NovelToon NovelToon
Coding Cinta

Coding Cinta

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Tamat
Popularitas:562.7k
Nilai: 4.9
Nama Author: Aeni Santi

Untuk lebih mengena lebih baik baca dulu PROGRAMMER SOLEHAH
ini season keduanya menceritakan kehidupan anak - anaknya.

Ammar Putra Ibrahim Al Malik jatuh cinta dengan seorang gadis yang mahir coding Annisa Rahma Wijaya.

Tetapi Cinta Mereka masih sama - sama tertahan dikarenakan Annisa mengetahui jika sahabatnya juga menaruh hati kepada Ammar.

Belum lagi Ammar harus melanjutkan studi S2 nya di luar negeri seperti permintaan Papinya untuk meneruskan perusahaan keluarga Mereka..

Akankah Mereka bersatu...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aeni Santi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ada yang mau tapi malu

"Gimana keadaannya Nisa." Mami Syakila masuk ke dalam kamar Ameera.

"Alhamdulillah sudah baikan Tante, Makasih ya tante kunyit asamnya."

Annisa yang aslinya merasa sangat bersalah sekali karena telah membohongi Mami Syakila yang begitu baik dengannya. Tapi tak ada pilihan bagi Annisa untuk mengikuti alur permainan sahabatnya.

"Syukur Alhamdulillah, Tante ikut senang. Dihabiskan ya."

"Iya Tante terima kasih banyak. Maaf merepotkan tante."

"Sama sekali tidak merepotkan Nisa, sudah Tante keluar ya kalian istirahat dulu."

"Iya Tante sekali lagi makasih banyak Tante." Mami Syakila keluar dari kamar Ameera dengan tersenyum.

Setelah Mami Syakila keluar mereka mulai bicara lagi dan berbisik-bisik.

"Hufft... hampir aja ketahuan bisa - bisa aku dimarahi habis-habisan sama Bang Ammar." Meera yang hampir keceplosan saat Mami Syakila masuk ke dalam kamar.

"Gara - gara kalian ini buat aku bohong sama Tante." Nisa.

"Nggak papa Nisa, Mami itu baik banget orangnya." ucap Meera.

"Tapi tetap aja aku merasa enggak enak Meera, sudah berani berbohong."

"Udah nggak usah merasa nggak enak begitu, Mami memang seperti itu selalu menganggap teman anak-anaknya itu seperti anaknya sendiri."

"Eh.. tapi ini Riri kemana ya sama Rendi kok nggak nyusul ke sini." Qila.

"Iya ya.. kemana Mereka." Ameera.

"Eh, kalian rasa kasih kalau si Rendi kayaknya suka tuh sama Riri." lanjut Meera.

"Iya sih kayaknya." Qila.

" Bukan kayaknya lagi memang Rendi suka sama Riri kamu ingat gak pas kita waktu kumpul kemarin. Rendi kan yang jemput Riri terus waktu marah sama aku Rendi langsung ngikutin Riri keluar Dia juga yang bisa menenangkan Riri."

"Kita jodohin aja yuk." Qila.

"Cocok itu, kita minta bantuan Bang Ammar aja." Meera.

"Aku nggak ikutan ya." Nisa.

"Ikut dong." ucap Meera dan Qila bersamaan.

"Nggak deh, udah cukup Ini aja aku ikut bohong enggak mau lagi." Nisa.

"Ha ha ha.. Kamu Nisa bisa aja."

Kemudian mereka mulai merancang rencana untuk membuat Rendi mengaku jika dia menyukai Riri.

Hari sudah semakin sore, Annisa ingin pulang karena sudah ditanya Mamanya.

"Aku mau pulang ya Ra, Qila."

"Iya aku juga mau pulang." Qila

"Yuk pamit Mami dulu."

Mereka bertiga keluar dari kamar dan berpapasan dengan Ammar yang juga baru keluar dari kamarnya.

"Nisa sudah baikan." tanya Ammar.

"Alhamdulillah Bang."

"Ciyeee... ada yang perhatian." ejek Meera dan Aqila.

"Wajarkan kalau Abang tanya keadaan Nisa."

"Iya ya..ya.. wajar kok Bang." Meera dengan lagak agak sedikit mengejek Ammar, sedangkan Annisa hanya tersenyum malu.

"Ayo Nis, jadi pulangkan atau mau di sini aja." ledek Aqila.

"Pulang Qila."

"Kalian mau pulang naik apa." tanya Ammar.

"Pesan taksi aja Bang." Aqila.

"Nanti kalau sakit di jalan gimana." Ammar ternyata perhatian juga.

"Ehem... Abang mau nganterin." Ameera mancing Ammar.

"Hmmmmm... kalau mau yang di antar." Ammar sambil berjalan meninggalkan mereka bertiga.

"Bang serius."

Ammar mengacungkan dua jarinya ke atas sambil berjalan dan tersenyum tetapi membelakangi Mereka.

"Ciyeeee...." Aqil dan Ameera ledekin Annisa.

"Apa, kita naik taksi aja ya Qila."

"Yuk pamit Mami dulu."

Ameera mencari Maminya dan bertanya kepada Bibi yang katanya ada di kamar sedang beristirahat dengan Papinya. Dia menuju kamar Maminya untuk bilang jika Annisa dan Aqila mau pulang.

tok..tok..tok...

"Mi, Mami."

"Iya Sayang, sebentar." Mami Syakila membuka pintu kamar dengan masih memakai mukena yang baru selesai melaksanakan sholat ashar.

"Ada apa Sayang."

"Annisa sama Aqila mau pamit Mi."

"Suruh tunggu sebentar ya sayang, Mami mau ganti jilbab dulu."

"Iya Mi."

Tak berselang lama Mami Syakila dan Papi Ibra keluar dari kamar, dan menghampiri Mereka yang menunggunya di ruang tamu.

"Mi, Annisa sama Aqila mau pulang."

Ameera.

"Iya Sayang, hati - hati ya."

"Iya Tante makasih banyak, maaf Nisa sudah merepotkan Tante." Annisa meraih tangan Mami Syakila dan menciumnya.

"Kamu sama sekali tidak merepotkan Sayang."

"Om, Annisa pamit maaf mengganggu istirahatnya."

"Nggak papa, Oh... ini yang namanya Annisa." Kata Papi Ibra sambil melirik kearah Ammar yang duduk sambil memainkan ponselnya.

Ammar langsung merasa dan melirik ke arah Papinya dan tersenyum.

"Maaf Om ada apa ya."

"Nggak ada apa - apa, kamu hati - hati ya. Pulang sama siapa ini."

"Sama Aqila Om."

"Masa ada dua cewek mau pulang, nggak ada yang gentlemen nganterin ini." Kata Papi Ibra sambil melirik Ammar.

"Yang di anterin mau nggak." celetuk Ammar.

"Nggak usah Om, kami sudah pesan taksi online sebentar lagi datang." Annisa merasa tidak enak selalu merepotkan Ammar.

"Sayang, di anter Abang aja ya." pinta Mami Syakila.

"Tapi Tante."

"Abang cepetan siap - siap."

"Iya Mi."

"Ciyeeee.. ada yang mau tapi malu."

ledek Ameera dan Aqila.

"Nih.. rasain.." Ammar mencubit hidung Ameera dan Aqila.

"Abang.... sakit.."

"Ha ha ha ha.. rasain.."

Ammar berlalu untuk mengambil kunci mobilnya.

"Kalau begitu Qila pulang ya Mi, Pi." pamit Aqila yang meraih tangan Mami dan Papinya.

"Iya Sayang, hati - hati kalian."

"Permisi Tante, Om, Assalamualaikum." pamit Annisa.

"Waalaikumsalam."

Ammar sudah bersiap dengan berganti celana panjang serta membawa kunci mobilnya.

"Mi, Pi, Ammar pergi dulu" pamit Ammar.

"Hati - hati ya Sayang."

"Semangat Bang." kata Papi.

"Siap Pi."

Annisa dan Aqila sudah menunggunya di depan di temani Ameera kemudian datang Ammar dan menekan remote mobilnya.

"Ayo masuk keburu sore."

Annisa masuk di jok belakang bersama Aqila kemudian Ammar duduk di belakang kemudi.

"Lho kok Abang kayak supir. Meera ayo masuk, kamu ikut."

"Ngapain Bang."

"Masuk nanti Abang pulang sendiri."

Annisa membuka kaca jendela dan meminta Ameera ikut.

"Ayo Meera ikut." pinta Annisa.

"Oke lah."

Ameera duduk di samping Ammar dan segera melajukan mobilnya.

Di dalam rumah Mami dan Papi masih duduk di ruang tamu.

"Papi kenapa tadi bilang gitu sampai Abang langsung berdiri."

"Papi bisa lihat gelagat Putra Kita Sayang, Dia suka itu sama Annisa tapi masih malu- malu. Tapi kalau di lihat ya Mi, Nisa mirip banget kok sama mudanya Mami."

"Emang sekarang Mami udah tua ya Pi." Mami Syakila merajuk.

"Masih muda dong Mi, makin cantik malahan. Tambah cinta aja Papi sama Mami." Papi Ibra mencuri kesempatan.

"Malu Pi."

"Nggak ada siapa - siapa Sayang, anak - anak pergi semua."

"Di dalam aja Mas, malu kalau ada Bibi."

"Ha ha ha ha.. ayo Sayang."

Ihh... si Papi Ibra masih suka jahil sama Mami ya 😁😁😁😁

🌹🌹🌹🌹🌹🌹

Mana jempolnya ini... malam ini othor kasih bonus yabg manis - manis biar tidurnya nyenyak ya.. mimpiin Bang Ammar. 😊😊😊😊

1
Sutri Empik
aku sampai menangis baca bab ini,ini pengalaman pribadi,aku bisa merasakan apa yang dirasakan oleh Ameera, banyakin sabar aja Ameera
Sutri Empik
hmmmm aku malah seperti bernostalgia baca bab yang ini, cengar-cengir sendiri dibuatnya
Wilda Maulida
tukan bener annisa anaknya dokter ilham sma dokter ana
Wilda Maulida
apakah anisa anaknya dokter ilham yg dulu pernah ngerawat syakila n yg pernah lamar syakila...
Lucy
bapak zamzam🤣
Lia Cahya
kisah akmal sama mera yg disini kaya cerita ceo ku suami ku @puput hamzah, di peran kan sama dinda dan raka
Jilioni MD: KEPEMILIKAN adalah cerita dalam novelku, jika berkenan mampir ya, langsung di klik profilku, terimakasih😊
total 1 replies
Dwie Artum
lanjut crita ank"nya thor
Ibroatul Hasanah
iya akhirnya end
Titin Sutini
iya ka author sama2🙏, semangat berkarya 💪
Mariah Qibtiyah
ada lagi donk thor
Herawati Synergy
novel mu bagus thor aku selalu baca dari cerita awal mami syakilla, tetap semangat thor 💪💪
Amin Srgfoo
extra partnya mana
Mei Rani Wijayaka
gak ada bonus extra part nya thor
Ibroatul Hasanah
tinggal Aqila yg blom
AiNun Kha
selamat ya akmal ameera..melhirkan normal cepat sembuh loh..bisa melahirkan lagi..buat anak y byk biar g kesepian seperti akmal
Nur Aeni Eni
Alhamdulillah,selamat atas kelahiran baby boynya akmal dan ameera
Jumadin Adin
semanfat ameera,semoga lancar lahirannya
Jumadin Adin
ada lanjutannya gk thooorrr
Jumadin Adin
selamat ya meera
Jumadin Adin
selamat ya riri dan rendi atas launchingnya si baby
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!