NovelToon NovelToon
Pendekar Pedang Iblis

Pendekar Pedang Iblis

Status: tamat
Genre:Fantasi / Action / Petualangan / Fantasi Timur / Tamat
Popularitas:23.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: Kak Vi

Xin Fai seorang anak nelayan yang tinggal di pinggiran Kekaisaran Shang harus menerima kenyataan bahwa desanya dibantai oleh organisasi gelap bernama Manusia Darah Iblis! Dia terus mengemban dendamnya itu hingga muncul sosok iblis dalam dirinya, membuat ia tak terkalahkan sekaligus membuat orang-orang takut kepadanya meskipun Xin Fai berada di jalan yang benar.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kak Vi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch. 1 - Xin Fai

Xin Fai adalah seorang anak kecil berumur 9 tahun yang tinggal di pinggir daratan Kekaisaran Shang, orang tuanya bekerja sebagai nelayan yang hari-harinya dipenuhi dengan kesusahan ekonomi.

Daerah Peiyu yang berseberangan langsung dengan pantai itu kini ramai dilalui oleh banyak petualang, pendekar dan rakyat biasa. Xin Fai saat itu bersama Ayahnya, Xin Wao yang sedang mengangkat hasil tangkapan di laut. Langit mulai gelap kala itu, angin badai berembus kencang menabrak tubuh para nelayan.

Dahi Xin Fai mengerut sambil menatap Ayahnya.

"Apa jalur kita pernah seramai ini, Ayah?"

"Menurutmu? Ah... Sepertinya daerah kita mulai terkenal ya." Pria dengan baju lusuh dan wajah cerah itu menanggapi senang. Dia sangat mencintai tempat tinggalnya. Anaknya tak lagi banyak bertanya.

Xin Fai memutar pandangannya ke seluruh penjuru, para pendekar berbadan kekar menaiki pelabuhan sambil menenteng pedang panjang bercahaya merah. Perasaannya seketika buruk, namun Xin Fai tidak memberi tahu pada Ayahnya. Lelaki berbadan kekar itu menatap tajam padanya, seketika itu napas Xin Fai sesak tanpa alasan, dia jatuh berlutut sebelum akhirnya pria itu memalingkan muka.

Malam harinya keluarga Xin Fai berkumpul di sebuah rumah kecil atau lebih tepatnya gubuk, walaupun kehidupan mereka di bawah rata-rata namun tak pernah sedikitpun mereka mengeluh. Karena Xin Wao selalu mengajarkan hidup bersyukur pada anaknya, Xin Fai dan anak perempuannya yang kini berumur 8 tahun Xin Xia.

Istrinya datang menyiapkan makanan, sekeluarga itu duduk sambil bercerita tentang sebuah tempat. Daerah yang diyakini oleh keturunannya sebagai asal mereka.

"Daratan Yang, di sanalah kita berasal. Kau tahu? Nenekmu selalu menceritakan ini beberapa kali sampai aku muak." Xin Wao menjelaskan. "Kau tidak akan menemukan kedamaian sedamai di sana, kejernihan air mengalir yang indah, orang-orang yang tidak memandang derajat sebagai tolak ukur kemanusiaan."

"Mana ada orang seperti itu, Ayah!" Xin Fai menolak, dia sangat membenci orang-orang Kekaisaran yang dianggapnya semena-mena dengan rakyat kecil.

"Ayah tahu, mereka memperlakukan kita seperti sampah."

Xin Wao tak segera menjawab, lelaki berumur 30-an itu memberi jeda agar anak laki-lakinya kembali tenang.

Xin Fai mengikuti karakter ibunya yang berapi-api, keras kepala dan membenci orang yang memiliki status bangsawan.

Xin Wao melanjutkan ceritanya perlahan, "Di tempat kita tidak ada tempat yang sedamai itu, tumbuhan tumbuh dengan subur dan matahari yang sangat hangat di sana."

"Hm..." Xin Fai menanggapi malas, adiknya menguap setiap kali Ayahnya menceritakan itu berulang kali, namun Xin Wao tampak tak terusik dengan respon mereka malah semakin bersemangat menceritakannya.

Xin Wao menjelaskan bahwa daratan Yang terletak di daerah yang sama sekali tidak diketahui orang, daerah yang jauh dan penuh marabahaya. Tempat itu terletak di sebuah pulau di pertengahan samudra yang melintang di Benua Daratan Tengah. Dijelaskan juga bahwa daratan Yang terletak di balik bukit, namun sampai saat ini belum ada satupun orang yang berhasil menjangkau tempat itu karena dikelilingi oleh mahkluk laut yang ganas.

"Tapi kata Ayah, di sana sangat aman dan nyaman?"

Xin Wao mengerutkan dahinya, setelah puluhan kali mendengar cerita itu ia tak pernah berpikir seperti halnya anaknya. Lelaki itu hanya paham tentang laut dan kematian di pusaran ombak, jadi dia kurang pandai dalam hal logika.

"Kau tahu? Untuk menaklukkan mahkluk ganas itu diperlukan kekuatan, hanya orang setingkat Pendekar Agung yang bisa melakukannya." Ayahnya menjelaskan tergagu-gagu karena dia pun kurang tahu tentang pemeringkatan para Pendekar.

Xin Fai mengembuskan napas pelan, dia memang selalu menganggap lelaki yang menjadi Ayahnya itu bodoh. Namun Ayahnya tak pernah tersinggung, senyuman penuh tulus itu selalu berhasil membuat Xin Fai tenang.

"Ayah.. kalau itu tempat yang sangat menyenangkan, kenapa kita tidak tinggal di sana?" tanya Xin Xia.

Xin Wao lagi-lagi tersedak napasnya sendiri sambil memasang wajah cemas, dia tak pernah berpikir untuk sampai di sana. Bagi kaum nelayan yang berpenghasilan kecil sepertinya, sangat mungkin nyawanya habis di perjalanan. Belum lagi bertemu dengan pendekar aliran hitam, pembunuh bayaran, perompak dan pembunuh berantai.

Dunia yang ada dipikiran Xin Xia tidak seperti pada kenyataannya, dunia jauh lebih kejam daripada yang ada di daerah Peiyu. Di luar sana banyak orang yang membunuh demi bertahan hidup, bahkan sampai membentuk organisasi, menentang Kekaisaran dan menjadikan jalan sesat sebagai arah kehidupan.

Di daerah mereka saja sering terjadi penculikan budak, perampokan dan pembunuhan meskipun Xin Wao selalu berusaha menyembunyikan hal itu dari kedua anaknya.

"Kurasa sekarang saatnya memberi tahu kalian..." Xin Wao mengela napas panjang.

"Dunia aliran putih dan hitam adalah perlambangan Yin dan Yang, kalian tahu? Masing-masing dari mereka berusaha mempertahankan diri dengan saling membunuh."

Xin Xia terdiam dengan raut bingung, hanya Xin Fai yang terlihat serius dengan perkataan Ayahnya.

"Kita memang tidak dilahirkan sebagai seorang petarung, bahkan, untuk menghidupi diri sendiri saja sudah kesusahan."

Pria itu melanjutkan, "Hanya seorang pendekar yang bisa mengelana di dunia ini. Mereka yang memiliki keahlian melindungi diri sendiri, orang lain dan menumpas segala kebatilan. Ya! Seorang pendekar!" Ayahnya menjadi semangat menceritakan tentang pendekar.

Bagi Xin Fai, pendekar tidak jarang dijumpai di tempatnya. Mereka sangat kuat, kekar dan berkharisma. Sosok seperti mereka sangat disegani di tempatnya.

"Pendekar yang paling pemberani, Yong Tao sang Pendekar Agung nomor satu yang selalu menegakkan keadilan. Aih, aku ingin sekali bertemu dengannya."

Xin Fai tersenyum pahit, menurutnya orang Kekaisaran akan langsung muntah ketika bertemu dengan Ayahnya. Sebagai nelayan, bau tubuh mereka terasa amis dan kumuh tidak menutupi juga bahwa orang-orang biasa pun akan mengusir mereka ketika bertemu.

"Ayah jadi banyak bicara," Xin Wao menatapi kedua anaknya hangat. Meskipun dirinya kelaparan namun ia tetap bahagia dalam kesederhanaan. Senyum pria itu melunak saat Xin Fai putranya angkat bicara. "Kalau begitu, aku harus menjadi pendekar agar bisa sampai di Daratan Yang."

Ayahnya membuka mulut lebar-lebar tak percaya sedangkan istrinya yang daritadi sibuk menyiapkan makanan pun terkejut.

"Kau yakin?"

"Tidak terlalu, Ayah."

Secercah harapan menghiasi wajah lelaki tua itu, dia memegang erat pundak anaknya. "Kalau begitu kau harus ikut Turnamen Pendekar Muda."

Istrinya tak menyanggupi itu namun Xin Wao bersikeras tetap ingin anaknya pergi ke ibukota. Kota Shang terkenal sebagai ibukota paling maju dengan pendekar tingkat tinggi sangat banyak, jarak yang sangat jauh membuat Ibu Xin Fai khawatir. Bukan hanya keselamatan anaknya, melainkan biaya hidupnya ke depan nanti.

"Menurutmu untuk apa aku menjadi nelayan berpuluh-puluh tahun? Aku ingin dia menjadi seorang pendekar terhormat."

"Tapi..."

Ayahnya mengeluarkan sebuah kain lusuh berisi puluhan keping perunggu.

"Aku ingin kau mengikuti Turnamen Pendekar Muda-"

BOOM!

Saat itu seketika suasana pecah dengan teriakan melolong, mendengar hal itu Xin Wao kaget sehingga berlari keluar mencari penyebabnya.

"Manusia Darah Iblis telah datang!"

Ratusan pasukan dengan tato merah di tubuhnya memenuhi pemukiman, mereka berpencar membunuh warga.

"Manusia Darah Iblis...?"

"Mereka siapa, Ayah?"

"Mereka orang-orang yang menentang Kekaisaran Shang. Pemimpin mereka berhasil membunuh orang nomor dua di tempat kita, Wei Yuan. Sang Manusia Darah Iblis sempurna. Mereka.. siluman Iblis!"

***

**Halo! aku kakpit 😆

jadi... aku mau kasih tau, kalo aku masih pemula banget jadi cerita ini masih sangat jauh dari kata bagus😥 semoga kalian mau memahami dan memaklumi kalau ceritanya sangat amburadul dan jauh dari ekspektasi kalian.

hehe udah itu aja kalau mau lanjut baca boleh banget, makasih atas perhatiannya**~

1
Guttasilo Sasmita
Santai aja Thor, saya selalu kaki like.
Lanjuuuttttt.. 👍👍👍
Guttasilo Sasmita
Lanjut Thor, menarik ceritanya.
Semangaaaaattt..
Guttasilo Sasmita
Tetap semangat Thor. Sejauh ini masih ok ceritanya🙏🙏🙏
Rusdi Bintang
terlalu bertele tele skiipp
Abdee vj
Luar biasa
𝙕𝙯𝙯: mampir kak, judulnya Iblis penyerap darah, kali aja suka🙏
total 1 replies
Abdee vj
aromanya bakal ada kekacauan ditengah turnamen, seperti cerita LPN/Casual/
Abdee vj
Luar biasa
Ferdy Palit
iklan Pinjol lagi
Surdi
oke
VirgoRaurus 31Smile
loh ..bukankah sudah di kunci dg rantai neraka dari berbagai arah...kok masih leluasa bergerak, bahkan keluar dari air panas....
VirgoRaurus 31Smile
dengan mata yg sedang dibuatnya...maksudnya "mantra"....
VirgoRaurus 31Smile
katanya kutub Utara, ya harusnya paling Utara...kok paling timur...
VirgoRaurus 31Smile
perang perang apa pedang pedang ini Thor...
VirgoRaurus 31Smile
tuh kan bisa menggunakan jurus perpindahan ruang...kenapa ga dipakai sedari tadi....dasar Author oon, maunya mendramatisir cerita, tp ketahuan oon nya.
VirgoRaurus 31Smile
yg namanya mayat berarti dia mati...ga punya energi kehidupan....ini kok energi kehidupan dari mayat...yg bener aja Thor....
VirgoRaurus 31Smile
kenapa ga pakai jurus ruangnya....MC kebanyakan ilmu, jadi lupa punya jurus yg bisa memperpendek jarak...atau Authornya yg oon...?
VirgoRaurus 31Smile
apa MC lupa dg batu yg diberikan olah iblis sebelum dia musnah, di batu tsb ada sedikit jiwa iblis suami dari ratu iblis....
VirgoRaurus 31Smile
saat MC ingin menusuk jantung Liu Fengying & Xin Xia menghalangi dg tangannya, ternyata pedang bisa menembus tangan Xin Xia...harusnya pedang MC bisa menusuk jantung Liu Fengying....
VirgoRaurus 31Smile
MC lupa dg rencana peledakan pintu gerbang markas musuh demi menghindari pasukannya banyak yg mati kena panah...
VirgoRaurus 31Smile
berceloteh...kalau cuma satu atau dua patah kata, ga bisa di anggap berceloteh...kalau dia cerewet, ngomong terus yg ga ada juntrungannya barulah dia dianggap berceloteh...tahu ga Thor...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!