NovelToon NovelToon
Dihianati Setelah 20 Tahun

Dihianati Setelah 20 Tahun

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Ibu Pengganti / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: husna_az

Kenanga mengabdikan hidupnya pada sang suami dan anak sambungnya, tapi pada akhirnya dia dihianati juga. Suami yang dia kira mencintainya dengan tulus nyatanya hanya kebohongan. Di dalam hatinya ternyata masih tersimpan nama sang mantan yang kini telah kembali dari luar negeri.

Rahasia yang selama ini ditutupi sang suami dan keluarga pun terbongkar. Kenanga memilih mundur dan memulai kehidupan yang baru meskipun semua itu terasa sulit.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon husna_az, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12

Setelah perdebatannya dengan Kenanga semalam, Bima tidak tidur di kamarnya. Pria itu lebih memilih menenangkan diri di ruang kerjanya. Dia juga tidak ingin kembali berdebat dengan sang istri dan memicu pertengkaran yang lebih hebat lagi.

Kenanga sendiri tidak mau ambil pusing tingkah sang suami. Yang pasti dia sudah membicarakan apa yang menjadi keinginannya pada Bima. Jika memang pria itu menolak untuk berpisah baik-baik, maka apa pun akan dirinya lakukan agar bisa berpisah dengan Bima.

Usianya sudah tidak mudah lagi, Kenanga ingin hidup dalam kedamaian meskipun tanpa suami dan anak. Dia yakin bisa hidup bahagia meski hanya sendiri. Dirinya sudah ikhlas untuk melepas semuanya dan mau membangun kehidupan yang baru. Kenanga juga akan mencari lingkungan tempat tinggal yang baik agar nantinya bisa hidup dengan tenang, tanpa harus mendengar cibiran sana-sini.

Matahari sudah mulai menampakkan sinarnya. Biasanya Kenanga sibuk di dapur menyiapkan sarapan untuk suami dan anaknya, tapi dirinya kali ini merasa malas. Biarlah pembantu saja yang menyiapkan makanannya.Namun, Kenanga tetap keluar dari kamar.

Dia ingin mengambil air minum karena tenggorokannya sudah kering. Air di kamar juga sudah habis. Saat mendekati ruang kerja sang suami, terlihat pintunya tidak tertutup dengan sempurna. Terdengar suara orang sedang berbincang di sana. Sepertinya perbincangan mereka sangat serius, sampai-sampai lupa tidak menutup pintu.

Kenanga yang penasaran pun segera mendekat dan mencoba mendengar pembicaraan orang di dalam. Ternyata orang yang ada di dalam adalah Davina dan Bima. Keduanya terlihat duduk di sofa panjang. Penampilan Bima juga masih berantakan, terlihat seperti orang yang baru bangun dari tidurnya.

Davina terlihat begitu syok mendengar penjelasan dari Bima. "Jadi Mama Kenanga mau bercerai dengan Papa? Tapi kenapa Papa menolak? Bukankah Papa juga menginginkan berpisah dengan Mama Kenanga dan bersatu dengan Mama Alicia?"

"Iya, Sayang, tapi sekarang ini bukan waktu yang tepat. Papa sedang mengerjakan proyek baru dan butuh dana yang besar. Kalau Papa dan Mama Kenanga bercerai sekarang, keluarga Mama Kenanga pasti menolak untuk memberikan dana."

"Jadi Papa sengaja menolak bercerai karena membutuhkan suntikan dana dari Opa Halim dan Oma Salma?"

Bima ragu untuk menjawabnya, hingga akhirnya dia pun menjawab sambil tersenyum. "Iya, karena itu."

"Nanti kalau proyek Papa berhasil, Papa akan bercerai dengan Mama Kenanga dan kembali bersama Mama Alicia, kan?"

"Iya."

Jujur dalam hati Bima merasa bersalah. Namun, apa boleh buat. Jika dia mengatakan tidak pasti Davina akan bertanya lebih banyak hal lagi jadi, lebih baik mengiyakan saja apa yang dikatakan Davina. Mengenai hubungannya dengan Kenanga, nanti akan dia pikirkan kembali.

Sementara itu, Kenanga yang mendengar pembicaraan mereka pun semakin sakit hati. Tadinya dia kira Bima masih memiliki sedikit perasaan terhadapnya, tapi ternyata apa yang dirinya pikirkan salah. Semua itu hanya demi uang. Kenanga bisa pastikan jika keluarganya tidak akan mengeluarkan uang satu rupiah pun.

Kenanga segera pergi dari sana sebelum keberadaannya diketahui sang suami dan putrinya. Dia kembali ke kamarnya, mencoba menghubungi orang kepercayaan papanya. Biasanya apa pun yang diperintahkan Halim, orang itulah yang selalu melaksanakannya.

"Halo, Nona Kenanga, ada yang bisa saya bantu?" tanya pria yang berada di seberang.

"Pak Toni, ada yang ingin saya tanyakan. Apakah akhir-akhir ini suamiku pernah menghubungi Bapak atau papa untuk meminta bantuan dana?" tanya Kenanga yang tidak ingin berbasa-basi.

"Itu ...."

"Pak Toni jujur saja, tidak perlu ada yang ditutup-tutupi. Aku juga berhak tahu apa yang sebenarnya terjadi di sana 'kan?"

"Sebenarnya beberapa hari yang lalu Pak Bima menghubungi saya, katanya beliau meminta bantuan dana untuk proyek barunya. Itu juga sudah atas persetujuan Nona Kenanga. Hanya saja saya belum menyampaikannya pada Pak Halim."

"Kenapa belum bilang pada papa?"

Toni terdiam, dia bingung apakah harus menjelaskannya secara langsung pada Kenanga atau tidak. Dirinya khawatir jika anak atasannya itu akan marah, mengingat yang sedang dibicarakan adalah suaminya. Seburuk apa pun pria itu pasti sebagai seorang istri selalu ingin melindunginya.

Akan tetapi, jika dirinya terus diam maka Bima akan semakin semena-mena. Uang yang selama ini dikeluarkan oleh Pak Halim juga jumlahnya tidak sedikit. Bahkan mungkin jika dibuat modal untuk memperluas perkebunan itu akan menghasilkan keuntungan yang sangat besar.

"Pak, kenapa diam? Saya tidak akan marah pada Bapak. Saya hanya butuh kejujuran yang saya tidak ketahui, jadi tidak perlu ditutup-tutupi lagi."

"Sebenarnya saya sudah merasa bosan dengan permintaan Pak Bima, yang selalu itu-itu saja. Meminta dana dan meminta dana. Selama menjadi suami Non Kenanga, Pak Bima juga selalu bersikap semena-mena pada saya dan para pekerja yang lain di sini. Dia juga tidak menunjukkan rasa hormatnya pada bapak dan ibu sebagai menantu. Selama ini dia selalu memanfaatkan kebaikan mertuanya tanpa membalasnya sama sekali. Seharusnya dia selalu sering datang berkunjung. Yah ... anggap saja untuk mengambil hatinya setelah diberi uang, tapi ini tidak! Pak Bima hanya menghubungi Pak Halim saat butuh bantuan saja, selebihnya tidak pernah menghubungi apalagi untuk menanyakan kabar."

"Maaf, Pak Toni."

"Kenapa Non Kenanga yang minta maaf? Saya mengerti keadaan Non Kenanga, hanya saja sekarang saya sedang kesal saja dengan Pak Bima," ucap Pak Toni yang merasa tidak enak pada Kenanga.

"Saya mengerti, Pak Toni. Untuk ke depannya jika Mas Bima kembali menghubungi Pak Toni dan meminta bantuan sejumlah uang, tolong abaikan saja."

"Kenapa, Non?"

"Nanti Pak Toni juga akan tahu alasannya."

"Tapi kalau Pak Bima menghubungi Pak Halim dan beliau meminta saya untuk mengirim uang bagaimana?"

"Bilang saja jika saya yang melarang."

"Apa itu tidak apa-apa? Bagaimana kalau bapak marah dan khawatir pada Non Kenanga?"

"Nanti saya yang akan menjelaskannya sendiri pada papa. Yang pasti jangan pernah membiarkan papa atau Mama mengirim pada Mas Bima. Selama ini 'kan yang selalu mengirim uang pada Mas Bima itu Pak Toni."

"Iya, tapi tidak menutup kemungkinan jika Pak Halim sendiri yang akan mengirim sejumlah uang. Bapak 'kan sudah memegang uang."

"Tidak apa-apa, biar nanti saya yang bicara dengan Papa dan Mama."

"Baiklah, Non Kenanga, saya mengerti. Saya akan menjalankan tugas dari Nona."

"Terima kasih, Pak Toni. Pak Toni juga jaga kesehatan."

Kenanga pun memutuskan sambungan telepon. Dia akan mencari seorang pengacara untuk konsultasi mengenai gugatan cerai, nanti apa saja yang dibutuhkan. Dirinya yakin dengan bukti yang dimilikinya, pasti pengadilan tidak akan mempersulit. Kenanga juga tidak tahu bagaimana prosesnya detailnya. Dia pun mencoba untuk bertanya pada beberapa teman mengenai seorang pengacara yang terbaik.

Saat Kenanga sedang sibuk dengan ponselnya, pintu kamar diketuk oleh seseorang dari luar. Dia pun mempersilahkannya masuk, segera orang tersebut masuk, dia tidak lain adalah Bima. Pria itu berjalan memasuki kamar sambil tersenyum dan itu semakin membuat Kenanga merasa muak.

1
Aghitsna Agis
bisa datagincub aanya duu hdi ajantahu davina fibawa siapa
Aghitsna Agis
bima Pegen baiikan bukan karea Cinta tapi biar ada suntikan dana
Aghitsna Agis
mmh salma blm juga masa iddah habis udah disuruh jenal sma laki2 segimana sayangnya sm anak nanti hbs masa iddah baru bicara nasalah kenalan sm kevin nanti dikiranya memang udah pacaran sebelum cerai lagi kasihan kenanganya
Erni Susanti
lah, kan tujuan Bima gak mau cerai sekarang kan udah jelas, biar Dana untuk usahanya masih aman. lah, kok kenanga masih bingung. apaan sih
Khairul Azam
mbulet banget critanya
Khairul Azam
cerita novel yg aku benci tu begini, boleh dia pyra pura depan orang yg menghianati tp tidak dgn kedua orang tuanya
Datu Zahra
enak bgt jadi laki, udah nuakitin, nikah sm org lain giliran cerai minta balik, dih pecundang.
Datu Zahra
pret enggak mudah ditindas. sama Bima selama 20 thn kalo bukan ditindas apa namanya..? kebodohan yang mendarah daging.
Niza Neza
aneh si lana kunana ini
Kembarr Kembaarr
heran hari gini rasa empati terhadap sesama sdh mati. hati nurani pun mati antar sesama. hari gini gitu looo.....
Kembarr Kembaarr
yg ngasih obat itu berarti alycia. dasar wnita murahan hati nurani dah mati itu
Kembarr Kembaarr
menurun dr mama nya yg sangat2 mrk banggakn. kehidupannya bebas dn liar. tak terkendali. jg hukum karma untuk bpknta yg tdk mau anak dr kenanga
Kembarr Kembaarr
kenapa bima hrs menutupi keadaan nya yg sdh bangkrut. davina itu kalau disuruh sprt kenanga gak mungkin bisa. dr bibitnya saja sdh kelihatan
Kembarr Kembaarr
davina cuman di begoin temanya saja. dasar otak kosong
Kembarr Kembaarr
shrsnya anak di usia 22thn lebh itu sdh dewasa dn bisa menekn egonya. yg msh labil dn agak suah di kendalikn itu anak usia 17san thn.
Kembarr Kembaarr
davina itu ternyata bodoh. bknnya jd baik dn buktikn pd kenanga bahwa dia bisa hidup dngn baiktanpanya tp mlh sebaliknya
Kembarr Kembaarr
davina itu ternyata bodoh. bknnya jd baik dn buktikn pd kenanga bahwa dia bisa hidup dngn baiktanpanya tp mlh sebaliknya
Chrissy
Cerita yg bagus
Niza Neza
aneh yaa dimana2 orang yg sdh memiliki cucu psati akan senang dn sangat sayang. tp heran dngn ortu bima. gak ada perhatin2nya. seolah keluarga nya tdk terhubung sama sex
Niza Neza
itu balasan untuk bapak dn anak yg tdk tau diri dn tdk tau bertrima kasih pd orang yg sdh menemani dn mengurusinya dr bayi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!