NovelToon NovelToon
ADIK Atau ISTRI

ADIK Atau ISTRI

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:50.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: syeha

Nabila gadis cantik dan sederhana berusia 18 tahun yang masih duduk di bangku SMA, dia terpaksa harus menikah dengan pria yang sama sekali tidak dia kenal karena permintaan terakhir orangtuanya untuk menjadi wali nikah putri tunggalnya.

Shakil adalah seorang presdir sebuah perusahaan w3xo berusia 28 tahun yang sangat tampan dan elegan, dia setuju menikahi Nabila karena balas budi pada Harun, papah Nabila, karena Harun selalu mempertaruhkan nyawa untuk Shakil anak dari teman seperjuangannya

Shakil yang memiliki kekasih merasa sangat kerepotan karena dia sudah menikah dengan nabila, tanpa kekasihnya tau, akhirnya Shakil dan Nabila sepakat untuk menjadi kakak, adik bukan suami istri

mau tau kelanjutannya apa yang terjadi dengan kisah cinta yang terpaut 10 tahun ini.. Akankah Shakil bisa berpaling ke Nabila istri kecil yang polos menggemaskan atau Siska kekasih hot sexy nan menggoda?

baca terus novel perdana ADIK ATAU ISTRI by syeha selamat menikmati

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon syeha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

1. berita duka

"Nabila! kamu dipanggil Kepala sekolah diruangannya" Ucap seorang guru yang sedang megajarnya saat ini

"I..iya pak"

"Eh ada apa Bil? Gak biasanya kepala sekolah memanggil, apa lo bikin kesalahan??" tanya Anna dia adalah teman dekat Nabila

"Gue juga gak mengerti?, Do'ain ya? Semoga semua baik-baik aja" Nabila berdiri dan berjalan menuju ruangan kepala sekolah

tok tok

Ada apa ya? Kok aku jadi gelisah gini

"Iya silahkan masuk" Terdengar suara dari dalam ruangan itu, Dengan rasa takut perlahan Nabila membuka pintunya lalu dia pun masuk.

"Pagi Pak.. Apa bapak memanggil saya?" tanya nabila dengan sopan

Didalam ruangan itu bukan hanya kepala sekolah saja, Ternyata ada Mira dan Amir juga. mereka adalah sahabat sekaligus Bos Papahnya Nabila

"Lho.. Om, Tante, Kok bisa ada disini?" Nabila menghampiri mereka dan mencium punggung tangannya. Nabila sangat bingung apa yang terjadi? kenapa tiba-tiba ada Amir dan Mira di sekolah nya?, dan juga kenapa ada kesedihan di wajah kedua orang tersebut?

"Kemarilah Nak! Kamu duduk dulu.. Om akan menjelaskannya" Menepuk kursi diantara Amir dan Mira agar dia duduk ditengah-tengah mereka

Nabila pun duduk sesuai perintah Amir, Dengan sejuta pertanyaan yang masih bersarang di otaknya

Kenapa? Ada apa? Kenapa ruangan ini jadi menakutkan seperti ruang sidang sih.. Dan ini kenapa Tante Mira menangis? sebenarnya ada apa?

"Begini nak Bila,,, Sekarang Papah, Mamah kamu ada dirumah sakit" Ucap Amir

Nabila terkejut tidak percaya dengan apa yang didengarnya barusan. Sementara itu Mira langsung memeluk tubuh Nabila dengan hangat. Dia tidak ingin Nabila Syok dengan kabar buruk yang baru saja dibawanya

"Apa? Tapi kenapa?"

Baru saja pagi ini kedua orangtuanya mengantarnya kesekolah tapi sekarang malah sudah mendapatkan berita buruk

"Iya sayang. Papah, Mamah kamu kecelakaan waktu mereka berjalan menuju bandara" Mira menjelaskan dengan air mata yang terus mengalir membasahi pipinya

 

Orang tua Nabila, Harun dan Ayu mengalami kecelakaan diperjalanan menuju bandara. Ayu mengantar Harun yang ingin terbang kekota karena ada tugas dari dari Amir, Mengecek proyek yang mereka bangun untuk Hotel berbintang nantinya

 

"Papah!!... Mamah!!" Nabil menangis "Aku mau kerumah sakit Om..Tante?" Memohon pada Amir dan Mira

"Ayo nak kita kesana sekarang" Ucap Amir

Mereka berpamitan pada kepala sekolah, Dan secepatnya menuju ruamah sakit, Diperjalanan Nabila terus menangis. Di tidak bisa membayangkan hal buruk terjadi kepada orang tuanya nanti, Dia tidak memiliki siapa-sipa lagi karena dia hanya anak tunggal dari Harun dan Ayu..

*R**umah sakit*

"Mamah...Papah..!!" Dengan isak tangis Nabila memeluk Ayu dan Harun bergantian, Karena kebetulan tempat tidur mereka bersebelahan, Amir dan Mira tak kuasa melihat kemalangn gadis kecil itu diatas tubuh kedua orang yang masih belum sadar

"Nabila sayang.. Sudah Nak sini sama Tante, Biar ayah ibu kamu siuman dulu baru kita kesini lagi. Kita tunggu diluar ya?" sambil memeluk Nabila. Mira membantunya untuk berdiri

"Bila.. anak Papah" Suara serak keluar dari bibir Harun yang Lebih dulu sadarkan diri

"Papah, Papah udah sadar? Aku takut papa kenapa-napa" Nabila langaung memeluknya

"Sayang Papah gak apa-apa, Sudah jangan nangis" Mengusap ujung kepala Nabila

" Tapi mamah belum bangun.. Aku gak mau mamah tidur lama-lama... Ayo pah bangunin mamah" Merengek seperti anak kecil..

melihat keadaan Harun yang menghawatirkan, Mira berusaha mengangkat Nabila yang masih memeluk papahnya

"Nabila jangan seperti ini. Papah kamu butuh istirahat.. Mari nak Dokter akan memeriksanya, Kita tunggu diluar ya?" Mira membawanya keluar sedangkan Amir masih setia menunggu sahabatnya itu didalam.. Dia ingin memastikan keadaan Harun dan Ayu baik-baik saja

 

Ayu yang tiba-tiba sesak, Tidak dapat bernapas, Dia memang lebih kritis dari Harun karena Ayu mengalami pendarahan di otak sehingga dia tidak bisa bertahan lebih lama lagi

 

"Kondisinya semakin buruk, Maaf kami tidak bisa menolong nyonya Ayu" Ucap Dokter

 

Amir berusaha menenangkan Harun yang terus mencoba mengatur napasnya, Syok karena melihat wanita yang selalu berada disampingnya kini harus lebih dulu pergi meninggalkannya

 

"Pak Harun tenanglah, Ingat Nabila... Dia akan sangat terpukul melihatmu seperti ini" Ucap Amir

 

Dokter pun segera menyuntikan obat penenang ditangan Harun, Agar dia bisa lebih tenang sedikit atas ujian yang dihadapinya saat ini bersama Nabila

dan tanpa menunggu lama lagi akhirnya diapun terlelap..

Nabila sangat terpukul dengan berita duka yang disampaikan Dokter tentang kondisi Ayu, Diapun berlari masuk ruangan yang sudah tergeletak tubuh mamahnya tak berdaya. Kehancuran batin Nabila tak bisa menahan kesedihannya sehingga dia menagis sejadi-jadinya di samping jenazah Ayu

"Mamah jangan pergi aku mohon.. Aku butuh Mamah.. Lihatlah Papah.. Siapa yang merawat kita berdua kalau mamah gak ada, maahh please bangun!!.. kasihanilah aku, kasihani kita berdua" Nabila terus menangis

"Sudah Nak Sudah, Kamu harus ikhlas ini sudah jadi kehendak tuhan jangan seperti ini sayang.. Liat papahmu dia butuh kamu" Mira mencoba menenagkan

"Bunda bawa Nabila keluar dari sini.. Ayah akan mengurus jenazah Ayu" Ucap Amir

 

Mira menganggukan kepala sambil menggandeng Nabila keluar dari ruangan itu, Tapi tiba-tiba tubuhnya lemah dan ambruk dilantai tak sadarkan diri. Kepergian ibunya benar-benar membuat jiwa gadis kecil itu tergoncang, Dia yang selalu ada disamping ibunya kini harus merelakan seseorang yang dia sayangi pergi untuk selamanya...

 

:

:

:

Bersambung❤❤❤

1
efridaw995@gmail.com
kangen dengan novel ini jadi di baca ulang lagi
Nur Zahratul: sama kk sya juga gitu nunggu kelanjutan nya kok blum update lagi.. 🤭
total 1 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘRissa☘𝓡𝓳M⃟3💋🏫⃟Sᵐᵖ
kak syeha ini rissa halooooo masih ingatkahhh 👋
Brendan Markus
fokus thorr kenapa dari awal salah mulu tulisan pokus mulu padahal udah ada pembaca lain yang koreksi tulisan kk author karena salah ini udah beb ke 38 mohon di perhatikan lain kali thor.
Bunny🥨: “Ketika tubuh jadi taruhan untuk keadilan. Mampir juga yu di ceritaku berjudul "kesepakatan di Atas Ranjang.” ditunggu kehadirannya ❣️
total 1 replies
Muna Junaidi
Gak pernah bosan thor aku novelnyg satu ini
Asphia fia
mampir
Gina Khansa
Luar biasa
Nur Zahratul
assalamu'alaikum kk update lg dong
Sulastri Sulastri aja: semoga bisa updete lagi kak syeha berkarrya menghibur reders seriamu yg bertahun tahun menunggu karya mu kak. semangat Dan slalu jaga kesehatan 💪💪💪😍😍😍🙏🙏
total 6 replies
dhanyx
menibani 🤦🤣🤣🤣
lena
Luar biasa
Nur Zahratul
kak up lagi dong
Nonna Mel
pasti bibit pelakor
Nonna Mel
nabila mau diunboxing/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Nonna Mel
nabila bocil tpi dewasa bgt gg manja🥰
Nonna Mel
haris omg /Grin//Grin//Grin//Grin//Grin/
Nonna Mel
untung bila gg lemah kaya novwl" lain dan gg ngang nging ngang ngong lanjutkan bila basmi bakteri
Nonna Mel
authornya niat bgt meragain dlm bentuk naskah/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Nonna Mel
nabila sopan bgt aq suka
Holipah
aku pernah nyuruh anak cowok ku beli pembalut untung dia nya mau g malu beli nya 😁🤭
Amadha AS Soeffa
Lumayan
Srie Waelah Emm
thor kapan update terbaru nya?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!