NovelToon NovelToon
Aku Melepaskanmu Bukan Melupakanmu

Aku Melepaskanmu Bukan Melupakanmu

Status: tamat
Genre:Single Mom / Dokter / Menikah Karena Anak / Tamat
Popularitas:2.6M
Nilai: 5
Nama Author: Aisyah Alfatih

Saga Mahendra percaya satu hal, pengkhianatan tidak pernah memiliki alasan. Itulah yang ia yakini sejak hari ia melihat Sahira, wanita yang ia cintai, berpelukan dengan sahabatnya sendiri. Sejak saat itu, Saga memilih pergi. Meninggalkan cinta, mimpi, dan masa lalu yang terlalu menyakitkan.

Lima tahun kemudian, ia kembali. Bukan lagi remaja yang rapuh, tapi seorang dokter dengan hati yang telah membeku. Namun, takdir mempermainkannya. Sahira muncul kembali bersama seorang anak berusia empat tahun.

Waktu tidak pernah berbohong. Lalu, siapa ayah dari anak itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyah Alfatih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20

Siang itu, sebuah restoran mewah di pusat kota terlihat cukup ramai oleh para pengunjung makan siang. Di sudut dekat jendela, Clara duduk dengan wajah tidak tenang. Sejak menerima telepon Aldi tadi, pikirannya terus dipenuhi rasa penasaran.

Begitu melihat Aldi datang menghampiri meja mereka, Clara langsung berdiri sedikit.

“Ada apa sebenarnya?” tanyanya cepat. “Kamu bikin aku takut.”

Aldi duduk di kursinya perlahan, wajah pria itu terlihat serius sejak tadi. Hal itu membuat jantung Clara berdetak semakin tidak nyaman.

“Aku baru dengar sesuatu dari Papa,” ucap Aldi pelan.

“Tentang Saga?”

Aldi mengangguk, tanpa bertele-tele lagi, pria itu langsung berkata,

“Sahir…” Tatapannya lurus pada Clara.

“Bocah itu anaknya Saga.”

Wajah Clara langsung pucat. “Apa?!”

Tangannya bahkan refleks mencengkeram tas di pangkuannya erat. Aldi menghela napas pelan.

“Tadi Papa ngomong langsung sama Saga.”

Clara masih terlihat syok, matanya membesar tidak percaya.

“Nggak mungkin…”

Namun, beberapa detik kemudian, bayangan wajah Sahir langsung muncul di kepalanya. Cara bocah itu tersenyum dan tatapan matanya, dan bentuk wajahnya. Clara perlahan menutup mulutnya sendiri.

“Pantesan…” gumamnya lirih. “Pantesan bocah itu mirip banget sama Saga.”

Rahang wanita itu perlahan mengeras. Ada rasa panas yang tiba-tiba memenuhi dadanya. Selama ini ia mengira Sahira hanyalah masa lalu Saga. Wanita miskin yang sudah menikah dan punya anak dengan pria lain. Namun, ternyata Sahir justru anak kandung Saga sendiri.

Clara tertawa kecil sinis.

“Nggak nyangka…” gumamnya tajam. “Ternyata wanita itu berhasil juga naik ke ranjang Saga.” Nada bicaranya dipenuhi rasa kesal dan iri.

Aldi langsung mengernyit kecil mendengar ucapan Clara, tetapi pria itu memilih diam. Sementara Clara menatap kosong ke luar jendela restoran. Tangannya perlahan mengepal kuat. Karena sekarang dia sadar posisi Sahira dalam hidup Saga jauh lebih berbahaya dari yang ia kira sebelumnya.

Clara masih duduk diam dengan wajah tegang setelah mendengar kenyataan tentang Sahir. Pikirannya terasa kacau, Aldi yang duduk di depannya kembali membuka suara,

“Masalahnya…” pria itu menatap Clara serius, “Saga sendiri nggak inget apa pun.”

Kening Clara langsung berkerut.

“Maksud kamu?”

Aldi menghela napas pelan. “Dia nggak inget pernah tidur sama Sahira.”

Tatapan Clara langsung berubah. Aldi melanjutkan,

“Itu sebabnya selama beberapa hari ini dia nggak sadar kalau Sahir anaknya.”

Pria itu menyandarkan tubuhnya ke kursi.

“Dia bahkan ngerawat Sahir di rumah sakit tanpa curiga apa-apa awalnya.”

Clara perlahan terdiam. Senyum tipis mulai muncul di bibirnya. Tatapan wanita itu perlahan berubah penuh pikiran.

“Jadi…” gumamnya pelan, “Saga nggak yakin Sahir anak dia.”

Aldi langsung merasa tidak nyaman melihat ekspresi Clara.

“Clara…”

Wanita itu justru tersenyum semakin samar. “Kalau begitu semuanya masih bisa diatur.”

“Apa maksud kamu?”

Clara menatap Aldi pelan. “Kalau Saga nggak inget apa pun…” suaranya terdengar tenang, “berarti dia masih bisa dibuat percaya kalau Sahir memang anak orang lain.”

Aldi langsung mengernyit tajam.

“Clara..."

“Mungkin anak Revano,” lanjut Clara tanpa peduli. “Atau pria lain.”

“Lo gila?!” Aldi langsung memotong cepat dengan nada tak percaya.

Clara menoleh santai seolah itu bukan masalah besar.

“Gue cuma nggak mau kehilangan Saga.”

“Dengan cara bohongin dia?” Tatapan Aldi mulai tajam sekarang.

“Lo tahu sendiri kayak apa Saga.” Lanjutnya.

Clara tetap terlihat tenang. “Dia cuma lagi emosional sekarang.”

“Bukan itu masalahnya!” Aldi mulai kesal. “Dulu Sahira bohongin dia aja hidupnya langsung berantakan! Dia begitu membenci Revano, sampai membuat Revano tak diterima di universitas manapun di Indonesia. Lo tahu segila apa dia menyangkut Sahira!”

Tatapan pria itu berubah serius.

“Kalau sekarang ada orang lain yang sengaja mainin emosinya lagi … dan bawa-bawa anaknya dan Sahira..." Aldi menggeleng pelan.

“Saga bisa marah besar! Lebih dari sebelumnya,”

Clara justru tersenyum tipis. Tatapannya perlahan berubah dingin.

“Kalau begitu…” gumamnya pelan, “aku harus pastiin dia nggak pernah tahu kebenaran sebenarnya.”

Aldi langsung menatap Clara tidak percaya. Pria itu mulai sadar kalau Clara mungkin akan melakukan apa saja demi mempertahankan Saga di sisinya.

Sementara di tempat lain. Mobil Saga berhenti tepat di depan toko bunga milik Sahira. Namun, begitu turun dari mobil langkah pria itu langsung terhenti. Toko kecil itu tertutup rapat. Tidak ada bunga yang dipajang seperti biasanya.

Tidak ada suara Sahir, tidak ada suara Sahira. Yang ada hanya papan kecil bertuliskan dijual di depan toko.

Jantung Saga langsung terasa jatuh. Tatapannya membeku menatap tulisan itu beberapa detik. Lalu, dengan langkah cepat ia mendekati pintu toko dan mengetuknya keras.

“Sahira!” Tidak ada jawaban.

“Sahira!” Saga mencoba membuka pintu toko, tetapi terkunci rapat. Napasnya mulai memburu, tatapannya bergerak liar ke segala arah seolah berharap wanita itu tiba-tiba muncul dari dalam, tempat itu benar-benar kosong.

Dadanya terasa semakin sesak. “Sial…” Saga mengusap wajahnya frustrasi. Lalu tanpa pikir panjang ia segera mengambil ponselnya dan mencari nama Revano.

Panggilan pertama tidak terjawab, Saga langsung mencoba lagi masih sama. Hingga rahang pria itu mengeras. Ia benar-benar takut kehilangan Sahira. Panggilan ketiga akhirnya tersambung.

[Halo,] Suara Revano terdengar tenang dari seberang sana.

“Di mana Sahira?” tanya Saga langsung tanpa basa-basi.

Hening beberapa detik Revano menjawab santai,

[Kalau lo benar-benar cinta sama Sahira…]

Tatapan Saga langsung menajam.

[Harusnya lo tahu dia ada di mana.]

“Apa maksud lo?”

Revano menghela napas pelan.

[Saat ini Sahira ada di tempat…] suaranya melambat, [di mana dulu lo sama dia pernah pengen bangun rumah kecil berdua.]

Saga langsung terdiam, pikirannya mendadak kosong beberapa detik, perlahan sebuah tempat muncul di kepalanya.

'Bali.' Jantung Saga langsung berdetak keras, sebelum ia sempat bicara suara Revano kembali terdengar dari seberang sana.

[Oh iya, Saga.]

“Apa lagi?”

Nada suara Revano berubah lebih serius sekarang. [Kalau lo masih butuh jawaban lain…]

Tatapan Saga mengeras.

[Jawaban itu ada di CCTV rumah lo. Itu juga kalau belum dihapus oleh seseorang,]

Deg!

[Khususnya malam pesta ulang tahun lo.]

Napas Saga langsung tercekat.

[Tiga hari sebelum kelulusan kita.]

Sesaat kemudian dunia di sekitar Saga terasa hening. Dan kalimat terakhir Revano membuat bulu kuduknya meremang.

[Harusnya…] ucap pria itu pelan, [lo mulai inget sesuatu.]

Panggilan langsung terputus.

Saga berdiri diam di depan toko bunga kosong itu dengan jantung berdetak kacau.

"Malam ulang tahun..." gumam Saga.

1
Cesar Manuel Ris Costa
wanita
Cesar Manuel Ris Costa
tenang
Jamayah Tambi
Tq Athur.Ceritanya bagus.Teruskan berkarya
Aisyah Alfatih: terima kasih kakak 💞
total 1 replies
Jamayah Tambi
Lain kali jgn bg tumpang.Order jet taxsi online.Grab,uber kan banyak
Jamayah Tambi
Mesti gedok nak ganggu rumah tangga orang.Ada bau2 pelakor yg tercium di hidung ku
Ita Mei Lestari
/Sob//Cry/
Jamayah Tambi
Om Mario tak ada isteri ke.Duda terlajak.Ramai jer doktor dan peraeat yg suka kat Dr Mario.Mario ini kat nama watak dalam games .
Jamayah Tambi
Apa kau nak buat
мєσωzα
ceritanya cukup seru, konfliknya jg gak muter-muter 👍🏻
Jamayah Tambi
Utu la masalahnya.Asal ada masalah cari Alkohol.
Jamayah Tambi
Orang tak jangan paksa
Jamayah Tambi
Bodo punya sepupu
Jamayah Tambi
Tak ada CCTV ke
Jamayah Tambi
Kenapa Sahira tak lapor polisi saja .Toko bunganya habis berantakan kerana ulah pereman
Jamayah Tambi
Macam satu je toko bunga kat Bali tu.Suruh Rani cari ke toko bunga lain.Pulak/Sob//Sob//Sob/
Jamayah Tambi
Adakah berjaya Clara menyingkirkan Sahira.
Jamayah Tambi
Aldi jau nsk tolong Clara buat apa.Dia itu licik.Dia terlslu obsesi pada Saga.Aldi ,Saga itu darah daging kamu sendiri.Kalau kamu khinsti dia hubungan keluarga akan hancur terutama ayah kamu
Jamayah Tambi
Kalau punya hati dan petasaan jangan bantu.Beritau Saga niat jahat Clara
Jamayah Tambi
Nikahi Sahira dan mulai hidup baru bersama isteri dan anak mu
Adiba Azahra
Halo kak author izin promosiin novelku yang berjudul satu imam dua makmum yuk mampir Man teman 🙏😊
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!