NovelToon NovelToon
Terjebak Duda Dan Tiga Pewaris Nakalnya

Terjebak Duda Dan Tiga Pewaris Nakalnya

Status: tamat
Genre:Ibu Tiri / Identitas Tersembunyi / Mafia / Tamat
Popularitas:895.2k
Nilai: 5
Nama Author: Aisyah Alfatih

Arabelle Vasillo kabur dari rumah demi membuktikan bahwa dirinya bisa hidup mandiri tanpa bantuan keluarga. Dengan waktu satu tahun sebagai taruhan, ia membuka warung sarapan sederhana dan berusaha menjalani hidup biasa.

Namun, hidup tenangnya berakhir saat tanpa sengaja memecahkan kaca mobil Nathan Pradipta Anderson, seorang duda kaya dan berpengaruh yang memiliki tiga anak super nakal, Elang, Theo, dan Alya.

Dari satu kesalahan kecil, Arabelle justru terjebak dalam kehidupan keluarga Anderson yang penuh kekacauan, rahasia, dan konflik. Bisakah Arabelle bertahan menghadapi duda dingin dan tiga anak nakalnya, atau justru mereka akan mengubah hidupnya selamanya?

"Menikah denganku dan jadi ibu tiri dari ketiga anakku, maka hutangmu ku anggap lunas,"

Arabelle, hanya tersenyum menanggapi ucapan Nathan, tetapi Arabelle justru tak punya pilihan lain, semenjak hidup mandiri semua kartunya dan fasilitasnya telah dia serahkan pada keluarganya.

"Oke, deal! Setahun tidak lebih!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyah Alfatih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

30

Suara mesin kembali meraung memenuhi arena. Theo dan Reno melaju berdampingan sejak garis start. Kali ini balapan berlangsung jauh lebih sengit dibanding sebelumnya. Beberapa kali Reno mencoba menyalip. Namun, Theo tetap mampu mempertahankan posisinya.

"Ayo Theo!" Teriak Ken dari pinggir lintasan.

"Sedikit lagi!" Almond ikut melompat-lompat kegirangan.

Lintasan terakhir sudah terlihat. Di depan sana hanya tersisa satu tikungan tajam sebelum garis finis. Theo menyeringai di balik helmnya. Ia mengenal tikungan itu dengan baik. Sudah berkali-kali ia melewatinya. Motor Si Jago masih terasa stabil. Mesinnya meraung sempurna.

Sementara Reno tertinggal beberapa meter di belakang.

"Menang lagi." Gumam Theo pelan.

Ia mulai memiringkan motornya memasuki tikungan terakhir. Ban depan dan belakang mencengkeram aspal. Semua berjalan normal, sampai tiba-tiba ada sesuatu yang terasa aneh di bawah bannya.

Theo mengernyit, 'apa itu?'

Belum sempat ia berpikir lebih jauh, roda motornya mendadak kehilangan cengkeraman. Ban itu menggilas sesuatu yang bulat dan licin dan puluhan kelereng kecil yang tersebar di jalur tikungan.

Mata Theo membelalak. "Sial!" Motor Si Jago langsung oleng. Theo berusaha mengendalikan setang tetapi semuanya terjadi terlalu cepat. Motor tergelincir ke samping, tubuh Theo terlempar dari jok.

Suara benturan keras menggema di arena. Beberapa penonton langsung menjerit kaget. Motor Si Jago meluncur beberapa meter sebelum akhirnya berhenti dalam posisi miring.

Sementara Theo berguling di atas aspal beberapa kali sebelum tubuhnya akhirnya berhenti. Arena yang sebelumnya penuh sorakan langsung berubah hening. Ken yang melihat kejadian itu membeku beberapa detik.

Wajahnya pucat, "Theo..." Gumamnya.

Almond bahkan menjatuhkan botol minum yang sedang dipegangnya.

"Theo!" Teriaknya panik. Keduanya langsung berlari menuju lintasan.

Di sisi lain, Reno yang baru saja melewati tikungan itu refleks mengerem motornya. Matanya membesar melihat Theo terjatuh.

Dia memang ingin menang, dia memang marah. Namun, melihat kecelakaan itu secara langsung tetap membuat dadanya berdebar kencang oleh rasa takut. Beberapa penonton mulai berlarian ke arah Theo. Suasana arena berubah kacau.

Malam semakin larut.

Ara yang awalnya hanya berniat merebahkan tubuh sebentar di atas kasur tanpa sadar tertidur. Ponselnya tergeletak di samping bantal. Lampu kamar masih menyala. Bahkan, pakaian yang dikenakannya belum sempat diganti.

Suara gedoran keras di pintu membuat Ara langsung terbangun.

"Hah?!" Ara terduduk dengan rambut berantakan. Jantungnya berdegup kencang. Butuh beberapa detik sampai ia sadar dengan keadaan sekitar.

"Astaga..." Gumamnya sambil mengusap wajah. "Aku ketiduran?"

Gedoran kembali terdengar.

"Nyonya Ara!"

Ara langsung bangkit dari tempat tidur.

"Iya, iya!" Ia bergegas menuju pintu dan membukanya.

Di depan sana berdiri salah satu pelayan dengan wajah panik.

"Nyonya..." Pelayan itu tampak gugup.

Ara langsung mengerutkan kening.

"Ada apa?"

Pelayan itu membuka mulut lalu menutupnya kembali. Seolah bingung harus mulai dari mana.

Ara semakin tidak sabar. "Ngomong!"

"Nyonya, saya..."

"Ada apa?!" Desak Ara. Suara Ara yang meninggi membuat suasana lantai dua menjadi ramai. Tak lama kemudian pintu kamar Elang terbuka.

Pemuda itu keluar dengan wajah bingung. Begitu pula Alya yang muncul dari kamarnya sambil mengucek mata.

"Kenapa ribut-ribut?" Tanya Elang.

Pelayan itu menelan ludah. Lalu akhirnya berkata,

"Barusan kami mendapat telepon dari rumah sakit."

Ara langsung membeku. 'Rumah sakit?'.

Entah kenapa firasat buruk langsung menghantam dadanya.

"Siapa yang masuk rumah sakit?" Tanya Ara cepat.

Pelayan itu tampak ragu dan akhirnya menjawab,

"Tuan Muda Theo."

Wajah Alya langsung pucat, sedangkan Elang menegang. Ara merasakan jantungnya seperti berhenti sesaat.

"Apa?"

"Tuan Muda Theo mengalami kecelakaan." Kalimat itu membuat suasana menjadi sunyi.

"Kecelakaan?" Ulang Elang pelan.

Pelayan mengangguk.

"Mereka mengatakan kecelakaan di arena balap."

Mata Ara langsung membesar. "Arena balap?!"

Pelayan kembali mengangguk.

"Rumah sakit yang menghubungi kami, Nyonya."

Alya langsung menutup mulutnya, wajahnya memucat. Sementara Elang mengepalkan tangannya.

'Theo balapan lagi, bocah itu benar-benar balapan lagi.'

Ara langsung berbalik menuju kamarnya.

"Rumah sakit mana?" Tanyanya cepat.

Pelayan segera menyebutkan nama rumah sakit. Ara langsung mengambil tas dan ponselnya. Tanpa memedulikan rambutnya yang masih berantakan. Tanpa memedulikan sandal yang bahkan belum terpasang dengan benar.

"Aku ke sana." Ucap Ara tegas.

Lalu ia berjalan cepat menuju tangga, baru beberapa langkah, Elang ikut menyusul.

"Aku ikut."

Ara menoleh.

Elang tampak berusaha terlihat tenang. Namun, wajahnya jelas menunjukkan kecemasan.

"Aku juga." Suara Alya terdengar dari belakang.

Gadis itu tampak hampir menangis. Ara menatap keduanya beberapa detik, lalu mengangguk.

"Cepat."

Tidak ada yang membantah. Mereka bertiga langsung berlari turun ke lantai bawah. Salah satu pelayan sudah menyiapkan mobil.

Malam yang beberapa jam lalu masih terasa tenang kini berubah menjadi penuh kepanikan.

Di dalam hati Elang muncul kekhawatiran lain. Ia melirik Ara yang duduk di kursi depan.

Sejak mengetahui Theo balapan dan masuk rumah sakit, wanita itu belum mengomel satu kali pun. Justru itu yang membuat Elang semakin gelisah, bukan karena Theo kecelakaan. Melainkan karena setelah Theo sadar nanti, Theo mungkin akan menerima amukan terbesar yang pernah diberikan ibu tirinya.

Sementara Alya hanya menggenggam erat ujung bajunya. Berdoa dalam hati agar kakaknya baik-baik saja. Dan di kursi depan, Ara terus menatap jalan gelap di depan mereka. Tangannya menggenggam ponsel begitu erat.

Sejak menikah dengan Nathan, ini pertama kalinya, dia benar-benar merasa takut kehilangan salah satu anak tirinya.

1
Jaya Fandi
kak,,ko blm bisa buka novel.barunya,,pdhl penasaran
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻❤❤❤👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻
Neny Risdiani Dewi
/Facepalm//Facepalm//Facepalm/....alya..alya
Dewi Ansyari
perpisahan akan membawa mereka kekebahagiaan
Dewi Ansyari
🤣🤣🤣🤣🤣🤣Ara lucu banget sampe2 Larisa kabur karena takut tambah malu🤣🤣🤣🤣🤣
Eva Karmita
Alhamdulillah saaahhhh ... terimakasih otor karyamu bikin candu ...kereeennnnn 😍😍
Eva Karmita: sudah meluncur...cerita Ken Alya bikin mesem" sendiri keren 👍🥰
total 2 replies
Nani rohana
justru mreka lah sendiri senjata makan tuan. ara di lawan.
Sri Widjiastuti
minta digorok nih pelayan😇😇
Dewi Ansyari
Astaga apa yg akan terjadi pada Alya kalau tau Ara akan pergi jauh dan bahkan 3 Thn
T&K
Ditunggu releasenya Author kesayangan😄. jng kisah Elang sj di up😍
mimief
siap...
kalau udah launching panggil panggil kotaby thor
mimief
aku penasaran.. othor tarik ulur
beneran ga ni...si Ken
atau ternyata yg lain😁🤣🤣
Teh Euis Tea
otw baca Alya sm pooh😁
Aditya hp/ bunda Lia
siap meluncur ....
Teh Euis Tea
di tunggu novel barunya thor
Teh Euis Tea
penasaran calon Alya si Ken bukan sih?
Nani rohana
kreeen
Dewi Habibah
bagus ceritanya
Nani rohana
lanjut author makin seru ceritanya.
Anonim
😍😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!