NovelToon NovelToon
Di Nikahi Untuk Balas Dendam

Di Nikahi Untuk Balas Dendam

Status: tamat
Genre:Penyesalan Suami / Selingkuh / Angst / Pengganti / Tamat
Popularitas:327.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: Tri Haryani

Untuk membalaskan dendamnya pada Alena, Satria menikahi Elena adik kembar mantan kekasihnya.

Dan Elena yang tidak tahu dendam Satria menganggap pria itu mencintainya.
Namun semua berubah begitu saja setelah pesta pernikahan berakhir.

"Aku tak menyangka kamu tega menghianatiku." Elena.

"Penghianatan di balas penghianatan." Satria.

Akan kah Elena mampu menghadapi rumah tangga yang terasa seperti neraka baginya?

Atau kah Elena menyerah pada cintanya karena lelah dengan sikap Satria?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tri Haryani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 1 Aku Harus Kuat

Pesta pernikahan baru saja selesai dilaksanakan.

Kini sepasang pengantin baru itu sedang berada didalam kamar hotel, dimana tempat mereka akan menghabiskan malam pertama.

Keduanya sama-sama masih mengenakan pakaian pengantin dengan duduk saling berjauhan.

Elena duduk ditepi ranjang dengan kaki yang diluruskan karena merasa pegal seharian berdiri, sedangkan Satria duduk disofa sembari memainkan ponselnya.

Pria itu berbalas pesan dengan seseorang.

Seseorang yang entah siapa namanya Elena juga tidak tahu.

"Mas, bisa minta tolong bukain reseleting gaunku?" pinta Elena.

Satri tidak mengindahkan permintaan Elena.

Pria itu masih terus berbalas pesan dan fokus menatap layar ponselnya dengan lekat, seolah-olah benda itu lebih menarik dibandingkan istrinya.

"Mas Satria," panggil Elena.

Satria yang dipanggil namanya beralih menatap Elena. Hanya menatap, tanpa mengeluarkan suaranya.

Tatapan Satria berubah 180 derajat dari sebelum mereka menikah.

Sebelum menikah pria itu menatap Elena dengan tatapan penuh cinta, tapi apa ini.

Satria kini menatap Elena dengan tajam seolah mereka adalah musuh.

Elena merasakan perubahan dari cara Satria menatapnya, namun sebisa mungkin ia abaikan.

Ia masih berfikir positif, dan mengira perubahan satria itu hanya karena tidak suka dimintai tolong.

"Mas, bisa minta tolong bukain resleting gaunku?" pinta Elena. Ia mencoba meminta tolong lagi.

Satria yang tadi duduk disofa kini bangkit dan menghampiri Elena, wanita yang baru ia nikahi.

Melihat Satria bangkit dan berjalan kearahnya, Elena segera berdiri untuk mempermudahkan Satria membuka gaunnya.

Dihampiri seorang pria tentu saja membuat Elena deg-degan karena merasa gugup.

Terlebih lagi, yang menghampiri Elena adalah suaminya sendiri.

Setibanya didepan Elena, Satria bukan membantu Elena membuka gaunnya. Ia justru mencengkram kuat rahang Elena.

"Akkhh! Sakit Mas," ucap Elena merasakan sakit, karena dicengkram rahangnya.

Satria menatap mata bulat Elena dengan tajam.

Mata pria itu kini dipenuhi dengan kebencian.

Iya.. Satria benci dengan wajah Elena.

"Sepertinya kamu harus tahu Elena," ucap Satria.

"Apa maksudnya mas?" tanya Elena.

"Aku menikahimu bukan karena aku mencintaimu, tapi untuk balas dendam pada Alena," ucap Satria menyeringai.

DEG!!

Elena terkejut mendengarnya.

Ia kira Satria mengajaknya menikah karena mencintai dirinya.

Tapi apa ini? pria itu justru mengatakan untuk balas dendam.

Mata bulat Elena saat ini perlahan berembun.

"Kenapa? Kamu kaget? Aku rasa kamu sudah tahu alasan aku dendam pada Alena," ucap Satria masih menatap benci pada Elena.

"Kamu dendam pada Alena kenapa kamu menikahi aku, Mas?" tanya Elena dengan mata yang berkaca-kaca.

"Kamu akan tahu dengan sendirinya," ucap Satria menyeringai.

Brruukk!

Satria melepaskan cengkraman dirahang Elena dengan kasar, sehingga tubuh Elena terhempas kelantai.

"Akkhh!" teriak Elena antara terkejut dan sakit karena mendarat secara mendadak.

Hiks hiks hiks.

Air mata yang sejak tadi akan turun, sudah tidak bisa dibendung lagi.

Mata bulat Elena kini mengeluarkan air mata.

Ia tak pernah menyangka akan diperlakukan seperti ini oleh Satria.

Setelah melepaskan cengkraman pada rahang Elena, Satria segera keluar dari kamar hotel dan pergi meninggalkan wanita itu sendirian.

BRAKK!!

Satria menutup pintu kamar hotel itu dengan membantingnya.

Entah kemana perginya Satria. Elena tak sempat menanyakannya.

Meski ia menanyakan, belum tentu juga Satria akan memberitahukannya.

Hiks Hiks Hiks.

Elena masih menangis. Ia jadi teringat dengan ucapan saudara kembarnya Alena sebelum ia menikah dengan Satria.

'El, pikirkan lagi bila ingin menikah dengan Satria. Aku yakin dia memiliki maksud buruk pada mu, dan juga pada ku'.

Meski kini ia mengingat ucapan saudaranya, namun kini ia sudah terlanjur menikah dengan Satria.

Ada rasa sesal karena ia tidak mendengarkan nasehat saudaranya. Namun penyesalan itu tidak akan merubah keadaan.

Yang bisa ia lakukan, kini merubah suaminya agar mencintai dirinya, bukan untuk balas dendam lagi.

Elena menyukai Satria sudah sejak lama, saat pesta pernikahan kakak laki-lakinya.

Saat itu Elena masih berusia 17 tahun sedangkan Satria berusia sama dengan kakak laki-lakinya.

Elena kira, perasaannya pada Satria hanya sekedar menyukai saja. Namun semakin lama, perasaannya tumbuh semakin dalam.

Elena menyadari bila rasa sukanya telah berubah menjadi cintai.

Ia berusah mendekatkan diri pada Satria, namun justru saudara kembarnya lah yang menjadi kekasih pria itu.

Runtuhlah sudah harapan Elena bisa mendapatkan Satria.

Meski mencintai pria itu namun ia tak ingin merusak hubungan saudaranya.

Ia memilih memendam perasaannya seorang diri, agar tidak ada orang yang tahu bila dirinya mencintai pria itu.

Disaat Elena menyerah dengan cintanya.

Satria, pria yang ia cintai justru datang padanya dan mengajaknya menikah.

Hal itu tentu saja membuatnya bahagia, karena apa yang ia nantikan akhirnya terwujud.

Elena menerima ajakan menikah dari pria itu dan akhirnya hari ini mereka telah menikah.

Belum genap sehari mereka menikah, tapi Satria sudah menyakitinya.

Ia kira Satria mencintainya, namun ternyata salah. Ia hanya dijadikan alat balas dendam pada saudaranya.

Cukup lama Elena menangis dilantai, hingga akhirnya ia perlahan bangkit. Merayap pada pinggiran ranjang untuk berpegangan.

Sungguh tubuh Elena menjadi tak bertenaga, ia merasakan lemas sekali.

Bahkan untuk sekedar bangkit saja, ia harus berpegangan.

Hiks hiks hiks.

Tangisannya mengiringi dirinya naik keatas ranjang, lalu merebahkan tubuhnya disana.

Wanita itu masih terus menangis, hingga akhirnya ia terlelap dengan air mata yang membasahi hampir diseluruh wajahnya.

Bahkan make up yang belum sempat ia bersihkan itu sudah tak berbentuk riasan lagi.

Malam pengantin yang seharusnya dilalui dengan syahdu kini justru dilalui dengan air mata Elena yang masih terus mengalir.

Entah seperti apa perjalanan rumah tangga yang akan dilaluinya, Elena juga tidak tahu.

Pagi datang.

Elena mengerjapkan matanya yang lengket oleh air mata.

Ia bangun dari tidur, merasakan matanya yang bengkak dan kepalanya yang sakit, karena terlalu lama menangis.

Wanita itu menoleh pada ranjang disebelahnya yang masih rapih. Kemudian ia mengedarkan pandangannya kepenjuru kamar hotel itu.

Tidak ada tanda-tanda Satria pulang tadi malam.

Nyutt.

Hati Elena semakin terasa diremat. Sakit sekali.

Mengetahui suaminya tidak pulang.

Entah dimana sekarang Satria berada, Elena juga tidak tahu.

Namun ia akan memastikan keapartement pria itu dan berharap bisa menemukan Satria disana.

Wanita itu kemudian turun dari ranjang. Ia akan membersihkan diri terlebih dahulu barulah mendatangi apartement Satria.

Elena kesulitan membuka reslesting gaunnya, namun tetap ia buka secara paksa dan akhirnya terbuka, meski gaun cantik itu sedikit rusak.

Wanita itu mengguyur tubuhnya dibawah shower, menghapus jejak air mata diwajahnya serta membersihkan tubuhnya.

Dalam benaknya 'Aku harus kuat'.

Iya.. Elena memang harus kuat untuk menghadapi Satria dan dendam pria itu.

Tidak lama ia mengguyur tubuhnya, kini ia telah selesai dengan mandinya.

Elena segera berpakaian dan bersiap untuk mendatangi apartemet Satria.

Hemmm, Hufft.

Sebelum keluar dari kamar hotel, Elena menarik nafas dan menghembuskannya lebih dulu untuk mengurangi rasa sesak didadanya.

"Aku harus kuat," ucap Elena.

1
infinix hot10s
udah goblok kekeuh pingin dicintai,nangis doang bisanya
Ibelmizzel
aku kok jijik dgn elena ya,malahan aku dukung satria dgn cicil,elena kayak perempuan yg tak tau malu muka tembok😡
Ibelmizzel
jadi perempuan kok bego bin tolol amat,cerai aja toh kau belum disentuh elena....😡sisa perempuan lain mau kau pungut.
maya ayu
ralat thoorr.. mengangguk bukan menggeleng
Sri Siyamsih
satriaa blm tentu anak yg d kandung cecil ankmu lho, walau memang d bnrkn kl istri lg hamil nggk boleh pisah artinya nunggu dia lahiran
Sri Siyamsih
hadew ni satria ceo ko y bloon y. nggk ad feel gitu kl cecil cuma manfaatin dia, slidiki kek 🤦‍♀️
Sri Siyamsih
berilah dia sedikit pelajaran agar seumur hidup menyesal telah menyia"kannmu
Sri Siyamsih
jgn smp luluh kmu Elena, suamimu terllu dlm menyakitimu, kamu maafkn tp tdk utk kembali bersama
Jol Palembang
Luar biasa
guntur 1609
sory Thor ceritamu cukup bagus. tapi gak sesuai sma ekspetasi ku. kok satria maaih sama juga diterima sama Elena. Elena nya sj yg besoknya gak ketolongan
guntur 1609
mamous kau bodat
guntur 1609
Reyhan ni pun bodohnya mnt ampun. gak tahu ja kau adikmu selama ni disiksanya
guntur 1609
sampai dan penghianat sprtimu gak layak tk di dampingi lagi. Elena terlalu bodoh dan lemah
guntur 1609
Elena ni kok manusia yg paling bkdoh ya
guntur 1609
laki2 sprti satria gak perlu diperjuangin. namanya jug bang sat
Ririn Nursisminingsih
a pling grgeten klau ceweknya goblok kyak gini
mariaa_okta
elena begokk banget udh disakitin msih aja mnghrpkan satria. gk seru cerita nya bkin naik drah
Iraa
mendingan ke sangihe aja mas
Devys
jika menyakitkan lepaskan saja.. karena hanya menimbulkan luka
Devys
sudah ku duga
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!