PART DUA Novel KETIKA KEHORMATAN KU DI PERTANYAKAN.
"BISMILLAH CINTA" seru Khadijah sebelum ia bersujud di sepertiga malam nya. Setelah pagi tadi ia merasakan gugup dan jantung nya berdetak kencang untuk pertama kali nya saat dekat dengan seorang laki-laki.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mumtazah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 25
Di pesantren sangat sibuk hari ini, untuk pertama kali nya Khadijah mau keluar rumah. Tapi jangan tinggalkan Bilal dan Ali, mereka di tugaskan oleh Hamish untuk mengawal Khadijah.
Bersamaan dengan itu, cakra baru saja sampai di asrama. Bagaikan dapat angin segar, hari ini ia begitu sangat semangat sekali.
"Besok aku bisa ketemu, my sunshine"
"Jangan ngimpi! Ning Khadijah udah gak kuliah"
"Hah?"
Tubuh cakra langsung lemas, ia merasa separuh nyawa nya telah hilang.
"Ning Khadijah katanya sangat patah hati, cak. Dia sudah tidak pernah mengajar ngaji, sejak kejadian itu dia tidak pernah keluar rumah"
Cakra masih saja diam, ia memikirkan bagaimana rasa sakit Khadijah. Sedangkan dia sangat bahagia atas kejadian itu, dan secara tidak langsung ia juga bahagia di atas rasa sakit Khadijah.
"Lagian kenapa kamu lama sekali? Kata nya cuma seminggu"
"Saudara ku yang baru saja selesai kuliah di Belanda datang, jadi papa minta perpanjang waktu liburan ku. Lagian aku juga ngerjain semua tugas kok," Ucap nya sambil mengambil setumpuk kertas yang sudah di jilid beberapa bendel.
"Saudara mu? Di Jawa hanya Mas Alan saja, apa Mas Alan datang?"
"Iya," Jawab cepat Cakra "Katanya sih sudah dapat banyak tawaran ngajar di beberapa kampus di surabaya, kalau jadi di ambil kerjaan nya, Mas Alan akan pindah ke Surabaya"
"Semoga saja dia juga masuk di sini, lumayan lah kita bisa sharing"
"Iya, cuma paman gak setuju. Entahlah.... "
***
"Makanlah," Ali memberikan sepotong kue kepada Khadijah "kata Abi Hamish kamu gak boleh jauh-jauh dari mata kami"
Khadijah mengangguk, tanda mengerti.
"Mas akbar datang jam berapa ya, Mas? Soal nya aku harus ngajar ngaji nanti sore"
"Acara nya ini nanti jam sepuluh kok, dek. Tunggu saja"
Khadijah pun kembali masuk ke dalam rumah utama. Ia menyibukkan diri ikut membantu menata kue-kue di atas piring. Semua orang yang sibuk di sana terus bercerita, sesekali mereka tertawa. Lumayanlah, Khadijah ikut tertawa juga.
hingga tak lama, Rombongan keluarga dari Talita datang. rombongan tersebut di sambut dengan penuh suka cita.
"Dek dijah," panggil Akbar saat ia melihat adik nya itu berdiri di antara keluarga nya. ia pun berjalan mendekat ke arah Khadijah yang sejak tadi memandangi mereka.
"selamat ya mas akbar, dan mbak talita. semoga menjadi keluarga sakinah mawaddah warahmah"
"Terima kasih Dek Dijah"
Khadijah tersenyum, setelah itu Khadijah ikut masuk, mengekor di belakang Akbar hingga semua nya kembali duduk.
acara pun di mulai seperti biasanya, namun Khadijah lagi-lagi teringat tentang Rafa. Apalagi melihat Akbar dan Talita yang nampak nya mengobrol.
Karena tidak tahan, Khadijah pun pamit untuk pulang ke rumah. walaupun ia masih sangat ingin di sini, tapi. perasaan nya tidak mau di ajak kerja sama, perasaan itu terasa sangat rapuh sekali, hal se kecil apapun bisa mempengaruhi nya.
"Khadijah kenapa pulang, nak?" tanya Usman yang menyusul Khadijah keluar rumah.
"Dijah pusing sekali, abi. jadi Khadijah mau pulang, lagian nanti jam tiga asyifa mengaji"
"sekarang kan hari pernikahan Akbar, tidak bisakan kamu pergi dengan menahan semua ini?"
"Khadijah ingin, bi. cuma Khadijah benar-benar pusing"
"abi antar?"
"Tidak usah, bi. lagian juga gak keluar dari batas area ndalem"
Usman masih menatap punggung kecil yang berjalan semakin menjahuinya. Setelah cukup lama, ia kembali masuk ke dalam untuk menemui Kyai Rofiq.
Khadijah sendiri sudah hampir saja sampai rumah, tinggal beberapa langkah saja. Namun tiba-tiba ad seseorang yang mendekati nya.
"Assalamu'alaikum"
Penasaran ......
ko gak up
lama lohh nunggu nya...