NovelToon NovelToon
Akar Yang Menembus Langit

Akar Yang Menembus Langit

Status: sedang berlangsung
Genre:Epik Petualangan / Fantasi / Action
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: cldazxx

Cerita ini bukan tentang siapa yang tercepat menjadi terkuat, melainkan tentang bagaimana seseorang yang dianggap paling lemah belajar memahami kekuatan yang sesungguhnya: kesabaran, ketahanan, kemampuan menahan badai tanpa tumbang, dan perlahan tumbuh melampaui batas yang dianggap mustahil oleh semua orang. Ia akan bertemu teman yang setia, menghadapi musuh yang meremehkannya, dan akhirnya mengungkap mengapa jalan kuno itu dihapus dari sejarah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cldazxx, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29: Darah dari Akar Pertama

Serangan jarum es menghujani dari segala arah, menutupi pandangan seketika. Namun Lin Mo tidak bergerak mundur satu inci pun. Ia menekan telapak tangannya ke permukaan es yang keras, dan seketika lapisan itu berubah menjadi lentur seperti tanah basah, menyerap semua serangan tanpa meninggalkan goresan sedikit pun.

"Kau mengira membekukan tanah akan mengalahkan kami?" tanyanya lantang. "Es hanyalah air yang tidur. Ia tetap bagian dari bumi yang menopangmu!"

Tuan Penyerap Kehidupan meraung pelan, lalu melambaikan tangannya. Seluruh dataran es bergetar, dan pilar-pilar es setinggi pohon menjulur dari tanah, mencoba mengurung mereka dalam sangkar raksasa. Sementara itu, corong penyerap di tengah lubang gunung berputar semakin cepat—cahaya putih menyedot kekuatan terakhir dari Akar Pertama, membuat akar-akar raksasa itu semakin pucat, dan retakan mulai merambat dari pangkal hingga ke ujung.

"Kita harus sampai ke corong itu!" seru Lin Mo pada teman-temannya. "Jika ia menyedot sisa kekuatan terakhir, seluruh kehidupan di dunia ini akan layu perlahan!"

Meng Chao dan Penyambung Garis segera maju membuka jalan. Meng Chao menghantam pilar es dengan kekuatan palu yang kini seimbang, memecahkannya menjadi butiran salju halus. Penyambung Garis menggunakan kemampuannya menyambung ikatan, menyatukan potongan es yang jatuh menjadi jembatan pelindung yang kokoh. Sementara Zhang Hao dan Penjaga Punggung Laut menahan serangan pengikut Tuan Penyerap yang berusaha menghalangi mereka.

Namun semakin dekat mereka ke pusat, semakin berat tekanan yang dirasakan. Udara di sini begitu dingin hingga napas pun membeku di udara, dan kekuatan akar yang biasa mengalir deras kini terasa lambat dan berat, seolah berjalan di dalam lumpur beku.

"Kau tidak mengerti!" bentak Tuan Penyerap saat Lin Mo tinggal beberapa puluh langkah lagi. "Akar ini terlalu tua, terlalu lemah untuk memimpin dunia yang semakin keras! Aku menyedot kekuatannya agar tidak hilang sia-sia—aku akan menjadikannya kekuatan mutlak yang tidak bisa dikalahkan siapa pun!"

"Kau salah!" Lin Mo berhenti sejenak, menunjuk ke arah akar yang retak. "Kekuatannya bukan untuk dikumpulkan dan disimpan sendiri. Ia adalah sumber yang harus mengalir, dibagikan, dan memberi kehidupan pada ribuan hal lain! Kau menyedotnya sampai kering sama saja dengan mematikan masa depan dunia ini!"

Tiba-tiba, salah satu cabang akar terbesar patah. Dari dalamnya tidak keluar getah bening, melainkan cahaya merah lembut yang perlahan jatuh ke permukaan es. Saat cahaya itu menyentuh tanah, rumput hijau kecil tumbuh seketika, lalu layu kembali karena tidak ada lagi yang memberi makan.

"Itu... darah kehidupan asli," bisik Guru Shan dengan suara gemetar. "Setiap tetesnya berisi potensi ribuan tahun kehidupan. Jika semuanya habis, tidak ada yang bisa menggantikannya."

Melihat cahaya itu jatuh sia-sia, hati Lin Mo terasa seperti diremas. Ia tidak bisa lagi menahan diri. Ia melompat ke depan, menembus penghalang angin dingin, dan menempelkan kedua telapak tangannya langsung ke batang akar yang retak itu.

"Maafkan kami karena terlambat," bisiknya. "Sekarang biarkan aku memulihkanmu."

Ia tidak menyedot kekuatan balik, tidak juga memaksa berhenti. Sebaliknya, ia membuka seluruh dirinya, menyalurkan kehangatan dari hati dan pengalaman yang ia miliki—kehangatan dari Desa Akar Kering yang hidup kembali, dari tanah terbelah yang bersatu, dari persahabatan yang tulus. Ia membiarkan kehangatan itu mengalir masuk ke dalam retakan, menenangkan rasa sakit akar yang tua itu.

Secara perlahan, cahaya merah yang jatuh ke es berbalik arah, naik kembali masuk ke dalam akar. Retakan di batang itu perlahan menutup, warna putih pucat berubah kembali menjadi cokelat tua yang kuat, dan ujung-ujung yang kering mulai menumbuhkan tunas muda yang segar.

Tuan Penyerap Kehidupan terbelalak kaget. "Mustahil! Tidak ada yang bisa mengembalikan kekuatan yang sudah tersedot keluar!"

"Kau hanya tahu cara mengambil," jawab Lin Mo sambil menatapnya tajam. "Kau tidak pernah belajar cara memberi. Itulah sebabnya kekuatanmu selalu kosong."

Saat Akar Pertama kembali bernapas, seluruh dataran es ikut berubah. Es yang menutupi tanah perlahan mencair, bunga-bunga liar bermekaran di antara bebatuan, dan udara yang dingin berubah menjadi sejuk dan segar. Corong penyerap yang tadinya berputar liar kini berhenti diam—ia tidak lagi memiliki kekuatan untuk menyedot, karena sumbernya kini sudah melindungi dirinya sendiri dengan kuat.

Tuan Penyerap Kehidupan jatuh berlutut. Tubuhnya yang terlihat besar dan kuat kini menyusut, karena selama ini ia hanya hidup dari kekuatan yang dicuri, bukan dari kekuatan yang tumbuh dari dalam dirinya sendiri.

"Aku... aku hanya ingin menjadi kuat," suaranya terdengar lemah dan bingung. "Aku takut menjadi lemah dan terlupakan."

"Kekuatan sejati tidak membuatmu takut lemah," kata Lin Mo lembut sambil berjalan mendekatinya. "Ia membuatmu berani bertumbuh, berani berubah, dan berani membagi apa yang kau miliki. Akar Pertama tidak akan menolakmu jika kau mau melindunginya, bukan memakannya."

Malam itu, di bawah naungan Akar Pertama yang kini tumbuh kembali megah, Tuan Penyerap Kehidupan meletakkan senjatanya. Ia memilih untuk tetap tinggal di sini, menjadi penjaga yang setia, menebus kesalahannya dengan merawat sumber kehidupan yang hampir ia hancurkan.

Dan jauh di dalam sana, Lin Mo merasakan satu hal lagi: Akar Pertama telah menyampaikan pesan terima kasih, dan membukakan jalan menuju rahasia paling tua di dunia—tempat di mana langit dan bumi pertama kali bersatu.

 

1
Anime aikō-kā
Akar Yang Menembus Langit
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!