NovelToon NovelToon
RAHASIA PANAS DI BALIK PERNIKAHAN

RAHASIA PANAS DI BALIK PERNIKAHAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Balas Dendam / Diam-Diam Cinta
Popularitas:1.5M
Nilai: 5
Nama Author: Mae_jer

Dewasa
Follow My Instagram @Mae_jer

Dami tidak menyangka dia akan menghadapi Jeremy yang menggila padahal statusnya sudah menjadi istri dokter Bima. Walau status itu hanya sebatas pernikahan kontrak, tetap saja tidak dapat dibenarkan. Namun, siapa yang akan menyangka Dami akan terlibat dengan permainan panas Jeremy, serta Bima yang ikut-ikutan menggila, yang membuatnya berada di situasi yang membingungkan.

Terjebak di antara dua pria yang sama-sama menginginkannya, situasi semakin rumit saat Dami hamil. Karena ia tidak tahu siapa ayah dari anak yang dikandungnya. Jeremy atau Bima? Lebih gilanya lagi, baik Bima maupun Jeremy, sama-sama tidak mau melepaskannya.

Ketiganya harus merahasiakan hubungan gila mereka sampai akhirnya salah satu dari kedua pria itu mengalah, dan merelakan Dami dengan laki-laki yang dia cintai.

Apakah masih Jeremy cinta pertamanya yang menjadi pemenang? Atau Bima, dokter tampan yang juga mencintai Dami dengan tulus?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mae_jer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Program punya anak

"Kamu di mana? Mama dan papa di rumah. Ayo pulang sekarang, mereka ingin melihatmu."

Dami baru memeriksa ponselnya setelah hampir seharian ini. Ternyata Bima menelponnya berkali-kali. Bahkan ada 29 telpon tak terjawab. Terakhir, lelaki itu mengiriminya pesan yang baru saja dia baca barusan. Ia segera menelpon balik dan langsung di angkat oleh Bima.

"Dami, kamu di mana? Baik-baik saja kan?!"

Suara Bima terdengar khawatir di seberang sana. Dami jadi tidak enak. Tapi dia juga tidak bisa bilang kalau dirinya di culik oleh Jeremy bahkan lelaki itu melecehkannya bukan? Tidak, ia tidak ingin situasi makin kacau. Lagipula pikirannya tentang Jeremy memang masih kacau. Perasaannya terhadap lelaki itu tidak benar-benar hilang.

Tapi di sisi lain, dia juga tahu statusnya sekarang adalah seorang istri di mata orang lain. Dia harus menghargai dan menghormati Bima sebagai suaminya sekarang.

"Dami?"

Suara Bima terdengar lagi di ujung sana. Dami menutup matanya dalam-dalam sebelum menjawab.

"Aku baik-baik saja kak. Maaf, terlalu sibuk tadi jadi nggak sempat memeriksa hape. Aku lagi di jalan pulang, hampir sampai kok. Jangan khawatir." jawabnya.

Di seberang, suara lega Bima terdengar.

"Baiklah. Kalau begitu aku tunggu. Hati-hati di jalan."

Dami tersenyum dan begitu sambungan terputus, ia menghembuskan nafas panjang. Karena ulah Jeremy, ia terpaksa harus berbohong pada Bima. Memang masih ada sisa-sisa perasaan rumit yang ia rasakan terhadap pria itu, tapi ...

Ia menggeleng keras, berusaha menepis bayangan wajah Jeremy, sentuhannya, dan kata-kata penuh kepemilikan yang selalu terlontar dari mulut pria itu.

Jangan memikirkan pria gila itu.

Jangan pikirkan dia...

Dami terus mengulang kalimat tersebut dalam hati.

Tak lama kemudian, mobil yang ditumpanginya berhenti tepat di depan gerbang rumah besar tempat ia tinggal bersama Bima. Suaminya itu membeli rumah sendiri untuk mereka berdua agar Dami bisa bergerak lebih leluasa. Rumah yang kini menjadi saksi status barunya sebagai istri Bima.

Dami menarik napas panjang sekali lagi, merapikan pakaian yang ia beli terburu-buru di toko pakaian biasa dalam perjalanan pulang, memastikan tak ada lagi jejak yang mencurigakan terlihat. Ia harus terlihat biasa saja, seolah tak ada yang terjadi, seolah ia hanya pulang dari kegiatan sehari-hari seperti biasa.

Begitu melangkah masuk ke dalam rumah, aroma masakan yang sedap menyambutnya, diiringi suara obrolan hangat dari ruang tengah. Bima yang sedang berdiri di dekat jendela menunggu kedatangannya, langsung berbalik badan.

Begitu melihat sosok istrinya, raut cemas yang menghiasi wajah tampannya seketika lenyap, digantikan lega yang luar biasa. Ia berjalan cepat menghampiri Dami, dan tanpa ragu sedikit pun, langsung merengkuh tubuh wanita itu ke dalam pelukannya yang hangat dan erat.

"Akhirnya kamu pulang sayang." bisik Bima di samping telinganya, nadanya penuh kelegaan yang tulus. Pelukan itu begitu lembut, begitu aman, dan begitu berbeda dengan cengkeraman kasar namun penuh gairah milik Jeremy. Di sini, Dami merasa dihargai, merasa aman, dan merasa menjadi wanita yang dijunjung tinggi.

Tapi, dia juga bingung kenapa laki-laki ini tiba-tiba memeluknya seperti ini. Biasanya Bima selalu menjaga jarak karena menghormatinya. Lalu sebuah bisikan terdengar lagi di telinganya.

"Papa dan mama melihat ke sini, harus akting lagi.".

Ah betul. Tidak mungkin juga Bima akan peluk-peluk dia begini kalau hanya ada mereka berdua.

Dami mengangguk pelan di dalam pelukan itu, perlahan membalas rengkuhan Bima agar terlihat lebih wajar, seolah pasangan yang saling mencintai yang baru saja bertemu kembali setelah berpisah seharian. Ia membenamkan wajahnya sebentar di dada suaminya itu, berusaha menyembunyikan raut wajah dan kegelisahan yang masih tersisa di matanya.

"Maaf ya bikin kak Bima khawatir," bisiknya pelan, cukup rendah agar hanya terdengar oleh Bima, menyesuaikan diri dengan peran yang harus mereka mainkan.

Bima perlahan melepaskan pelukannya namun tangannya tetap menggenggam tangan Dami erat, menuntunnya berjalan masuk lebih dalam menuju ruang tengah tempat kedua orang tuanya duduk menunggu dengan senyum bahagia.

"Lihat, kan? Sudah pulang dengan selamat," ucap Bima dengan nada ceria, berbicara pada orang tuanya sambil sesekali menoleh menatap Dami dengan pandangan yang penuh cinta, sangat meyakinkan di mata orang lain. Tapi tatapan cinta itu memang benar, Dami saja yang terlalu bodoh, tidak pernah menyadarinya.

Nova segera bangkit berdiri, berjalan menghampiri mereka berdua lalu meraih tangan Dami dengan lembut.

"Syukurlah, sayang. Kami sudah khawatir setengah mati loh dengar Bima bilang kamu susah dihubungi. Ada urusan penting ya sampai sibuk sekali?" tanyanya ramah namun penuh perhatian.

Dami tersenyum tipis, berusaha sekuat tenaga agar senyum itu terlihat tulus dan wajar.

"Iya, ma. Ada sedikit masalah yang harus diselesaikan di luar, lumayan menyita waktu dan perhatian sampai lupa mengecek ponsel. Maaf ya bikin mama dan papa cemas," jawabnya sehalus mungkin, mengulangi kebohongan yang sama sekali terasa pahit di lidahnya.

"Ya sudah, yang penting kamu baik-baik saja dan sudah ada di sini sekarang," kata ayah mertuanya sambil tersenyum hangat.

"Ayo kita duduk, makanan sudah siap semua. Kami menunggu kamu biar bisa makan bersama."

Sepanjang jam makan malam itu, Dami berusaha menjadi istri yang sempurna, pendengar yang baik, tersenyum di waktu yang tepat, dan menjawab pertanyaan seputar kegiatannya dengan jawaban-jawaban aman yang sudah ia susun di kepala.

Bima pun sangat kooperatif, sesekali menyuapinya makanan, mengelus punggung tangannya, atau bertanya hal-hal ringan seolah mereka adalah pasangan suami istri yang benar-benar saling mencintai. Di luar dugaan, akting mereka berdua berjalan sangat mulus, membuat kedua orang tua itu tampak begitu bahagia melihat kedekatan anak dan menantunya.

Namun di balik semua itu, Dami semakin merasa bersalah. Setiap kali Bima menyentuhnya, entah kenapa bayangan tangan kasar Jeremy yang merambat ke seluruh tubuhnya dengan penuh gairah dan kepemilikan itu kembali melintas cepat. Setiap kali Bima tersenyum lembut, ia teringat senyum miring penuh obsesi dan ancaman milik Jeremy. Perbedaan keduanya sangat jauh. Bima memberikan kenyamanan dan keamanan, sementara Jeremy memberikan badai dan kekacauan yang entah kenapa masih membuat jantungnya berdebar dengan cara yang aneh.

"Kamu terlihat lelah sekali, masuk saja istirahat kalau sudah tidak tahan," bisik Bima tiba-tiba saat orang tuanya sedang berbicara satu sama lain, suaranya rendah dan kembali menjadi nada biasa mereka, nada rekan kerja yang saling mengerti, bukan nada suami istri yang penuh cinta.

Dami menoleh, menangkap sorot mata Bima yang jeli.

"Nggak apa-apa, aku masih bisa tahan."

"Oh ya, kalian berdua udah program punya anak kan? Mama benar-benar gak sabar pengen gendong cucu lagi. Jangan kalah sama Arsen dan Zora. Kalian berdua juga harus cepat punya anak."

Dami langsung terbatuk-batuk mendengarnya.

1
🌿🌼WINA🌼🌿
kenny kamu bodoh sekali kejar eva jangan biarkan eva sendiri, eva sangat membutuhkanmu kenny menjalani pengobatan kemotarapi.
Semua yg terjadi biangkeroknya ada orgtuamu kenny, tidak bisa dimaafkan tega sekali melenyapkan cucunya sendiri.

orgtua macam apa itu sangat kejam sekali gak punya perasaan, cucunya sendiri digugurkan. kasih waktu dulu eva menenangkan diri dulu kenny, urusan orgtuamu tidak punya perasaan itu.

klo gak suka sama eva jangan sampai tega menggugurkan kandungan kenny, biarkan eva pergi aja yg jauh bawa calonnya. betapa hancur hati kenny dan perasaannya kenny orgtuanya jahat dan kejam. menghancurkan rumahtangga kenny.

masih pantas orgtua kayak begitu dihormati kenny, kenny tidak akan memaafkan kedua orgtuanya.

harus bertindak tegas sama kedua orgtua kamu kenny, kasian eva sangat menderita kelakuan orgtu kamu kenny....
Ilfa Yarni
kejar keny goblok amat sih
ardiana dili
lanjut
pipi gemoy
Dr Kenny 👍🏼👏🏼🌹
Atik Marwati
akhirnya kenny tahu semoga bisa bersama lagi menjadi penyembuh buat eva
Daulat Pasaribu
gak pantas itu mertua si eva hidup enak,harusnya dapat karma karena ida bunuh cucu kandungnya sendiri
Ani Basiati
lanjut thor 😍😍
Tuti Tyastuti
𝘯𝘢𝘩 𝘢𝘩𝘬𝘪𝘳𝘯𝘺𝘢 𝘬𝘦𝘯𝘯𝘺 𝘵𝘢𝘶
Tuti Tyastuti
𝘯𝘢𝘩 𝘢𝘩𝘬𝘪𝘳𝘯𝘺𝘢 𝘬𝘦𝘯𝘯𝘺 𝘥𝘢𝘵𝘢𝘯𝘨 𝘫𝘶𝘫𝘶𝘳 𝘴𝘮 𝘬𝘦𝘯𝘯𝘺 𝘦𝘷
Tuti Tyastuti
𝘪𝘬𝘶𝘵 𝘯𝘺𝘦𝘴𝘦𝘬𝘬😭😭
Tuti Tyastuti
𝘴𝘦𝘮𝘢𝘯𝘨𝘢𝘵 𝘬𝘦𝘯💪
Tuti Tyastuti
𝘯𝘢𝘩 𝘨𝘪𝘵𝘶 𝘥𝘰𝘯𝘨 𝘬𝘦𝘯 𝘤𝘢𝘳𝘪 𝘵𝘢𝘶 𝘬𝘢𝘴𝘪𝘩𝘢𝘯 𝘦𝘷𝘢 𝘥𝘢𝘩 𝘮𝘦𝘯𝘥𝘦𝘳𝘪𝘵𝘢 𝘴𝘢𝘮𝘢 𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘶𝘢𝘮𝘶 𝘫𝘨 𝘥𝘪 𝘱𝘦𝘳𝘭𝘢𝘬𝘶𝘢𝘯 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘣𝘢𝘪𝘬
Ipehmom Rianrafa
lnjuut💪💪💪
Eva Tigan
semua rahasia Eva terungkap satu persatu..semoga penyakitnya juga segera diketahui oleh Kenny..dan Dibawa berobat ke luar negeri..supaya kemungkinan sembuh lebih besar lagi
💝F&N💝
kenny, kau jadi suami harus tegas. kau sudah punya keluarga sendiri. kau sudah punya kehidupan sendiri dan orang luar tidak bisa ikut campur walau itu orang tua sendiri
💝F&N💝
sukurin, mak mak.
makanya jadi orang itu jangan memandang rendah orang lain
dan sejarang borokmu sudsh ketahuan sama kenny kan
pipi gemoy
biang kerok nya si jerami ini👊🏼👊🏼👊🏼👊🏼👊🏼
Sh
seruuuiii
Kamsia
laporin aj ke polisi merencanakan menggu"rkan bayi misahin dua org dlm ikatan pernkhn dan membully.💪💪 thor 👍 ak jd nangis
Riska Baelah
ini knpa eva hidup ny jauh lebih nyesek/Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob/
harus ny klu bisa d ulng eva jng ad yg kmu sembunyikan dri kenny, harus ny kemna kenny tugas mau jauh dekat kmu ikut/Sob//Sob//Sob//Sob//Sob/
kirain cuma d lapak sebelah aj ad mama kejam, ternyata d sini mertua kejam, emg mertua yg paling baik itu cuma damian talia👍👍👍👍👍👍👍🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!