NovelToon NovelToon
Setelah 8 Tahun ( Ditinggal Nikah)

Setelah 8 Tahun ( Ditinggal Nikah)

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:92.9k
Nilai: 5
Nama Author: Yutantia 10

Setelah 8 tahun pacaran, Nisa yang menunggu dilamar di hari anniversary, justru merima kenyataan pahit jika ia diputuskan oleh Sandi dengan alasan tak setara.

Tapi takdir seperti sedang mengajak bercanda, sebulan kemudian Sandi datang ke rumahnya untuk melamar. Namun bukan ia yang dilamar, melainkan Naina, sang adik yang lulusan S1 dan bekerja sebagai teler di salah satu bank swasta.

Disaat ia terpuruk, ada sosok yang tak sengaja hadir dalam kehidupannya. Sosok yang begitu baik dan humoris, tapi kadang menyebalkan. Dia adalah Januar, seoarang driver ojol.

"Kalau jodoh memang harus setara, kamu nikah sama aku aja, Mbak." Ajakan nikah Januar alias Ojan, hanya disenyumin saja oleh Nisa.

Tapi Ojan, pantang menyerah, ia terus mendekati Nisa, hingga akhirnya wanita itu luluh. Tapi satu kenyataan pahit, membuat Nisa kembali terpuruk. Ternyata selain seorang ojol, Ojan juga merupakan mahasiswa S2. Apakah sekali lagi, ia harus patah hati karena alasan kesetaraan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yutantia 10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 22

Meski dari jarak yang lumayan jauh, Ojan terus memantau Nisa. Ia seperti melihat ketegangan saat Nisa bertemu dengan adiknya, cewek yang waktu itu memesan ojek, cewek yang ia masih ingat wajahnya sampai sekarang. Melihat Nisa meninggalkan venue dengan sedikit tergesa, perasaannya tidak enak. Ia putuskan, menyusulnya keluar dengan sedikit tergesa-gesa, takut kehilangan jejak.

Langkah kaki Ojan terhenti, ia melihat gadis yang ia cari, berjongkok tak jauh dari lift, dengan wajah terbenam diantara kedua lutut, dan bahu berguncang. Gadis itu menangis, ia yakin itu. Seberapa sakit yang ia rasakan, sampai menangis di tempat seperti ini.

"Mbak."

Gadis itu mendongak, wajahnya basah, matanya sembab. Memanggil lirih dengan suara bergetar, nyaris tak terdengar.

"Ojan."

Entah apa yang terjadi padanya, tapi sorot matanya menunjukkan sakit yang teramat. Nisa bangkit, lalu memeluknya erat. Tangis gadis itu kembali pecah.

Ojan tak berkata apa-apa, hanya diam sembari mengusap punggung Nisa. Ia biarkan gadis itu menangis untuk beberapa saat di pelukannya, hingga terasa kemeja bagian dadanya sedikit basah.

"Kenapa mereka jahat sama aku, Jan? Apa salahku hingga setega ini mereka padaku?" Suaranya Nisa bergetar dan putus-putus.

"Kadang, orang tidak butuh alasan untuk berbuat jahat. Bukan karena kitanya yang salah, tapi mereka yang memang tak punya hati," sahut Ojan.

Mereka masih terus berpelukan cukup lama, hingga beberapa orang yang kebetulan lewat, melihat. Disini banyak yang mengenalnya, karena yang punya acara masih keluarga, Ojan merasa kurang nyaman.

"Kita keluar yuk," ajak Ojan.

Nisa melepas pelukannya, menatap wajah Ojan.

"Kita keluar ya, nyari udara segar." Menggunakan jarinya, Ojan menyeka kedua pipi Nisa. Ia meraih tangan gadis itu, mengajaknya menuju lift.

Sesampainya di luar, Ojan baru ingat kalau ia tak membawa motor. "Kita...jalan aja ya, nyari angin sekitar sini."

Keduanya melangkah beriringan di trotoar dekat hotel, diterangi lampu jalan aesthetic dan diiringi deru mesin kendaraan. Langit sangat cerah malam ini, berbanding terbalik dengan suasana hati Nisa yang suram. Keduanya terus berjalan tanpa kata, merasakan dinginnya angin malam yang kadang sampai membuat bulu kudu berdiri.

"Itu tadi, adik kamu kan?" Ojan belum faham duduk masalah mereka yang sebenarnya.

"Iya," Nisa tersenyum getir. "Dan laki-laki yang bersamanya tadi," menjeda ucapan untuk mengambil nafas. "Adalah mantan pacarku."

Ojan nge freeze, ia sampai berhenti melangkah, menatap Nisa yang akhirnya ikutan berhenti juga. "I, itu tadi mantan kamu yang baru putus?"

Nisa mengangguk. "Sekarang, dia pacaran dengan adikku." Ia tertawa sekaligus meneteskan air mata.

Ojan meraup wajah dengan kedua telapak tangan, sambil membuang nafas kasar. Sumpah, ini kisah cinta yang tragis sekali.

Nisa lanjut jalan, demikian pun dengan Ojan.

"Kenapa mereka setega ini sama aku, Jan? Padahal aku tulus menyayangi mereka berdua." Nisa kembali menangis sesenggukan. "Sandi bilang, ia ingin pasangan yang setara, tapi kenapa harus adikku?" Jarinya sibuk menyeka air mata yang terus mengalir. "Apa tidak ada perempuan lain di dunia ini selain adikku?"

Ojan menatap Nisa iba. Pantas saja gadis itu sampai segitunya menangis, ternyata memang se menyakitkan itu kisahnya.

"Kamu tahu Jan, aku yang berjuang demi gelar sarjana adikku. Aku yang membayar uang UKT nya setiap semester. Aku rela tak kuliah demi dia bergelar sarjana. Aku, Jan. Aku yang memperjuangkan dia."

Nisa meremat dada, merasakan sakit yang teramat sangat disana. Adik yang ia perjuangan, ia harap bisa mengangkat derajat keluarga, ternyata malah menjadi duri dalam daging dalam kisah cintanya. Gelar sarjana yang dia perjuangkan, hingga rela tidak kuliah, tidak membeli baju bagus dan tas mahal, ternyata malah dijadikan senjata untuk menghancurkannya.

"8 tahun dia pacaran denganku, tapi saat mau menikah, kenapa adikku yang diajak? Aku yang dipacari selama 8 tahun, aku yang berada di sisinya selama ini, mensupport dia, tapi bukan aku yang ia pilih sebagai istri, tapi adikku. Apa gadis lulusan SMA, apa gadis yang hanya bekerja sebagai office girl, begitu memalukan hingga tak layak dijadikan istri?"

Ojan menggeleng kuat, menarik tangan Nisa agar berhenti jalan. "Jangan pernah rendahkan dirimu sendiri. Apa yang barusan kamu katakan, itu gak bener. Kamu itu berharga, kamu layak dicintai, kamu layak, bahkan sangat layak untuk dijadikan istri. Kesalahan kamu hanya 1, Mbak. Kamu terlalu tulus, kamu terlalu baik jadi orang, hingga kamu dimanfaatkan."

Ojan membuang nafas kasar. Sumpah, gedek banget dia dengan dua orang dalam cerita Nisa itu. Ia menyeka air mata di kedua pipi Nisa. "Cukup, jangan tangisi mereka lagi. Mereka itu jahat, Mbak. Mereka gak punya hati. Selama ini kamu sudah menghabiskan banyak waktu dan energi untuk membahagiakan mereka, dan sekarang, jangan lagi buang waktu dan energimu untuk menangisi mereka. Cukup, Mbak. Jangan buang air matamu untuk manusia tak berhati nurani seperti mereka. Mereka gak pantas kamu tangisi"

Ojan meraih kedua tangan Nisa, menggenggamnya. Ia menatap mata yang sembab itu. "Berjanjilah Mbak, ini terakhir kalinya kamu nangisin mereka. Harusnya kamu bersyukur, putus dari laki-laki bajingan seperti itu. Bayangkan jika kalian sampai menikah, terus dia selingkuh dengan adik kamu. Percaya sama aku, pasti rasanya akan jauh lebih sakit. Bersyukur Mbak, kamu diselamatkan dari laki-laki seperti itu. Selalu ada kata selamat, dalam setiap kata selamat tinggal. Allah sudah menyelamatkan kamu, Mbak. Selamat, sudah terbebas dari laki-laki sampah seperti itu."

Nisa mengangguk pelan. Yang Ojan katakan benar, untuk apa ia menangisi orang yang menyakitinya. Ia lanjut berjalan, memperhatikan kendaraan yang lalu lalang, serta beberapa orang yang juga ada di trotoar sepertinya dan Ojan. Bedanya, orang-orang itu terlihat bahagia, beda dengan dirinya.

Ponsel di tas Nisa berdering, saat dia cek benda pipih itu, ada panggilan masuk dari Dinda.

"Nis, kamu dimana?"

"Aku...em...kamu pulang dulu aja Din, gak usah nyari aku."

"Apa maksud kamu ngomong gitu?" Nada suara Dinda terdengar panik. "Nis, jangan nekat. Kamu dimana, aku susul?"

Nisa tersenyum, tahu isi pikiran sahabatnya. Pasti Dinda mikir yang enggak-enggak. "Aku baik-baik saja kok, Din."

"Gak mungkin. Gak mungkin kamu baik-baik saja. Kamu dimana, aku susulin?"

"Gak usah Din, InsyaAllah, aku baik-baik saja."

"Beneran? Kamu gak akan bunuh dirikan?"

Nisa seketika tertawa. "Rugi dong kalau aku mati, Sandi belum bayar utangnya sama aku."

"Hahaha." Keduanya tertawa bersama.

1
Hani Ekawati
Paling entar nikahannya si Naina biasa biasa aja karena kedua orang tua sudah kecewa sama si Naina dan mustahil untuk menutupi klo Naina udah hamil duluan. Balasan untuk Naina dan si Sandi yaitu si Naina pasti akan diremehkan keluarga sandi dianggap murahan karena sudah menyerahkan tubuhnya.

Btw, Ojan kemana ya seharian engga ada nge wa Nisa? Sekarang Nisa pasti sedih lagi, nanti siapa yang ngehibur Nisa. Apa Ojan lagi sibuk sidang skripsi S2 nya?
hiro_yoshi74
keren nis ....
Hani Ekawati
Betul sekali
Hani Ekawati
Yups betul, mereka berdua memang pasangan durjana
Hani Ekawati
Heh pasti tau lah, orang hamil itu lama lama perutnya besar mana bisa untuk menutupi itu. Apalagi orang tuamu orang yang katanya berpendidikan tinggi 🙄
hiro_yoshi74
ngk gitu juga x nis mungkin km trauma kalo di bwa kerumah lebih awal takut di srobot nai juga 🤣🤣🤣🤣✌
Hani Ekawati
Serapat rapatnya kamu menyembunyikan bangkai pasti akan tercium juga.
L i l y ⁿʲᵘˢ⋆⃝🌈💦
Benalu tetap benalu yg hanya mementingkan dirinya sendiri
Sesakit itu hati orang tua dgn ""kemurahan" Naina akan dirinya yg menyerahkab kesuciannya.
Mau g mau Nisa akan liat muka si penghianat karena mereka menikah
Bener Nis, benalu murahan puas denger Nisa ngomong begitu
Patrick Khan
nai kuliah tinggi dapet gelar.. tp mulutnya gk sekolah ehhh bonus hamil pula.. 🤭🤭dosanya q 😂😂😂
Patrick Khan
lah dokter kandungan🤔🤔🤔
Patrick Khan
nai kesambet cinta sandi😂😂😂
Shee_👚
tepat banget nisa, sandi mau sama naina karena dapet gampang dan murah lagi.

kamu terlalu mahal dan berharga untuk sandi sa, jadi tenang aja tar ada calon ceo yang datang melamar 🤭
Shee_👚
kak typo beli kopi harusnya
Shee_👚
heh sandi walau di umpetin juga tetep aja tar ke tahuan, orang tua kamu juga punya otak kali buat mikir, masa baru nikah sebulan itu perut dah segede gaban🤣
Shee_👚
dih sandi dia yang melakukan itu tapi gak pengin orang tuanya tau perbuatan bejad dia, naina juga bodohnya gk ketulungan😏
Shee_👚
nah kan bener dah di cicipin duluan, pantes sandi mau berpaling ternyata di kasih selang kangan🙄
Shee_👚
orang hatinya dah di masak sama kentang di sambelin🤣🤣🤣
Shee_👚
emang si nai nai otaknya separo kayanya. yang minta sandi gak boleh move on siapa??
disini yang jadi pertanyaannya kenapa move on sandi malah pacaran sama kamu😏
Shee_👚
skak mat sekali ucapan Nisa, gak ngaca amat si nai nai dih. malah pecundangan sandi kemana² dah di tolong, bukannya balas budi ini malah nusuk dari belakang
🌷Vnyjkb🌷
👍👍👍cocokkkk kak nis,,, murahann, makanya kebeli, klu km kan mewah,mahal, km terselamatkan dr pecundang sebenarnya!!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!