NovelToon NovelToon
Mendadak Jadi Ibu Tiri Putra CEO Lumpuh

Mendadak Jadi Ibu Tiri Putra CEO Lumpuh

Status: tamat
Genre:Menikah Karena Anak / Ibu Tiri / CEO / Orang Disabilitas / Ibu Pengganti / Tamat
Popularitas:5.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Aisyah Alfatih

Kinara, seorang gadis berusia 24 tahun, baru saja kehilangan segalanya, rumah, keluarga, dan masa depan yang ia impikan. Diusir ibu tiri setelah ayahnya meninggal, Kinara terpaksa tinggal di panti asuhan sampai akhirnya ia harus pergi karena usia. Tanpa tempat tujuan dan tanpa keluarga, ia hanya berharap bisa menemukan kontrakan kecil untuk memulai hidup baru. Namun takdir memberinya kejutan paling tak terduga.

Di sebuah perumahan elit, Kinara tanpa sengaja menolong seorang bocah yang sedang dibully. Bocah itu menangis histeris, tiba-tiba memanggilnya “Mommy”, dan menuduhnya hendak membuangnya, hingga warga sekitar salah paham dan menekan Kinara untuk mengakui sang anak. Terpojok, Kinara terpaksa menyetujui permintaan bocah itu, Aska, putra satu-satunya dari seorang CEO muda ternama, Arman Pramudya.

Akankah, Kinara setuju dengan permainan Aksa menjadikannya ibu tiri atau Kinara akan menolak?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyah Alfatih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 13

Ruang rapat utama Mission Bar dipenuhi orang.

Direktur, manajer senior, kepala divisi, semuanya hadir. Wajah-wajah baru mendominasi ruangan, namun beberapa staf lama tampak tegang, mata mereka sesekali tertuju ke pintu.

Mereka tahu, mereka mengenali aura itu.

Pintu terbuka, Arman masuk, didorong oleh Rudi. Setelan jasnya rapi, dasi hitam terikat sempurna. Tatapannya datar, dingin dan namun cukup untuk membuat sebagian orang langsung berdiri refleks.

Beberapa staf lama saling pandang, wajah mereka memucat.

“Tuan Arman Pramudya…” bisik seseorang hampir tak terdengar.

Namun staf-staf baru hanya mengernyit, bertanya-tanya dalam diam,

'Siapa pria di kursi roda itu?'

Tak lama kemudian, Rayyan masuk bersama Leo. Tatapannya menyapu ruangan dengan congkak, lalu berhenti pada Arman.

Rayyan terkekeh. “Wah, ikut rapat juga ya? Jangan-jangan mau dengar strategi bisnis dari orang-orang pintar di sini.”

Beberapa staf menelan ludah.

Rudi menatap Rayyan dingin. “Duduk dan diam.”

Rayyan mencibir. “Atas dasar apa kamu menyuruh saya?”

Arman akhirnya angkat suara, tenang dan sedikit rendah namun jelas terlihat menguasai ruangan.

“Rudi.”

Semua mata tertuju padanya.

“Usir hama dua itu dari ruang rapat.”

Ruangan membeku.

Rayyan tersentak. “Apa?! Kamu bilang apa barusan?!”

Beberapa staf lama langsung berdiri. Mereka tahu persis kalimat itu hanya diucapkan oleh satu orang di perusahaan ini.

Rayyan menunjuk Arman dengan marah. “Berani-beraninya kamu menghina saya! Kamu pikir kamu siapa, duduk di kursi roda sok mengatur perusahaan orang!”

Ia tertawa sinis. “Cacat seperti kamu pantasnya diam!”

Belum selesai kalimat itu, pintu ruang rapat terbuka keras. Dua petugas keamanan masuk dengan langkah cepat.

“Pak Rayyan,” ucap salah satu dari mereka tegas, “kami diminta untuk mengantar Anda keluar.”

Rayyan menoleh ke Rudi, lalu ke Arman. “Ini lelucon?”

Rudi menatapnya dingin. “Tidak.”

“Karena,” lanjut Rudi lantang agar semua mendengar,

“pria yang kamu hina sejak tadi adalah Tuan Arman Pramudya.”

Sunyi total, beberapa staf baru terbelalak. Beberapa lainnya langsung berdiri tergesa.

“Pendiri,” lanjut Rudi,

“pemilik saham mayoritas, dan CEO Mission Bar.”

Rayyan membeku, dan darah di wajahnya surut seketika. Arman menatap lurus ke depan, suaranya dingin seperti es.

“Dan rapat ini,” katanya,

“akan dimulai tanpa kehadiran orang yang tidak pantas berada di sini.”

Keamanan langsung menggiring Rayyan keluar. Leo hanya bisa menunduk, ikut terseret tanpa perlawanan.

Pintu menutup.

Arman menoleh ke seluruh ruangan. Tatapannya menyapu satu per satu wajah di hadapannya.

“Selamat siang,” ucapnya tenang.

“Kita mulai rapat.” Dan sejak detik itu, tak satu pun di ruangan itu meragukan lagi siap Arman.

Rayyan dihentakkan keluar dari gedung Mission Bar.

Pintu kaca otomatis menutup di belakangnya dengan bunyi klik yang terdengar seperti vonis. Beberapa karyawan melirik sekilas lalu buru-buru memalingkan wajah, seolah takut ikut terseret.

Rayyan menghentakkan kaki dan tangannya mengepal.

“Brengsek!” teriaknya lantang. "Pria sialan!Kalian akan menyesal!"

Rayyan menendang pot bunga di depan gedung hingga terjungkal. Satpam menoleh tajam, membuat Rayyan mundur setengah langkah, dan terlihat marah, tapi tak lagi berani.

Ponselnya bergetar di tangan, nama Mimi menyala di layar. Rayyan mendengus kasar sebelum mengangkatnya. “Apa lagi?!”

“Kamu sudah ketemu CEO Mission Bar?” suara Mimi terdengar tajam, tak sabar. “Gimana? Kerja samanya jadi?”

Rayyan tertawa pahit. “Jadi? Aku bahkan diusir! Dihina di depan semua orang!”

“Hah?” Mimi terdiam sesaat. “Maksud kamu apa?”

“CEO Mission Bar itu Arman Pramudya! Suami Kinara yang hari itu kita liat!” bentak Rayyan. “Pria lumpuh yang aku hina itu! Dia bosnya! Aku diseret keluar dari ruang rapat bahkan sebelum sempat buka mulut!”

Di seberang sana terdengar tarikan napas tajam.

“Kamu benar-benar bodoh,” ucap Mimi dingin. “Kamu sadar nggak posisi kita sekarang?”

Rayyan mengusap wajahnya frustasi. “Apa lagi yang bisa aku lakukan, Mimi?!”

“Dengar,” potong Mimi cepat. “Perusahaan kita di ujung tanduk. Tanpa kerja sama Mission Bar, kita tamat.”

Rayyan terdiam, nada Mimi merendah, licik. “Kita harus bekerja sama dengan Mission Bar. Bagaimanapun caranya.”

“Mustahil,” gumam Rayyan. “Dia membenciku.”

Mimi tersenyum tipis di balik ponsel. “Tidak ada yang mustahil kalau kita tahu … kelemahannya.”

Rayyan mengerutkan kening. “Maksud kamu?”

“Kamu lupa?” suara Mimi merendah penuh tekanan.

“Istri bodohnya, Kinara!” Nama itu diucapkan, tapi Rayyan tidak pernah ragu untuk menyakiti Kinara, mantan kekasihnya.

Gigi Rayyan terkatup keras. “Kamu mau manfaatkan dia?”

“Bukan mau,” jawab Mimi dingin. “Kita akan.”

Rayyan menatap gedung Mission Bar dari kejauhan. Dadanya bergejolak antara marah dan dendam.

“Baik,” katanya akhirnya. “Kita lakukan.”

Dan di balik kemarahan itu, sebuah rencana mulai terbentuk, cukup kotor, dan cukup kejam, untuk menyeret semua orang ke dalamnya.

"Kinara," gumam Rayyan dengan senyum tersungging di bibirnya.

1
nunung nurlindah
ini teh udah tamat gitu ceritanya?
Yunes
Katanya keamanan diperketat
Yunes
Iya😭😭😭😭
Yunes
Kenapa perempuan jadi ttitik lemah teru😭😭😭
Lala lala
CEO trlalu bodoh, tau belum dpt bayaran mkn seenaknya pesan..
malas lanjut lah
Lala lala
kyk anak sdh SMP deh cara nya
My Drakor
perawan 100 miliar milik mafia kok ngga ada thor?
ႩჄჄႩ
kayaknya seru.. aku mau lanjut semoga sampai tamat..💪
𝒯𝒽𝒾𝒶𝒶
jalang” kau yg jalang amira bego , udh bisa msuk rumah sakit jiwa kau ini saking gilanya
𝒯𝒽𝒾𝒶𝒶
arman hnya korban ngapain kau marah sama arman dia jg kasian lohh udh lumpuh bininya bego ninggalin dia terutama aksa mamanya ninggalin dia dari bayi bapaknga jadi dingin klo arman wktu itu yg meninggal aksa gimana kasian kan
Kembarr Kembaarr
tumbuh 1 lg iblis berwujud manusia
Kembarr Kembaarr
terlalu kebanyakan janji. terlalu mengancam tp zong.
Kembarr Kembaarr
Nauzubillaah smg di dunia nyata gakada manusia2 berhati iblis sprt ibu dn anak dlm cerita ini. ceritanya terlalu sadis dn kejam. karna mrk sekawanan perempuan
Kembarr Kembaarr
amira emang stres dia. semua yg dia keendaki hrs di turuti. lbh baik di buang perempuan macam bgini. dr pd banyak menanggung dosa
Kembarr Kembaarr
contoh wanita yg tak pernah puas dngn apa yg dia miliki. meremehkn suami yg msh punya kekurangn dn mencari kepuasan di luar dngn laki2 lain yg dia anggap lbh sempurna. dn ternyata jg krng puas lg lalu ingin kembali. msh adakah yg mau sama wnita yg kelakuannya udah sprt hewan ini...?
Kembarr Kembaarr
mungkin bg amira setiap orang hrs bisa di kendalikn sesuai keinginan amira
Kembarr Kembaarr
smg di dunia nyata gak ada perempuan sprt mimi. iblis berwujud manusia
Kembarr Kembaarr
yaa setan2 gentaysngan mulai pd muncul dn bersatu. maklum setan jd cepat bersatunya.beda kalau soal kebaikan akan sulit tuk bersatu
Mutaharotin Rotin
🥰🥰🥰🥰🥰 udah tamat ya🙏🙏🙏 makasih ceritanya bagus
Mutaharotin Rotin
🥰🥰🥰🥰🥰💐💐💐💐💐 suka ceritanya bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!