Chu Xuan menjadi orang pertama dalam sejarah yang menolak reinkarnasi.
Karena murka, utusan akhirat mengutuknya untuk menjalani delapan belas tahun kehidupan yang penuh penderitaan di dunia kultivasi tanpa bakat, tanpa kekayaan, dan tanpa harapan.
Setelah kehilangan satu-satunya keluarga yang membesarkannya dan hidup sendirian selama tiga tahun di sebuah kuil tua yang hampir roboh, Chu Xuan akhirnya disambar petir pada usia delapan belas tahun.
Hari itu, seluruh dunia kultivasi tidak mengetahui satu hal:
Orang paling malas di dua dunia akhirnya memperoleh kekuatan untuk menjadi tak terkalahkan.
Namun, Chu Xuan hanya memiliki satu tujuan.
Memperbaiki atap Kuil Qingfeng.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon D'Silent Novel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 20 — Kembali ke Kuil
Matahari mulai condong ke barat.
Pegunungan Tianyun kembali terlihat megah di kejauhan.
Chu Xuan dan Luo Ning terus berjalan menyusuri jalan setapak menuju puncak gunung.
Perjalanan pulang jauh lebih tenang dibanding saat mereka datang.
Tidak ada pengejaran.
Tidak ada serangan.
Hanya suara angin yang berembus di antara pepohonan.
Luo Ning sesekali melirik Gurunya.
Selama perjalanan...
Chu Xuan tidak banyak berbicara.
Sebagian besar waktunya justru mengamati pegunungan di sekeliling.
Di dalam benaknya, suara datar sistem terdengar.
【Tuan Rumah telah memasuki wilayah Kuil Qingfeng.】
【Domain Tak Terkalahkan terhubung kembali.】
Chu Xuan mengembuskan napas lega.
"Akhirnya sampai."
Luo Ning sedikit heran.
"Guru..."
"Apakah Guru tidak menyukai bepergian?"
Chu Xuan menjawab tanpa ragu.
"Tidak."
"Kalau bisa memilih..."
"...aku lebih suka tinggal di kuil."
Luo Ning hanya mengangguk pelan.
Jawaban itu...
Entah mengapa terasa sangat sesuai dengan Gurunya.
Tak lama kemudian...
Gerbang Kuil Qingfeng akhirnya terlihat.
Luo Ning berhenti sejenak.
Tatapannya dipenuhi rasa kagum.
Meskipun bukan sekte besar...
Kuil kuno itu memancarkan aura damai yang sulit dijelaskan.
Chu Xuan melangkah melewati gerbang.
Begitu memasuki Domain...
Ia merasakan ketenangan yang sudah lama tidak dirasakan.
"Rumah tetaplah rumah."
Luo Ning ikut masuk.
Tanpa diperintah...
Ia segera membersihkan halaman yang sedikit dipenuhi daun kering.
Chu Xuan memperhatikannya sekilas.
Kemudian tersenyum tipis.
"Murid yang rajin."
【Penilaian Sistem: Murid memenuhi syarat.】
"Tidak usah ikut menilai."
【Sistem hanya menyampaikan fakta.】
Chu Xuan menggeleng pelan.
Lalu berjalan menuju Aula Utama.
Tiba-tiba...
Tulisan hitam besar muncul di hadapannya.
【Syarat Terpenuhi.】
【Tuan Rumah telah menyelesaikan eksplorasi pertama dunia kultivasi.】
【Kembali ke Kuil Qingfeng berhasil dikonfirmasi.】
【Fitur Baru Dibuka.】
━━━━━━━━━━━━━━━
【TOKO SISTEM】
━━━━━━━━━━━━━━━
Mata Chu Xuan langsung berbinar.
"Apa ada makanan?"
【Ada.】
Jawaban sistem sangat singkat.
Chu Xuan segera membuka antarmuka toko.
━━━━━━━━━━━━━━━
【Kategori Kehidupan】
• Beras (1 Karung) — 2 Poin
• Daging Segar — 3 Poin
• Sayuran Segar — 1 Poin
• Garam — 1 Poin
• Minyak — 2 Poin
• Teh — 2 Poin
• Bumbu Masak — 1 Poin
━━━━━━━━━━━━━━━
Chu Xuan menatap daftar itu cukup lama.
Kemudian...
Senyumnya perlahan melebar.
"Bagus."
"Sangat bagus."
【Sistem mendeteksi suasana hati Tuan Rumah meningkat.】
"Tentu saja."
"Mulai sekarang..."
"...aku tidak perlu turun gunung hanya untuk membeli makanan."
Beberapa detik kemudian...
Tulisan hitam baru muncul.
【Koreksi.】
【Tuan Rumah tetap harus keluar apabila ingin merekrut murid baru atau menyelesaikan misi khusus.】
Senyum Chu Xuan langsung menghilang.
"..."
"Aku sempat bahagia."
【Durasi kebahagiaan Tuan Rumah: 3,2 detik.】
Chu Xuan memijat pelipisnya.
"Setidaknya..."
"...aku tidak perlu berjalan puluhan kilometer lagi demi membeli beras."
Ia kembali melihat antarmuka toko.
Di bagian paling bawah...
Masih terdapat beberapa kategori yang terkunci.
━━━━━━━━━━━━━━━
【Bangunan】(Terkunci)
【Formasi】(Terkunci)
【Teknik】(Terkunci)
【Avatar】(Terkunci)
━━━━━━━━━━━━━━━
Chu Xuan mengangkat alis.
"Avatar juga bisa dibeli?"
【Tidak.】
【Kategori tersebut digunakan untuk meningkatkan Avatar yang telah dimiliki Tuan Rumah.】
Chu Xuan langsung tertarik.
"Jelaskan."
【Avatar Tak Terkalahkan dapat ditingkatkan.】
【Level saat ini: Lv.1】
【Durasi: 30 menit per hari.】
【Upgrade ke Lv.2】
• Durasi meningkat menjadi 1 jam.
• Jangkauan meningkat menjadi 2.000 kilometer.
Biaya:
5.000 Poin Tak Terkalahkan.
Chu Xuan terdiam.
Lalu melihat jumlah poin miliknya.
【Poin Tak Terkalahkan: 2.720】
"..."
"Masih sangat miskin."
【Penilaian Sistem: Benar.】
Chu Xuan menghela napas panjang.
"Tidak apa."
"Setidaknya sekarang aku tahu tujuan berikutnya."
Ia menatap langit sore dari halaman Kuil Qingfeng.
Perjalanan ke Kota Canglan telah berakhir.
Namun...
Perjalanan Kuil Tak Terkalahkan...
Baru saja dimulai.
Malam turun perlahan di Kuil Qingfeng.
Langit dipenuhi bintang.
Suara jangkrik menggema pelan di antara pepohonan tua.
Chu Xuan tidak langsung masuk ke kamarnya.
Sebaliknya...
Ia berjalan menuju sebuah makam sederhana di belakang Aula Utama.
Di depan batu nisan itu, tumbuh pohon tua yang dahulu sering dirawat oleh Pertapa Qingfeng.
Chu Xuan meletakkan secangkir teh hangat di depan makam.
"Kakek."
"Aku sudah pulang."
Angin gunung berembus pelan.
Tidak ada jawaban.
Namun...
Entah mengapa, Chu Xuan selalu merasa suasana di tempat itu jauh lebih tenang.
Tatapannya perlahan menyapu seluruh Kuil Qingfeng.
"Kuilnya sekarang sudah jauh lebih bagus."
"Dan..."
"Aku juga sudah menerima murid pertamaku."
Senyum tipis muncul di wajahnya.
"Kau pasti akan memarahiku."
"'Bocah malas sepertimu ternyata bisa menjadi guru.'"
Chu Xuan terkekeh pelan.
"Itu memang terdengar aneh."
Beberapa saat kemudian...
Ia membungkukkan badan memberi hormat.
"Luo Ning anak yang baik."
"Aku akan membimbingnya."
"Itu janjiku."
Setelah mengatakan itu...
Chu Xuan berbalik meninggalkan makam.
Sesampainya di Aula Utama...
Tulisan hitam perlahan muncul di hadapannya.
【Fitur Baru Terbuka.】
━━━━━━━━━━━━━━━
【Warisan Guru】
━━━━━━━━━━━━━━━
Chu Xuan mengangkat alis.
"Warisan Guru?"
【Sebagai Penguasa Kuil Tak Terkalahkan...】
【Tuan Rumah memiliki hak untuk membimbing seluruh murid resmi Kuil Qingfeng.】
Tulisan hitam terus bermunculan.
【Warisan Guru memiliki tiga fungsi utama.】
【Pertama.】
【Memperbaiki fondasi kultivasi murid.】
【Kedua.】
【Mewariskan teknik kultivasi yang dimiliki Tuan Rumah.】
【Ketiga.】
【Mewariskan pemahaman Dao kepada murid.】
Chu Xuan membaca dengan saksama.
【Peringatan.】
【Warisan Guru hanya dapat digunakan kepada murid resmi Kuil Qingfeng.】
【Setiap keberhasilan membimbing murid akan memberikan Poin Tak Terkalahkan kepada Tuan Rumah.】
【Semakin besar perkembangan murid, semakin besar hadiah yang diperoleh.】
Mata Chu Xuan sedikit berbinar.
"Jadi..."
"Mengajar murid juga menghasilkan poin."
【Benar.】
【Membangun kuil bukan hanya memperkuat Guru.】
【Tetapi juga memperkuat para murid.】
Chu Xuan mengangguk puas.
"Ini lebih menarik."
Daripada berburu musuh...
Ia lebih memilih memperoleh poin sambil tetap berada di kuil.
"Luo Ning."
Tak lama kemudian...
Luo Ning berlari kecil menuju Aula Utama.
"Guru."
Chu Xuan memandang murid pertamanya.
Tatapannya tenang.
"Lututmu."
"Masih terasa sakit?"
Luo Ning sedikit terkejut.
Guru...
Masih mengingat luka lamanya.
"Sudah jauh lebih baik."
"Tetapi..."
"Fondasi kultivasiku memang banyak kekurangan."
Chu Xuan mengangguk.
"Itulah alasan aku memanggilmu."
"Aku akan memperbaikinya."
Luo Ning membelalakkan mata.
"Guru..."
"Fondasi kultivasi bisa diperbaiki?"
"Bisa."
"Tetapi..."
"Hanya sekali."
"Itulah mengapa kesempatan ini sangat berharga."
Luo Ning langsung berlutut.
"Mohon bimbingan Guru."
Chu Xuan mengangkat tangan kanannya.
【Warisan Guru siap digunakan.】
【Target: Luo Ning】
【Fungsi: Perbaikan Fondasi】
【Biaya: 0 Poin】
【Hadiah setelah berhasil: Berdasarkan hasil perkembangan murid.】
Seluruh Kuil Qingfeng bergetar pelan.
Lonceng kuno berbunyi sendiri.
Pohon tua di dekat makam Pertapa Qingfeng bergoyang tanpa angin.
Seolah-olah...
Pendiri Kuil Qingfeng sedang menyaksikan murid pertama kuil itu menerima warisan.
Chu Xuan tersenyum tipis.
"Kalau begitu..."
"Tenangkan pikiranmu."
"Jangan melawan."
Luo Ning segera memejamkan mata.
Tanpa sedikit pun keraguan.
Ia mempercayakan seluruh dirinya kepada Gurunya.
Perlahan...
Ujung jari Chu Xuan menyentuh dahi Luo Ning.
Dalam sekejap...
Cahaya keemasan memenuhi lautan kesadaran Luo Ning.
Ia melihat sosok Gurunya berdiri di tengah lautan cahaya.
Suara Chu Xuan terdengar tenang.
"Seorang kultivator..."
"Boleh memiliki bakat biasa."
"Boleh lahir miskin."
"Boleh pernah jatuh."
"Tetapi..."
"Jangan pernah membangun kekuatan di atas fondasi yang rapuh."
Setiap kata...
Bagaikan lonceng dao yang mengguncang jiwanya.
Retakan-retakan kecil pada fondasi kultivasinya mulai menghilang.
Jalur meridian yang dahulu kacau...
Menjadi jauh lebih sempurna.
Di luar...
Chu Xuan menarik kembali jarinya.
Tulisan hitam segera muncul.
【Warisan Guru berhasil.】
【Fondasi Luo Ning meningkat drastis.】
【Pemahaman Luo Ning meningkat.】
【Hadiah diterima.】
【300 Poin Tak Terkalahkan.】
【Total Poin: 3.020】
Chu Xuan mengangguk pelan.
"Tidak buruk."
Sementara itu...
Luo Ning perlahan membuka matanya.
Air mata mengalir tanpa ia sadari.
Bertahun-tahun ia mengembara seorang diri.
Bertahun-tahun ia memperbaiki kesalahannya sendiri.
Namun...
Semua bimbingan yang ia cari...
Baru benar-benar ia rasakan hari ini.
Ia segera bersujud.
"Terima kasih..."
"Guru."
Chu Xuan hanya melambaikan tangan.
"Bangun."
"Kalau benar ingin membalas jasaku..."
"...berlatihlah dengan sungguh-sungguh."
"Jangan membuat nama Kuil Qingfeng dipandang rendah."
"Dan..."
Chu Xuan melirik ke arah makam Pertapa Qingfeng di belakang aula.
"Mulai besok."
"Setiap pagi."
"Kita memberi hormat kepada pendiri Kuil Qingfeng."
"Lelaki yang membesarkanku."
"Lelaki yang memberiku rumah."
"Lelaki yang mengajariku arti menjadi manusia."
Luo Ning menoleh ke arah makam itu.
Lalu membungkuk hormat.
"Murid mengerti."
"Mulai hari ini..."
"Murid juga akan menghormati Pendiri Kuil Qingfeng."
Di bawah langit malam yang tenang...
Warisan Kuil Qingfeng akhirnya benar-benar dimulai.
Bukan hanya diwariskan melalui kekuatan...
Melainkan juga melalui bimbingan, rasa hormat, dan ikatan antara guru, murid, serta pendiri kuil.
Bersambung...