NovelToon NovelToon
Jodoh Dari Lahir

Jodoh Dari Lahir

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Teen School/College / Nikahmuda / Pernikahan Kilat / Tamat
Popularitas:68.1k
Nilai: 5
Nama Author: CovieVy

Blurb:

Jenie dan Juno adalah siswa yang mengalami perjodohan semenjak lahir tanpa mereka ketahui. Namun, kenyataannya mereka selalu saja bertengkar.

Pada sebuah malam, Jenie ketiduran di dalam kamar Juno tanpa sengaja. Saat menyadari ada lelaki tidur di dekatnya, tanpa sadar Jenie berteriak hingga membuat warga yang ronda menghapiri mereka.

Mereka berdua tampak dalam satu kamar, membuat warga yang ronda itu murka. Maka, terjadi lah pernikahan meskipun mereka dalam usia sekolah. Bagaimana kah kelanjutan kisah mereka? Apakah kisah perjodohan yang menjadikan mereka jodoh beneran akan berjalan mulus?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CovieVy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

1. Ulang Tahun Bareng

Kisah ini terjadi sekitar awal tahun 2000-an. Ketika ponsel masih langka dimiliki oleh siswa sekolah dan program chat menggunakan MIRC mulai digandrungi para remaja

*

*

*

‘‘Heh, bego! Lu sengaja ya?" teriak seorang pemuda terhadap gadis manis yang tersenyum kikuk kepadanya. Gadis bernama Jennie mengusap tangan yang berlumuran campuran gula dan butter cream bewarna-warni.

Di hadapannya, tampak meja yang telah ambruk, sebuah kue ulang tahun berukuran besar, mencium lantai tak berdaya. Di sekitarnya, terdapat banyak benda yang terbungkus kertas warna-warni turut berceceran.

Semua yang hadir, menatap gadis itu. Jennie, mengeluarkan cengiran, membalas tatapan semua tamu yang membisu beberapa waktu, dan ... ledakan tawa pun mengisi malam itu.

"Nyeeet! Jawab! Lu sengaja ya?" Pemuda sang pemilik kue berjalan mendekati Jennie yang telah belepotan di mana-mana.

Jennie kembali memasang wajah kikuk, pura-pura bodoh.

Lima menit yang lalu

Malam ini adalah hari ulang tahun Jennie bersama seorang cowok yang dianggapnya sebagai musuh semenjak lahir. Jennie merasa kesialan datang bertubi-tubi, semenjak ia lahir. Ia mengenal seorang Juno Marcello Hadiningrat sebagai tetangga sebelah rumah yang memiliki waktu lahir yang bersamaan dengannya.

Setiap hari mereka selalu mengisi waktu dengan pertengkaran. Mulai dari hal yang paling kecil, hingga pada hal yang sangat besar.

Sialnya, orang tua mereka sepakat untuk merayakan ulang tahun ketujuh belas ini, bersama-sama. Anehnya lagi, mereka pergi acara makan malam bersama, tanpa mengawasi pelaksanaan pesta.

Mereka berdua, selalu saja tak ingin mengalah, sama-sama mencari kesempatan memulai masalah. Terkadang, Jennie yang memulai duluan, atau sebaliknya ... Juno yang mengawali masalah.

Saat ini, rasa iri karena ukuran kue Juno lebih besar dari milik Jennie, membuat gadis berambut sebahu teringin memulai kejahilannya. Jennie berjalan cuek ke arah kue ulang tahun mereka yang berjejer berbeda meja.

Mmm ... beruntung sekali hidupnya. Udah punya orang tua kaya, hidup mewah, bahkan untuk kue ulang tahun saja bisa sebesar ini?

Jennie membandingkan ukuran kue yang dibelikan orang tuanya. Matanya menyipit, menyaksikan Juno yang asik pansos dengan tamu yang lain.

Jennie mencolek kue ulang tahun Juno. Akan tetapi, ia dengan sengaja terpeleset jatuh dengan cantik menimpa meja di mana kue milik Juno terlihat gagah berdiri di sana. Anehnya lagi, kue miliknya yang berada di meja sebelah, tidak terganggu sedikit pun.

***

"Dodoool! Jawab! Lu sengaja ya?!" Bentakan pun tepat berada di telinga Jennie, membuyarkan lamunannya pada kesengajaan yang ternyata malah membuatnya ikut menjadi kotor.

Seorang pemuda, tiba-tiba berdiri tepat di hadapan Jennie. "Brow, lu kalau lakik jangan teriak-teriak depan cewek," ucap salah satu teman sekolah mereka bernama Anton.

Juno mendorong teman sebayanya menjauh dari Jennie. "Gue gak bicara sama elu anjiir!"

“Enak aja? Nuduh sembarangan! Padahal kuenya jatuh sendiri, juga!’ ucap Jenie membela diri.

“Gak mungkin! Gue lihat lu sengaja kan? Dasar sinto gendeng!” teriaknya tepa di hadapan Jenie.

Perang mulut pun tak dapat dielakkan. Mereka saling mengeluarkan umpatan dan serapah.

“Salah lu sendiri gak pinter jaga kuenya, O-on! Gue pites juga lama-lama lu ye?" Jennie menyingsingkan lengan pakaiannya makin ke atas

“Dasar cewek begok!” cetus Juno.

‘‘Apa? Lu bilang gue bego? Lu sendiri gimana? Gemulai? Udah tujuh belas, masih aja main boneka!” balas Jennie tak kalah sengit.

Lalu, meledak lah tawa para undangan yang berencana ingin menikmati pesta meriah malam ini.

Juno merasa malu, semakin naik pitam. “Apa kata lu? Gue dibilang gemulai?”

Juno menarik kedua bahu Jennie. "Gemulai ya?" Jennie terus ditarik hingga posisi mereka menjadi sangat dekat.

Jennie merasa takut akan reaksi Juno yang terus mendekatkan wajahnya. "Jadi, kayak apa yang lu maksud gemulai?" Bibirnya semakin dekat. Amarah karena telah mengatainya, membuat ia ingin membuktikan bahwa dirinya bukan lah seperti yang dituduhkan Jenie.

Jennie menyibak kedua tangan Juno, lalu mengaruk kue bertulis nama cowok itu yang sudah tidak bisa dimakan. Ia melemparkan kue itu ke wajah Juno. Potongan kue tersebut tepat mendarat di pipi Juno.

Juno menarik kasar sisa kue yang melekat pada pipinya. Ia pun mengangkat kue Jennie yang masih utuh, melemparkan ke arah musuh bebuyutannya itu.

Jennie berhasil menghindar, menimpa Anton yang sedari tadi menjadi pengawal. Kericuhan pun terjadi. Acara sweet 17'th yang diharapkan menjadi kisah manis itu, ternyata malah gagal total.

Perang lempar-lemparan kue pun tidak terelakan.

*

*

*

Akhirnya, kedua orang tua mereka pulang dari acara makan malam bersama. Kedua belah pihak, merasa geram dengan apa yang terjadi.

"Kalian, telah melanggar kepercayaan Ayah." Setelah itu, Jennie dan Villa, adiknya, disuruh masuk kamar dan membersihkan diri.

Sementara itu, telinga Juno ditarik oleh Maminya. Telinga itu masih berada di tangan sang ibu hingga sampai ke rumah mereka yang bersebelahan.

"Dasar, anak bandel??” geram sang Ibu, membuat Juno tak bisa berkutik.

Di kamar yang ada di seberang ruman mereka, Jennie baru saja usai mandi.

"Dasar anak dongo, padahal gue udah nyiapin kado buat dia. Nah, kejadian tadi malah jadi gak sempat ngasihnya. Lah, biar aja lah ... gue jual lagi aja!" sungutnya menatap ke luar jendela. Jendela kamar mereka saling berhadapan.

*

*

*

Bunda memanggil Villa, adik Jennie. Ia baru saja selesai mandi langsung diinterogasi mengenai apa yang terjadi.

Villa menceritakan semua yang terjadi, apa adanya. Mendengar cerita dari Villa, Bunda hanya bisa menggelengkan kepala.

"Mengapa mereka tidak pernah akur sih?” guman Bunda, terlihat stress oleh tingkah mereka.

‘‘Padahal, kami ingin menyatukan mereka semenjak lahir dulu.” Bunda menutup bibir menyadari telah salah bicara

“Oh ya? Apa mereka tahu?" Villa spontan angkat bicara.

"Kamu jangan kasih tau mereka ya?"

Bunda tampak berpikir sejenak. Ia menjelaskan bahwa ini dilakukan karena dahulunya masa muda, Bunda dan Siska, ibu Juno adalah sahabat semenjak masa kuliah. Mereka telah berjanji ingin menyatu dengan menjodohkan anak mereka jika beda jenis klamin.

Ternyata, mereka lahiran di waktu yang sama dan benar adanya bahwa jenis anak-anak mereka berbeda. Saking niatnya untuk menjodohkan putra putri mereka, untuk nama pun mereka sepakat dibuat mirip, memikirkan agar bagus bunyinya dalam undangan pernikahan.

Setelah mendengar penjelasan Bunda dengan panjang lebar, Villa pun meminta izin kepada ibunya untuk datang ke kamar kakaknya yang baru saja dimarahi oleh kedua orang tuanya.

Ia teringat, memiliki sesuatu yang beluk sempat diberikan. Dengan penuh semangat, Villa mengetuk pintu kamar sang kakak, dan ternyata kakaknya itu baru selesai mandi.

"Kak, ini kado dariku," ucapnya dengan penuh semangat berharap sang kakak menyukainya.

Dengan antusias Jenie membukanya, tetapi ekspresi sang kakak tampak berubah datar.

1
Anonim
entah kenapa cerita remajanselalu sepi
Qaisaa Nazarudin
Apa Marcell itu adalah Juno ya..🤔🤔
Qaisaa Nazarudin
Lha kok Siska ngomong kek gitu,Seolah pernikahan adalah ajang percobaan,Katanya udah di jodohin dari kecil,harusnya di pertahankan..
Qaisaa Nazarudin
Jenie fokus aja ama sekolah,Hak baper dgn hubungan kalian,Biarkan mengalir seperti air..
Qaisaa Nazarudin
JUNO nerima ijabnya siapa? kalo gak di sebut nama penganten ceweknya apa SAH nikahnya?
Qaisaa Nazarudin
Ini lah akibatnya terlalu Ceroboh dan usil..
Qaisaa Nazarudin
Lha gak masuk akal banget,Tuh kan rumah orang,Ada ortunya Juno juga,Masa ia Jenie menjerit kedengaran sampe luar sana,Umah orang gedongan mah pasti gede,apalagi halamannya..gak bakalan kedengaran sampe ke jalan lho..🤣🤣🤣
Qaisaa Nazarudin
Berarti Juno emang udah ada rasa sama Jenie,Tapi Jenie nya gak..
Firgi Septia
si pelakor beraksi/Drowsy//Drowsy/
Nur Adam
smgt untuk krya mu thoor
SoVay: halo kakak ya baik, mampir yuk ke karya baru aku judulnya: PERNIKAHAN YANG KETIGA

bantu ramaikan yuk kak
total 2 replies
Nur Adam
lnjut
Nur Adam
lnjjt
Bunda Salma
Juno dan Jenie bagai Tom and Jerry , tapi ajaibnya Juno justru bucin duluan ....setelah nikah banyak cara modusin si Jenie meski masih batas wajar tidak sampe ke adegan dewasa .... Absurdnya hubungan pasangan muda ini 😅
SoVay: halo Bunda, aku ingin mengenalkan karya baruku
judulnya: Menjadi Ibu Sambung
mampir dan dukung yuk Bunda ❤️
total 3 replies
Nur Adam
lnjjt
Bunda Salma
Dulu mereka masih remaja , masih dlm kendali orang tua meski telah sah dinikahkan , tp setelah dewasa harusnya Bunda rela melepas anak gadisnya bersama suaminya.
Nur Adam
lnjjy
Asiila Aliya
pasti juno
Nur Adam
lnjut
SoVay
sepertinya kita akan menamatkan cerita ini sebentar lagi, karena ceritanya sangat sepi dan mengsed. author mau cepat beralih pada yg baru
Nur Adam
lnjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!