NovelToon NovelToon
KISAH CINTA ALDARA DAN ARIES

KISAH CINTA ALDARA DAN ARIES

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Dunia Masa Depan / Romantis
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Chinta Maulana

Aldara, wanita yang hatinya baru saja remuk redam ditinggalkan kekasih demi wanita lain, berusaha menyembunyikan kesedihannya di balik senyum tenang agar tidak dikasihani orang lain. Ketika dipanggil oleh kenalannya, Siska, untuk bertemu di kafe langganan, ia tidak menyangka bahwa kunjungannya kali ini akan menjadi titik balik hidupnya. Di sana ia diperkenalkan kepada Aries—seorang pemuda pendiam namun memiliki pesona tersendiri. Pertemuan yang awalnya terasa biasa saja perlahan membuka jalan bagi sebuah kisah baru yang akan menyembuhkan luka lama dan mengajarkan Aldara arti cinta yang sesungguhnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chinta Maulana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 033: Kabar yang Dinanti dan Cahaya Harapan

lBeberapa hari telah berlalu sejak Siska memutuskan hubungan yang penuh kepalsuan itu. Perlahan namun pasti, ia mulai belajar kembali melangkah tegak berkat dukungan tulus dari sahabat-sahabatnya. Meski sesekali rasa perih masih menyelinap, ia tak lagi membiarkan kesedihan menguasai dirinya. Kini waktunya lebih banyak ia habiskan bersama Aldara, Dede Ara, Hafizah, dan sesekali Fearny ikut bergabung untuk mengisi hari-harinya dengan hal-hal yang menyenangkan.

Siang itu mereka berkumpul di rumah Aldara, sibuk menyiapkan camilan sambil bercengkerama. Tawa ceria kembali terdengar, meski sesekali terhenti saat melihat Siska yang sejenak melamun menatap ke luar jendela.

“Jangan terlalu lama melamun ya, nanti cantiknya luntur lho,” goda Dede Ara pelan sambil menyodorkan segelas minuman segar.

Siska tersenyum tipis menerimanya. “Aku tidak sedang bersedih kok. Aku hanya sedang menyadari betapa beruntungnya aku memiliki kalian semua di saat aku jatuh.”

“Kita ini sudah seperti saudara sendiri, jadi tak perlu sungkan atau merasa berhutang apa pun,” ucap Aldara lembut sambil merangkul bahu sahabatnya. “Anggap saja kejadian kemarin adalah cara Tuhan menjagamu agar tidak terjebak lebih lama bersama orang yang salah, dan kelak akan digantikan dengan yang jauh lebih baik.”

Belum sempat percakapan berlanjut, ponsel di atas meja bergetar berkali-kali. Aldara mengambilnya dengan santai, namun seketika matanya terbelalak saat melihat nama pengirim pesan itu.

“Teman-teman… lihatlah ini,” suaranya sedikit bergetar memanggil perhatian mereka.

“Ada apa Kak? Apakah ada kabar buruk?” tanya Hafizah cemas segera mendekat.

Aldara menggeleng pelan, matanya mulai berkaca-kaca namun kali ini penuh kelegaan. “Ini pesan dari Sheina… dia memberi kabar kalau dia sekarang sudah baik-baik saja.”

Mereka serentak menatap tak percaya, lalu wajah mereka berseri seketika. “Benarkah Kak? Sheina memberi kabar?” seru Dede Ara tak bisa menahan kegembiraannya.

“Benar sekali. Dia menulis bahwa saat ini ia berada di rumah kerabat jauh untuk menenangkan diri. Ia butuh waktu sendiri guna menyembuhkan luka akibat pengkhianatan Mandol, dan kini ia sudah mulai kuat kembali. Ia juga berpesan agar kita tidak lagi mencemaskan keadaannya karena ia akan segera pulih sepenuhnya,” jelas Aldara membacakan kembali pesan itu dengan hati yang lega.

“Syukurlah… sungguh kabar yang selama ini kita nantikan,” ucap Siska tersenyum tulus. “Aku sangat bahagia mendengar dia sudah mulai bangkit kembali.”

“Mari kita berdoa agar ia senantiasa diberi kekuatan dan perlindungan di mana pun ia berada,” tambah Hafizah dengan mata berbinar haru.

Sementara di tempat lain yang agak jauh, Aries menyempatkan waktu istirahat sejenak di sela kesibukan tugasnya. Sesuai janjinya, ia tak lupa mengirim pesan singkat meski sinyal di sana sering kali tidak stabil.

“Sayang, apa kabarmu hari ini? Maaf jika pesanku hanya sebentar, pekerjaan sedang cukup padat. Namun setiap kali aku memiliki waktu luang, bayanganmu selalu ada di benakku. Jaga dirimu baik-baik di rumah, karena kabar darimulah yang menjadi semangatku menyelesaikan tugas ini secepatnya.”

Wajah Aldara seketika berseri membaca pesan itu, segala kekhawatiran perlahan hilang berganti rasa hangat di dada. Ia pun segera membalas pesan penuh kasih sayang untuk kekasihnya.

“Cie… senyum-senyum sendiri dapat pesan orang tersayang,” goda Dede Ara sambil menyikut pelan bahu Aldara.

“Iya tuh, rasanya dunia milik berdua yang lain hanya numpang lewat ya,” timpal Hafizah ikut tertawa.

Aldara hanya tersipu malu hingga pipinya memerah. “Apaan sih, kalian ini suka sekali mengerjai aku,” protesnya pelan namun tak bisa menyembunyikan senyum bahagianya. Sementara Siska hanya tersenyum melihat kebahagiaan sahabatnya, dalam hati ia pun berharap kelak ia juga akan menemukan ketenangan seperti itu kembali.

Sore harinya saat mereka berkumpul di tempat biasa, suasana terasa lebih hangat dari biasanya. Kabar baik dari Sheina seolah menjadi penawar hati yang selama ini terasa berat.

“Nanti kalau dia sudah pulang, kita harus menyambutnya dengan perayaan kecil kebersamaan,” usul Dede Ara antusias.

“Tentu saja, kita akan membuatnya merasa bahwa dia tidak pernah sendirian,” jawab Aldara setuju.

Abang Chepot yang baru saja bergabung ikut tersenyum lega mendengar kabar itu. “Itu kabar yang sangat menyenangkan. Ingatlah, seberat apa pun masalah yang menimpa, pasti akan ada cahaya terang yang muncul di ujung jalan, sama seperti kalian yang perlahan menemukan kembali kebahagiaan kalian masing-masing.”

Siska menatap teman-temannya satu per satu dengan hati penuh rasa syukur. Ia sadar, meski harus kehilangan seseorang yang tidak tulus, ia justru dikaruniai sahabat sejati yang tak akan pernah meninggalkannya. Ia yakin masa depan yang indah masih terbentang luas bagi mereka semua.

1
Sribundanya Gifran
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!