NovelToon NovelToon
Tiba-Tiba Jadi Istri Juragan

Tiba-Tiba Jadi Istri Juragan

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Transmigrasi / Nikahmuda
Popularitas:4.8k
Nilai: 5
Nama Author: Tasya Chuky

Berawal Dari sebuah kutukan. dari Hana yang mengutuk habis Tokoh kedua wanita bernama Elsa. Elsa (20thn) seorang gadis yang di jadikan jaminan hutang oleh orang tuanya. Elsa yang di dalam cerita di katakan terpaksa menikah menjadi istri kedua juragan Tama. pria tua. tak terima...pada akhirnya memilih berselingkuh pada bawahan Tama yang bernama Ardana. Nasib malang menimpa hana, gadis itu di tarik masuk oleh takdir, masuk kedalam buku Novel _The Jurag's Wife_ dan menjadi Tokoh Wanita yang sudah dia maki habis-habisan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tasya Chuky, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Halaman 31

Pagi hari menjelang. Di kamar, Elsa terbangun dari tidurnya dengan rasa heran yang menggelayuti pikiran. "Well, semalam gue ingat kalau gue tidur di gazebo luar... Lah, ini kok sudah di kamar aja?" ucapnya bertanya bingung pada diri sendiri.

​Ya, rupanya semalam setelah puas memeluk Elsa di gazebo, Tama kembali menggendong tubuh istri mudanya itu dan membawanya masuk ke dalam kamar agar tidak kedinginan. Namun karena tak ingin berpikir terlalu lama, Elsa lantas bangkit menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.

​Setelah selesai mandi dan berpakaian rapi, Elsa melangkah keluar kamar menuju meja makan utama. Di sana sudah duduk Andini dan Tama. Pasangan suami istri itu tengah asyik sarapan tanpa menunggunya sama sekali. Elsa tidak ambil pusing; gadis itu langsung mendudukkan pantatnya di salah satu kursi kosong, lalu memulai ritual makannya sendiri.

​"Mas, sebentar antar aku kontrol ke dokter, ya!" ucap Andini memulai percakapan di sela-sela makannya.

​"Jam berapa, Sayang?" tanya Tama lembut.

​"Jam sembilanan," ucap Andini. Tama lalu mengangguk patuh sambil tersenyum.

​Elsa yang mendengar percakapan manis di depannya itu hanya merasa bodo amat. 'Sama istri pertamanya aja sayang-sayangan... Sedangkan sama aku, boro-boro,' ucap dongkol Elsa di dalam hatinya, berusaha mengabaikan rasa tidak nyaman yang mencubit dadanya.

​Setelah menyelesaikan makannya, Elsa memutuskan untuk berjalan ke halaman depan rumah untuk mencari angin segar. Gadis itu berdiri menghirup udara pagi sambil merentangkan kedua tangannya dengan santai. Namun, saat sedang merentangkan tangannya, Elsa dikejutkan dengan sebuah dorongan kuat dari arah belakang.

​Elsa tersentak. Tubuh mungil wanita muda itu langsung tersungkur ke depan hingga lututnya menghantam sebuah batu lancip di tanah.

​"Aw... shhh," ringis Elsa kesakitan.

​Dengan cepat Elsa menoleh ke belakang untuk melihat siapa pelakunya. Ternyata, sosok yang mendorongnya barusan adalah Andini. Wanita hamil itu sedang melipat kedua tangan di depan dada sambil menatap Elsa dengan senyum sinis yang meremehkan.

​"Mbak! Apa-apaan sih, main dorong aja?!" ucap Elsa jengkel setengah mati sembari bangkit berdiri.

​"Kenapa? Marah...?" ucap Andini membalas dengan nada menantang.

​Elsa yang sudah tidak kuasa menahan amarahnya lantas maju merangsek ke arah Andini. Tanpa aba-aba, tangan Elsa bergerak cepat menarik kuat rambut panjang Andini hingga kepala wanita itu terdongak.

​"Rasain kamu, Mbak! Siapa suruh, hah, dorong-dorong aku?!" ucap Elsa kencang, meluapkan semua kekesalannya.

​"Aw... Elsa, lepasin! Sakit... Aduh, tolonggg!" jerit Andini mulai panik.

​"Enggak! Aku enggak bakal lepasin! Harusmya Mbak mikir dulu ya sebelum nyakitin aku...!" ucap Elsa tak mau mengalah begitu saja.

​"Aduh, sakit... Mas! Mas Tama, tolonggg... Sakit, rambutku...!" teriak Andini histeris.

​Tama yang mendengar jeritan histeris dari halaman samping lantas berlari kencang mendekat. Begitu melihat kekacauan di depannya, matanya membelalak. "Astaga...! Elsa, kamu apa-apaan sih?! Lepasin! Lepasin rambut Andini... Dia kesakitan!" bentak Tama panik.

​"Enggak! Perempuan ini jahat. Dia yang dorong aku duluan!" bela Elsa berapi-api.

​"Sudah Elsa, aku minta maaf... Lepas, ini sakit..." kata Andini yang akhirnya memohon sembari memegangi kepalanya yang terasa mau pecah.

​"Elsa, lepasin...!" ucap Tama dengan suara menggelegar penuh amarah.

​Entah mendapat dorongan kekuatan dari mana, Elsa akhirnya melepaskan cekalan tangannya pada rambut Andini. Namun bersamaan dengan itu, dia dengan kuat mendorong tubuh Andini menjauh.

​Bruak!

​Tubuh Andini terlempar dan menabrak pintu rumah dengan sangat kencang, lalu merosot turun ke lantai.

​"Aw, Mas... sakit... Aduh! Perutku sakit banget, Mas...!" ringis Andini kesakitan sambil memegangi perut buncitnya. Wajahnya seketika memucat.

​Elsa tersentak kaget melihat akibat dari perbuatannya. Jantungnya berdegup kencang karena dia benar-benar tidak menyangka dorongannya akan sefatal itu. "Sayang...! Sayang, kamu enggak apa-apa? Mana yang sakit?!" tanya Tama dengan suara yang bergetar hebat karena ketakutan.

​"Perutku, Mas... Sakit banget..." rintih Andini sekuat tenaga.

​"Ayo, ayo... Sekarang kita periksa ke rumah sakit, ya...!" ucap Tama panik.

​Melihat kondisi Andini yang tampak parah, rasa bersalah langsung menyergap dada Elsa. "Mbak...! Mbak, maaf... Aku khilaf, aku enggak sadar kalau kamu lagi hamil," ucap Elsa ketakutan. Wanita muda itu melangkah mendekat, berniat ikut menunduk untuk membantu.

​Namun, Tama yang melihat kedatangan Elsa langsung menatapnya dengan pandangan jengkel yang teramat sangat. Pria itu dengan kasar mendorong Elsa menjauh hingga Elsa terhuyung.

​"Jahat kamu, Elsa! Gak punya hati...! Bisa-bisanya kamu menyakiti Andini begini! Lihat saja, kalau anak di dalam perutnya sampai kenapa-kenapa, saya bakal buat perhitungan sama kamu!" ucap Tama penuh penekanan dengan suara bergetar menahan amarah yang teramat dalam.

​Tanpa membuang waktu lagi, pria itu dengan cepat menggendong tubuh Andini yang melemas, lalu membawanya berlari masuk ke dalam mobil. Mobil itu langsung melesat pergi meninggalkan pekarangan rumah, menyisakan Elsa yang berdiri mematung sendirian di halaman.

​Elsa terdiam, merenungi kesalahan yang baru saja terjadi di depan matanya. Air matanya perlahan menetes. Hatinya terasa sangat sedih dan perih mendengar bentakan dari Tama, pria yang baru semalam memeluknya erat namun kini marahnya bukan main padanya.

1
Wahyuningsih
kok q syuka bingit ama mak lampir menyebalkn skli... thor buat istri pertama di ceraikn krna jht bingit sellu cari gara2 ama elsa
Wahyuningsih
lanjut thor.... dtnggu upnya yg buanyk n hrs tiap hri jgn lma2 up thor tk inaaak menunggu.... srhag sellh jga keshtn tetp 💪💪💪💪 n makaciiiih tuk upnya
Wahyuningsih
mampus langsung di skak mat
Wahyuningsih
dtnggu upnya thor yg buanyk n hrs tiap hri jgn lma2 up thor tk enak menunggu... sehat sellu jga keshtn tetp 💪💪💪 dlm upnya
Wahyuningsih
mampir q thor
Ummanya Hil_Ziy: Makasih Beb' sudah singgah di lapak baruku. di jamin cerita ini, gk kalah seru juga dengan lapakku yang lain😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!