NovelToon NovelToon
TRANSMIGRASI AURORA: JERAT GAIRAH LIAR SANG TIRAN KAELEN AZRAEL

TRANSMIGRASI AURORA: JERAT GAIRAH LIAR SANG TIRAN KAELEN AZRAEL

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Mafia / Mengubah Takdir
Popularitas:12.4k
Nilai: 5
Nama Author: namice

Aurora—seorang montir bar-bar dan hacker genius dunia bawah—tewas mengenaskan lalu bertransmigrasi ke raga Aletheia Elixir. Aletheia adalah istri figuran yang diabaikan dan ditakdirkan mati di tangan suaminya sendiri, Kaelen Azrael—Raja Mafia bermata merah, penguasa dunia, sekaligus pria tertampan yang dirumorkan impoten.

​Enggan mati konyol, Aurora langsung menghapus riasan menor buruk rupanya, mengungkap kecantikan aslinya yang secantik Dewita malam, lalu menyodorkan surat gugatan cerai tepat di depan wajah sang tiran!

​Namun, Aurora salah perhitungan. Sifat bar-barnya yang menolak tunduk justru menyulut ego sang tiran. Dan yang paling mengerikan... tepat saat mata merah Kaelen menatap pesona Aurora yang mencoba menolaknya, penyakit impoten sang tiran sembuh.​

Gairah Kaelen yang telah mati bertahun-tahun meledak dengan begitu liar dan haus darah.
​Bukannya bebas, Aurora justru ditarik paksa ke atas sofa. Surat cerai terhempas berantakan, digantikan kukungan penuh kuasa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon namice, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PERANG GLOBAL DAN DEKAPAN SANG DEWA KEMATIAN

​Gemuruh di langit Sektor Luar malam itu bukan lagi sekadar suara guntur dari badai fajar, melainkan nyanyian kematian dari ratusan mesin jet tempur siluman internasional milik Azrael Corps. Langit yang semula sehitam arang seketika menyala terang benderang oleh luncuran rudal-rudal taktis berskala global. Kaelen Azrael benar-benar membuktikan ucapannya. Pria paling berkuasa di dunia itu tidak sedang melakukan negosiasi; dia sedang menghapus eksistensi Vane Oligarchy dari peta bumi demi satu nama: Aletheia

​BOOM!!! BOOM!!!

​Ledakan bom pembantaian pertama menghantam menara pengawas barat markas gotik Oligarchy hingga runtuh berkeping-keping. Guncangan dahsyat berkekuatan masif itu membuat dinding-dinding marmer hitam di ruang interogasi retak parah, menjatuhkan puing-puing beton ke atas lantai.

​"Tuan Besar! Dinding pertahanan siber kita tidak hanya lumpuh, tetapi armada militer global Azrael Corps telah menjatuhkan bom pemusnah di perimeter luar! Kita dikepung dari segala penjuru bumi!" teriak pengawal divisi utama Oligarchy yang berlari masuk dengan tubuh penuh luka bakar dan kepanikan yang teramat gila.

​Evadne menjerit histeris, wajah pirangnya yang semula anggun kini memucat pasrah bak mayat hidup. Dia terduduk lemas di lantai, menyadari bahwa kegilaan posisif ekstrem Kaelen jauh melampaui apa yang bisa ditampung oleh otaknya. "Kaelen... dia bener-bener gila! Dia menghancurkan seluruh sektor ini hanya demi wanita jalang itu!" raung-nya penuh dendam gila yang kini bercampur ketakutan setengah mati.

​Regulus Vane berdiri dari kursi kebesarannya dengan rahang kokoh yang mengeras sempurna. Sepasang netra kelabun-ya berkilat oleh campuran rasa takjub, syok, dan kemarahan yang membuncah. Dia menatap layar monitor dinding yang kini menampilkan visual ribuan pasukan elit divisi bayangan Azrael Corps yang telah menjebol gerbang utama markasnya.

​Di tengah kekacauan itu, Regulus menoleh tajam ke arah Rae yang masih duduk tenang di kursinya. "Kau... kau merancang ini semua bersama suamimu, Aletheia?" desis Regulus, suara baritonnya yang halus kini terdengar berat dan berbahaya.

​Rae menyunggingkan senyuman miring tiraninya yang teramat seksi dan mematikan. Dia bangkit berdiri dengan keanggunan seorang dewi perang, mendekap laptop taktis spesifikasi monster-nya yang baru saja menyelesaikan eksekusi Aletheia Protocol. Kemeja hitam longgar milik Kaelen yang membalut tubuh rampingnya bergoyang taktis mengikuti irama guncangan gedung.

​"Kukatakan sekali lagi, Regulus," ujar Rae seksi, sepasang mata cokelat madunya berkilat penuh dengan keliaran intrik yang genius. "Aku tidak merancang ini bersamanya. Tapi aku tahu persis seberapa gila suamiku jika menyangkut hak miliknya. Aku sengaja mengunci sistem mu dari dalam agar kau tidak bisa melarikan diri saat dia datang untuk meremukkan dinasti mu."

​BRAM!!!

​Dinding beton utama ruang interogasi mewah itu meledak hancur menjadi debu dan puing-puing tajam akibat hantaman peluru kendali jarak dekat. Dari balik asap tebal yang pekat dan kobaran api merah yang menyala-nyala, sesosok pria raksasa sekeras beton melangkah masuk dengan aura tirani level tertinggi yang teramat mengerikan.

​Kaelen Azrael telah tiba.

​Pria paling berkuasa di dunia itu berdiri tegak di tengah reruntuhan bagai dewa kematian yang haus darah. Kemeja hitamnya yang tak berkancing compang-camping dan dipenuhi noda darah segar dari puluhan pasukan Oligarchy yang baru saja dia bantai di sepanjang lorong masuk. Sepasang mata merah maut Kaelen berkilat gila oleh luapan amarah, kecemburuan ekstrem, dan keliaran posesif yang telah mencapai puncaknya. Setiap embusan napas baritonnya memancarkan tekanan intimidasi yang sanggup menghentikan detak jantung manusia normal.

​Netra merah maut Kaelen langsung mengunci mati raga ramping Aletheia yang berdiri di tengah ruangan. Begitu melihat istrinya aman tanpa luka sedikit pun, sebagian dari kegilaan di matanya mereda, digantikan oleh rasa kepemilikan mutlak yang membakar jiwanya.

​"Kemari, Sayang," titah Kaelen. Suara bariton rendahnya sedingin es, bergetar hebat oleh emosi posesif yang menuntut kepatuhan mutlak. Dia mengulurkan tangannya yang besar dan kasar, yang masih menggenggam pistol kaliber monster yang berasap.

​Rae tidak membalas dengan kata-kata bar-bar seperti biasanya. Untuk pertama kalinya, melihat raga Kaelen yang penuh luka baru namun tetap berdiri kokoh demi menjemputnya, dinding denial di hati Rae runtuh seutuhnya. Rasa cinta yang mendalam membuat kaki jenjangnya melangkah taktis membelah reruntuhan, berjalan lurus menuju ke arah suaminya tanpa memedulikan keberadaan Regulus Vane lagi.

​Namun, Regulus yang tidak rela miliknya direbut begitu saja mendadak bergerak cepat. Dengan sisa tenaga stamina militernya, Regulus menghunuskan belati titanium dari balik kemejanya dan melesat maju, mencoba mencengkeram bahu Rae dari belakang. "Dia tidak akan pergi kemanapun, Kaelen! Dia milikku!" teriak Regulus gila oleh obsesi baru yang merusak kewarasannya.

​"Kau tidak belajar dari kesalahanmu, tikus kecil!"

​DOR!

​Tanpa perlu membidik, Kaelen taktis menembakkan pistol kaliber beratnya. Peluru monster itu melesat secepat kilat, menembus tepat di lutut kanan Regulus Vane hingga pria bermata kelabu itu mengerang duka yang teramat dalam dan berlutut paksa di atas lantai marmer yang dingin.

​Sebelum Regulus sempat terjatuh sepenuhnya, Kaelen sudah melangkah maju dalam satu gerakan taktis stamina monster yang luar biasa cepat. Tangan besar Kaelen langsung menarik pinggul ramping Rae dalam satu sentakan dominan yang teramat kuat, menyeret raga istrinya masuk ke dalam dekapan posesif absolut-nya.

​Grep!

​Rae terengah-engah saat tubuh Aurora-nya menabrak dada bidang Kaelen yang kokoh berurat dan hangat oleh sisa peluh pertempuran. Tangan kekar Kaelen mengunci pinggang ramping Rae begitu ketat, seolah ingin meremukkan tulang rusuk istrinya agar raga Rae menyatu selamanya dengan tubuhnya. Kaelen menundukkan kepalanya, menyembunyikan wajah tampannya di ceruk leher porselen Rae, menghirup dalam-dalam aroma tubuh istrinya yang sempat hilang dari jangkauannya.

​"Kau milikku, Sayang. Milikku yang mutlak," bisik Kaelen seksi namun sarat akan keliaran ancaman posesif di sela napasnya yang memburu gila. "Jika kau berani membiarkan dirimu menjadi umpan seperti ini lagi, aku bersumpah tidak akan hanya meratakan Sektor Luar, tapi aku akan mengurung mu di ruang bawah tanah penthouse dan merantai jiwamu di atas tubuhku untuk selamanya!"

​Rae meringis kecil menahan sesak akibat cengkeraman ketat suaminya, namun senyuman miring tiraninya perlahan terbit dengan teramat seksi di sudut bibir. Dia membalas pelukan Kaelen dengan satu tangannya yang bebas, sementara hatinya berdegup dalam ritme kebahagiaan yang gila. "Aku tahu kau pasti akan datang, Tuan Posesif," bisik Rae tepat di telinga Kaelen, mengakui cintanya lewat tindakan taktisnya.

​Kaelen melepaskan sedikit pelukannya, namun jemari besarnya langsung mencengkeram dagu murni Rae, memaksanya mendongak untuk menatap pusaran netra merah mautnya. Tanpa memedulikan Regulus Vane yang bersimbah darah di lantai atau Evadne yang menangis histeris di sudut ruangan, Kaelen menundukkan wajahnya dan membungkam bibir mungil Rae dengan ciuman posesif yang teramat menuntut, kasar, pekat, dan penuh dengan luapan gairah dominasi mutlak seorang penguasa dunia yang telah menemukan kembali hartanya yang paling berharga. Rae membalas ciuman itu dengan keliaran bar-barnya sendiri, membiarkan tautan bibir mereka menjadi segel tak terlihat bahwa mereka adalah pasangan tiran yang tak tertandingi.

​Setelah melepaskan tautan bibir mereka, Kaelen menoleh dingin ke arah Regulus Vane yang masih merayap kesakitan di lantai. Netra merah mautnya tidak lagi memancarkan kemarahan, melainkan ketakutan tawar dari seorang dewa yang melihat kecoak kecil.

​"Bawa pria ini dan wanita pirang itu ke fasilitas interogasi internasional Azrael Corps," perintah Kaelen dingin kepada pasukan divisi bayangan yang kini telah memenuhi ruangan dengan senjata lengkap. "Aku ingin mereka menyaksikan bagaimana cara seluruh aset kedinasan mereka dihapus dari dunia ini sebelum mereka membusuk di sel neraka."

​Kaelen kemudian mengangkat raga ramping Rae ke dalam gendongan ala bridal style dengan kekuatan monsternya yang mutlak. Rae melingkarkan lengannya di leher kekar Kaelen, membiarkan laptop taktisnya tetap berada di pelukannya saat suaminya membawa dia keluar melangkah menembus kobaran api dan puing markas Oligarchy yang perlahan runtuh menjadi abu di belakang mereka. Perang global malam itu telah selesai dengan kemenangan mutlak sang tiran posesif dan ratunya yang genius.

1
Nur Janah
suka ceritanya.....👍👍Rea tangguh n bar bar,,
namice: 😘😘😘, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku dan suka 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
namice
🤣🤣🤣🤣 terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
Sulati Cus
sekalinya hidup🤔
namice: 😘😘😘, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Sulati Cus
hukuman ranjang yg extrem🤣
namice: 🤣🤣🤣... terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Sulati Cus
astaga kebayang nggak sih 10ronde🤔 pertama melakukan alamat ...
namice: 🤣🤣🤣 terimakasih banyak ya kak baca novel ku 🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Sulati Cus
lanjut langsung tak favorit
namice: 😘😘😘, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku, aku sudah update satu bab lagi kak... 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!