NovelToon NovelToon
Silence

Silence

Status: tamat
Genre:Tamat
Popularitas:467.3k
Nilai: 4.8
Nama Author: Yen Lamour

WARNING 21+

Tidak ada seorang anak yang ingin menjadi Broken Home. Menjadi utuh lagi adalah impian Rayla Pramanta, seorang anak perempuan yang ditinggalkan sang Ayah ketika berumur 12 tahun dan kurangnya perhatian kasih sayang dari sang Ibu menyebabkan hubungan antar Ibu dan Anak seringnya berakhir dengan pertengkaran.

Seolah semua itu belum cukup, sahabat sekaligus menjadi cinta pertamanya juga tiba-tiba meninggalkan dirinya tanpa penjelasan apa-apa. Rasa takut kehilangan orang yang disayangi, juga takut menikah karena dampak dari pertengkaran kedua orang tuanya, membuat dirinya tertutup. Luka demi luka terus menemani dirinya hingga Rayla merasa semakin putus asa.

Dapatkah Rayla bertahan menjaga kewarasannya setelah mengetahui rahasia dibalik pertengkaran kedua orang tuanya? Apakah Rayla dapat memaafkan Ayahnya ketika akhirnya mereka bertemu kembali? Lalu, kepada siapakah Rayla membiarkan hatinya berlabuh dan mengatasi traumanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yen Lamour, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Prolog

*Mohon maaf kepada para Authors yang ingin saling dukung, jangan boomlike tanpa baca ya. Mari kita saling menghargai ****🤗****Happy reading**📖📖*

“Kalian mau ikut Papa atau mama? Kalau kalian pilih mama, kita tidak akan bertemu lagi selamanya.”

Pertanyaan dari Papa membuat kami berdua, aku dan adikku, yang sedang berdiri di depan pintu, terdiam dalam kebimbangan. Tubuh kami bergetar karena berusaha menahan air mata yang sudah siap meleleh.

Kami tidak mau memilih salah satu. Kami hanya ingin kondisi kembali seperti dahulu. Namun, bibir kami kaku untuk mengucapkannya.

Lama Papa menatap kami berdua. Hingga kemudian dia memutuskan atau lebih tepatnya mengambil kesimpulan sendiri. “Ok, tidak masalah. Kalian bisa tinggal bersama mama. Jaga diri kalian baik-baik.”

Tanpa menunggu respons dari kami, Papa melangkahkan kakinya dengan cepat. Melewati kami begitu saja, lalu membuka pintu dan menghilang dari pandangan kami.

Saat itu aku berumur dua belas tahun dan adikku, Maylin, berumur sepuluh tahun. Diusia yang dini itu, aku dipaksa untuk mengerti bahwa tidak semua keluarga dapat berakhir bahagia.

Aku tidak terlalu ingat, sejak kapan hubungan papa dan mama memburuk. Yang ku ingat, berawal dari cekcok. Lalu perbedaan argumen hingga mulai berdebat. Kemudian pertengkaran selalu terjadi setiap mereka membicarakan sesuatu.

Aku dan Maylin pada saat itu hanyalah anak kecil yang tidak berdaya. Yang hanya bisa melihat dan mendengar mereka bertengkar tanpa bisa berbuat apa-apa.

Setiap  mereka usai bertengkar, papa meninggalkan rumah berhari-hari. Sedangkan mama menangis seharian di dalam kamar. Namun, papa kali ini pergi dari rumah ini untuk selamanya.

Aku dan Maylin membuka pintu kamar mama. Seperti biasa, terlihat Mama sedang menangis pilu di atas ranjang. Hatiku tersayat mendengar tangisannya.

Sambil menangis dengan keras, Maylin menghambur ke pelukan Mama sementara aku berjalan pelan mendekati mereka.

Aku berusaha keras tidak ikut menangis, tapi kandung air mataku tidak mau berkompromi. Hingga beberapa bulir air mata, akhirnya menetes membasahi pipiku.

Aku sangat sakit hati. Padahal, selama ini papa sangat menyayangiku dan memanjakanku. Aku selalu membanggakannya di depan teman-teman.

Apakah perasaan kasih sayangnya kepadaku, tidak cukup kuat membuatnya mempertahankan keluarga ini? Teganya papa meninggalkan kami.

Aku menyimpan kenangan buruk itu di lubuk hati paling dalam. Kenangan yang selamanya tidak akan pernah aku lupakan.

Saat itu, di suatu hari Minggu, pukul tiga sore. Hari di mana seharusnya sebuah keluarga menghabiskan waktu bersama. Namun, tidak berlaku untuk keluargaku.

*****

2 Tahun kemudian

Seperti biasa, Tante Fifi, kakak dari mama, datang ke sekolahku mengambil rapor. Tante Fifi memasang senyum bangga, pada saat Guru Wali kelasku menjelaskan nilai yang ada di dalam rapor.

“Rayla anak yang penurut dan prestasinya juga bagus. Saya rasa Rayla cocok melanjutkan bidang Manajemen atau Akuntansi,” tutur Guru Waliku mengemukakan pendapatnya.

Sepanjang jalan, aku dan Tante Fifi tidak berhenti tersenyum. Aku berhasil lulus SMP dengan nilai yang bagus. Aku tidak sabar ingin segera sampai di rumah dan menunjukkannya kepada mama.

Tidak lama kemudian, sebuah bangunan rumah yang sudah kutinggali sejak kecil itu mulai terlihat. Aku langsung berlari masuk. Tante Fifi tertawa melihat kelakuanku.

“Mama! Mama!” teriakku ketika sudah masuk ke dalam rumah.

Aku melihat Mama yang baru saja keluar dari kamarnya. Aku tidak begitu memperhatikan raut wajah mama. Yang ada di dalam pikiranku saat itu hanya ingin segera menunjukkan raporku kepada beliau.

“Lihat deh, Ma! Aku berhasil lulus dengan nilai terbaik.”

Aku berharap Mama ikut merasa bangga kepadaku, tapi ternyata respons yang ku dapatkan tidak pernah terlintas dalam benakku.

“Mama sibuk, Rayla. Sudah lulus, lanjutkan pendidikanmu ke SMA yang kamu inginkan. Kamu dan Agatha sudah pergi daftar? Berapa uang pangkalnya, kamu beritahu Mama lagi. Nanti Mama akan siapkan uangnya. Mama pergi dulu, ya.”

Kemudian Mama pergi dengan langkah terburu-buru. Aku mendengar suara Tante Fifi yang memanggil Mama. Mama menjawab, dia harus cepat-cepat ke Restoran karena banyak pekerjaan.

Aku memutar balik tubuhku. Punggung belakang mama terlihat semakin mengecil hingga akhirnya menghilang dari pandanganku.

Tanganku tiba-tiba tidak bertenaga. Buku tipis yang tadinya sedang kugenggam, seketika terasa berat hingga akhirnya jatuh ke lantai.

Saat itu, aku merasa sia-sia semua jerih payah yang kulakukan agar mama mau memberikan waktunya sebentar untukku. Mama selalu sibuk. Jarak di antara kami terbentang semakin jauh .

Usiaku yang baru empat belas tahun, ketika itu pun baru mengerti, janganlah terlalu berharap pada seseorang. Karena ketika dia tidak mampu memenuhi harapanmu, kekecewaan akan menghiasi harimu.

Hai Readers, semoga cerita ini kalian suka. Tolong kasih ⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️ 5stars sebagai dukungan semangat buat aku ya. Jangan lupa tambahkan ke Favorite lalu tinggalkan Komentar, Vote, Like dan Hadiahnya ya guys. Terima kasih 🙏

1
Lia Kiftia Usman
mama mu terobsesi u dapat menantu kaya raya.. tanpa melihat keadaan dirinya dan keluarga nya..
g salah juga sebenarnya tapi lupa bekali anak dgn 'value' yg memungkinkan u naik kelas.
Lia Kiftia Usman
🖤🖤🖤
Lia Kiftia Usman
dewasa pada saat nya..
Lia Kiftia Usman
begini rupanya pengusaha... dilihatnya mereka punya kehidupan diatas mapan... dibalik semua itu..ada proses panjang yang dijalani,tanggung jawab yg berat, bersakit2.. berat ...berdarah2..... sudah sepantasnyalah mereka menikmati ... hasil nya.
Lia Kiftia Usman
😭😭😭😭sedihnya sampai ke hati...

merasakan berada diposisi maylin, rayla...
Lia Kiftia Usman
suka deon...
Lia Kiftia Usman
si mama punya target tinggi u yg jadi menantu ... tapi tidak meninggikan kualitas anaknya (seperti mama erik utarakan)...🤷‍♀️, cantik saja tidak cukuplah
bunda DF 💞
deooon,, ❤❤❤
Fina Fitriani
cerita yang bener2 banyak penjelasan karena tidak semua pembaca paham atas setiap kata2 yg disuguhkan oleh penulis.... bagus banget ceritanya walaupun awalnya aga sedikit membosankan tapi makin kebawah makin menarik .. konflik keluarga yg buat haru dan tersenyum2 sendiri membacanya.... semangat💪💪 Thor karya yg bagus♥️👏👏👏♥️
Lia Kiftia Usman
🖤🖤🖤🖤
Lia Kiftia Usman
jikalau saya punya anak laki2... kan saya ajarkan seperti deon bila bertemu dgn yg dicintai nya..😊
Lia Kiftia Usman
/Heart/...deon
Lia Kiftia Usman
tapi marah juga wanitanya ciuman dgn yg lain... 🤭
Lia Kiftia Usman
Luar biasa
Rifka Aqila
cerita ini menyentuh hati, Aku dapat merasakannya
Suyudana Arta
when nothing go'es right, go left.
Lia S
selamat thor..tamat 1 cerita. karyamu indah sangat ternikmati.
cinta dan dendam kami tunggu
Lia S
karya yang good
Yolan Apolonia
ya ampun deon
Yolan Apolonia
semangat mengejar cintamu Deon😇
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!