NovelToon NovelToon
Jangan Harap Cintaku Lagi

Jangan Harap Cintaku Lagi

Status: tamat
Genre:Slice of Life / Mengubah Takdir / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Tamat
Popularitas:67.6k
Nilai: 5
Nama Author: 𝕯𝖍𝖆𝖓𝖆𝖆𝟕𝟐𝟒

Setelah mengorbankan kuliah, rumah warisan, dan masa mudanya demi membuat Daril sukses, Vira malah dibunuh oleh suami yang dicintainya itu.

Lebih menyakitkan lagi, sepupu yang ia tampung ternyata berselingkuh dengan suaminya. Hatinya makin hancur saat tahu, suami, sepupu dan ibu mertua yang selama ini ia rawat dengan baik, ternyata sudah lama menantikan kematiannya.

Takdir memberinya kesempatan kedua: kembali ke masa lalu. Ia bertekad tidak akan pernah menikahi Daril.

Namun saat ia mengubah satu keputusan untuk selamat, rahasia demi rahasia keluarga terbuka. Rahasia yang mengubah arti cinta dan memaksa Vira memilih antara balas dendam atau memaafkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 𝕯𝖍𝖆𝖓𝖆𝖆𝟕𝟐𝟒, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

25. Langkah Baru di Tengah Fitnah

Menjelang siang, mobil pick up tua milik Vira memasuki kampung.

Beberapa warga yang sedang mengobrol di pinggir jalan spontan menoleh.

"Lho... itu Vira, 'kan?"

"Iya."

Pandangan mereka langsung tertuju pada sebuah motor baru yang diikat di bak belakang mobil pikap.

"Vira beli motor baru?"

"Tokonya lagi sepi, kok malah beli motor?"

"Jangan-jangan dia lagi stres."

"Eh, itu yang duduk di sebelahnya Arvin, 'kan?"

"Iya. Udah dua kali aku lihat mereka pergi bareng."

"Jangan-jangan..."

Ucapan itu sengaja digantung, tetapi tatapan mereka sudah mengandung berbagai prasangka.

Vira melihat semua tatapan itu dari balik kaca mobil. Namun, kali ini ia memilih tidak memedulikannya. Ia terus mengemudikan mobil hingga berhenti di halaman rumah.

Berbeda dengan Vira, Arvin tampak sedikit canggung. Tatapan warga yang mengarah kepadanya membuatnya menundukkan kepala sesaat.

"Semoga mereka gak salah paham lagi," batinnya.

Tak lama kemudian, dua orang tetangga datang membantu menurunkan motor dari bak pick up.

"Pelan... pelan."

Motor itu akhirnya berhasil diturunkan tanpa lecet sedikit pun.

"Makasih banyak, Pak."

Vira mengambil beberapa barang dari tokonya, lalu menyerahkannya kepada kedua pria itu sebagai tanda terima kasih.

"Ah, gak usah repot-repot, Ra."

"Gak apa-apa. Anggap aja pengganti capek."

Keduanya akhirnya menerima pemberian itu sambil tersenyum, lalu berpamitan.

Setelah mereka pergi, Vira dan Arvin kembali ke bak pick up.

Mereka bergantian menurunkan beberapa karung dan plastik-plastik besar berisi pakaian yang baru dibeli dari Cirebon, lalu membawanya masuk ke dalam rumah.

Dari balik pintu, Yanti memerhatikan semua itu tanpa berkedip. Matanya bergantian memandang motor baru dan tumpukan barang yang dikemas dalam plastik dan karung yang terus berdatangan.

Rasa penasarannya semakin besar. Ia akhirnya keluar menghampiri mereka.

"Ra..." panggilnya.

Vira menghentikan langkahnya.

"Kamu beli apa banyak banget itu?"

Tatapan Yanti kemudian beralih ke motor baru yang masih terparkir di halaman.

"Terus... motor itu buat siapa?" tanyanya, berusaha terdengar biasa. Namun sorot matanya dipenuhi rasa ingin tahu sekaligus iri.

"Aku mau beralih usaha," ujar Vira tenang.

Yanti yang sedang memandangi tumpukan plastik bening berisi pakaian langsung menoleh. "Beralih usaha?"

Vira mengangguk. "Iya."

"Usaha apa?"

"Kredit pakaian."

Mata Yanti membelalak. "Kredit pakaian?"

Dalam hati ia mencibir. "Tokonya aja makin sepi. Sekarang malah nekat buka usaha baru?"

Menurutnya, keputusan itu sangat gegabah.

"Nama Vira sudah jelek gara-gara gosip. Mana mungkin masih ada yang mau beli barang darinya?"

Namun, semua itu hanya berani ia simpan dalam hati.

"Ya udah, sekarang bantu masukin barang dulu," ujar Vira.

"Eh... iya, Ra." Tanpa banyak bicara, Yanti ikut mengangkat plastik-plastik berisi pakaian pakaian ke dalam rumah.

 

Setelah semua barang selesai dipindahkan, Vira menatap Arvin.

"Vin, yang ini biar aku beresin. Kamu kerjain yang tadi udah kita omongin di mobil."

Arvin mengangguk. "Baik. Aku berangkat sekarang."

Baru beberapa langkah Arvin menuju pintu, suara Vira kembali menghentikannya.

"Eh, tunggu dulu."

Arvin menoleh.

Vira lalu memandang Yanti. "Kamu udah masak, 'kan?"

"Udah."

Vira kembali menatap Arvin. "Makan dulu di sini."

Arvin langsung menggeleng. "Gak usah, Ra. Aku makan di rumah aja."

"Gak apa-apa." Vira tersenyum. "Ayo makan dulu." Sambil berkata begitu, Vira menarik pelan lengan Arvin.

Arvin langsung tertegun. Ini pertama kalinya Vira menyentuhnya. Dan gadis itu adalah satu-satunya wanita selain ibunya yang pernah melakukannya. Jantungnya berdetak sedikit lebih cepat. Wajahnya bahkan nyaris memerah.

Sementara itu, Yanti yang melihat pemandangan tersebut hanya bisa melongo.

"Kok dia kelihatan akrab banget sama si Arvin?"

Bukankah selama ini Vira selalu menjaga jarak dengan laki-laki?

Yang membuat Yanti semakin kesal, orang yang diperlakukan sebaik itu justru Arvin.

"Orang dekil, miskin, penampilannya juga biasa aja. Apa istimewanya dia?"

"Kenapa bengong?" tegur Vira pada Yanti.

Yanti langsung tersentak.

"Ayo, ikut makan," ujar Vira.

"I-iya," jawab Yanti tergagap.

Mereka akhirnya makan bersama.

Sepanjang makan, Yanti beberapa kali mencuri pandang ke arah Arvin. Dalam hati ia terus menggerutu.

"Kenapa aku harus makan semeja sama orang miskin kayak dia?"

Namun, di depan Vira ia tetap berpura-pura biasa.

 

Selesai makan, Arvin segera berpamitan. "Aku berangkat dulu, Ra."

"Eh, tunggu. Kamu pakai motorku aja. Biar cepet." Vira menyerahkan kunci motornya.

"Iya."

Setelah Arvin pergi, Yanti membereskan meja makan dan mencuci piring kotor.

Sementara itu, Vira mulai membuka plastik-plastik yang pengemas lusinan atau kodian pakaian, menyusun berdasarkan model dan ukuran, lalu mencatat semuanya ke dalam buku stok.

Di dapur, Yanti terus menggerutu dalam hati.

"Toko aja udah sepi, sekarang malah beli pakaian sebanyak ini. Mau dijual ke siapa? Apa dia sama Arvin mau keliling kampung?"

Ia mendengus pelan.

"Dengan gosip yang beredar sekarang, siapa juga yang masih mau beli sama dia?"

Sesekali ia melirik ke ruang tengah.

Di sana, Vira masih sibuk menyusun tumpukan pakaian satu per satu dengan teliti.

 

Beberapa jam kemudian, terdengar suara motor dari luar, lalu suara Arvin.

"Ra!"

Vira mengangkat wajah. "Iya, masuk aja."

Arvin masuk sambil tersenyum. "Aku udah ngomong sama mereka."

"Mereka gimana?"

"Mau."

Bibir Vira langsung melengkung. "Ada berapa orang?"

"Kurang lebih lima orang."

Senyum Vira makin mengembang. "Bagus."

"Kamu udah jelasin, 'kan? Mereka pakai motor sendiri. Nanti aku kasih uang transport, terus mereka juga dapat komisi dari setiap barang yang berhasil dijual."

"Udah. Semuanya setuju."

Yanti yang mendengar percakapan itu hanya mengernyit bingung.

"Lima orang? Komisi? Mereka lagi ngomongin apa, sih?" batin Yanti penasaran.

"Kapan mereka datang?" tanya Vira.

"Nanti malam."

"Bagus." Vira menunjuk tumpukan pakaian di depannya.

"Semuanya udah aku sortir. Nota barang juga udah aku taruh di atas masing-masing tumpukan."

Ia menatap Arvin.

"Sekarang bantu aku masukin ke kantong plastik. Sekalian aku ajarin cara ngemas yang bener."

"Siap."

Arvin segera duduk di samping Vira. Keduanya mulai bekerja sama mengemas pakaian dengan rapi.

Melihat itu, Yanti diam-diam mengeluarkan ponselnya. Jarinya bergerak cepat mengetik sebuah pesan.

> Daril, Vira beli pakaian banyak banget. Kayaknya dia mau mulai usaha jualan pakaian.

 

...✨"Kesetiaan tidak selalu datang dari orang yang paling dekat. Kadang justru hadir dari seseorang yang selama ini dipandang sebelah mata."✨...

.

To be continued

1
fii 🤩
👍👍👍
anonim
Arvin setia mendampingi Ibunya yang mentalnya terganggu. Masa lalunya menjadikan Arvin tulus dalam merawat Ibunya.

Ayahnya sebagai penyebab dari penderitaan yang mereka alami.

Sebagai suami selingkuh, sebagai seorang Ayah perlakuannya sangat biadap.

Mereka diusir. Menghina Ibunya. Ayahnya membawa perempuan yang katanya istri barunya.

Ibunya kena mentalnya. Arvin menjadi pincang.

Arvin akan menjaga Ibunya, yang menjadi tameng hidup baginya ketika angkara murka merasuki Ayahnya.

Arvin pergi ke warung untuk membeli obat flu. Tiba di warung langkahnya terhenti ketika ia mendengar pembicaraan di dalam warung.

Lagi-lagi gosip tentang Vira ??
anonim
Pak Kades dan istrinya sudah mendengar gosip tentang Vira.

Hartato juga sudah mendengar. Dia tidak percaya. Vira bukan perempuan seperti yang digosipkan.

Pak Kades juga belum tentu percaya.

Mengingat Bapaknya Hartato masih menjabat sebagai kepala desa, setiap keputusan yang di ambil pasti menjadi perhatian banyak orang.

Kebenaran dari gosip itu belum terbukti. Niat lamaran di tunda.

Hartato hanya bisa berdoa, semoga gosip tentang Vira hanya fitnah. Dia lebih baik menunggu daripada mempercayai gosip tanpa bukti.
anonim
Dasar Ibu dan anak sama-sama bejatnya. Keduanya masih menginginkan Vira tapi dengan cara yang salah.
anonim
Kebetulan sekali leher Vira di gigit tomcat. Jadi semakin meyakinkan ibu-ibu dengan apa yang telah dikatakan Tari.

Sembarangan Tari bicara dengan mengatakan Tuhan pun membantuku. Mana ada Tuhan membatu orang jahat.

Jadi orang jahat itu pilihanmu, Tari. Tuhan itu memberi pilihan - mau menjadi orang baik atau menjadi orang jahat. Nantinya tinggal menunggu mau mendapat karma baik atau karma buruk.

Jangan senang dulu Tari. Ditunggu saja karma menjemputmu.
anonim
Daril ini lekaki pecundang. Menambah omongan yang sudah gak benar, dengan bicara bohong.

Memang Daril ini tidak pantas menjadi suami Vira. Hidupnya seperti benalu, juga pengkhianat.

Di kesempatan kehidupan kedua Vira, jangan sampai menjalin hubungan dengan Daril lagi.
A.R
mau bangun usaha kok minta dana sama org lainn,,, gadaikan saja tuhh rmh ibu mu
Anitha
Alhamdulillah akhir bahagia Vira dan Arvin...

Terimakasih kak Nana...semoga sehat selalu
𝕯𝖍𝖆𝖓𝖆𝖆𝟕𝟐𝟒: Aamiin. Kembali kasih KK 🤗🙏🙏🙏
total 1 replies
fii 🤩
mampir kk
𝕯𝖍𝖆𝖓𝖆𝖆𝟕𝟐𝟒: Makasih, Kak 🤗🙏🙏
total 1 replies
abimasta
terimakasih thor
𝕯𝖍𝖆𝖓𝖆𝖆𝟕𝟐𝟒: Sama-sama KK 🤗🙏🙏🙏
total 1 replies
anonim
Saatnya Vira menanyakan skincare yang hilang.

Yanti langsung tersedak mendengarnya.

Dia mengelak, tidak tahu.

Begitu Vira mau lapor polisi, Tari melarang. Vira tanya kenapa. Salah taruh katanya.

Tari mengelak tidak mengambil. Melarang Vira melihat lemarinya. Tetap kekeh tidak mengambil.

Tari langsung panik ketika Vira mau panggil Ketua RT. Baru mempersilahkan Vira mencari di lemarinya.

Vira nenemukan empat kotak skibcare miliknya.

Tari mengaku itu miliknya.

Ditanya beli di mana, harganya berapa.

Kebohongannya sudah tak ada obatnya ini Tari.
anonim
Tari semakin parah kebohongannya. Ia sekaligus memfitnah Vira.

Tari menolak usulan salah satu ibu-ibu untuk melaporkan ke polisi. Ya jelas menolak. Orang dia berkata bohong.

Baru mendengar sepihak, semoga ibu-ibu itu ada yang bertanya baik-baik pada Vira kebenaran yang sesungguhnya. Benar menurut cerita bohong Tari atau benar Tari bohong 😄.

Es kelapa muda sudah di tangan masing-masing satu.
anonim
Yanti baru memarkirkan motornya di tempat penjual buah. Iya mendengar suara beberapa ibu sedang membicarakan Vira yang sudah tidak perawan lagi.

Bukannya merasa prihatin mendengar sepupunya di gibahin, ini bocah malah punya ide licik.

Waduuuuuh...Tari malah bikin fitnah, mengarang bebas tentang Vira. Berapa laki-laki yang tidur sama Vira, Tari ? Kok bisa ngomong suara laki-lakinya tidak sama. Fitnah yang sungguh amat kejam. Pakai nangis segala untuk meyakinkan kebohongannya.

Ibu-ibu, cari bukti dulu ya. Jangan percaya begitu saja.
anonim
Vira masih mau memberikan kesempatan sekali lagi.

Ucapan terima kasih cuma di bibir. Hatinya tetap busuk.

Naah ketahuan Tari telah mencuri krim siang, krim malam, pelembap, juga serum milik Vira.

Vira tidak sembarangan menuduh Tari yang mencuri. Dia butuh bukti.

Disuruhnya Tari membeli dua es kelapa muda.

Yanti pergi naik motor.

Vira masuk ke kamar Yanti. Ia menemukan barang-barang yang telah raib dari meja rias di kamarnya. Beberapa kotak skincare tersusun rapi di laci paling bawah lemari pakaian.

Vira masih bersabar untuk tidak menuduh Tari. Masih butuh bukti yang tidak bisa dibantah.
mery harwati
Terimakasih karyanya yang sudah menghibur readers yang author 🙏
Sehat selalu untuk author, lancar rejekinya juga 😘🤲
Semangat selalu bikin karya² yang baru 💪
𝕯𝖍𝖆𝖓𝖆𝖆𝟕𝟐𝟒: Aamiin. Masih KK 🤗🙏🙏🙏
total 1 replies
anonim
Nah bingung kan Yanti mau tinggal di mana kalau Vira benar-benar mengusirnya.

Ujung-ujungnya Yanti minta diberi kesempatan. Dia bakal belajar masak yang benar.

Di depan Vira memelas pasti wajahnya. Coba nanti di belakangnya Vira. Ngedumel.
anonim
Yanti banyak akalnya untuk bisa menjaga tokonya Vira. Tapi Vira juga bisa mematahkan setiap omongan Yanti yang akal-akalan kekeh menjaga toko biar bisa ngutil uangnya Vira.

Yanti dasar perempuan tidak tahu diri. Setiap masak disengaja tidak enak supaya Vira tidak menyuruhnya masak lagi.

Vira jadi curiga dengan Yanti yang tidak pernah ikut makan. Alasannya sudah makan lebih dulu.

Sukurin gajinya dipotong. Kalau tidak sanggup masak yang benar, berhenti kerja sama Vira. Dan pergi dari rumah Vira.

Sepupu mau enak numpang tanpa bekerja. Maunya jaga toko biar bisa ngutil uang. Itu maunya Yanti.

Vira tidak membiarkan Yanti hidup gratis di rumahnya.
LibraGirls
Selalu suka sama karya author Nana banyak pelajaran tentang kehidpan yg baik bisa di ambil yang tidak baik jagan di ambil ⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️😍😍😍😍😍😍
𝕯𝖍𝖆𝖓𝖆𝖆𝟕𝟐𝟒: Terima kasih KK 🤗🤗🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
LibraGirls
Makasih Nana yang selalu menyuguhkan cerita² bagusnya 🤩 sukses selalu menciptkan karya² bagus yang lainya 🤩🤩🤩🤩🙏🙏🙏
𝕯𝖍𝖆𝖓𝖆𝖆𝟕𝟐𝟒: Aamiin. Terima kasih kembali KK 🤗🙏🙏
total 1 replies
anonim
Gosip Hartato mau melamar Vira cepat sekali diketahui Ibu-ibu. Di warung tempat paling pas untuk ngerumpi sambil berbelanja.

Mirna langkahnya terhenti ketika mendengar dari dalam warung beberapa ibu sedang mengobrol tentang Hartato yang mau melamar Vira.

Dia mendengar semua pembicaraan ibu-ibu itu. Pikiran liciknya timbul demi kepentingan pribadi.

Mirna mulai beraksi dengan bicara bohong bahkan cenderung memfitnah Vira.

Mirna mengatakan Vira sudah tidak perawan. Itu terjadi sebelum pacaran sama Daril.

Gawat nih Mirna, cari masalah. Perlu di lakban sama Vira nih mulutnya.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!