Lu Mingyu adalah seorang gadis muda yang bergabung di kelompok dunia bawah, tugasnya sebagai mata mata di kelompoknya, Mingyu sudah terbiasa mendapat luka tembak ataupun benda tajam di tubuhnya, bagi Mingyu itu adalah simbol dari sosoknya yang pemberani dan tidak takut pada apapun, selain itu Mingyu juga memiliki sifat yang babar dan juga suka ceplas ceplos saat berbicara, menurut Mingyu yang paling menakutkan bukanlah musuh yang ingin membunuhnya, melainkan jika tidak punya uang, karna Mingyu gadis yang sangat matrealistis.
Dan suatu hari Mingyu tidak pernah terpikirkan kalau dirinya akan masuk ke jebakan lawan, mobil Mingyu berhasil di sabotase, yang menyebabkan remnya blong dan menabrak pembatas jalan hingga meledak, dan api besar itu melalalap habis tubuh Mingyu yang terkunci di dalam mobil.
Dan saat membuka matanya Mingyu berfikir kalau dia sudah berpindah ke alam baka, karna melihat bangunan sekelilingnya di penuhi dengan warna kuning keemasan, di tambah saat dia melihat tam
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zakiya el Fahira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 25
Malam hari saat ajang pertunjukan bakat beladiri para istri Pangeran Duan sudah di mulai, dari tempat duduknya Pangeran Duan melihat keberadaan Lu Lu yang duduk bersama dengan para pelayan istana.
''Qin Yu''
''Iya Pangeran'' sahut Qin Yu sedikit membungkukkan badannya.
''Kenapa adikmu duduk di sana?'' tanya Pangeran Duan.
Qin Yu langsung menoleh ke arah pandangan Pangeran Duan, dan melihat adiknya dudu bersama para pelayan.
''Saya yang menyuruhnya Pangeran'' tukas Qin Yu.
Pangeran Duan langsung menatap tajam Qin Yu.
''Dia tamuku, ajak dia ke sini'' perintahnya tegas.
''Ba,, baik Pangeran'' Qin Yu langsung bergegas pergi ke tempat para pelayan.
Sedangkan Lu Lu dia mulai bosan melihat duel antara selir sembilan dan selir delapan, yang menurutnya cara bertarung mereka kurang energic.
''Lu Lu''
Lu Lu menoleh dan langsung tersenyum melihat sang kakak angkat berjalan ke arahnya, lalu dia buru buru berdiri.
''Ada apa Kaka ke sini?'' tanya Lu Lu.
''Pangeran Duan memintamu untuk duduk bergabung bersama beliau'' jawab Qin Yu.
Lu Lu langsung terdiam, lalu dia menatap ke arah tempat Pangeran Duan berada.
''Benarkah?''
Qin Yu menganggukkan kepalanya. ''Ayo kesana''.
''Tapi Kak?'' Lu Lu masih ragu ragu untuk pindah duduk bergabung bersama Pangeran Duan, karna takut menyulut kecemburuan para istri Pangeran Duan.
''Jangan menolak, Pangeran Duan paling tidak suka kalau ada yang menantang perintahnya'' ucap Qin Yu.
Dan akhirnya mau tak mau Lu Lu menganggukkan kepalanya, lalu Qin Yu langsung menggenggam tangannya dan membawanya ke tempat Pangeran Duan.
''Selamat malam Pangeran'' sapa Lu Lu dengan membungkuk hormat.
Pangeran Duan yang sedang meminum anggur, langsung meneguknya dengan sekali tegukan, lalu meletakkan kembali cangkirnya di atas meja dan berdiri.
''Selamat malam juga Nona'' balas Pangeran Duan.
''Nona, silahkan duduk'' ucap Pangeran Duan mempersilahkan Lu Lu untuk duduk di kursi yang berada di samping kursi Pangeran Duan, namun Lu Lu langsung menolaknya dengan sopan.
''Maaf Pangeran, sebaiknya saya berdiri saja''
Pangeran Duan tidak marah dengan penolakan Lu Lu, namun dia langsung menarik Lu Lu dan menkan bahunya agar duduk di kursi.
''Aku tidak suka ada yang menolak perintahku'' tegas Pangeran Duan saat Lu Lu hendak berdiri.
Dan akhirnya Lu Lu terpaksa duduk dengan patuh.
Pangeran Duan mengulum senyum melihat Lu Lu tidak menolak perkataannya, lalu dia memindahkan hidangan yang ada di depannya ke depan Lu Lu.
''Makanlah, agar tidak bosan'' ucap Pangeran Duan.
Lu Lu menganggukkan kepalanya. ''Terimakasih Pangeran'' ucapnya tersenyum, karna memang dari tadi sudah merasa bosan melihat pertunjukan pertarungan antara istri istri Pangeran yang menurutnya biasa biasa saja, akhirnya tanpa malu malu Lu Lu langsung melahap hidangan di depannya.
Tanpa Lu Lu sadari, kini Permaisuri yang sedang menunggu gilirannya untuk naik ke atas panggung pertunjukan, dia menatap Lu Lu dengan hati yang terbakar oleh rasa cemburu juga amarah.
''Sialan, berani sekali wanita itu duduk di dekat Pangeran Duan'' geramnya.
''Permaisuri Duan, kini giliran anda'' seru kepala pelayan istana.
Permaisuri Duan langsung berdiri dengan pakaian tempurnya, dia berjalan dengan tegap untuk naik ke atas panggung, lalu dia memberi hormat pada Pangeran Duan.
Lalu Permaisuri Duan mulai beradu kekuatan dengan selir ke tiga, selama ini hanya Permaisuri dan selir ketiga yang di kenal ilmu beladirinya lebih mumpuni di banding istri Pangeran Duan yang lainnya, dan saat keduanya saling bertarung terlihat sangat imbang.
Di tengah tengah menikmati pertunjukan antara Permaisuri melawan selir ketiga yang masih berlangsung, tiba tiba seorang prajurit datang dan menghadap ke Pangeran Duan dengan wajah panik.
''Pangeran, pelayan dari istana dingin melapor, kalau terjadi sesuatu pada selir kedua'' ucapnya cepat.
Sontak Pangeran Duan langsung berdiri, dan bergegas meninggalkan lokasi begitu saja, begitu juga dengan kedua pengawal Pangeran Duan, mereka juga ikut serta menyusul sang tuan.
Sedangkan Lu Lu karna juga penasaran, dia juga ikut menyusul mereka.
''Sebenarnya siapa selir kedua ini?, kenapa dia tinggal di istana dingin'' gumamnya sembari berlari kecil.
Saat memasuki gerbang istana dingin Lu Lu dibuat terperangah dengan kondisi halaman serta bangunan di sana, yang menurutnya sangat memprihatinkan, seperti bangunan terbengkalai.
Melihat Pangeran Duan serta kedua pengawalnya masuk ke dalam, Lu Lu juga ikut bergegas masuk ke dalam istana dingin.
'' Lu Lu, kenapa kamu ke sini?'' tanya Qin Yu berbisik.
''Lu Lu hanya penasaran apa yang terjadi dengan selir kedua'' jawabnya ikut berbisik sembari melihat seseorang yang berbaring di atas ranjang, tapi sayangnya Lu Lu tidak bisa melihat dengan jelas seperti apa rupa selir kedua, karna terhalang oleh Pangeran Duan yang berdiri di sisi ranjang.
Pangeran Duan terdiam menatap selirnya yang berbaring dengan mata terpejam.
''Apa yang terjadi dengannya?''
Pelayan selir kedua itu seketika bersujud di depan Pangeran Duan dengan ketakutan.
''Pangeran, hamba minta maaf, hamba pantas mati karna sudah lalai menjaga selir kedua, yang mengakibatkan beliau keguguran''
Pangeran Duan sontak membulatkan matanya.
''Apa katamu?!, selir kedua keguguran!'' serunya terkejut.
Pelayan wanita itu menganggukkan kepalanya dengan cepat.
Perlahan Pangeran Duan duduk di sisi ranjang, dia menatap selir kedua masih dengan rasa terkejutnya, pasalnya Pangeran Duan sama sekali tidak tahu kalau selir kedua sedang hamil, dan sekarang tiba tiba sudah keguguran.
''Kenapa kamu tidak mengatakannya padaku kalau kamu sedang hamil'' gumamnya lirih, keterkejutan yang tercetak di wajah Pangeran Duan perlahan memudar, kini berganti dengan raut kesedihan.
Selir kedua yang mendengar gumaman Pangeran Duan, dia langsung membuka matanya.
''Istriku, kamu sudah sadar'' ucap Pangeran Duan.
Selir kedua tidak menyahut, dia berusaha bangun untuk duduk sembari menahan sakit di perutnya.
Dan saat itu Lu Lu yang masih berada di sana seketika membulatkan matanya, saat melihat dengan jelas wajah selir kedua.
"Gu Nian"
"Ja,, jadi Gu Nian menjadi selir kedua dari Pangeran Duan, dan dia sudah hamil anak dari Pangeran Duan" batinnya.
Tiba tiba Lu Lu penasaran, bagaimana reaksi Jendral Rong jika tahu wanita yang selama ini di cintainya pernah mengandung anak dari Pangeran Duan.
''Istriku, kenapa kamu tidak bilang kalau sedang hamil?, terus apa yang terjadi, kenapa kamu sampai keguguran?'' tanya Pangeran Duan dengan sangat hati hati.
Gu Nian menatap Pangeran Duan dengan tersenyum simpul. ''Apa kamu ingin tahu penyebab aku keguguran?''
Pangeran Duan dengan cepat menganggukkan kepalanya.
Perlahan Gu Nian mendekatkan bibirnya di telinga Pangeran Duan lalu berbisik.
''Aku yang membunuhnya''
Pangeran Duan seketika reflek mendorong Gu Nian dengan kasar, lalu dia berdiri dengan wajah terkejut.
''Apa maksudmu?!''
Gu Nian tertawa terbahak bahak, membuat semua orang yang ada di sana terkejut.
''Ha ha ha ha,,, karna aku tidak sudi memiliki anak denganmu, jadi aku membunuhnya'' tukasnya santai masih dengan gelak tawanya.
Plak
Gu Nian merasakan pipi kanannya kebas, karna tamparan dari Pangeran Duan.
''Apa kamu masih mengharapkan Jendral itu, ha!'' sentaknya murka.
''Benar, karna hanya Jendral Rong yang pantas menjadi ayah dari anak anakku'' sahutnya menantang.
Pangeran Duan seketika berdecih.
''Sepertinya kamu memang tidak tahu kabar apapun tentang kekaisaran'' tukas Pangeran Duan.
''Apa maksudmu?''
''Jendral Rong sudah menikah dengan putri perdana mentri Lu, yang katanya terkenal sangat cantik di seluruh kekaisaran, aku yakin kini dia pasti sudah melupakanmu '' tukasnya.
''Tidak, tidak mungkin, Jendral Rong hanya mencintaiku'' sentak Gu Nian marah.
Sedangkan Qin Lu Lu yang mendengar perkataan Pangeran Duan seketika tersedak ludahnya sendiri.
Uhuk
Uhuk
"Benarkah wajah Lu Mingyu ini terkenal sangat cantik di seluruh kekaisaran''
suka mengejek lelaki giliran disindir telak langsung erosii
dulu saja sering nyindir nyindir karna merasa dekat dgn JendrAl rong
sekarang tau kan udah kena imbasnya
selain jendral rong
pengawal hanbin dan Xiao Fei harus bisa main senjata pintol juga🤔🤔