NovelToon NovelToon
Duda Keren Cari Jodoh

Duda Keren Cari Jodoh

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Petualangan / Contest / Duda / Tamat
Popularitas:363.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: IkeFrenhas

David Arion Syahreza, si duda keren yang lagi cari jodoh karena dorongan dari sang Mama. Padahal, dia sih masih belum move on dari sang mantan.

Awalnya, David ogah-ogahan mendatangi perjodohan yang telah diatur sang mama. Hingga akhirnya, dia menemukan seseorang yang membuatnya tertarik.

Namun sayang, wanita itu malah menghilang bak ditelan bumi.
Akankah ia menemukan tambatan hati yang dicarinya?

Sekuel Suamiku Mencintai Adikku

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IkeFrenhas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3.

Selesai pertemuanku dengan Tasya aku tidak langsung pulang. Memilih mampir ke rumah Adrian.

Bermain bersama Putri sepertinya mengasyikkan. lagian, aku telah rindu dengan ma-ma nya.

Ah, sial.

Perasaan rindu di hati untuk mantan istriku itu belum bisa aku enyahkan juga.

Aku mengendarai mobil dengan tidak sabar, Agats segera sampai ke rumah mereka.

Entah karena alasan apa, jantungku mendadak berpacu kencang. Aku gugup saat mobil telah berhenti di halaman Adrian.

Aku berdehem pelan, mengatur napas yang memburu di dada. Mengurai gugup yang menyesakkan.

Sial. Rupanya begitu menyiksa.

Perlahan tapi pasti aku meneruskan langkah menuju pintu masuk.

Dadaku semakin berdentam-dentam hebat saat mendengar suara tawa bahagia dari dalam.

Aku menekan bel sekali, suara tawa mereka mendadak berhenti. Tersisa langkah mendekat.

Tidak menunggu lama, pintu terbuka lebar menampilkan sosok wanita yang kurindukan.

"Hai, Ann!" sapaku sembari melambaikan tangan. Kedua bibir terangkat ke atas menampilkan barisan gigi putih bersih. Cling. Aku meringis.

"Eh, Bang David. Masuk, Bang ...," balasnya lembut seperti biasa.

Duh, Anna. Bisa enggak suaranya biasa aja gitu, enggak usah dilembutkan. Memancing sesuatu dalam diriku.

Tentu saja kalimat itu hanya tercekat di tenggorokan.

Aku terbatuk.bKerongkonganku kering.

"Lho, Bang?"

"Siapa, Sayang?"

Pertanyaan dari dalam membuat dadaku bergemuruh panas. Panggilannya itu membuat sesuatu dalam kepalaku serasa ingin meledak..

Aku bahkan tidak ingat pernah memanggil Anna dengan sebutan sayang atau tidak.

Aku benar-benar lelaki bodoh.

Sampai kapan aku harus merutuki diri. Menyesali diri pada apa yang telah terjadi?

Aku menjambak rambut frustrasi.

Namun, seketika merubah ekspresi wajahku sedatar mungkin. Tidak ingin mereka tahu kegalauanku.

"Ada Bang David, Mas!" seru Anna.

"Oh, ajak masuk dong." Adrian melangkah lebar, meraih pinggang Anna. Dia tersenyum ramah padaku.

Aku yakin, itu bukanlah senyuman mengejek seperti yang ada di kepalaku.

Adrian bukanlah orang sepicik itu.

Namun, entah mengapa aku merasa dia tengah tersenyum mengejek atas kebodohanku melepaskan berlian demi baru kerikil jalanan.

Rasakan, David!

"Hai, Bro. Apa kabar? Ayo masuk!" sapa Adrian sembari mengepalkan tinju ke udara.

Aku menyambutnya dengan senyum di wajah.

"Sehat. Makasih," jawabku singkat.

Tidak berniat menanyakan kabarnya. Aku yakin dia dan putrinya sehat bugar serta bahagia. Mereka diurus oleh wanita penyayang, dan cekatan.

Kami pun masuk. Aku mengikuti langkah sepasang suami istri itu di belakangnya.

"Hai, Putri. Ponakan Om Avid yang cantik jelita seperti mama nya," sapaku pada Putri saat melihat dia menghampiriku.

Aku pun segera berjongkok, merentangkan kedua tangan menyambutnya datang dalam pelukan.

Benar saja, Putri berlari. Masuk dalam pelukanku.

"Harumnya! Ponakan siapa sih ini?" Aku mencium pucuk kepalanya dengan gemas.

"Om Avid," jawabnya dengan suara cedal. Lucu ... menggemaskan.

"Nih, Om bawain cokelat kesukaan kamu. Nanti kalau udah boleh makan es krim kita beli yang banyak," ucapku dengan kedua tangan terentang mengisyaratkan jumlah yang banyak.

Putri terkekeh geli, lalu mengangguk berulang kali. "Mauuuu."

"Minum dulu, Vid!" seru Adrian. Dia tengah duduk di sofa depan televisi.

Aku menoleh sekilas lalu mengangguk. Kemudian mengelus kepala Putri dengan perasaan sayang.

"Om Avid ngobrol sama Papa dulu, ya ...."

Setelah berpamitan pada bocah lucu itu, aku pun segera menyusul Adrian. Duduk di sampingnya, lalu mengambil cangkir di meja kecil samping sofa. Menyeruput teh beraroma melati itu pelan. Mataku terpejam menghirup harumnya.

"Jadi gimana pertemuan lu sama Tasya?" Pertanyaan Adrian sukses membuatku tersedak.

"Pelan-pelan Om Avid. Baru dengar namanya aja sampai terbatuk-batuk gitu," kekeh Adrian.

"Sialan, lu." Aku meletakkan cangkir teh kembali ke meja tadi.

"Jadi, gimana?"

"Enggak gimana-gimana. Berasa enggak cocok aja."

"Yaelah. Cewek cantik begitu lu gak cocok."

"Jutek, Bro ... jutek. Gua 'kan nyari yang lembut dan penyayang gitu. Masak baru ketemu langsung marah-marah. Enggak asyik ah."

"Masak sih?" tanya Adrian tidak percaya. Matanya memicing dengan kening berkerut.

Aku berdecak kesal. Untuk apa bohong masalah begituan coba.

Enggak penting banget.

Lantas, aku pun menceritakan rentetan kejadian tadi di cafe saat bertemu dengan si cantik Tasya yang jutek.

Adrian tertawa terbahak mendengar kisahku yang bisa dibilang menyedihkan.

Sialan banget memang. Teman lagi susah bukannya dihibur malah diketawain.

"Heran gua, Mama dapat dari mana sih cewek begituan?"

Bukannya menjawab pertanyaan yang aku ajukan. Si Adrian malah tertawa terbahak. Yaelah ini orang, bahagia banget lihat aku menderita.

"Anna! Kamu di mana sih? Enggak enak banget cerita sama suami kamu ini." Aku menoleh ke penjuru ruangan, tidak kutemukan Anna di sana.

"Lagi masak dia. Nanti makan di sini yaa," sela si Adrian.

"Ooh." Aku mengangguk mengerti.

Putri berlari kecil menghampiri kami. Bukannya ke arah papa nya, gadis kecil yang mirip banget dengan mama nya itu malah ke arahku lalu duduk di pangkuan.

"Papa dicuekin nih kalau ada Om Avid," rajuk Adrian.

"Yaelah, gak pantes lu pakai acara merajuk begitu."

Kami pun tertawa bersama. Tidak ketinggalan si putri yang menjadi objek candaan kami.

Aku mengelus wajah mulus menggemaskan di pangkuan ini. Pasti Anna kecils seperti si putri ini. Wajahnya seperti jiplakan mama nya. Benar-benar mirip.

Ya iyalah, masak mirip tetangga sih. David ... David lu ada-ada aja deh mikirnya.

"Tapi beneran lho, Dri. Mama kenal Tasya dari mana sih?"

"Anak temennya katanya. Dan Mama seneng banget lho, pas tahu lu mau ketemu sama Tasya itu. Biasanya kan lu bakalan kabur pas pertemuan."

"Iya juga yaa ... pertama kalinya pas bener gua kena omel. Nasib ... nasib." Aku menggeleng berulang kali. Menyadari nasib diriku yang sangat mengenaskan ini. Lalu menepuk-nepuk kening. Merasa lucu dengan apa yang telah terjadi.

"Eh, jadi Mama cerita semuanya sama lu ya?" tanyaku heran.

"Enggak sih. Mama enggak bilang tuh kalau Tasya pinter ngomel."

"Ah itu. Enggak tau kali yaa. Sumpah, gua bener-bener kayak orang bego gitu dibuatnya. Jangan sampai ketemu lagi deh. Asli kapok gua."

"Eh cerita apaan sih, asyik banget," sela Anna melangkah mendekati kami. "Putri Sayang, main sama si mbok dulu yaa ... Om Avid sama Papa mau makan. Putri kan udah makan tadi."

"Oke. Mama ...."

"Ya ampun, gemesin banget sih Putri nya Om ini." Aku mencubit gemas kedua pipi tembamnya. Gadis empat tahun itu terkekeh geli. Kedua pipi putihnya itu langsung berubah merah.

"Ini, Sayang ... kayaknya enggak bakalan berhasil deh hubungan Tasya dengan David itu."

"Oh kenapa?"

Yaelah Anna, enggak usah segitunya juga kali ekspresinya itu. Sepet banget lihatnya.

"Biasa aja kali, Anna." Kalimat panjang yang tersusun di kepala seketika buyar, dan hanya bisa keluar beberapa kata saja.

Sebegitunya aku sekarang di hadapan Anna.

Adrian mengedikkan bahu. Lalu meraih bahu Anna.

Mesraan teruuss, lupa kalau ada jomlo di antara mereka.

Aku hanya bisa menggerutu dalam hati.

Kami pun makan bersama.

Anna ternyata masih mau menyiapkan piring beserta nasi untukku.

Makasih, Ann. Setidaknya rindu itu sedikit terobati.

1
Qaisaa Nazarudin
Ketemu MANTAN terindah langsung lupa sama istri,Keliatan banget masih belum bisa move on dari Mantan..
Qaisaa Nazarudin
Ogeb bukannya nanya dulu siapa yg sakit,eh malah lari gitu aja..
Qaisaa Nazarudin
Lha lebay, kenapa malah nangis ckk
Qaisaa Nazarudin
Nah ini pasti Aqila..pantesan dia berpindah2 alamat nya.. kurier ternyata..
Qaisaa Nazarudin
Umur Putri 4 Tahun,Ana hamil 9 bulan,Jadi 4 Tahun 9 bulan dong yah,David duda 5 Tahun, berarti Setelah habis Edah Ana langsung Nikah sama Adrian kan yah..Bagus deh,Ana gak perlu lama2 terpuruk karena diselingkuhin David..👍👍 Sekarang Ana udah bahagia dengan keluarga kecilnya,Dan David kayak orang gak punya malu datang kerumah Mantan dan menyaksikan Kebahgiaan Mantan,Aneh...
Qaisaa Nazarudin
SKAKMATT
Qaisaa Nazarudin
Apa gunanya semua itu,kalau kerjaannya tukang selingkuh,mending selingkuh sama cewek lain,lha ini malah dengan adek ipar sendiri, kalau gak suka sama Ana kenapa gK nolak dari awal, sewaktu dijodohkan..
Qaisaa Nazarudin
Waahh Alhamdulillah,baru juga aku ketar ketir takut Ana dibikin balikan sama David,eh ternyata gak yah,tq thor..
Qaisaa Nazarudin
🙄🙄🙄🙄Jangan sampai Outhor bikin alur David balikan sama Ana ya..
Qaisaa Nazarudin
Siapa juga ibu yg SETUJU udah terang-terangan dia bukan cewek baik2,Mana ada cewek baik jadi PELAKOR kakaknya sendiri?
Qaisaa Nazarudin
Biasanya gitu,Saat Udah PERGI baru merasa KEHILANGAN..
PENYESALAN selalu belakangan,Yang dulu itu PENDAFTARAN..
Qaisaa Nazarudin
Bagus Ana ..MEMAAFKAN boleh tapi BUKAN UNTUK KEMBALI..Suami gak sadar diri kayak gini,mmg udah bagus kamu langsung mintak cerai,jangan mau di bodohi dan di injak-injak..Terus kenapa gak Nikah sama adeknya setelah BERCERAI? Harusnya kan itu yg kamu lakukan..
Qaisaa Nazarudin
Wah gila,SUAMI dan ADIK yang gak sadar diri..😡😡Malah anak manja yg kamu inginkan..
Qaisaa Nazarudin
Wkwkwkwk Kali ini kamu yg Kena,Mana udah terpesona duluan lagi,Udah dag dig dug duluan lagi,Eh malah salah orang,Apakah si Aqila ini yg disinopsis yg katanya hilang tanpa kabar itu? pasti deh ia..
Qaisaa Nazarudin
Astaga terus yg ditemuin David tadi siapa?? 🤔🤔
Qaisaa Nazarudin
🤣🤣🤣Anak bandel ini pasti😅😅
Satria Devi
Luar biasa
fatimatuz zuhriyah
bagus
Nora♡~
Semangat terus thor... ini cerita dah tamat kah🤔
Revita Elisa
😍😍😍😍😍tamat juga....
Ike Frenhas: lanjut baca cerita yang lain, Kak 😁😁
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!