seorang wanita yang hidup di zaman kerajaan,di usir oleh keluarga ibu dan ayahnya,dia bahkan terpaksa jadi seorang pengemis di jalanan.
bahkan tunangannya yang dia percayai mengkhianati nya.hidup sengsara membuat wanita itu putus asa,di harapan terkahir nya dia pergi kerumah ibu kandungnya,tapi justru ibunya mengusir nya dan lebih menyayangi putri dari suami kedua nya.
wanita itu begitu terpukul,dia teringat ayahnya yang di asingkan di perbatasan,hanya karna kejahatan yang di lakukan oleh ibunya.
putus asa,wanita itu memilih mengakhiri hidupnya,tapi tiba-tiba dia malah hidup kembali dan mendapatkan sistem yang membantu nya.
dari di remehkan dan di hina,menjadi wanita terkaya di seluruh negeri,namanya terkenal dimana-mana,bahkan sang kaisar yang berkuasa tunduk padanya.
bagaimana kah kelanjutan kisah selanjutnya ?
yuk mampir di cerita aku yah,, terimakasih.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Marwiyah Ningsih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
si gadis malang
Kediaman perdana menteri
di halaman yang luas dan bersih,disana terlihat seorang wanita sedang membersihkan halaman kediaman perdana menteri,dia menghapus keringat yang membahasi wajahnya,dan sesekali mendesah Karna kelelahan.bajunya yang terlihat compang-camping membuat wanita itu terlihat memprihatinkan.
Apalagi wajahnya yang kurus,membuat wanita itu seperti kekurangan gizi,dan itu benar wanita itu jarang mendapatkan jatah makanan, meski dia tinggal dirumah kakeknya.
" Hana ? Apa yang kamu lakukan disini ? " tanya seorang wanita yang sedang berjalan mendekati wanita yang bernama Hana.
Hana Kirana yang berusia 18 tahun, mendongak dan tersenyum saat melihat kedatangan bibinya.
"bibi,aku sedang membersihkan halaman,aku merasa sangat suntuk di dalam kamar,jadi aku memutuskan bersih-bersih disini " jawab Hana sambil meletakkan alat pembersih di tangan nya.
" ya ampun Hana,kenapa kamu harus repot-repot,ayo sebaiknya bibi mengantar mu kedalam kamar " ajak bibi nya dengan penuh perhatian.
karna merasa tidak enak menolak ajakan bibinya,Hana mengangguk dan akhirnya kedua wanita itu berjalan menuju kamar nya.
Tapi di pertengahan jalan,mereka malah mendengar suara desahan dari gudang belakang,Hana dan bibinya saling memandang.
" sungguh tidak tau malu,siapa yang melakukan hal hina itu di siang-siang begini,ayo kita lihat siapa yang ada di dalam " dengan wajah tidak senang,bibi Hana langsung berjalan mendekati gudang.
semakin dekat,suara desahan itu semakin terdengar jelas,dan itu membuat Hana tertunduk malu.
" pengawal cepat dobrak pintu nya ! " perintah bibi Hana.
Para pengawal langsung mendobrak pintu,saat dobrakan pertama pintu belum terbuka dan dobrakan kedua.
Brakkkkkkkkkkkkkkkk
pintu itu terbuka lebar,Hana dan bibinya masuk,yang di ikuti oleh beberapa pelayan dan pengawal,setelah sampai di dalam,mereka semua terkejut saat melihat siapa yang ada di dalam gudang.
Deggggggggggggggg
bibi Hana yang bernama Maya terbelalak,dengan langkah lebar dia mendekati kedua pasangan tidak tau malu itu,dan.
Plakkkkkkkkkkkkkk
kedua pasangan yang tadinya asik dengan kegiatannya, terkejut saat tiba-tiba seseorang menampar wanita yang bernama Luna.
" Luna ! Kamu..kamu benar-benar tidak tau malu,,kamu membuat nama ibumu menjadi buruk,,anak sialan aku akan membunuh mu " teriak.bibi Hana.
Luna adalah putrinya,tanpa basa-basi dia langsung menjambak rambutnya, dan menampar nya berulang kali.
" ibu cukup ! Apa ibu akan berhenti menampar ku saat aku sudah mati ! " bentak Luna,dia memakai bajunya begitu juga dengan pria yang menjadi teman tidur nya.
"kamu..Luna anak pembawa sial,,kamu berani membentak ku,,aku benar-benar malu memiliki putri seperti mu,,kamu anak tidak tau malu " teriak Maya.
Dan teriakan nya membuat nenek dan kakek Hana datang,mereka begitu terkejut saat melihat penampilan Luna.
" apa yang terjadi? Dan kamu..Luna kenapa kamu ada di sini bersama dengan tuan muda Jensen ? " tanya neneknya dengan wajah bingung.
Sedangkan kakek nya yang seorang perdana menteri menggeleng dengan tatapan tajam.
" kenapa kamu masih bertanya, jelas-jelas cucu yang kamu manjakan itu sedang berbuat hina di dalam kediaman ku ! Luna kamu benar-benar mengecewakan ku ! kalian semua ikut aku ke ruangan aula ! " perintah sang kakek dengan nada tegas.
Mereka semua terdiam,dan berjalan menuju ruang aula, sedangkan Hana yang sejak tadi terdiam melirik Luna dan Jensen dengan wajah takut-takut.
" apa nenek dan kakek akan melimpahkan kesalahan Luna lagi padaku,jika itu benar mereka semua benar-benar tidak pernah menganggap ku sebagai keluarga," batin Hana dengan tangan mengepal.
Setelah sampai di ruang aula,semua orang langsung duduk, kecuali Hana karna dia sudah di peringatkan oleh nenek nya,agar tetap berdiri dan di larang duduk di kursi.
" jadi katakan yang sejujurnya,sejak kapan kalian melakukan nya ? " tanya kakek nya, dia menatap wajah Luna dan Jensen secara bergantian.
Luna yang tidak merasa bersalah sedikitpun, memegang tangan jensen dan menatap kakek nya dengan tidak suka.
" kakek bisakah kamu tidak marah-marah,dan aku berhubungan dengan Jensen sudah lama,bahkan kami sudah memutuskan akan menikah " jawab Luna.
Jensen tersenyum mengangguk,dia sudah lama merencanakan semuanya,agar dia bisa menjadi bagian anggota keluarga perdana menteri.
Brakkkkkkkkkkkkkkkk
" tidak bisa ! Kamu tidak boleh menikah dengan nya,meski kalian sudah melakukan nya kakek tidak akan setuju kalian menikah ! " putus kakek nya.
si nenek mendengus dingin,dia menatap suaminya tajam yang membuat pria paruh baya itu mendesah kecil.
" suamiku jika Luna tidak menikah dengan Jensen,apa kata orang ? Dan aku tidak bisa menjamin Luna pasti akan hamil,jika semua orang mengetahui nya,,keluarga kita pasti akan menjadi buruk di mata semua orang " jelas nenek nya dengan nada dingin.
" benar,,aku akan tetap menikah dengan Jensen,karna kami saling mencintai " putus Luna sambil memeluk tangan jensen.
kakek nya menggertakkan giginya,dia terdiam sejenak hingga dia melirik Hana yang sedang berdiri di samping Maya.
" Luna dengarkan kakek,ini demi masa depan mu,bukankah kamu sudah kakek jodohkan dengan pangeran ketiga,,kamu tenang saja pernikahan ini akan tetap terjadi,tapi bukan kamu yang menikah dengan Jansen,tapi Hana,,kamu bisa berhubungan bebas dengan Jensen meski kamu sudah menikah dengan pangeran ketiga,,juga Hana akan membantu mu merawat anak-anak mu nanti " ucap kakek nya dengan tersenyum licik.
Luna terkejut,dia berdiri dan menatap Hana dengan tajam,setelah itu menatap Jensen dengan dingin.
" Jensen apa kamu memiliki hubungan dengan Hana ? " tanyanya dengan nada tinggi.
Jensen melotot,dia menggeleng dan menatap Hana dengan jijik,Luna yang salah paham melihat tatapan kekasihnya, langsung berjalan mendekati Hana dan.
Plakkkkkkkkkkkkkk
Hana terjatuh di bawah,dia menatap Luna dengan mata berkaca-kaca, sedangkan ibu Luna, Maya.yang melihat itu hanya terdiam saja.
" hana berani nya kamu menggoda kekasih ku,aku akan mencekik mu " teriak Luna,dia langsung menjambak rambut Hana,setelah itu mencekik nya dengan tersenyum lebar.
" tidak Luna..aku..aku tidak pernah menggoda kekasih mu,,, lepaskan aku Luna..lepas " Hana berusaha melepaskan cekikikan nya tapi tenaga nya tidak bisa mengalahkan tenaga Luna.
kakek,nenek,dan bibinya,hanya menatap kelakuan Luna dengan tatapan Santai,hingga Maya akhirnya membuka suara nya.
" berhenti! Luna duduklah " perintah ibunya,merasa puas memberikan pelajaran pada sepupu nya, akhirnya Luna kembali duduk.
Sedangkan Hana menangis dan menatap bibi nya dengan tatapan kecewa.
" dengarkan aku baik-baik, keputusan kakek mu sudah benar,biarkan Hana yang menikah dengan Jensen ! Kamu tenang saja pernikahan mereka hanya akan menutupi aib mu,kamu masih bisa berhubungan dengan Jensen,dan kamu Hana selama ini keluarga kami telah merawat mu dan membesarkan mu,sebagai balas Budi kamu harus membantu sepupu mu " ucap Maya dengan nada tegas.
Deggggggggggggggg