.

"Bang,Bang noh ada polisi tidur," oceh Diki yang mebuat Marsha dan Sita jengah.

"Iya Dek, jangan ngebut pan," kata si Bang supir.

"Bukan Bang, jangan berisik ntar bangun," timpalnya.

Dengan refleks Marsha tabok tuh tangan si Diki sedangkan penumpang lain hanya tertawa bahkan ada yang sampai pegang perutnya entah sakit perut entah geli dengerin ocehan si Diki. Sampai di perempatan akhirnya Marsha turun dan say good bye sama sahabatnya.

"Hati-hati ya see you," kata Marsha.

"See you," timpal keduanya.

Saat gadis itu sampai rumah, ia disambut dengan ocehan bawel sang mama.

"Sha kenapa kok jalannya gitu abis ngapain?"

"Et dah Mah, emang abis ngapain aku tuh jatuh mah tabrakan ma orang tinggi gede, item, idup lagi.Otomatis aku kejengkang lah," oleh Marsha dengan mengerucutkan bibirnya.

"Hahahahha. Kacian anak Mama, sini sini Mamah peluk." Wanita paruh baya itu merentangkan kedua tangannya.

"Iiih Mama nyebelin," rajuk Marsha. "Udah ah aku mau mandi dulu," lanjutnya.

"Cie, cie ... yang udah jadi mahasiswi. Kayanya penyambutan di kampus lo meriah ya sampe pinggang bengkok gitu." Rangga tiba-tiba nyamber sambil mengambil minum dan tertawa.

"Apaan sih lo," sewot Marsha.

Bersambung..

1
Sulaiman Efendy
TENANG JAK. BA'DA SHUBUH JUGA BISA, MLH ENAK PAGI2.. 😁😁😁😁
Sulaiman Efendy
AKHIRNYA BELAH DUREN JUGA RENDI MA AYU, TINGGAL SITA DN JAK, RESA & DIKI YG AKN MNYUSUL..
Sulaiman Efendy
BANYAK2 BACA NOVEL BRU X INI TOKOH WANITANYA NGIDAM PNGN PKE HELM POLISI, KLO SURUH SUAMINYA PKE DASTER BNYK..
Sulaiman Efendy
BENARKN, MARSHA LGI OTW HAMIL, MAKANYA SIKAPNYA JDI MANJA MA AL, BIASANYAKN JUDES..
Sulaiman Efendy
JGN2 LGI OTW HAMIL NI SIMARSHA...
Sulaiman Efendy
OTHOR TU YG NGEBEL😁😁😁😁😁
Sulaiman Efendy
SABAR YAA AL, BIASANYA ABIS DPET, RAHIM ISTRI LGI MASA SUBUR TUH, SMG NNTI BSA OTW ALFAN JUNIOR..
Sulaiman Efendy
DIKI LGI NHN RASANYA KE RESA...
Sulaiman Efendy
KNP TU SI MARSHA TRIAK...M
Sulaiman Efendy
KNP GK DIPERUSAHAANNYA KAVINDRA...
Sulaiman Efendy
NGRESEKIN ANAK ORG, KLO LO PNY ANAK, YAA ANAL LO DIURUS..
Sulaiman Efendy
CMA PANGKAT ADEK SPUPU KOQ JULID BNGET, SI AL BKN ANAK LO JUGA.. YG ORTU KANDUNGNYA AZA GK MASALAH DGN PILIHAN AL, LO YG CMA TNTE SPUPU YG RESEK...
Sulaiman Efendy
TERNYATA SI AL LGI YG NYUNGSEP DI BAWAH RANJANG...😂😂😂😂😂
Sulaiman Efendy
KIRA2 SIAPA NI YG JATUH DARI RANJANG....😂😂😂😂😂😂
Sulaiman Efendy
HERAN, MSH AZA BISA BEBAS TU DONI.. HUKUM NEGARA +62.. KLO DITEMPATKU, TU DONI TINGGAL NMA, MOK ANAK PEJABAT KEK, ANAK PENGUSAHA KEK, HABIS TU DONI...
Sulaiman Efendy
GK JERA2 NI SI DONA, SDH ABANGNYA BRURUSAN DGN HUKUM, SKRG DIA INGIN CRI GARA2..
Sulaiman Efendy
LBH BAIK MMG DINIKAHKN CEPAT, DRIPADA MRK BRBUAT DOSA CIUM2AN MLULU...
Sulaiman Efendy
SETELAH KEJADIAN INI, SIDONI HRS DIHUKUM BERAT, KRN SDH BBRP X LKUKAN KJAHATAN TRHADAP MARSHA
Sulaiman Efendy
SCARA HUKUM AGAMA TTP TDK SAH LO NIKAHIN MARSHA KRN TDK ADA WALI NYA MARSHA...
Sulaiman Efendy
NEKAT SEKALI TU 2 KK BRADIK GILA, KLO KISAH CEO2 LAIN, TU PRUSAHAAN ORTU DOUBLE D PSTI UDH DIBUAT KOLAPS KRN ANAKNYA BRANI USIK ANAK2 MRK..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!