Tiga tahun jadi sampah!
Itulah yang dialami Arya Langit setelah meridiannya hancur. Dari jenius nomor satu Perguruan Langit Biru, dia jatuh jadi pecundang yang bahkan tidak bisa mengangkat pedang.
Di hari pertunangannya, tunangannya sendiri Kezia Adinegara membatalkan pernikahan di depan seluruh tetua demi pria lain dan memberinya 100 Batu Roh sebagai uang hinaan.
Tepat saat tamparan itu mendarat di wajahnya, Sistem Takdir Harem Kaisar Abadi bangkit!
Mata Takdir aktif. Arya bisa melihat masa depan tragis setiap wanita dengan Takdir Kaisar.
Sekar Embun, Bidadari Pedang nomor satu yang dingin seperti es, akan lumpuh total dalam 7 hari dan mati kedinginan di lembah terpencil.
Luna Maheswari, Ratu Iblis yang mempesona, akan menjadi kuali kultivasi dan meledak mati.
Kirana Lestari, Putri Kerajaan yang manja, akan diracun pada malam pernikahannya.
Satu-satunya cara menyelamatkan mereka adalah menjadikan mereka istrinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fareva, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 20: Sepuluh Hari Menuju Neraka
Pengumuman Pemimpin Perguruan tentang dimajukannya Kompetisi Puncak Langit menjadi sepuluh hari lagi dan hadiah kultivasi bersama Putri Suci Luna di Kolam Teratai Suci itu seperti bom yang meledak di tengah danau yang tenang.
Dalam waktu setengah hari saja, seluruh Perguruan Langit Biru menjadi gila.
Semua murid, baik murid luar, murid dalam, bahkan murid inti yang biasanya tenang dan tidak peduli dengan urusan dunia luar, semuanya mulai berlatih dengan gila gilaan di setiap sudut perguruan. Suara pedang beradu, suara ledakan energi, dan suara teriakan kultivasi terdengar di mana tanpa henti dari pagi hingga malam.
Karena semua orang tahu, jika bisa memenangkan kompetisi kali ini dan berkultivasi bersama Putri Suci Luna di Kolam Teratai Suci selama satu bulan, bukan hanya kultivasi mereka akan naik pesat, tapi mereka juga akan mendapatkan hubungan baik dengan Istana Teratai Suci, salah satu dari tiga kekuatan terbesar di wilayah Kekaisaran Langit Biru. Bahkan jika hanya bisa dekat dengan Putri Suci Luna selama satu bulan, itu sudah cukup untuk membuat nama mereka terkenal ke seluruh kekaisaran.
Tapi bagi Arya Langit, hadiah itu bukan sekadar kesempatan untuk dekat dengan Luna, tapi adalah medan perang yang harus dia menangkan untuk menyelamatkan Luna dari rencana jahat Sekte Darah Hitam dan Tetua Lotus.
Di Puncak Embun yang kini sudah menjadi lautan bunga teratai es yang indah, suasana jauh lebih tenang dan hangat dibandingkan dengan puncak puncak lain yang ramai dengan latihan.
Di tepi kolam air panas yang airnya kini sudah tidak lagi hanya hangat, tapi juga bercampur dengan kelopak bunga teratai es yang berguguran dan memancarkan cahaya keemasan dan biru es yang indah, Arya Langit duduk bersila dengan mata terpejam.
Di depannya, berdiri Sekar Embun dengan gaun latihan putihnya yang sederhana, rambut hitam panjangnya diikat menjadi ekor kuda tinggi yang membuatnya terlihat jauh lebih gagah dan lebih dingin dari biasanya, seperti seorang jenderal wanita yang sedang melatih prajuritnya. Tapi jika ada orang lain yang melihat dengan teliti, di dalam mata dinginnya itu ada rasa cinta dan kebanggaan yang tidak bisa disembunyikan saat menatap suaminya yang sedang berlatih.
"Sepuluh hari lagi adalah Kompetisi Puncak Langit. Lawanmu bukan hanya Kezia Adinegara yang baru saja naik menjadi Alam Jiwa Kesatria tingkat tujuh dengan bantuan pil terlarang dari Tetua Lotus, atau Rafa Adiputra yang sudah Alam Jiwa Kesatria tingkat delapan puncak, tapi juga ada beberapa murid inti lama dari Puncak Pedang, Puncak Api, dan Puncak Petir yang sudah lama tidak keluar dari pertapaan mereka dan kultivasinya sudah mencapai Alam Jiwa Kesatria tingkat sembilan puncak, bahkan setengah langkah Alam Raja Langit," kata Sekar Embun dengan suara dingin dan serius, seperti seorang guru yang sedang memberi pelajaran terakhir kepada muridnya sebelum perang.
"Kultivasimu sekarang Alam Jiwa Kesatria tingkat enam, dengan Tubuh Meridian Naga Langit tingkat empat dan Teknik Pedang Embun Beku tingkat sempurna, kamu memang bisa melawan Alam Jiwa Kesatria tingkat sembilan puncak biasa. Tapi jika kamu bertemu dengan jenius sejati yang memiliki Tubuh Khusus juga, atau yang memiliki senjata spiritual tingkat tinggi, kamu akan kesulitan. Oleh karena itu, dalam sepuluh hari ini, aku akan melatihmu dengan keras tanpa ampun. Kamu harus menguasai Teknik Kombinasi Suami Istri kita, Pedang Naga Es Penghancur Dunia, hingga tingkat mahir. Mengerti?"
Arya yang duduk bersila itu membuka matanya. Matanya yang berwarna emas naga itu berkilat dengan penuh semangat dan kepercayaan diri.
"Mengerti, istriku! Latih aku sekeras mungkin! Aku tidak takut lelah, aku hanya takut tidak bisa melindungi kalian berdua nanti di dalam Kolam Teratai Suci," jawab Arya dengan suara yang penuh dengan tekad.
Panggilan istriku itu membuat wajah dingin Sekar Embun yang sedang serius itu langsung memerah lagi, tapi dia buru buru mengembalikan wajah dinginnya dan mendengus pelan.
"Siapa istrimu! Di luar pondok ini, panggil aku Guru! Jangan panggil istriku di depan orang lain! Kalau tidak... kalau tidak aku tidak akan mengajarimu lagi!" kata Sekar Embun dengan gugup, tapi tangannya yang mengepal itu terlihat sedikit gemetar karena malu.
Arya tertawa kecil melihat tingkah tsundere istri pertamanya itu. "Baik, Guru Sekar. Di luar Guru, di dalam istri. Mengerti."
"Ka... kamu!" Sekar Embun ingin marah, tapi melihat senyum jahil Arya itu, dia akhirnya hanya bisa menghela napas panjang dan mengangkat pedang biru esnya.
"Sudah, jangan banyak bicara lagi! Serang aku! Gunakan semua kekuatanmu! Anggap aku sebagai Rafa Adiputra di final kompetisi nanti! Jika kamu bisa menyentuh ujung jubahku dalam seratus jurus, aku akan... aku akan memberikanmu hadiah!"
"Hadiah apa, Guru?" tanya Arya dengan mata berbinar.
Sekar Embun wajahnya memerah lagi, dia berbisik dengan suara yang sangat kecil hingga hampir tidak terdengar, "Hadiah... hadiah ciuman... satu kali..."
Mendengar hadiah itu, mata Arya yang tadinya hanya berbinar kini langsung menyala seperti obor yang disiram minyak.
"Ciuman! Baik! Guru, jangan menyesal nanti!"
BOOM!
Tanpa menunggu lagi, Arya langsung melesat ke depan dengan Teknik Langkah Bayangan Embun tingkat sempurna. Kecepatannya sekarang jauh lebih cepat dari sebelumnya, bayangannya bahkan tidak terlihat, hanya terlihat bayangan naga emas yang melesat di atas lautan bunga teratai es.
Di tangannya, pedang es yang terbentuk dari Teknik Pedang Embun Beku tingkat sempurna memancarkan hawa dingin yang bisa membekukan ruang di sekitarnya.
"Satu pedang membekukan langit!"
Tebasan pertama, Arya langsung menggunakan jurus terkuatnya tanpa ragu demi hadiah ciuman dari istrinya.
Sekar Embun yang melihat tebasan itu, matanya sedikit terkejut karena kecepatan dan kekuatan Arya yang naik pesat hanya dalam satu malam, tapi dia juga tersenyum bangga. Dia mengangkat pedang biru esnya dengan ringan dan menangkis tebasan itu.
KRAK! BOOM!
Dua pedang es yang sama sama tingkat sempurna itu bertabrakan di udara, menciptakan ledakan es yang sangat indah yang membuat semua bunga teratai es di sekitar mereka berguguran seperti hujan bunga.
Pertarungan antara suami dan istri itu dimulai, dengan taruhan sebuah ciuman yang membuat Arya bertarung seperti orang gila yang tidak takut mati, dan membuat Sekar Embun yang biasanya dingin itu tertawa kecil dengan bahagia untuk pertama kalinya dalam dua puluh dua tahun setiap kali melihat suaminya itu terpeleset karena terlalu semangat mengejar ujung jubahnya.
Sepuluh hari pelatihan neraka itu, bagi Puncak Embun, bukan neraka, tapi surga kecil yang penuh dengan tawa, cinta, dan bunga teratai es yang berguguran setiap hari.
Tapi di tempat lain, di Puncak Obat yang gelap dan penuh dengan aroma obat yang aneh, suasana jauh berbeda.
Di dalam ruangan rahasia di bawah tanah Puncak Obat, Tetua Lotus, Kezia Adinegara, Rafa Adiputra, dan seorang pria tua berjubah hitam darah dengan wajah yang penuh dengan luka bakar yang mengerikan sedang duduk mengelilingi sebuah meja batu hitam.
Pria tua berjubah hitam darah itu adalah Tetua Agung Darah Hitam, dalang sebenarnya dari semua rencana ini, ahli Alam Raja Langit tingkat delapan yang kekuatannya bahkan bisa menyaingi Pemimpin Perguruan Langit Biru.
Di atas meja batu hitam itu, ada sebuah peta kuno yang menunjukkan lokasi Kolam Teratai Suci di Istana Teratai Suci, dan di sekeliling peta itu ada beberapa titik merah darah yang menandakan lokasi formasi pengorbanan yang sudah mereka siapkan selama setahun terakhir.
"Kompetisi dimajukan menjadi sepuluh hari lagi adalah kesempatan emas bagi kita," kata Tetua Agung Darah Hitam dengan suara serak yang mengerikan seperti suara iblis dari neraka. "Sepuluh hari lagi, saat semua jenius dari Perguruan Langit Biru dan beberapa murid dari Istana Teratai Suci masuk ke dalam Kolam Teratai Suci untuk final kompetisi, kita akan mengaktifkan Formasi Pengorbanan Darah Leluhur yang sudah kita tanam di dalam kolam itu selama setahun. Saat itu, darah dari semua jenius itu akan menjadi makanan untuk membangkitkan Leluhur Darah Hitam kita yang sudah tertidur selama seribu tahun! Dan Tubuh Teratai Suci Pemurnian Jiwa milik Putri Suci Luna akan menjadi inti dari formasi itu! Begitu Leluhur bangkit, bukan hanya Perguruan Langit Biru dan Istana Teratai Suci, tapi seluruh Kekaisaran Langit Biru akan menjadi milik Sekte Darah Hitam kita! Hahahaha!"
Tawa mengerikan Tetua Agung Darah Hitam itu menggema di dalam ruangan rahasia yang gelap itu, membuat Kezia dan Rafa merinding ketakutan tapi juga berbinar dengan ambisi.
"Apakah Arya Langit sampah itu juga akan masuk ke dalam Kolam Teratai Suci?" tanya Kezia dengan suara penuh kebencian. "Aku ingin dia menjadi tumbal pertama untuk Leluhur! Aku ingin melihatnya mati dengan mengenaskan di dalam kolam itu!"
"Tentu saja dia akan masuk," jawab Tetua Lotus dengan senyum licik. "Dengan bakatnya yang bisa membunuh Alam Raja Langit tingkat tiga dengan Alam Jiwa Kesatria tingkat tiga puncak, Pemimpin Perguruan pasti akan memasukkannya sebagai salah satu perwakilan. Dan di dalam Kolam Teratai Suci yang sudah kita kuasai sepenuhnya, Alam Jiwa Kesatria tingkat enam seperti dia hanya akan menjadi semut yang bisa kita injak kapan saja. Bahkan Bidadari Pedang Embun Sekar Embun yang sudah naik menjadi Alam Raja Langit tingkat tiga itu pun tidak akan bisa menyelamatkannya di dalam sana, karena di dalam Kolam Teratai Suci, hanya energi teratai suci yang bisa digunakan, energi es miliknya akan ditekan hingga setengahnya."
Mendengar itu, Kezia dan Rafa tertawa dengan puas.
"Bagus! Arya Langit, sepuluh hari lagi adalah hari kematianmu! Dan Luna Maheswari, posisi Putri Suci itu seharusnya menjadi milikku! Kolam Teratai Suci itu seharusnya menjadi milikku!" teriak Kezia dengan penuh kebencian.
Di dalam ruangan rahasia yang gelap itu, rencana jahat yang akan menenggelamkan seluruh Perguruan Langit Biru ke dalam lautan darah sedang disusun dengan rapi, sementara di Puncak Embun yang penuh dengan lautan bunga teratai es yang indah, Arya dan Sekar Embun masih berlatih dengan bahagia tanpa tahu bahwa sepuluh hari lagi yang menunggu mereka bukan hanya kompetisi untuk menentukan siapa yang terkuat, tapi juga perang hidup dan mati yang akan menentukan nasib seluruh kekaisaran.
Di antara lautan bunga teratai es itu, Arya yang baru saja berhasil menyentuh ujung jubah Sekar Embun setelah sembilan puluh sembilan jurus dan mendapatkan hadiah ciuman di pipi yang membuat wajah Sekar Embun memerah total itu, tiba tiba merasakan jantung naganya berdegup dengan sangat kencang dan rasa tidak enak yang sangat besar menyelimuti hatinya.
Dia menatap ke arah Puncak Obat yang gelap di kejauhan, matanya yang berwarna emas naga itu berkilat dengan cahaya dingin.
"Sepertinya... sepuluh hari lagi akan jauh lebih berbahaya dari yang aku kira..." gumam Arya pelan.
Di dalam kepalanya, layar sistem yang sudah lama diam itu tiba tiba berbunyi dengan nada peringatan yang sangat keras dan berwarna merah darah.
[DING! PERINGATAN! PERINGATAN! Terdeteksi rencana besar Sekte Darah Hitam: Formasi Pengorbanan Darah Leluhur!]
[Misi Utama baru: Gagalkan rencana kebangkitan Leluhur Darah Hitam di dalam Kolam Teratai Suci sepuluh hari lagi! Selamatkan semua jenius yang menjadi tumbal!]
[Hadiah Misi Utama: 10000 Poin Takdir, Tubuh Meridian Naga Langit naik ke tingkat 5, Satu kesempatan untuk membangkitkan Leluhur Naga Langit sejati!]
[Kegagalan Misi: Sekar Embun mati, Luna Maheswari mati, Perguruan Langit Biru hancur, Tuan Rumah mati!]
Membaca hadiah dan hukuman dari misi utama itu, bahkan Arya yang biasanya selalu tenang dan percaya diri itu pun merasakan keringat dingin membasahi punggungnya.
10000 Poin Takdir dan kesempatan membangkitkan Leluhur Naga Langit sejati! Tapi hukumannya adalah semua orang yang dia cintai mati dan dia sendiri mati!
Sepuluh hari lagi, di dalam Kolam Teratai Suci yang indah itu, neraka yang sesungguhnya akan terbuka, dan dia harus siap.
"Guru... eh, istriku, sepertinya kita harus berlatih lebih keras lagi. Teknik kombinasi kita harus mencapai tingkat sempurna dalam sepuluh hari ini. Kalau tidak, kita semua akan mati," kata Arya dengan wajah yang tiba tiba menjadi sangat serius.
Sekar Embun yang melihat wajah serius Arya yang jarang dia lihat itu, dia juga mengangguk dengan wajah serius, menggenggam tangan Arya dengan erat.
"Baik, suamiku. Kita akan berlatih bersama. Sampai mati pun, aku akan bersamamu."
Di bawah cahaya matahari pagi yang menyinari lautan bunga teratai es yang indah itu, suami istri yang baru menikah satu malam itu saling menggenggam tangan dengan erat, bersiap untuk menghadapi neraka yang akan datang sepuluh hari lagi, neraka yang akan menentukan apakah cinta mereka akan abadi atau akan hancur menjadi debu darah di dalam Kolam Teratai Suci.