Di usia 23 tahun, Clev adalah pendiri D&D Company, sebuah konglomerat raksasa yang bergerak di berbagai sektor, mulai dari logistik, real estate, hotel dan resor, apartemen, restoran, energi, hingga investasi. Saat memutuskan membangun pusat bisnis barunya di kota Drep, ia mendapati kota itu telah lama berada di bawah kendali organisasi mafia yang mengakar di setiap sudut.
Clev tinggal di sebuah kediaman mewah di sudut utara Kota Drep bersama adiknya, Derina (19 tahun), serta orang-orang kepercayaannya: Maria dan suaminya Garry,Lenny, Mira,Thomas,serta Leo kepala keamanan yang memimpin dua anggota penjaga rumah.
Sementara itu, di pusat kota Drep, berdiri megah gedung D&D Company sebagai simbol dimulainya era baru. Di balik kemegahan perusahaan tersebut, tak seorang pun menyadari bahwa sang pendiri memiliki tujuan yang jauh lebih besar daripada sekedar bisnis, tujuan itu adalah menghancurkan organisasi mafia yang sudah lama menguasai kota Drep.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon General Blast, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 24 - Pertemuan di taman
Sore nya di di rumah kediaman Clev di Utara kota Drep.
"Kak lihat ..aku sudah memahami bagaimana struktur D&D dan aset-aset apa saja yang di miliki oleh kakak" kata Derina kepada Clev yang berada di ruangan nya
Clev tersenyum
"bagus..tapi aku ingin kamu belajar lebih lagi dengan Mira" lalu Clev berdiri dari bangku nya dan mengusap kepala Derina
"aku tidak menuntut mu untuk mengikuti jejak ku di D&D ,aku hanya ingin melihat bakat apa yang bisa aku bangun untuk mu di D&D Company" jelas Clev lalu mencium kepalanya Derina dan berjalan ke luar ruangan nya.
Sebelum menutup pintunya
"beritahu Mira aku berjalan-jalan di kota.." jelas Clev lalu menutup pintu
Derina yang mendengar itu langsung menjawab
"baik bos.. bersantai lah serahkan yang dirumah padaku" teriak Derina berdiri tegap seperti seorang agent yang biasa diliat nya ketika berbicara dengan kakak nya.
Di Depan pintu rumah Thomas sudah mempersiapkan mobil Porsche hitam kesayangan Clev, sambil bersiul bersenandung Thomas mengelap kaca-kaca mobil Porsche hitam itu.
Lalu beberapa saat Clev keluar, dengan sigap Thomas langsung memberikan hormat
"Mobil sudah disiapkan,Tuan.." jelas Thomas
"Apa anda yakin akan berjalan sendiri?" tanya Thomas
Clev mengangguk
"ya..saya ingin menikmati kehidupan biasa menjadi warga biasa" lalu Clev masuk ke mobil Porsche hitam nya di bangku pengemudi.
Thomas tertawa
"anda benar ,Tuan.. terkadang menjadi warga biasa menyenangkan dibanding berhadapan setiap hari dengan kejahatan" timpal Thomas
Kemudian mobil menyala dengan suara mesin khas Porsche,lalu perlahan mobil berjalan melintasi taman halaman depan ,Clev menyapa Garry yang sedang memotong rumput lalu berjalan ke gerbang utama yang sudah di buka oleh anak buah Leo lalu berjalan ke arah pusat kota Drep.
Clev berjalan perlahan di jalanan kota Drep sambil berpikir kemana tujuan nya kali ini,lalu melihat gedung-gedung kemudian mata nya ke arah taman kota yang luas.
Lalu Clev memarkirkan mobil nya di parkiran dekat taman kota tersebut, kemudian keluar mobil dan berjalan santai menuju ke taman kota Drep.
Di perjalanan Clev membeli koran dan membaca di bangku,berita utama masih pemberitaan soal permata hitam yang bernilai 3 miliar satu nya.
"terlalu membesar-besarkan.." gumam Clev yang bosan melihat berita itu lalu menaruh koran itu di bangku.
Clev melihat sekeliling taman,lalu tatapan nya tertuju ke seorang anak kecil yang kesulitan menerbangkan layangan nya, Clev tersenyum lalu berdiri dari bangku untuk menghampiri anak laki-laki itu.
"Mau aku bantu?" tanya Clev yang membuat anak laki-laki itu terkejut dan melihat ke belakang.
"wah..kakak membuat kaget saja.." lalu anak itu melihat ke arah layangan nya kemudian melihat Clev.
"kakak bisa menerbangkan nya?" tanya anak laki-laki itu
"tentu.." ujar Clev tersenyum.
Lalu anak laki-laki itu memberikan benang yang di pegang nya ke Clev,lalu Clev mulai mencoba menerbangkan nya perlahan, setelah beberapa saat layangan itu terbang dan melayang-layang di atas.
"Berhasil.." teriak anak itu
Lalu Clev memberikan benangnya kepada anak kecil itu.
Anak kecil itu mengambil nya
"terimakasih kak.." ujar nya senang,lalu menarik ulur layangan tersebut , sementara Clev memberikannya instruksi kepada anak kecil itu.
Setelah beberapa saat Clev duduk di rumput di sebelah anak kecil itu yang senang menarik ulur layangan nya yang sudah melayang di udara.
"kamu dengan siapa datang ke taman?" tanya Clev sambil memperhatikan layangan anak itu.
Sambil mengulurkan benangnya
"aku sendiri, selalu di taman ini menunggu kakak ku pulang kerja" jawab anak kecil itu
Clev lalu menoleh ke anak kecil itu
"kakak mu? jadi kamu selalu bermain di taman ketika sore?" tanya Clev lagi
Anak kecil itu mengangguk.
Lalu melihat ke arah anak-anak yang bermain bola,
"tidak memiliki teman?" tanya Clev sambil memandang anak-anak yang bermain bola
Sempat hening sesaat
"aku...tidak memiliki teman" ujar anak kecil itu.
Clev langsung menatapnya
"umur mu?" tanya Clev
"12 tahun.." jawab anak itu
Lalu Clev memandang layangan anak itu di cakrawala.
"Tidak masalah tidak memiliki teman,selama masih ada orang yang selalu menyayangi kamu" ujar Clev
Anak itu menoleh ke Clev
"ya.. Kakak ku sangat menyayangi ku,jadi aku tidak khawatir tidak memiliki teman selama kakak ku selalu ada bersamaku" jelas anak itu dengan yakin
Clev menatap nya dan tersenyum
"itu keteguhan hati yang tidak banyak orang miliki di usia mu" jelas Clev.
Tak lama suara seorang perempuan terdengar dari belakang.
"Arthur.. kamu sudah bisa menerbangkan layangan?" tanya perempuan itu
Anak kecil itu bernama Arthur,lalu menoleh ke kakak nya
"kakak ini yang membantu ku menerbangkan layangan ku" ujar Arthur menunjuk ke arah Clev
Clev berdiri
"maaf..kupikir anak ini membutuhkan bantuan, jadi aku mendatangi nya" jelas Clev ke wanita itu
Wanita itu terdiam sejenak,lalu membungkuk,
"oh terimakasih.. Arthur sangat menyukai layangan tapi dia belum bisa menerbangkan nya, sekali lagi terimakasih" ujar wanita itu
Lalu dia menatap Clev,
"Aku Kalista..dan ini adik ku Arthur" ujar Kalista memperkenalkan diri
Clev tersenyum
"aku Clev.." balas Clev.
Kalista adalah seorang pegawai di Bella Casa, tempat butik milik Bella anak Bruno.